Thursday, 9 April 2015

Tips Untuk Pendaki Yang Suka Ngebul Alias Merokok

Merokok disepanjang perjalanan pendakian adalah hal yg lumrah untuk sebagian pendaki, mereka menganggap merokok adalah tuntutan wajib bagi mereka yang sudah kecanduan, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa merokok juga memberikan efek negatif pada kemampuan fisik serta stamina si pendaki.
Pendaki yang suka mengkonsumsi rokok sepanjang track pendakian cenderung lebih sulit mengatur nafasnya dikarenakan zat-zat yang terkandung dalam rokok seperti nicotine, sangat mempengaruhi daripada kerja paru-paru sebagai terminal oksigen yang masuk ke pembulu darah serta jantung yang berfungsi memompa aliran darah keseluruh tubuh, dengan merokok kebanyakan perokok menganggap bahwa merokok dapat meningkatkan mood mereka sehingga tidak merasakan letih yang berrlebihan serta merasa lebih bersemangat ini tentu opini karena sepengetahuan penulis, merokok terlalu sering selama pendakian dapat memberikan efek yang besar bila kita sudah berada di ketinggian lebih dari 1500 mdpl, dikarenakan kadar oksigen yang semakin rendah serta meningkatnya aktifitas dapat memberikan pengaruh konkrit pada kerja paru-paru dan jantung, contoh sederhana nya adalah sesak nafas, apalagi untuk mendaki gunung yang memiliki simpanan berlerang dengan kadar yang lumayan tinggi ini dapat membuat sipendaki merasakan sesak nafas yang hebat yang sangat sulit antisipasi nya.

Pendaki gunung yang merupakan smooker lebih cenderung sering capek, ini adalah faktanya kok bisa gitu? Ya karena disaat kita berjalan bersamaan dengan merokok itu dapat memberikan tekanan lebih terhadap paru-paru dimana disisi yang satu paru-paru memompa oksigen agar bisa masuk kedalam darah, disisi lain paru-paru harus menahan atau menyaring kadar karbodioksida dan zat-zat berbahaya lain yang turut masuk kedalam paru-paru melalui asap rokok tadi, kegiatan penyaringan atau pemisahan antara oksigen dan zat-zat lain yang dilakukan di paru" ini tidak akan selalu sempurna karena ada kalanya zat-zat berbahaya yang terkandung itu juga turut masuk kedalam aliran darah kita. Itu lah yang memicu tersumbatnya aliran darah yang menimbulkan rasa lelah pada tubuh kita.

Selain itu pada saat kita melakukan pendakian pada musim kemarau, rokok yang kita hisab cenderung berbahaya dikarenakan bara api yang ditimbulkan oleh tembakau bila jatuh dan mengenai ranting-ranting dan semak-semak kering dapat mengakibatkan kebakaran hutan, ini adalah resiko yang sangat besar jika kita merokok sepanjang pendakian pada musim kemarau.

So, solusi jitu nya apa dong???

Oke... Di bawah ini ada beberapa solusi buat kamu-kamu yang merupakan pendaki perokok kelas kakap :D hehehe

1. Merokok lah pada saat istirahat dikarenakan merokok pada waktu ini dapat mengurangi tekanan yang terjadi pada paru-paru kita ini dapat menghindarkan kita dari sesak nafas.

2. Ketinggian maksimum dimana kita sudah tidak boleh merokok lagi dikarenakan semakin tipis nya oksigen adalah 2700 mdpl, bila diatas ketinggian tersebut dianjurkan agar tidak merokok karena kandungan oksigen yang semakin rendah dan suhu yang semakin rendah.

3. Bila anda ingin merokok pada saat mendaki dan waktu itu adalah musim kemarau, anda dapat merokok dengan cara menggali tanah sedalam 3-5 cm dan usahakan terhindar dari ranting-ranting serta semak" kering, dan buanglah kuntum serta abu rokok anda ke dalam lubang yang sudah anda buat tadi, kegiatan ini dapat menekan angka kemungkinan kebakaran hutan dan tentunya anda harus menutup kembali lubang tadi dengan tanah galian-nya.

4. Merokoklah ditempat yang agak jauh dari tempat yang sering ada angin, anda dapat merokok di balik batu besar, dibelakang pohon, dan sebagainya kegiatan ini dapat menghindari abu rokok yang mengandung bara api berterbangan dari tempat anda, bila hal ini (bara api) sampai berterbangan bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kebakaran hutan. Karena sifat bara api yang cenderung akan lebih membara jika terkena angin.

Nah, itu dia sekilas info untuk para pendaki yang suka merokok sepanjang pendakian, merokok adalah kegiatan positif plus negatif, jdi ambil positif nya saja, tetap jaga alam kita agar tetap lestari untuk anak cucu kita.
Preserve our mountain, flora and fauna
Salam ransel. :)

Baca selengkapnya

HUTAN BAMBU

Bagi orang jawa timur nama ini mungkin sudah sangat terkenal dan sangat familiar, lain pula dengan orang luar jawa timur yang mungkin belum tau, alias belum ngerti :D hehe. oke lanjut deh gua tulisin nih artikel special buat lu semua yang pengen ngerti apa'an sih hutan bambu itu? keren gak? emang di daerah mana?

oke, let's go...

Hutan bambu adalah wisata alam di Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kec. Lumajang Jawa timur, tentunya negara Indonesia dong ... jaraknya dari kota lumajang sekitar 30 KM, deket ogk kalau pakek motor atau mobil hihihi.. hutan ini terletak di lereng gunung semeru yang paling tinggi se-tanah jawa itu loh!

kalau luas nya emang berapa? kalau ngomong in luas nya luas Hutan Bambu ini adalah 14 HEKTARE wwiihhhh... lebih luas dari ladang lu kan hahaha...
lingkungan di daerah ini cenderung sejuk dan ademm bbeerrr!!! deh pokok nya

kalau urusan keren, ini tempat wisata menyajikan sejuta view yang oke banget, yang gak bakal lu temuin do kota-kota gede, percaya deh....
selain itu di tempat ini andai lu datang kesana siang bolong gue jamin lu gak bakalan kepanasan apalagi garing kyak di padang savana hihi... kok gitu? iya dong kan tempat ini matahari cenderung sulit banget untuk masuk karena banyak nya pohon bambu.. tapi jangan tanya jumlah nya ya hihi ....

selain itu disana lu akan disuguhin pemandangan kera-kera liar, jalan" sama keluarga mereka, juga keluarga Kalong (sejenis kelelawar tapi gede). searching aja deh kalau lu belum tau kalong

kan biasanya kalau hutan bambu itu cenderung angker, tapi ini tempat jauh banget dari kesan mistis apalagi serem ...

intinya lingkungan ini sangat alami, indah, dijamin gak ada polusi , selain itu menurut gue nih ya..
hutan bambu ini cocok banget, buat yang hobi fotografi, dan mau pre-wedding hihi.....
oke deh, ckup sgini aja artikel tentang hutan bambu nya masih penasaran langsung aja datang kesana rame" hehe, tapi tetap jaga kebersihan ya, don't throw the rubbish every where :)

Baca selengkapnya

Monday, 6 April 2015

Menjaga Titipan Sang Dewi

Haii Guys..Gimana kabar?? Akhirnya gue bisa mengetik dan menyelesaikan satu artikel lagi mengenai pengalaman baru gue kemarin sore. Ini hanyalah sekedar tulisan-tulisan yang berisi cerita dan kisah-kisah gue bersama temen-temen kemarin. Nah kalo kemarin kita pergi ke Gunung Sumbing, kali ini kita bertamu ke tetangga sebelahnya, yah Gunung Sindoro, saudara kembar dari Gunung Sumbing.. Hehe gunung aja ternyata punya saudara kwkwk :D. Sebelumnya saya mohon maaf dulu karena disini saya menggunakan kata gue dan loe. Maksudnya biar kerenan dikit. hehehe Oke bro..??. :D



Disini gue ngambil judul "Menjaga Titipan Sang Dewi". Haha mungkin terlalu puitis, tapi gue rasa ini judul yang tepat buat pendakian kali ini. Kenapa judulnya itu? Haha kalo gue kemarin ke Gunung Sumbing sama temen-temen gue berenam dan itu cowok semua, nah kali ini gue hanya berempat dan 2 dari kita adalah cewek bro. Nah dari situ gue rasa ini adalah judul yang tepat, karena tugas gue dan temen cowok gue otomatis harus bisa melindungi mereka. Mendaki sekaligus menjadi pengawal, mungkin itu adalah ungkapan yang tepat ahhaha :D. Disisi lain kita harus mengurus diri sendiri, disisi lain bagaimana kita juga harus menjaga orang lain. Ini tugas buat gue dan temen gue dari Sang Dewi untuk menjaga titipan yang dia amanahkan untuk mendaki bareng sama kita. wuiss.. serasa dapet tugas penting gue. hahaa
Bagaimanapun ini anak manuisa yang tetep harus gue jaga sampai titik darah penghabisan gue meskipun nyawa jadi taruhannya.. Hahaha lagi sok sok an ini ceritanya :v

Loe semua masih ingetkan siapa gue? Gue masih tetep yang kemarin kog, gak berubah sedikit pun, mungkin yang berubah hanya kulit yang berubah jadi lebih hitam wkwkkw :D Gue juga ingin ngenalin satu temen cowok dan 2 cewek gue yang kemarin ikut ndaki bareng.

Ini temen cowok gue yang dulu juga ikut waktu ndaki ke Sumbing. Masih inget kan dia siapa, iyahh yang namanya dulu gue sebut Nakula. hahaha iya ini namanya masih tetap yang dulu, masih tetap Arif namanya.


Tuh foto di atas ceritanya si Arif baru bangun tidur sob. Kelihatan kan hahahah :D Ini orang yang dulu ketika naik Gunung Sumbing orang yang paling bahagia karena sudah punya pendamping sendiri. Nah disini dia lebih bahagia lagi, tau nggak kenapa begitu? Ya jelas lah karena salah satu dari 2 Dewi yang ikut mendaki adalah pacarnya sendiri sobb.. Gimana gak bahagia banget nih orang bisa mendaki berdua sama pacarnya. Sungguh ini kesempatan yang gue impi-impikan dan gak pernah terwujud. Jangankan mendaki berdua sama pacar, pacar saja gue tidak punya, belum lagi kalo seandainya punya tapi si pacar gak mau di ajak mendaki. Sumpah penderitaan banget ini buat gue.. hahah jadi curhat nih gue, tapi tenang gue adalah orang yang masih nyaman sendiri sob. hehe gue tegar gue tegar hahaha :D. Sekarang kita lupakan tentang hal-hal pahit dihidup gue haha.

Belum selesai sob ngomongin si Arif., yah itu tadi dia adalah orang yang dibilang sangat bahagia kali ini. Tapi disisi lain kali ini dia juga bisa dibilang orang yang paling sabar, tau kenapa begitu? bisa nggak loe bayangin mendaki sama pacar loe? Yang pasti loe harus siap siaga terus untuk menjaga pacar loe, entah itu menjaga dari binatang-binatang atau bahkan dari pendaki lain yang menggodanya kwkwkwkw :v Loe harus siap siaga terus berada di sampingnya, menunggu ketika dia lelah, terus memotivasi ketika dia kan menyerah dan yang pasti menahan sabar itu yang lebih penting. Bagi loe semua yang udah pernah mendaki gunung, tentunya pernah ngrasain bagaimana susahnya medan dan susahnya mengurus diri sendiri. Nah mengurus diri sendiri saja susah, ini ditambah mengurus orang lain. Wah makanya dia bisa dibilang orang paling benar-benar sabar sob.

Loe pada penasaran nggak sama dewi nya si Arif ini? Kalo loe penasaran ini gue lihatin fotonya Arif sama si dia yang lagi berduaan di dalam tenda. Nah yang pakek jilbab biru gelap itulah dewinya si Arif. Gimana menurutmu sob??


Kalo loe semua pengen tau namanya, namanya si Nurul. Gue gak begitu tau banget si tentang dia, tapi menurut pandangan gue selama ini anaknya si agak tomboi dan agak galak. Eitss jangan keras-keras ngomongnya sob, entar loe semua bisa kena semprott ahhaha. Enggak-enggak gue bercanda :D.
Bagaimana sob serasi nggak menurut loe semua? ahahaha. Gue seneng akhirnya si Arif ini bisa kesampaian ngedate di puncak gunung berdua sama si mbaknya. wkwkwk ngomongin si mbaknya gue jadi keinget sama Kang Ali, inget nggak sob dia yang mana? Itu tuh yang kemarin ikut ndaki bareng ke Sumbing yang identik dengan kejombloannya. Gimana ya dia sekarang udah dapet pasangan belum ya??.. ahahhaa. Hehe sayangnya kali ini dia gak ikut, dia lagi sibuk sama kerjaannya. Makhlum sih lagi konsen nyari rizki buat anak istri, bilangnya dia gitu wkkwkwk :v 

Lanjut lagi ngomongin si Arif dan si Nurul yang akhirnya bisa muncak berdua, cie cie yang ceritanya lagi bahagia. haha nah gue kapan?? :o (sambil bertanya-tanya). Buat si Nurul jangan kapok ya muncak lagi, biar kedepan si Arif ada temennya lagi hahha biar ada yang ngurusin dia.

Ngomongin si Nurul, rasanya gak afdol jika gak ngomongin dewi satunya lagi. Ini anak yang ngaku bahwa dirinya adalah seorang princess. Eh emang loe kira princess Syahrini wkwk.

Loe semua pasti pada menebak-nebak gimana orangnya, gue sebenarnya juga gak terlalu tau juga sih tentang si dia, tapi yang jelas awalnya gue gak yakin kalo dia mau beneran ikutan muncak sama kita. Tapi ya akhirnya tetep kesampaian ikutan.

Eh gue belum sebutin namanya, si Fildza namanya sob. Kita berempat itu satu kelas di kampus. Awalnya sih memang gak kepikiran ngajakin dia muncak, makhlum awalnya gue juga gak yakin kalo dia kuat atau mau capek-capekan di gunung. Tapi berhubung dia minta untuk ikut dan sekalian buat temen si Nurul biar ada ceweknya, jadi kita putuskan untuk ngajakin dia.
Memang si awalnya gue ragu-ragu, tapi setelah kemarin gue yakin kalo dia bukan cewek lemah, ternyata dia juga kuat lho ahhaha :D Eh buat si Fildza jangan seneng dulu lho, nampaknya mulai besar tuh kepala hehehe..

Loe masih penasaran sama orangnya, ini gue tunjukin fotonya di bawah, tapi loe semua jangan naksir ya, si dia sudah punya cowok. Wah jadi ceritanya cuman gue kemarin yang jones. wkwkwk :v

ini dia kalo loe penasaran sama wujudnya si Fildza haha :D

Si Fildza ini adalah orang yang merubah filosofi mendaki gunung gue, masak mendaki gunung juga harus mengutamakan penampilan, makanya gak heran jika di tasnya dipenuhi dengan kosmetik ahahha. Loe kira mau ke mall neng? Ini gunung, emg siapa yg mau nglihatin penampilan loe?? Babi hutan?? :o


Eh tunggu dulu sob, ngomongin babi hutan gue jadi inget ketika malam hari di tempat kita camp. Waktu itu sekitar jam setengah 11 malem dan kondisi cuaca mendung habis hujan sejak siang. Kita camp di hutan lamtoro, tepat di atasnya pos 3 sedikit. Awalnya sih kita ceritanya mau istirahat dan tidur sebelum besok summit. Eh baru tidur-tiduran kita mendengar suara ngok ngok ngokk dan suara kaki hewan. Nah karena dari awal kita udah tau kalo disini tempat babi, kita semua curiga. Kita semua udah panik, apalagi si Fildza. Jangankan babi, diperjalanan aja ada cacing dia teriak-teriak. Eh mbak.. ini gunung ya.., jadi wajar kalo ada cacing, lagian ini cuman cacing kalee, si cacing juga gak bakal ngejar-ngejar loe kelez.. -_- ahahah bisa bayangin kan sob, gimana si Fildza dengan kealayannya. wkwkwk :v Eitss jangan ngomongin dia, entar yang punya marah. hehe

Lanjut lagi, setelah itu yang bisa dilakukan hanya senter-senter di samping tenda sambil ngomong keras biar si babi lari dan ngiranya kalo ada orang. Selang beberapa waktu akhirnya si babi kayaknya udah pergi. Tapi kita semua masih belum bisa tidur lagi, rasanya belum tenang dan was was andaikan si babi datang lagi. Loe bayangin aja sob, gue sama si Arif harus nenangin dan tetep menjaga para cewek-cewek ini. Apalagi si Fildza yang dikit-dikit panik mendengar suara-suara yang ada disekitar tenda. Gue mah hanya bisa mencoba menenangkannya dan menyuruhnya kembali tidur.

Karena memang sudah lumayan tenang, akhirnya kita berempat tidur lagi. Ehhh.. belum sempet memamjan mata, si Arif sudah ngagetin gue. "Jik kaki gue di sundul-sundulin babi". Bayangin gak betapa paniknya gue dan seisi tenda, kali ini para babi benar-benar kelewatan. Akhirnya gue si Arif keluar tenda memastikan kondisi di sekeliling tenda. Memang sih di belakang tenda di semak-semak ada banyak suara kaki hewan yang sedang beraktivitas, dan kita berdua sudah menduga kalo itu babi hutan yang sedang mencari makan. Suara kakinya banyak banget sob, kalo pendapat gue itu gak hanya satu atau dua babi saja, melainkan para keluarga babi. Saat itu situasi di sekitar memang sepi karena jauh dari tenda para pendaki lain dan kondisi masih basah habis hujan, udara di luar tenda pun sangat dingin sampai kemudia si Arif masuk tenda duluan, dan gue masih senter-senter di samping belakang tenda, sambil terus was was jika itu memang benar-benar babi.

Masih dalam kondisi senter-senter di belakang tenda, gue pun terkejut dan kaget sekali, loe bayangin aja ada babi besar hitam di samping tenda loe. Betapa syoknya gue sampek jantung ini berdebar-debar dengan kencangnya. Sungguh dramatis sekali ahahha.. Setelah itu gue pun buru-buru masuk tenda, takut kalo babi tiba-tiba nyerang gue. Sumpah saat itu gue panik sekali sob, akhirnya dari dalem tenda gue sama si Arif melakukan hal tadi, yakni hanya senter-senter dari dalam tenda sambil seolah-olah mencoba mengusir babi dengan suara keras. Sumpah ini pengalaman menegangkan gue di kepung para kawanan babi. Pertama kali ini gue ngerasain ketegangan seperti ini. Yang dipikiran gue gimana jika babi nyerang kita berempat dan merusak tenda. Ahhh... Tidakkk!!! Gue kan  masih belum menemukan Riani cewek yang gue impi-impikan ahaahah.

Alampun berkata lain, akhirnya si babi benar-benar pergi dan tak kembali lagi, mungkin si babi sudah lelah dari tadi godain kita berempat, kita pun bisa tidur dengan tenang, meskipun tetap ada kewaspadaan.
Gue capek sob ngomongin babi, tapi ada yang lucu lho sob dibalik cerita babi ini. Kan waktu di tenda kita ngobrol bareng-bareng, trus akhirnya sampai ngomongin temen sekelas yang ceritanya anaknya gimana gitohh, pokoknya gitulah gak mau kalah cantik sama orang lain, padahal ya gitu, bukan bermaksud sih. Pokoknya dia orang yang gak mau kalah kepopulerannya dan sok banget dah. Nah yang lucu, setiap kali kita ngomongin dia, si kawanan babi ini muncul. Heran nggak loe sob? Ini babi mau ikut nimbrung bareng ibuk-ibuk atau si babi ini jelmaan dia yang kita omongin kwkwkwk.. Gue terlalu sadiz ahhaha :v


Hari itu kita berangkat dari Jogja sekitar jam setengah 9 pagi menuju Desa Kledung Temanggung. Dengan 2 sepeda motor, Arif boncengin si Nurul dan gue suruh boncengin si Fildza. Padahal seumur-umur gue gak pernah mau kalo suruh boncengin cewek, yah tapi mau gimana lagi. Ini udah bawaan gue sejak lahir yang belum bisa hilang kalo deket wanita. Gue tipe orang yang selalu grogi dan canggung sob kalo deket cewek, makanya sampek sekarang gue masih stay dengan kesendirian ini. hohoho :o.

Kita sampai disana sekitar jam setengah 11 siang tepatnya di basecamp pendakian Gunung Sindoro via Kledung. Kita gak langsung berangkat mendaki, karena ini kan hari Jumat sob, jadi gue sama Arif nunggu sholat Jumat dulu. Sebagai pendaki dan umat beragama yang baik, jadi ya harus melaksanakan kewajiban dengan baik ehhehehe :D

Sehabis sholat Jumat, tiba-tiba hujan turun membasahi bumi ini. Dan itupun membuat kita menunda pendakian. Kita baru bisa mendaki sekitar jam setengah 2 menunggu hujan sedikit redah. Tapi baru sebentar kita berjalan hujan pun turun lagi. Hal ini memaksa kita untuk mengenakan mantel. 

Perjalanan awal kita melewati perumahan warga dan setelah itu melewati perkebunan yang berupa tanaman sayur-sayuran seperti kubis. Gue terus berjalan dan si Fildza mengikuti gue di belakang. Gue nggak nyangka ini anak ternyata kuat juga dari tadi gue ajakin istirahat gak mau. Tekadnya kuat dan dia pengen membuktikan bahwa dirinya nggak manja sama teman-temannya. Sementara itu si Arif dan si Nurul masih di belakang belum terlihat, nampaknya ada halangan sama si Nurul. 
Gue percayain si Nurul sama si Arif, disitu gue positif thinking aja kalo mereka berdua bakalan nyusul kita. Kalo si Arif harus jagain si Nurul, nah otomatis gue harus mengawal terus si Fildza, bagaimanapun ini amanah yang harus gue jaga. Kedua cewek ini baru pertama kali mendaki gunung, jadi ya ini tanggung jawab gue dan Arif untuk menjadi pengawal mereka. Sungguh ini tugas berat yang harus gue emban dari sang Dewi.ahahha

Kita berdua terus berjalan dan setelah perkebunan kita sampai di Pos 1. Kita hanya berhenti sejenak setelah itu melanjutkan lagi menuju Pos 2. Medan yang kita tempuh sudah berupa tanah merah melewati hutan cemara. Dari sini trek sudah lumayan naik tapi masih cukup landai. Dari pos 1 menuju pos 2 kita membutuhkan waktu sekitar 1 jam. Di perjalanan si Fildza bilang mendaki gunung itu gak semudah jatuh cinta yo?? kwkk kalo menurutku mendaki gunung mah malah lebih mudah daripada jatuh cinta. Mendaki gunung itu menderita tapi hasilnya pasti, nah kalo cinta menderita tapi gak pernah ada kepastian. 
Tiba di pos 2 kita melepas mantel karena nampaknya hujan sudah mulai redah. Setelah itu kita lanjut lagi menuju pos 3 dengan jalur pendakian masih berupa tanah dan kali ini jalur naik terus. 
Setelah 1 jam berjalan kita berdua hampir sampai di pos 3. Disini cuaca kembali tidak bersahabat, tiba-tiba hujan turun lagi dan memaksa kita memakai mantel lagi. Loe kebayangkan bahwa hujan menambah berat perjalanan ini. Apalagi gue harus menjadi penunjuk dan pemilih jalan yang tepat buat si Fildza. Masalahnya kalo sampek terpeleset dan jatuh bisa malah menjadi masalah besar buat pendakian ini, apalagi ini masih belum tahu gimana nasibnya si Arif sama si Nurul. Ya semoga saja mereka berdua masih kuat dan terus berjalan. Di bukit terakhir kita pun terus berjalan naik dan setelah itu kita sampai di pos 3.

Di pos 3 sudah dipenuhi oleh tenda-tenda para pendaki lain, tapi kita memang rencananya tidak mendirikan tenda disini karena di pos 3 ini terkenal dengan babi hutannya.
Menurut beberapa info jika ingin aman dari babi kita disuruh camp di atasnya pos 3 yaitu di hutan lamtoro, karena disitu katanya batas camp terakhir, karena jika camp di pos 4 rawan sekali dengan petir. Dengan kondisi hujan dan waktu semakin gelap kita berdua terus berjalan dengan medan yang kali ini semakin sulit dan naik. Tak lama setelah itu kita mulai masuk hutan lamtoro dan kita mencari tempat yang bisa dibuat mendirikan tenda. Awalnya sih kita pengen cari tempat yang lebih luas dan rata serta lebih ke atas lagi, tapi nampaknya cuaca semakin tidak mendukung dan haripun sudah semakin gelap. Si Arif dan si Nurul pun juga belum tau kabarnya, takutnya jika kita ngecamp lebih ke atas lagi, nanti si Arif dan si Nurul malah kejauhan lagi berjalan. 

Disitu kita akhirnya menemukan sebuah tempat yang bisa dibuat mendirikan satu tenda, meskipun tempatnya tidak terlalu datar. Disini gue mendirikan tenda sambil hujan-hujanan. Kebayangkan bagaimana menderitanya gue? Dirikan tenda sendiri, masih harus basah-basahan. Lengkap sudah penderitaan gue.

Selesai mendirikan tenda, gue sama si Fildza menanti si Arif sama si Nurul dan akhirnya mereka nyampek. Sungguh lega perasaan gue dari tadi kepikiran mereka berdua, takut kalo ada apa-apa sama mereka. Apalagi ini waktu sudah malem dan cuaca juga gak mendukung, pasti beban fisik juga lebih berat.

Kita pun di dalam tenda masak mie instan karena dari tadi belum makan dan setelah makan kita pengen langsung istirahat. Setelah itu sama yang gue ceritain di atas tadi, teror kawanan babi pun datang. 

Keesokan paginya kita berangkat menuju puncak, dan seperti kemarin si Fildza berjalan di depan bareng gue dan si Arif dibelakang menemani si Nurul. Gue gak bisa terlalu panjang, tapi yang jelas trek dari tempat kita ngecamp sampai puncak itu nanjak terus. Perjalanan untuk sampai puncak sekitar 3 jam lagi. Gue terus nglanjutin perjalanan sama si Fildza meninggalkan si Arif dan si Nurul jauh di bawah. Nampaknya si Fildza lama-kelamaan mulai kepayahan dan akhirnya di pos 4 gue disuruh duluan. Yah akhirnya gue tinggal deh, gue yakin dia kuat dan gak bakalan kenapa-kenapa. Sorry ya Fildza gue duluan hehehe gue tunggu di puncak :D

sekitar 1 jam dari pos 4 akhirnya gue nyampek di puncak dan si Fildza 30 menit setelah itu nyampek juga. Akhirnya dia nyampek, tinggal si Arif sama si Nurul. Setelah 1 jam gue dan Fildza di puncak nungguin mereka sambil foto, akhirnya mereka datang. Karena hari memang sudah siang, kita gak lama di puncak dan gue suruh turun duluan untuk packing tenda dan mereka bertiga nyusul di belakang. 
Gue pun turun duluan menuju tempat camp, dan sekitar 1,5 jam gue sampek di camp. Gue langsung packing semua perlengkapan dan siap-siap buat turun. Setelah itu mereka bertiga nyampek juga di camp dan mereka bersiap-siap juga dengan packing perlengkapan mereka sambil kita masak mie untuk makan sebelum pulang.
Lega rasanya kita semua bisa nyampek ke puncak, meskipun harus tertatih tatih. Tapi mereka semua tidak menyerah dengan keadaan. Gue salut sama loe loe semua, apalagi para dewi yang ikut, meskipun baru pertama kali mereka bisa sampek puncak.

Setelah packing dan makan kitapun turun. Waktu turun pun perjalanan juga gak terlalu mulus dan lancar. Makhlum si cewek pelan-pelan karena takut terpeleset dan terjatuh. yah kita para kaum cowok harus berjalan dikit demi sedikit menunggu mereka berdua. Benar-benar pendakian kali ini harus penuh dengan kesabaran dan kesetiakawanan. 

Lama berjalan akhirnya pos demi pos terlewati hingga kita sampai di pertengahan pos 3 menuju pos 2. Disitu petaka terjadi, si Nurul tiba-tiba terjatuh dan kakinya kesakitan. Berhubung disitu juga ada tim sar yang sedang bertugas mencari pendaki yang hilang sejak kamis kemarin yang sampai saat ini belum ketemu, si Nurul di bantu sama bapaknya itu. Bapaknya menyarankan mending dia jangan memaksakan untuk berjalan karena takutnya bakalan lebih parah lagi. Tapi si Nurul awalnya tidak mau dan tetap melanjutkan perjalanan. Belum berjalan jauh, ehh si Nurul terjatuh lagi, kalo tadi kaki kirinya yang kesakitan, kali ini ditambah kaki kanannya yang kesakitan. Akhirnya si Bapak tim sar tadi tahu dan gak mau ngambil resiko. 

Si Nurul pun digendong sama bapaknya turun. Si Nurul sih awalnya masih gak mau, tapi ini demi kebaikan sama si Arif pun juga disuruh nurut apa kata bapaknya. Akhirnya si Nurul digendong bergantian sama bapak tim sar menuju pos 2. Di pos 2 kita sudah ditunggu oleh rombongan orang yang membawa tandu untuk menandu Nurul sampai ke pos 1 sebelum nanti dibawa mobil.
Sungguh peristiwa dan kisah baru buat gue. Gue gak nyangka bakalan seperti ini. Mungkin ini sebagai pelajaran dan pengalaman berharga selama pendakian gue. Gue pun sama si Arif dan si Fildza mengikuti bapak tim sar yang menandu Nurul di belakang. Si Fildza sendiri nampaknya juga sudah tramat kelelahan dan kepayahan, tapi dia tetap menguatkan diri sampai akhirnya kita semua tiba di pos 1. Disitu Nurul dibawa oleh mobil kesehatan untuk dibawa ke basecamp, dan si Fildza pun disuruh ikutan karena nampaknya juga terlalu lelah untuk berjalan.

hah perjalan gue belum berakhir, sementara mereka berdua naik mobil, gue dan Arif harus tetap berjalan dari pos 1 menuju basecamp dengan berjalan kaki. Kali ini beban di tubuh gue semakin terasa karena depan dan belakang harus membawa 2 tas. Di belakang tas gue dan di depan tas Nurul. Ini benar-benar pelajaran berharga dan pengalaman baru buat gue. Dari awal memang bener-bener di uji kesabaran. Kita berdua pun berjalan dengan sisa-sisa tenaga yang masih dimiliki sementara waktu juga semakin gelap dan cuaca lagi mendung. 20 menit berjalan dari pos 1 akhirnya kita sampai di basecamp, rasanya lega sekali bisa sampai di basecamp dengan selamat dan melihat kondisi si Nurul dan Fildza sudah baik-baik saja. Dan setelah itu kita gak ingin berlama-lama dan ingin secepatnya pulang ke Jojga.

Oke sob itu cerita gue dan kawan-kawan selama mendaki Gunung Sindoro. Cerita saat menjadi seorang pengawal para dewi ketika mendaki gunung. Pengalaman menegangkan ketika dikepung oleh kawanan babi hutan, dan kisah dimana temen gue yang terpaksa harus dievakuasi tim sar karena kakinya cedera. Ini semua bisa gue jadikan pelajaran berharga buat pendakian selanjutnya. Buat si Arif, gue salut sama kesabaran loe sob. Buat si Nurul jangan kapok mendaki lagi & gws. Buat si Princess Fildza, gimana pendakian pertamanya? Kapok nggak buat mendaki lagi? hehehe :D

Oke Terima Kasih buat semua yang sudah menyimak sepenggal cerita gue di Gunung Sindoro. Bye bye.. sampai ketemu di next artikel. ehhehe




Baca selengkapnya

Sunday, 5 April 2015

Ranu Agung Danau Eksotis Proboliggo

Ranu Agung ? Sudah pernahkah Anda mendengar objek wisata yang satu ini ? Bagi Anda semua yang belum pernah mengenal Ranu Agung, ini adalah salah satu potensi wisata berupa sebuah danau yang luar biasa indah dan Anda wajib untuk mencobanya. 



Ranu Agung atau Danau Agung adalah sebuah danau vulkanik yang terbentuk dari Gunung Lamongan atau Lemongan yang masih aktif. Ranu Agung memiliki view yang luar biasa dengan tebing-tebing tinggi pada salah satu sisinya. Jika Anda bertanya-tanya di mana letak objek wisata yang satu ini, Ranu Agung terletak di Desa Ranu Agung, Kecamatan Tiris, Probolinggo. Sekitar 40 km dari pusat kota dengan ketinggian 525 mdpl. 

Ranu Agung dikelilingi oleh perbukitan yang masih dipenuhi oleh hutan atau pepohonan hijau yang masih asri. Udaranya sangat segar dan airnyapun masih sangat jernih. Keindahan dinding-dinding di samping ranu semakin menambah keindahan dan keelokan ranu ini. Disini kita juga bisa melihat keindahan Gunung Lemongan secara dekat.

Untuk mencapai Ranu Agung sendiri dari pertigaan Pajarakan, kita terus ke arah selatan kira-kira 20 km ada pertigaan di Desa Betek Kecamatan Krucil, terus kita ambil arah kanan menuju Tiris. Dari sini sekitar perjalanan ditempuh 25 km lagi.  

Disini kita bisa berkeliling danau dengan menggunakan perahu dari bambu atau biasanya kita menyebutnya getek. Di dekat Ranu Agung sendiri juga terdapat banyak wisata lain seperti wisata arung jeram, Candi Kedaton yang merupakan candi peninggalan kerajaan majapahit serta Perkebunan Teh Lawang Kedaton.




Bagi Anda yang berkunjung ke Probolinggo jangan lupa untuk menyempatkan diri untuk berkunjung ke wisata ini. Jangan lupa sempatkan juga menuju Desa Bremi yang merupakan pintu masuk pendakian Gunung Argopuro yang terdapat beberapa air terjun dan juga Danau Taman Hidup yang tak kalah indahnya.
Baca selengkapnya

Thursday, 2 April 2015

Bukan Karena Uang, Tapi Karena Bahagia

Di dunia ini memang tak terelakkan bahwa semuanya membutuhkan uang untuk kelangsungan hidupnya. Begitupun dengan aku yang hanya seseorang manusia yang masih bergantung besar akan orang tua. 



Di luar sana begitu banyak orang yang bekerja keras hanya semata-mata demi uang. Uang adalah sumber kebahagiaan utama baginya. Mereka rela jauh-jauh kerja keluar pulau, bahkan sampai menjadi tenaga kerja di tanah orang. 

Pada kenyataannya tak dapat dihindari bahwa banyak orang rela berkorban apapun demi uang. Para pejabat di negeri ini yang tak tahu malu dan tak punya hati melanggar hak-hak orang orang banyak hanya demi segepok kekayaan. Jangankan mereka para pejabat, bahkan seseorang yang berprofesi dan berhubungan langsung dengan Ketuhanan seperti menteri agama saja juga rela melanggar aturan Tuhannya hanya demi tipu daya dunia.

Begitu banyak yang sudah dibutakan oleh materi. Hanya karena dia juga ada batas pemisah dikalangan hidup manusia. Antara mereka yang mampu hidup dengan segala kekurangan dan keterbatasan, dengan mereka yang hidup penuh dengan kecukupan dan juga kemudahan. 

Berorientasi pada uang, tentu saja semuanya akan dititik beratkan kepada seberapa besar uang yang kita miliki, sebesar itu pula kebahagiaan yang kita terima. Begitupun sebaliknya, semakin sedikit uang yang kita punya, maka kesulitanpun akan semakin besar di kehidupan kita. 

Ketika kita melakukan sesuatu yang bisa membuat kita bahagia dan mungkin juga bermanfaat pada orang lain. Dibayar atau tidak itu bukanlah masalah. Jika hidup ini  hanya tentang uang, selamanya Anda tidak akan pernah meraih apa yang namanya Bahagia dan Kenikmatan. Aku tidak hidup hanya untuk uang. Aku punya banyak kesenangan yang tentunya juga membutuhkan banyak uang. Yah mendaki adalah salah satunya. 

Aku hanya ingin melakukan sesuatu yang menurutku bisa membuat diriku bahagia. Jangan biarkan uang menguasai diri kita, jangan biarkan uang membeli apa yang seharusnya kita peroleh dan memang tidak bisa dibeli. 

Lakukanlah apa yang membuatmu bahagia dan merasa puas, entah itu mendapatkan uang atau tidak sama sekali. Selama itu bisa buat kita bahagia kenapa kita harus berhenti hanya karena tidak mendapatkan apa yang namanya uang. Percayalah bahwa apa yang kau lakukan saat ini setidaknya bisa dinikmati atau bermanfaat buat orang lain. Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa bermanfaat buat orang disekitarnya. 

Uang bisa dicari, dan Kebahagiaan bukan semata-mata hanya karena uang. Semua terletak pada diri, karena memang tujuan utama hidup adalah mencari bahagia yang sejati.




Baca selengkapnya

Melintas Batas Diri

Seberapa jauh kau melangkahkan kaki keluar dari zona tempatmu berada ? Seseorang yang mengerti luasnya makna hidup dan menemukan jawaban untuk keluar dari dirinya saat adalah orang yang dapat melintasi batas dirinya. Selama kau masih berada di dalam apa yang menjadi pembatas, maka selamanya kau takkan pernah keluar dari dirimu yang sekarang. Kau takkan pernah mendapatkan sesuatu yang baru dalam hidupmu.



Jangan pernah takut untuk sekedar mencoba hal baru. Mulailah berpikir yang selama ini tidak pernah kau pikirkan. Ketika kau hanya memikirkan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan, maka selama itu pula kau akan masih terikat dan tak pernah lepas darinya.

Bukan untuk menjadi orang lain, namun tetap menjadi diri sendiri, hanya saja berusaha untuk merubah diri lebih baik tanpa meninggalkan jati diri yang ada. Melintasi batas diri untuk menambah apa yang tidak kita punyai. Dengan itu kita punya tempat lebih luas lagi dan memperlebar batas. Kita lebih leluasa untuk bergerak dan mengepakkan sayap-sayap ini.

Saat ini mungkin kebanyakan orang hanya menjelajah dunia maya. Selalu tak pernah lepas dari yang namanya media sosial. Setiap hari-harinya selalu terpaku dengan hal semu. Pikiran dan semua tentang dirinya sudah terasuki oleh kebiasaan yang menjatuhkan dan mempersempit diri dari hal yang seharusnya bisa memperkaya diri dengan pengalaman-pengalaman baru. 

Selamanya jika kita terpaku pada satu hal, maka semua yang kita lakukan hanya akan berpegang pada hal itu, tidak akan ada sesuatu yang baru dan lebih. Semua yang kita lakukan hanyalah itu dan itu saja. Menjadi sesorang yang mempunyai nama memang harus mempunyai citra dan khas diri sendiri. Tapi tak hanya dengan khas itu saja, bagaimana dari itu kita bisa mengembangkannya dengan menyatukan khas yang sudah kita punyai.

Berpikir Gila, mungkin hal ini adalah yang kita perlukan saat ini. Mencari dan memikirkan sesuatu yang lain dari biasanya dan belum ada di peradaban. Itu yang akan membuatmu berkembang dan menjadi dikenal, yah dengan kegilaan dan kejeniusanmu itu. Dari situ kita akan menginspirasi banyak orang untuk lebih kreatif lagi untuk mencoba sesuatu yang baru, meskipun awalnya memang banyak yang mengira itu mustahil dan mungkin memang iya dibilang itu gila. Selama kita belum pernah mencoba, jangan pernah menyimpulkan bahwa itu tidak berhasil. Keberhasilan hanya akan ada bagi mereka yang mau mencoba dan berani menentang kemustahilan.



Baca selengkapnya

Monday, 30 March 2015

Aku dan Mengapa Menulis

Menulis ? Yah ini adalah hobi baruku, bisa dibilang sekarang menulis adalah sebagian dari hidup. Untuk apa aku menulis? Aku menulis bukan karena semata-mata menulis itu keren. Aku menulis untuk mengisi kekosongan dalam setiap perjalanan hidupku. Menulis juga menjadi catatan hidup dimana aku bisa mengutarakan apa yang ada didalam pikiran dan hati.




Aku tidaklah menulis apa yang tidak menjadi isi hatiku, aku tidaklah menulis apa yang bukan diriku. Tulisanku adalah suatu bagian dari aku dan hidupku. Aku bukanlah siapa-siapa dalam dunia ini. Siapa diriku bukanlah persoalan penting, karena dengan membaca tulisanku, maka kau akan tau seperti apa diriku. 

Aku adalah seseorang yang mempunyai banyak kisah dalam hidup. Tapi yang lebih penting dari itu aku punya banyak kisah untuk ditulis, meskipun hanya sebagian dari diriku yang aku bisa menulisnya.
Bagitu banyak yang terlewatkan dalam hidupku. Begitu banyak yang tak terabadikan dan tak tercatat dalam pena kehidupanku. Itu hanya bisa menjadi sesuatu yang hanya bisa terkenang saja. Dan kini aku mulai menuliskannya dengan harapan suatu saat aku bisa membacanya kembali ketika aku sudah mulai lupa dengan apa yang terjadi selama perjalanan hidupku, mulai dari yang sangat indah hingga yang begitu memilukan. Yang namanya waktu memang takkan pernah kembali, dan mungkin bagiku saat ini waktu berputar begitu cepat. Waktu begitu cepat berlalu hingga kini akupun sudah tumbuh dari seorang anak-anak ingusan menjadi seorang yang lebih mengerti kehidupan. Suatu saat, semuanya pun akan ikut berlalu bersama waktu, begitupun juga dengan aku. Duniapun akhirnya akan lupa dengan siapa diri ini. Tentu saja yang tersisa hanyalah sebuah nama.

Banyak cerita yang kini masuk dalam otakku dan begitu banyak cerita yang mulai terlupakan. Dengan tulisanku, aku berharap ada sesuatu yang bisa aku ingat ketika aku mulai melupakannya. Otak ini mungkin hanyalah sebuah media penyimpanan yang mempunyai batas kapasitas. Ketika otak ini terus diisi dan penuh, maka ada sebagian yang harus dihapusnya dan diisi dengan hal yang baru.
Mungkin terkadang aku lelah dengan semua hal dan tuntutan baru yang datang di hidup ini. Tapi mungkin itu semua untuk merubah kehidupanku dan tuntutan umurku yang semakin hari semakin bertambah tua. 

Aku melewatkan banyak hal dalam perjalanan hidupku ini, dan aku baru menyadarinya. Kini dengan menulis setidaknya aku bisa mengingat dan membuat catatan perjalanan hidupku. Terkadang dengan membaca apa yang aku tuliskan, aku merasa membaca sesuatu yang baru dan belum pernah ku alami. Aku merasa seperti membaca tulisan yang belum pernah aku baca. Terkadang waktu memang menghapuskan beberapa kisah dalam hidup ini, walaupun sebenarnya diriku tak ingin menghaspunya dan tetap ingin mengingatnya walaupun itu memilukan.

Setiap waktu yang kita alami adalah sebuah cerita di dalam hidup. Setiap cerita mempunyai pengalaman dan pelajaran masing-masing. Banyak hal yang telah kita dapatkan dalam mengarungi hidup ini. 

Menulis membuatku mengingat kembali apa yang pernah ku alami, menulis membuatku berusaha memperbaiki apa yang dulu sempat menjadi kesalahan dan kekurangan di masa lalu. 

Tidak setiap hari aku bisa menulis, tergantung bagaimana kondisi hati. Menulis tak hanya sekedar membuat sebuah coretan asal di atas kertas atau sekedar mengetikkan kata-kata, menulis adalah sebuah ungkapan hati dimana hati yang menuntunmu untuk menuliskan apa yang dia minta tuliskan. Tulisan adalah wujud bagaimana kondisi hati saat itu, sedang sedih ataukah sedang bahagia. Semua cerita dan kisah hidup bisa kita tuliskan, entah itu hanya sebagai catatan hidup atau mungkin bisa dinikmati banyak orang juga.

Aku bukanlah seorang writer atau seorang yang pandai menulis, tapi tulisanku ya ini diriku, bukan orang lain, bukan harus seperti itu. Apapun itu ini adalah usahaku menuliskan perjalanan dan setiap memory yang aku ingat dalam hidupku. Setidaknya dengan menulis dapat membuat otakku terbiasa untuk mengingat dan semoga dari sebagian tulisan ini dapat menginspirasi.


"kunci keahlian menulis adalah dengan mulai menulis, dan kunci untuk memulai menulis adalah menulis kalimat pertama".







Baca selengkapnya