Tuesday, 9 February 2016

Selamat Jalan Pendaki, Semoga Duka Ini Yang Terakhir

Sudah tercatat lebih dari 50 kematian yang terjadi di gunung sejak tahun 2013. Berita yang menyeret pendaki ini disinyalir disebabkan oleh kelalaian para pendaki itu sendiri dan beberapa teman yang kurang responsis terhadap teman perjalanannya.

Minggu ini berita duka datang lagi dari Gunung Merbabu. Seorang pemuda bernama Oky Kumara Putra (17), asal Mustokoweni, Plombokan, Semarang yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK harus meregang nyawa.

Jika dipikir lebih dalam lagi hal yang menyebabkan kecelakaan atau kematian di gunung adalah faktor alam dan faktor manusia itu sendiri.

Kita memang tak pernah tahu kapan ajal akan menjemput, tapi ketika kita tak memiliki persiapan dan kesiapan yang matang dalam pendakian, bisa saja ajal akan menemui kita ketika mendaki. Mungkin sebaiknya kita instropeksi diri. Apakah kita termasuk pendaki yang masih sayang pada keselamatan diri atau pendaki yang hanya bermodal nekad dan berani.
Semoga dengan ulasan ini rentetan catatan duka di gunung hanyalah sebuah masa lalu yang takkan terulang di kemudian hari.



Berikut ini adalah hal-hal yang bisa menyebabkan nyawa kita menjadi taruhan ketika mendaki gunung diantaranya :

Kurangnya pengetahuan soal keadaan gunung. Hal yang mendasar saja belum tahu, tapi sudah asal nekad saja.

Kesalahan mendasar dalam pendakian adalah ketika kamu nggak tahu sama sekali soal track gunung yang akan kamu daki. Dengan bermodal insting saja tidak cukup untuk kamu melakukan pendakian. Tidak sedikit kasus yang menghiasi headline di koran-koran atau berita di televisi tentang ditemukannya pendaki yang sudah tak bernyawa di gunung.

Kabar terakhir dari saudara Oky asal Semarang yang menghembuskan napas terakhirnya di Gunung Merbabu. Dilansir dari koran yang menyatakan bahwa itu adalah pendakian pertama Oky. Dan ketika mengevakuasi jasad, korban berada dalam tenda bersama orang lain yang bukan rombongannya. Ada kemungkinan dia terpisah dengan teman perjalanannya.

Keterbatasan pengetahuan dan informasi seputar gunung yang akan didaki bisa menjadi petaka buat kita. Pelajarilah dengan cermat dan tepat gunung yang akan kamu daki. Sesungguhnya persiapan adalah modal utama yang sangat penting sebelum kita pergi mendaki.


Yang kedua adalah buruknya manajemen P3K, logistik dan kurangnya persiapan pendakian. Masalah makan dan kesehatan di gunung itu sangatlah penting.

Selain pengetahuan tentang keadaan gunung yang akan kita daki, manajemen P3K dan logistik juga merupakan hal fatal yang sering diabaikan oleh para pendaki pemula. Meski kamu kuat untuk menahan perut lapar dan udara dingin, namun gunung tak akan memaafkan siapapun yang meremehkan kesehatan. Alam bisa berbuat apapun untuk bertekuk lutut di hadapannya. Maka dari itu susun dan persiapkan dengan baik P3K dan logistik. Jangan asal ngawur dalam memperkirakan.

Masih pada kasus Oky yang mungkin terpisah dari rombongannya hanya membawa beberapa perlengkapan yang sangat tidak memadai untuk pendakian. Menurut kakaknya, perlengkapan yang dibawa Oky memang hanya sedikit. Setahunya dia hanya membawa celana pendek, satu celana panjang, kaos oblong, jaket dan sarung tangan serta tak ketinggalan tongsis yang ia masukkan ke dalam carrier.

Sebagai pendaki setidaknya ada kotak P3K dan logistik dibawa. Jangan biarkan dirimu tidak membawa obat ataupun makanan. Kalau kamu terpisah dengan rombongan, setidaknya kamu masih mempunyai cadangan untuk bertahan. Bisa dibayangkan jika kamu terpisah dan kamu nggak bawa apa-apa?


Perhatikan musim yang baik untuk mendaki. Musim hujan terkadang sangat kurang bersahabat karena rawan juga terjadi badai.

Hal kecil yang nggak jarang dilupakan pendaki adalah membawa jas hujan. Memang jas hujan itu remeh, tapi begitu penting untuk keselamatan kita di gunung. Menjaga kita dari basah dan menjauhkan dari hipotermia. 
Meski jas hujan tidak bisa menjadi barometer gejala hipotermia yang melandamu, setidaknya kamu nggak kedinginan karena hujan. 

Musim hujan memang cukup bahaya untuk mengagendakan waktumu untuk mendaki gunung. Pertama karena faktor cuaca yang tak bersahabat yang bisa membuat perjalanan makin sulit dan kedua karena kondisi kesehatan pendaki juga dipengaruhi cuaca. Sekali lagi kasus kematian Oky menjadi tamparan bagi para pendaki di Indonesia. Kelalaian dalam mengantisipasi tingginya curah hujan dan kembali lagi pada persiapan yang kurang matang dan terkesan menyepelekan akan menjadikan kabar duka.


Jangan pernah remehkan cuaca yang bisa menyebabkan hipotermia. Ingat hipotermia bukanlah kesurupan!

Seperti kasus yang dulu pernah terjadi pada pendaki berusia 16 tahun asal Bekasi, Shizuko Rizmadhani yang takluk karena cuaca dingin di Kandang Batu Gunung Gede-Pangrango. Salah satu temannya mengatakan bahwa gadis ini kesurupan. Bahkan dalam kesurupan itu dia minta beberapa bungkus kopi untuk dikonsumsi tanpa air. Padahal kafein dalam kopi bisa membuat seseorang dehidrasi. Apalagi jika lebih dari 2 bungkus? dan kejadian ini dikira kesurupan.

Kasus duka terbaru di Gunung Merbabu menjadi bukti bahwa hipotermia tidak bisa dianggap remeh. Oky ditemukan tewas dalam tenda dan dinyatakan mengalami hipotermia. Pagi pukul 5.30 ketika seorang pendaki yang setenda dengannya hendak membangunkan Oky, ternyata dia sudah tidak bernafas.

Dehidrasi memang menjadi momok bagi para pendaki, tapi cuaca yang menyebabkan hipotermia menjadi mimpi buruk bagi siapapun. Hipotermua adalah gejalan dimana suhu tubuh melemah dari biasanya. Penurunan ini disebabkan oleh cuaca yang kadang tidak bisa diterima oleh keadaan tubuh normal.
Akibatnya orang tersebut akan jatuh dan menggigil dengan tidak wajar. Saat-saat seperti inilah orang disekitarnya harus cekatan untuk segera menolong. Jangan pernah remehkan gejala hipotermia ini.

 Sebuah keraguan yang kamu rasakan bisa menjadi penanda bahwa kamu harus menunda pendakian. Terkadang firasat itu sering betul terjadi.

Seharusnya kita dan alam adalah harmonisasi bukan tentang harga atau pembuktian diri.

Sebuah pendaki haruslah memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi dan memperhatikan kemampuan diri. Ketika kamu ragu dalam pendakian sebaiknya urungkan saja niatmu. Keragu-raguan secara psikologis menandakan bahwa kamu belumlah siap. 
Akan menjadi lebih buruk lagi ketika kamu ragu untuk mendaki dan kamu dalam kondisi persiapan dan kesehatan yang kurang baik. Hal itu malah akan menambah petaka.

Belajar dari tragedi yang menimpa Oky, bahwa sebelumnya dia ragu antara mau berangkat atau tidak. Tetapi kemudian ia tetap berangkat dan akhirnya sebuah petaka menghampirinya.

Ingat tujuan kita naik gunung adalah turun lagi dan kembali kerumah dengan selamat, bukan kembali hanya tinggal nama.



- dikutip dari beberapa sumber



Baca selengkapnya

Monday, 8 February 2016

Hipotermia Pembunuh No Satu di Gunung

Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefiniskan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 derajat celcius. Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona terminetral yaitu antara 36,5 - 37,5 derajat celcius. Di luar suhu tersebut respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.

Gejala hipotermia ringan ditandai seperti penderita berbicara melantur, kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu, detak jantung melemah, tekanan darah menurun dan terjadi kontraksi otot atau menggigil sebagai usaha tubuh menghasilkan panas.




Para penderita hipotermia moderat , detak jantung dan respirasi melemah mencapai hanya 3-4 kali bernafas dalam satu menit. 
Pada penderita parah pasien bisa tidak sadarkan diri, badan menjadi sangat kaku, pupil mengalami dilatasi, terjadi hipotensi akut dan pernafasan sangat lambat hingga tidak kentara.

Hipotermia terjadi bila penurunan suhu inti tubuh di bawah 35 derajat celcius. Pada suhu ini mekanisme kompensasi fisiologis tubuh gagal untuk menjaga panas tubuh.



Klasifikasi :

Berdasarkan sumber paparan yaitu :
- Hipotermia Primer : terjadi akibat paparan langsung individu yang sehat terhadap dingin.
- Hipotermia Sekunder : mortalitas banyak terjadi pada fase ini dimana terjadi kelainan secara sistematik.

Berdasarkan temperature :
- Hipotermia Ringan (34-36 C)
Kebanyakan orang bila berada di suhu ini akan menggigil secara hebat, terutama di seluruh ekstremitas. Bila suhu tubuh lebih menurun lagi pasien mungkin akan mengalami amnesia dan disatria (susah bicara dengan jelas). Peningkatan kecepatan nafas juga mungkin terjadi.

- Hipotermia Sedang (30-34 C)
Terjadi penurunan konsumsi oksige oleh sistem saraf secara besar yang mengakibarkan terjadinya hiporefleks atau reflek lemah, hipoventilasi (kurang tarikan nafas), dan penurunan aliran darah ke ginjal. Bila suhu tubuh semakin menurun  kesadaran pasien bisa menjadi stupor atau berkurangnya sensitivitas terhadap rangsang, hanya bereaksi oleh rangsang dasar seperti nyeri, tubuh kehilangan kemampuan untuk menjaga suhu tubuh dan adanya resiko timbul aritmia (gangguan irama jantung)

- Hipotermia Berat =<30
Penderita rentan mengalami fibrilasi ventrikular (kontraksi otot jantung pada ventrikel/bilik jantung yang tidak terkendali dapat menyebabkan henti jantung dan penurunan kontraksi miokardium (otot jantung). Penderita juga rentan untuk menjadi koma, denyut nadi sulit ditemukan, tidak ada reflex, apnea (henti nafas) dan oligouria (pengeluaran urine lebih dari 100 ml/hari namun kurang dari 400 ml/hari. Ini menandakan adanya gangguan ginjal dan disfungsi organ dalam (multiple organ dysfunction). Pada fase ini juga akan terjadi Paradoxal Sense Of Warm dimana korban akan merasakan panas yang luar biasa sehingga merasa gerah padahal suhu tubuh korban terus menurun. Dalam keadaan kesadaran terganggu, korban akan melepaskan pakaiannya karena merasa gerah kepanasan. Namun ini adalah fase kritis dimana selanjutnya suhu tubuh korban akan menurun drastis dan selanjutnya mengantuk, tertidur dan tewas.

Banyak kasus korban ditemukan meninggal di gunung dalam keadaan hanya mengenakan pakaian dalam, ini adalah tanda khas kematian yang disebabkan oleh Hipotermia.


PERTOLONGAN
Pada fase hipotermia ringan, penderita dapat dibantu menghangatkan dirinya dengan panas tubuh sendiri yaitu dengan dilepaskan semua pakaian yang basah dan diganti dengan pakaian yang kering, kemudian dibungkus dengan selimut thermal darurat dan dimasukkan ke dalam sleeping bag. Cara ini disebut penghangatan pasif (Passive Rewarming).

Pada fase hipotermia sedang jika nampak gejalanya segera hangatkan korban dengan api unggun, selimut thermal darurat atau dengan air hangat dalam kemasan atau hydration bag (cramel bag) yang ditempelkan ke tubuh penderita. Panas tubuh orang lain juga bisa digunakan dengan cara dibungkus bersama dalam selimut thermal dan dimasukkan ke dalam sleeping bag. Cara ini disebut penghangatan aktif  (Active  Rewarming)

Pada hipotermia berat sebisa mungkin hangatkan tubuh korban dan segera mungkin mendapatkan penanganan medis. Jika terjadi henti jantung segera lakukan Resusitasi Jantung Paru (Cardio Pulmonary Resusiatation/CPR) sesuai standar.
Jurus paling jitu mengatasi hipotermia adalah mencegahnya terjadi dengan cara hindari mengenakan pakaian basah, selalu membawa pakaian penahan dingin yang cukup dan saling memperhatikan gejala-gejala hipotermia yang terjadi pada diri anda sendiri ataupun reka seperjalanan.

Emergency Thermal Blanket / Selimut penahan panas tubuh darurat adalah alat sederhana murah, ringkas namun merupakan pertolongan pertama yang dapat menyelamatkan nyawa dalam kasus hipotermia.
Terbuat dari Polyetilene yang dilapis dengan material Mylar. Selain dapat menahan 90% panas tubuh, juga dapat dijadikan Signalling Mirror/ Cermin Sinyal. Selalu bawa emergency thermal blanket dalam survival kit anda.




Semoga bermanfaat.
Dikutip dari beberapa sumber.
Baca selengkapnya

Dibalik Senyumnya, Terselip Kisah Cinta yang Begitu Rumit dan Pahit dari Seorang Pendaki

Dari sebuah perasaan yang tak pernah terungkapkan, masih terus terpendam dalam.

Dari senyuman dan keceriaan di wajahnya, tersimpan begitu banyak cerita panjang tentang perjalanan hidup.
Mungkin dari semua itu tersimpan luka, tersimpan kisah pahit.

Selama ini para penikmat dan pecandu ketinggian sering dikaitkan dengan status mereka yang betah sendiri.
Selalu ada pernyataan naik gunung mulu, kapan naik pelaminan?





Dari kuatnya, mungkin saja mereka pernah dilemahkan.
Dari tawanya mungkin mereka pernah ditangiskan.

Apakah cuma kita yang dianggap kuluk dan tak pantas.
Dipandang sebelah mata, dan seperti tak mempunyai masa depan.
Kemana-mana hanya bermodalkan nekad dan uang pas-pasan.
Yang rela tidak makan demi ongkos perjalanan.

Mengidolakan seorang pasangan yang begitu rupawan, sekaligus bisa diajak untuk mendaki bersama.
Selalu punya mimpi dan keinginan untuk bersama, tapi dalam realitanya semakin tersiksa dengan status yang tak kunjung jelas.
Masih sama seperti kemarin.

Hanya berjalan sendiri, tertawa sendiri dan hanya bisa melihat temannya atau orang lain bercanda tawa bersama pasangannya.
Sedangkan kita hanyalah sibuk dengan kompor dan peralatan masak.
Menyiapkan makanan untuk dimakan bersama.




Memimpikan seorang bidadari yang sama-sama mencintai alam, tapi nyali dan kepercayaan diri tak pernah ada.
Selalu merasa rendah diri, apalagi ketika melihat wanita yang diidamkan dan dikriteriakan ada di depan mata.
Terus menatap wajahnya secara diam dan sembunyi-sembunyi karena gugup dan takut dia menyadari bahwa dirinya telah dipandangi secara diam-diam.
Selalu berharap bahwa dapat menemukan pasangan yang seperti itu, tapi masih belum ada usaha untuk memperjuangkannya.

Menetapkan hati, menguatkan agar tidak rapuh dan lemah. 
Sejatinya mereka mendaki untuk melupakan semua masalah yang diderita, toh malah sebaliknya.

Mereka sebenarnya bukanlah betah sendiri. Ada alasan yang tersimpan kenapa mereka masih sendiri.
Mereka bukan tanpa cinta, tapi pernah ada cinta yang begitu dalam yang membuat mereka terluka. 
Oleh sebab itu, kini setelah mereka bisa melupakan apa yang pernah terjadi dengan kisah cintanya, mereka tak mau terburu-buru lagi dalam melangkah.
Tak mau lagi salah dan terjatuh hingga membuatnya kehilangan senyuman dan keceriaan.

Susah payahnya untuk bangkit membuatnya mengesampingkan dan mengubur dalam perasaan ingin bersama, meskipun tak terelakkan ada begitu besar harapan.

Saat ini selagi masih ada waktu, mereka hanyalah ingin menghabiskan untuk hal yang dipikir bisa membuatnya bahagia dan tertawa. 
Hanya itu yang mereka bisa lakukan sembari dalam hati terbesit keinginan untuk sebuah pasangan yang diidamkan.
Seseorang yang akan mengakhiri penantian dalam diamnya.




Pendaki adalah seseorang yang penuh cinta dan karena cinta itu membuat mereka yakin dan terus berharap bahwa kebahagiaan akan datang menemuinya di puncak, ketika memang semua telah berusaha sekuat tenaga.
Meskipun sekarang mereka masih tetap sendiri, tapi mereka takkan pernah menangis lagi oleh keadaan. Mereka akan tetap berdiri tegak menapaki tanjakan terjal dan takkan terjatuh menuruni jalan yang begitu licin.

Hatinya yang semakin mengeras seperti batu dan takkan mudah terkikis oleh air dan hujan. Tatapannya kuat penuh dengan keyakinan tentang masa depan. Dan selalu percaya bahwa suatu hari mereka akan menggapai dan menemui cinta sejati. 

Yang dilakukan sekarang hanyalah menanti dan berharap. Apakah bidadari itu akan datang atau malah takkan kunjung datang, tetapi dalam penantiannya mereka akan terus berjalan dan mencoba menghampiri cinta sejatinya. Takkan menoleh ke belakang lagi dan akan selalu yakin bahwa kini keadaan telah berubah.

Mereka akan hidup dalam lentera yang selalu akan menerangi jalan agar mereka tidak tersesat lagi, meskipun hatinya masih saja kosong tanpa cinta, tapi takkan pernah kosong dan akan selalu terisi dengan cerita tentang perjalanan yang tak pernah terlupakan.

"Sendiri bukanlah halangan untuk kita berjalan, justru dengan sendiri kita malah punya banyak waktu untuk melakukan apapun".

Berjalanlah sejauh mungkin dan kembalilah dengan sejuta pengalaman dan dengan diri yang lebih siap untuk seorang cinta sejati.



Baca selengkapnya

Dosa Seorang Pendaki

Mendaki gunung merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan bagi kalangan mereka pecinta alam atau yang suka berpetualangan. Banyak yang beranggapan bahwa mendaki gunung adalah sebuah hal keren dan terlihat gagah berani, padahal mendaki gunung merupakan kegiatan yang harus benar-benar dilakukan oleh orang yang mencintai alam bukan merusak alam.



Berikut ini adalah hal-hal salah yang sering dilakukan oleh seorang pendaki :

1. Mencemari Lingkungan

Menyandang nama dari pecinta alam tentunya kita harus berkomitmen sesuai nama yang disandang. Seorang pecinta alam seharusnya wajib dan turut serta dalam melestarikan dan menjaga alam ini. Termasuk menjaganya tetap bersih. Saat ini kebanyakan dari mereka yang tidak bertanggung jawab dan seakan acuh dengan apa yang telah dilakukan seperti membuang sampah sembarangan seperti dari hal kecil yakni bungkus permen dll.

2. Bersifat Acuh dan Pasif

Sifat acuh adalah sifat yang harus dihindari, mengingat bahwa mendaki gunung adalah sarana belajar untuk kita lebih peduli pada sekitar kita. Menjadi seorang pendaki harus memiliki kesadaran yang besar untuk menjaga lingkungan dan benar-benar menjadi pecinta alam yang mencintai alam ini bukan hanya sekedar penikmat alam yang tidak tau diri.

3. Melakukan Pendakian Masal yang Tidak Konservatif

Semakin maraknya aktivitas mendaki gunung dan mengexplore alam menjadikan banyak orang berbondong-bondong mengunjungi satu-persatu tempat yang terdengar hits. Lantas karena hal itu banyak dari mereka terkadang tidak memperkirakan dan memperhitungkan kapasitas akan tempat yang mau mereka datangi. Hanya asal ramai-ramai saja tapi malah merusak ekosistem.


4. Merusak Keasrian Alam

Di setiap jalur pendakian entah itu di pohon, di bangunan shelter, tugu, batu dll banyak sekali coretan-coretan yang tidak enak dilihat dan merusak keasrian dari tempat tersebut. Dengan alih-alih ingin menunjukkan dan meninggalkan kenangan bahwa mereka pernah menginjakkan kaki disini, tapi tidak tau kalau perbuatan seperti mencoret-coret merupakan hal yang tidak bertanggung jawab. 

Selain itu seperti membuang putung rokok sembarangan juga akan mengakibatkan kebakaran yang nantinya malah merusak alam.

Satu hal lagi yang sering dilakukan adalah memetik bunga Edelweiss. Seharusnya kita tidak boleh mengambil apapun dari alam entah itu kecil atau besar. Ingat bahwa tujuan utama kita adalah untuk belajar dari alam. 

Jangan rusak alam ini, karena alam ini adalah titipan anak cucu kita.!!
Baca selengkapnya

Saturday, 6 February 2016

Mendewasakan Hati

Mendewasakan Hati


tak semua akhir itu harus seperti yg diinginkan..
tak semua beban itu mengingatku tentang permata yg indah..

mengapa harus ada kesedihan jika bahagia itu ada..
mengapa harus ada benci jika cinta juga ada..
mengapa harus ada malam jika siang itu terlihat jelas..

karena sedih itu, harus kuat..
karena benci itu sebenarnya rindu..
karena malam itu aku selalu melihat dirimu ..
yg menjadi sebuah tujuan ..
yg ada dalam sebuah kotak baja, yg takkan pernah bisa hancur..


aku hanya bisa melihatmu..
aku hanya bisa menemukanmu..
aku hanya bisa membuat lukisan di ingatan tentangmu..

jika di tanya "apa aku mencintaimu?"

jawabku pasti "iya, dan takan pudar"
hanya sebuah keinginan yg selalu menjadi sebuah mimpi indah..
sejak "itu" aku mulai sadar sampai saat ini..
aku bersyukur ..
melihatmu tersenyum..
melihatmu bahagia adalah sebuah keinginkan..
pilihanmu, apapun itu, aku harus menerimanya :)
aku bahagia, bersyukur engkau bahagia..

maaf akan hari lalu aku paksa sebuah kenangan yg hanya bisa melukai..
memang mendewasakan hati itu tak semudah membalik tangan..
tapi,
sekarang aku bisa tau apa itu cinta :)
tak ada kata selain maaf dan terimakasih untukmu..
sudah mengajarkan sebuah makna hidup..

dari : n kecil
"untuk engkau yg tak pernah hilang"
Baca selengkapnya

Friday, 5 February 2016

Hilangkan Pikiran Negatif Tentangku Yang Datang dan Pergi

Aku harap tidak ada lagi orang yang menyebutku menghilang.
Karena aku masih tetap disini dan tak pernah pergi.
Masih sama seperti yang kulakukan biasanya.



Aku memang pernah datang, tapi bukan semata untuk pergi.
Aku pernah ada, tapi bukan untuk kemudian tiada.
Kenyataannya memang waktu tak cukup untukku melakukan semua.

Kita semua punya kehidupan, dan tak mungkin melakukan segalanya dalam waktu bersamaan.
Ketika aku hadir dalam kehidupanmu, maka masih sangat besar kemungkinan ku untuk kemudian tak ada dan pergi..
Karena tak selamanya aku terus mengikuti kehidupan orang lain.
Karena setiap pribadi mempunyai jalan cerita untuk mereka ikuti.

Jika tujuan kita sama, mungkin kita nanti akan bertemu di tempat itu.
Tapi bukan berarti jalan yang kita tempuh juga sama.
Bukan berarti cerita yang kita jalani tak berbeda.
Mungkin saja proses yang kita lalui ke tempat itu akan sangat berbeda.


Jika nanti aku datang lagi, terimalah aku dengan senang hati.
Jika aku kembali pergi, mungkin ada hal yang harus kulakukan yang tidak bisa kukerjakan bersama denganmu.
Mungkin nanti juga aku akan kembali lagi setelah kesekian kali pergi..
Tapi percayalah aku tidak pernah datang dan pergi untuk main-main.
Aku tidak pernah datang dan pergi tanpa mempunyai alasan.

Bukankah kita masing-masing masih punya mimpi? 
Tentunya masing-masing dari kita ingin sekali mewujudkannya kan?
Dan mungkin saat ini adalah waktu yang kita punya untuk mengejarnya.

Jangan pernah salah paham.
Jangan pernah menyimpulkan begitu saja.
Karena semua ini bukanlah tanpa alasan.

Jika sekian lama kabar itu tak ada, mungkin diriku sedang berada di belahan bumi lain, di tempat yang berbeda, di dimensi waktu yang berbeda, dan juga dengan kepentingan yang berbeda.

Tetap jalani apa yang ada.
Karena yang ada akan sangat berarti jika nanti itu sudah tak ada dan pergi.

Baik-baik disini yaa... dan kasih kabar jika kamu ada waktu. :)


Baca selengkapnya

Sunday, 31 January 2016

Malam Tanpa Jawaban

Aku yang tak tau apa yang terjadi malam ini
apa yang berbeda dengan malam ini
tiba-tiba sesuatu menghujam pikiran dan ingatanku

Tak tau kenapa, tapi tiba-tiba engkau datang..
melemahkan hatiku menjadi begitu rapuh..
Ini seperti pernah aku rasakan sebelumnya..
sakit dan gelisahnya, ini seperti tidak asing lagi..

Malam.. apakah dia tau jika saat ini aku memikirkannya?.
Apakah dia tau malam ini aku begitu mengkhawatirkannya?


Beri tau aku malam.. sedang apa dia saat ini..

apa aku merindukannya?
engkau yang kemarin sempat hadir dihidupku..
menghiasi setiap malamku..
menggodaku dengan manjamu..
menghantuiku dengan senyum manismu.
meskipun tak lama kemudian semuanya tenggelam membisu..

engkau mungkin yang kini telah sibuk dengan kehidupan barumu..
bukan aku yang selalu hidup terikat oleh kenangan masa lalu..

aku yang malam ini kembali rapuh
kembali terjatuh..
bersama bayang-bayang dirimu..


terus bertanya-tanya tapi tak ada jawaban sedikitpun..

apakah malam telah bisu?
apakah bulan dan bintang juga telah buta?
hingga tak ada satupun dari mereka memberi tahuku tentang kabarmu..
sedikit yang aku tau, mungkin dirimu telah bahagia.


kamu mungkin pernah begitu kecewa, begitu marah

atau bahkan begitu membenciku..
tapi aku selalu jujur dengan hatiku..
entah saat itu dan saat ini..
bahwa hatiku selalu berkata apa adanya..
tidak ada maksud untuk mempermainkan, karena memang ini benar adanya.

aku bahagia, karena meskipun sekejap aku bisa merasakan hangatnya kasihmu.
meskipun terkadang aku begitu dingin terhadapmu..

kebersamaan sekejap waktu itu masih terus terngiang-ngiang di otakku..
terbesit keinginan apakah itu bisa terulang.
hanya malam itu saksi dan satu-satunya kisah yang tak bisa terlupa 
dan mungkin takkan pernah kembali..

terimakasih atas waktumu yang kau beri untukku..
terimakasih atas perhatian yang selalu kau curahkan untukku,,
kau harus tau bahwa kau tetap ada di hatiku..
"malaikat kecilku"





Baca selengkapnya