Sunday, 29 March 2020

Ku Mohon Tetaplah Menjadi KITA




Senang sekali rasanya menjadi kita yang seperti sekarang.
Kalau diingat begitu panjang sekali jalan dan proses yang telah kita lalui untuk menjadi seperti yang saat ini.
Sedih, senang, kecewa, ketawa, cemas, takut, gugup, khawatir, marah, sebal dan begitu banyak rasa 
yang telah sama sama kita rasakan bersama.
Dan semua rasa itu menyatu menjadi sekarang.

Sebelumnya kuucapkan terima kasih banyak padamu yang telah mau menjadi kita bersamaku.
Terima kasih atas segala hal yang telah engkau berikan sampai saat ini.

Perjalanan yang telah kita lalui sampai saat ini mungkin terbilang belum cukup lama dibandingkan dengan kisah kebanyakan orang.
Namun bagiku telah banyak sekali pelajaran dan pengalaman yang mampu membuat aku tumbuh dan mengerti banyak hal tentang kehidupan
terlebih lagi sebuah hubungan antara 2 manusia.

Sayang..
Awalnya kamu hanyalah harapan di atas ketidakmungkinan yang aku sendiri tidak pernah membayangkan bisa sampai pada titik ini.
Dan sekarang kamu nyata, tak bisa ku pungkiri 
Bahkan ketika ku coba terus meyakini, pikiranku tak bisa menjangkaunya.
Keajaiban atas doa dan campur tangan Tuhan memang selalu membuat hambaNya tidak bisa berpikir lagi.

Entah sudah berapa tahun semenjak pertama kali harapan itu timbul.
Yang jelas ini sudah berlangsung cukup lama, iya kurasa 2, 3, atau 4 tahun juga bukan waktu yang sebentar.
Kamu sekarang mengisi hampir tiap persen dari kehidupanku, mengisi setiap celah didalam pikiranku, larut dalam setiap aliran darah yang mengalir di tubuhku
Iya aku benar-benar mencintaimu.
Cinta yang begitu besar dan mendalam padamu..
Dan terima kasih engkau membalasnya..
Cinta ini utuh..
Pertama kali ini aku merasakannya, sesempurna ini...

Sayang..
Ada banyak hal yang harus kita lewati..
Perjalanan hubungan kita masih sangatlah panjang, dan aku berharap kita sama-sama sanggup dan bisa melewatinya.
Melewati apapun yang akan menguji hubungan kita ini..
Aku percaya jika kita pasti bisa..

Ada beberapa hal yang perlu kita bahas bersama, ada banyak yang harus kita bicarakan bersama..
Terlebih lagi tentang masa depan.
Maafkan aku ya jika denganku kehidupanmu tidak seleluasa dulu.
Maafkan aku jika waktumu yang biasanya bisa kamu gunakan untuk hal lain jadi kamu buat untuk memberiku kabar, 
untuk memberiku perhatian, mengingatkanku untuk tak lupa makan, tak lupa beristirahat, untuk tidur lebih cepat..
Maafkan aku jika aku sering diam-diam mengikutimu untuk memastikan engkau benar-benar sampai dirumah baik-baik saja..
Diluar logika, tapi cinta membuat semuanya terlaksana tanpa banyak pemikiran..

Aku tak bisa berpikir logis, nyatanya aku melakukan banyak hal diluar kemampuanku, diluar kebiasaanku..
Dan terlebih lagi aku menikmati setiap apa yang telah aku lakukan..

Sayang..
Ada beberapa ketakutan yang aku rasakan, yang paling besar adalah aku terlalu takut kehilanganmu..
Semua arah dan pintu sudah tertutup dan yang tersisa hanya engkau di dalamnya..
Proses yang tidak sebentar, banyak kisah yang sudah tercipta..
Rasanya begitu tidak relanya jika semuanya harus kembali pada kata sia-sia..
Sejujurnya aku terlalu takut jika aku terlalu memaksakan sesuatu padamu..
Aku takut kamu merasa tertekan bersamaku..
Aku takut jika sebenarnya hatimu tidak bersamaku lagi..
Dan aku takut menjalani rasa cinta dimana cinta itu sudah tidak ada lagi aku didalam hatimu tapi kamu terpaksa menjalaninya..
Aku tidak mempunyai banyak waktu lagi untuk mengulang lagi semua dari awal..
Yang aku inginkan seterusnya hanyalah kita yang tetap menjaga hubungan ini bagaimanapun caranya..

Kamu boleh melanjutkan hidupmu dan aku juga akan melanjutkan hidupku..
Karena perjalanan hidup bukan hanya tentang cinta, tapi tetap biarkan cinta menjadi bagian dan hidup didalamnya.
Perjalanan hidup kita masih sangatlah panjang, terlebih engkau masih lebih panjang dariku..
Ayo kita gapai mimpi kita masing-masing..
Ayo kita fokus dengan hidup kita masing-masing..
Tapi ku mohon tetaplah genggam erat cinta kita, biarkan tetap mengalir disetiap hela nafas..
Biarkan tetap ada didalam sujud-sujud dan doa doa kita..

Ada saatnya kamu akan merasa sedikit bosan dengan apa yang kita jalani terus menerus,
tidak hanya kamu, akupun juga bisa demikian,
Ada saat dimana rasa itu akan sedikit berkurang, rindu itu memudar dan ingatan itu mulai sedikit hilang..

Saat itu terjadi, aku harap kamu telah mengerti, aku harap kita telah mengerti bahwa sebenarnya itu bukanlah sebuah tanda tentang akhir..
Bahwa itu adalah sebuah penguat dan penyegar kembali untuk kita bisa mengingat bagaimana awalnya rasa ini bermula..
Waktu akan menumbuhkannya lagi, memupuknya menjadi semakin lebat lagi..
Kita tidak perlu khawatir lagi kan, karena kita adalah pohon yang sudah tumbuh besar dan mengakar kuat..
Kita harus sadar bahwa pada musimnya pohon itu akan sedikit banyak menggugurkan daun daunnya..
Tapi dibalik itu ia tetap hidup dan pada musim seminya dia akan tumbuh lebih besar dan lebat dari biasanya..
Seperti itulah juga hubungan..
Aku harap kita bisa menjadi pohon yang besar itu..
Yang akan tetap hidup dan mengakar kuat disetiap musimnya..
Yang tetap menyimpan rasa cinta yang kuat di dalam hatinya..

Aku mencintaimu sayang..
Pada periode yang tidak sebentar lagi..
Dengan rasa yang tidak mudah terkikis waktu lagi..
Aku akan terus menyayangimu pada semua fase..
Karena aku benar-benar menyimpanmu di tempat yang takkan terjamah oleh apapun..
Hati yang tulus ikhlas menyayangi dan mencintaimu..

Tunggu aku, dan aku menunggu kamu..
Sekali lagi semoga waktu dapat melipat jarak tentang perbedaan batas yang harus kita dekatkan..
Semoga waktu tidak menjadi perbedaan lagi, tapi waktu akan menyatukan kita seutuhnya..
Aku menyayangimu, mencintaimu dan selalu merindumu..
Dari seseorang yang akan selalu menjagamu dan menjaga hubungan kita..




- Jerapah



Baca selengkapnya

Saturday, 27 April 2019

Perempuan Dalam Hati

Sungguh ini rasa yang tak ku suka
Mengagumimu tanpa pernah kau tahu
Menyayangimu tanpa bisa menjagamu

Aku adalah penulis yang buruk
Aku juga bukan pengungkap rasa yang baik
Hal yang ku bisa hanyalah menahan rasa
Berharap, berharap dan terus berharap
Sampai akhirnya rasa itu terbunuh dengan sendirinya

Kamu menjelma rasa
Rasa yang membuat resah dan gelisah
Bukankah aku memang sudah biasa
Dengan keadaan penuh lara
Aku sudah terbiasa bangun di pagi buta
Menghabiskan malam bersama kesunyiannya

Aku suka dengan segala tingkah dan lakumu
Dengan pembawaanmu yang anggun itu
Terlebih lagi sorot matamu
Yang selalu mengganggu pikirku

Dari mana kau punya sorot mata setajam itu?
Sampai-sampai langsung menembus lubuk hatiku

Jika nanti aku jatuh cinta padamu
Ku harap engkau orang terakhir yang membuatku berjuang
Benar-benar berjuang untuk kebersamaan, bukan berjuang untuk membahagiakan semata


Dan malam semakin larut,
sedangkan ku masih disini menunggu diujung rindu
Menunggu kabar yang tak pernah jelas



Sebut saja Putri (nama yg tersamarkan)..
Begitu aku menyebutnya..

Putri...
Semenjak saat itu aku sudah jatuh
Saat dimana pertemuan kita waktu itu
entah kenapa sangat mudah menyayangimu
Dan begitu sulit untuk sebentar saja lepas dari ingatan tentangmu

Jatuh cinta yang indah itu pasti rasanya tak sesesak ini
Ini lebih mencintai tanpa pernah dimengerti

Bukan salahmu, karena memang mencintaimu bukan suatu kesalahan
Tuhan takkan memberikannya tanpa alasan

Mengingatmu saja aku sudah tak bisa berkata-kata 
Bertemu denganmu aku hanya bisa memalingkan wajah
Yah meski dibaliknya ku sangat menyesalinya :)

Yang ku bisa lakukan hanyalah menyayangimu dalam diam
Mengagumimu dari jauh
Dan Mencintaimu dalam doa

Tentang mengutarakan, aku belum siap dan sama sekali tidak siap
Bukan resiko atas rasa yang tak berbalas
Tapi atas resiko semakin kehilanganmu
Aku terlalu tidak percaya diri akan semua hal yang menyangkut rasa
Aku sudah menyebutkan diawal, bahwa ku bukanlah pengungkap rasa yang baik


Putri, karenamu aku jadi suka begadang lagi
Jadi suka melamun lagi
Ku habiskan malam tuk bercerita pada langit
Sampai pagi benar-benar datang membunuh semua yg belum terbalaskan

Aku sudah terlanjur susah untuk tertidur
Bahkan aku juga takut untuk sekedar bermimpi
Gelap membuat semuanya semakin lengkap saja
Bertambahnya penderitaan dan semakin jelas bayangmu di pikiranku

Putri.. tak mengharapkan balasan akan rasa itu jelas munafik
Karena aku begitu mengharapkanmu
Tapi terlalu berharap pada manusia itu juga tak baik
Itulah rumitnya sebuah pengharapan
Dan ujung-ujungnya biarkan waktu yang menjawab

Sabar adalah cara terbaik menunggu jawab akan pengharapan itu
Meski itu tak mudah, karena pasti rasanya ada sesak di dada

Tak tau berapa lama bertahan
Yang jelas ini akan terasa sangat lama.

Waktu berlalu perlahan..
Dan kamu mulai lenyap begitu saja, bahkan sebatas pemberitahuan tentang status yang aku buat
Mungkinkah ini wujud kepekaanmu dan membuatmu sengaja menjauh
Yang jelas aku menyimpulkan seperti itu..

satu hal yang membuatku mundur dari sebuah perjuangan adalah
dimana engkau sudah tak menghendakiku lagi
Dan aku telah berhenti saat itu juga, meski dengan rasa yang masih membelenggu jiwaku..

Setelah beberapa bulan ku coba memupuskan rasa dan rindu
dengan menjauhi segala hal tentangmu

Aku yang sudah kembali semula tanpa mengingat apapun dengan pertahanan kuat yang ku bangun selama itu sebelum akhirnya runtuh,
Runtuh dengan hadirmu yang tak disengaja
Begitu enaknya kamu tersenyum padaku, manis pula
Sungguh aku luluh lantak seketika..hahaha

Bahkan untukku yang tergolong seorang pelupa
Senyum sekilas itu tak bisa membuatku melupakannya
Ini bukan gombal, tapi kenyataan :D

Kamu seperti pemeran dalam novel yang ku baca, tapi dalam wujud nyata
Tak kusangka, imajinasi dalam novel itu ada pada dirimu

Putri, aku menyayangimu dengan segala cara yang aku bisa
Aku tak tahu bagaimana cara menghubungimu
Bagaimana cara agar kamu tahu 
tentang hatiku yang benar-benar menyerah kepadamu

Kamu membuat cintaku utuh
Dan juga membuatku jatuh sejatuhnya

Satu hal yang saat ini kuingin
Selalu berada di dekatmu, 
menjadi bagian dari keluh dan kesahmu

Semoga waktu mematahkan jarak
Bukan jarak tempat ku dan tempatmu berada
Karena itu sangat mudah untuk ditempuh
Melainkan jarak tentang rasa yang tak saling menerima
juga jarak atas perbedaan sudut pandang, dan jarak atas waktu yang tidak bisa terulang

aku senang melihatmu meskipun sebentar saja
Berpaling saat kau menoleh, dan menoleh saat kau berpaling
Entahlah ini apa, tapi semoga ada kesempatan dimana kita saling menoleh
dan berhadapan
bertatap mata, tersenyum dan kemudian tertawa
Selanjutnya ku harap akan terus begini
Tanpa ada keraguan dan kecanggungan
Agar aku tak kesulitan menata kata-kata lagi
Agar aku tak kebingungan membalas chatmu lagi
Sungguh ini kisah yang aneh hahaha...

Kau selalu bilang maaf karena mengganggu waktuku
Aku memang manusia super sibuk dengan segala hal yang tidak bisa ku tinggalkan
Tapi percayalah aku selalu menyisihkan ruang untuk sekedar mengingatmu
Untuk selalu melakukan hal yang terkadang sulit dicerna, iya mengharap kau datang menghubungiku 
Yang perlu kau tau, aku selalu mengorbankan waktuku untuk menunggumu
Jadi jika kau hadir kembali jangan pernah ucapkan maaf lagi, karena kehadiranmu itu sebuah hasil dari penantianku, bukan sebuah hal yang percuma..

Untuk selanjutnya, semoga selalu ada kabar tentang kisah yang belum jelas dan aneh ini.






Baca selengkapnya

Friday, 19 April 2019

Seperti Seorang Manusia

Saat berada di alam,
Entah mengapa kadang aku merasa alam berkata padaku,
dia tahu semua yg kubutuhkan dan kuperlukan,
dia menjawab segala pertanyaan yg ku ajukan
meskipun dengan cara yg dia bisa..



tak seperti sekarang di saat aku hidup dengan banyak orang,
atau bicara denganmu..

Tak ada jawaban
Aku heran,
Dia punya mulut, tapi apakah dia tak bisa berucap?
Dia masih bisa memberikan kode-kode, atau menuliskan balasan

Dia punya telinga, tapi apakah dia tak mendengar?
Setidaknya dia masih bisa membaca pesan yang aku kirimkan

Dia punya mata, tapi apakah dia tak melihat?
Dia masih bisa mendengar apa yg aku katakan, dia masih bisa menjawab dengan mulutnya

Lalu kenapa engkau masih tak menjawabnya..
Apakah nikmat Tuhan itu masih kurang?

Jika kamu tak mengerti dengan bahasa yg kusampaikan, kita sama-sama manusia yang bisa menggunakan segala cara untuk berkomunikasi.

Lalu apalagi alasan kamu tak pernah menjawabku?
Aku tak tahu dan mencoba berprasangka baik padamu, sampai aku heran dan lelah
hingga ku jadi menduga-duga.

Yah mungkin saja kamu tidak punya semuanya, atau mungkin kamu hanyalah batu yg ku ajak bicara. 
Yang tetap diam meskipun ku berteriak
Yang tetap diam meskipun ku gertak
Atau kamu hanyalah wujud yg menyerupai manusia?
Entahlah, aku mulai bosan berbicara dengan orang mati..





Baca selengkapnya

Sunday, 16 September 2018

Mungkinkah Rasa

Engkau yg tidak pernah berhenti membuatku penasaran.
Siapa engkau sebenarnya?

Padahal aku sudah tahu namamu,
Aku juga sudah tahu tanggal lahirmu,
Aku sudah mengerti banyak hal tentangmu
Hampir setiap hari juga aku melihatmu



Kamu wanita dengan mata bulat tajam berwarna hitam,
dengan sedikit senyum tertahan namun manis dan juga memabukkan.

Kamu membuat malam ku jadi tak karuhan lagi,
Gelisah, resah
Sungguh ini membuatku aneh
Berharap tiba-tiba ada chat masuk dan itu dari kamu
Berharap kamu menuliskan status untukku
Yah itu hanya sebatas harapan saja
Dan aku tak mau ambil pusing

Jangan datang saat malam,
Karena itu sangat mengganggu tidurku
Merusak semua mimpi yang mulai indah
Kau ganti lagi dengan harapan yang membuatku tak karuhan

Jangan lagi datang disaat yang tidak tepat,
Aku tidak suka, sama sekali tidak suka
Aku ingin kamu hadir disaat kamu benar-benar memutuskan takkan pergi lagi

Dan malam ini rindu semakin menyesakkan,
Menunggu kabar yg tak kunjung datang
Sampai akhirnya hujan pun turun
Dan aku sengaja berada di bawahnya,
Agar aku bisa terkena tetes airnya,
Aku ingin tau apakah rindu yang kamu kirimkan itu ada
bersama dengan air yang menghujaniku

Aku tak peduli
Dengan segala kisah manis dan pahit lagi
Aku ingin jatuh kembali
Aku bosan hidup tanpa melakukan apapun
Dan sekarang aku mencoba memastikannya padamu
Semoga tak keliru

Dengan segala pengharapan yang tumbuh,
namun mulai sedikit layu
Aku ingin kamu menjadi akhir dari kisahku
Meskipun sekarang masih tertahan di tengah jalan
Semoga aku dan kamu masih bisa sampai di halaman terakhir dari lembar yang Tuhan tuliskan kisahnya


Baca selengkapnya

Di Perempatan Kota, Sore Itu

Sore ini aku menantimu di perempatan jalan
Duduk, melihat semua orang berduyun-duyun
Berjalan, berlari, duduk dan bahkan bergandengan tangan

Aku tetap tak beranjak
Aku sengaja menantimu
Aku ingin mengajakmu pergi
Aku ingin memberitahumu tentang kota ini
Tentang tempat yang teramat penting dalam perjalanan hidupku yang lama seorang diri

Sebelum kita beranjak jauh
Aku ingin kau mengenalku lebih dalam lagi
Makanya sekali saja dengarkan aku
Akan kuceritakan semua tentangku dan kehidupanku
Jangan lagi kau diam tak peduli
Kau adalah orang yang kupilih untuk tahu semua hal tentangku,
semua hal yang orang lain tak pernah tahu


Aku juga ingin tahu lebih dalam tentangmu
Tentang semua hal yang ada di kehidupanmu
Orang yang kau sukai, kau sayangi bahkan yang kau benci
Aku ingin tahu apa kesukaanmu
Apa hobi dan kebiasaanmu
Segala hal tentangmu aku sangat ingin mendengarkannya

Tolong berikan kesempatan untuk hatimu berucap
Agar juga hatiku dengar
Bukan hanya diam tanpa berbahasa

Meskipun kadang dari sorot matamu nampak
Aku tetap tak tahu apa benarnya
Jangan buat aku menduga-duga tentangmu
Karena itu tak baik untukmu dan juga olehku

Masih di tepi jalan ini,
aku tetap melihat kesana dan kemari
Adakah sosok yang telah lama kunanti
Datang tuk menghampiri
Meski aku tahu aku hanya berhalusinasi

Sekarang aku mulai bosan melihat senyummu yang penuh kepalsuan itu
Diammu yang penuh dengan kebohongan itu.
Tapi aku tetap disini,
Tak lagi menantimu
Tapi menikmati suasana sore ini
Yang ternyata asik untuk ku ketahui
Meski hanya seorang diri

Baca selengkapnya

Saturday, 31 March 2018

Syukurlah Kau Telah Temukan Dia



Syukurlah kau telah pergi,
Meninggalkan apa yg memang sebenarnya tak kau nanti

Masih ada yg lebih baik lagi untuk dirimu
Bukan aku yg tak pasti
Dengan segala mimpi dan omong kosong tentang harapan
yg jelas sama sekali hanyalah sebuah imajinasi yg kupercayai
sampai detik ini dan entah sampai kapan lagi

Aku mulai lega
Karena kau sudah tak lagi menuliskan tentang diriku lagi
Segala pengharapan yg aku tak bisa mewujudkan untukmu
Meskipun aku sangat menikmati tulisanmu itu
Kau pengarang dengan kata-kata yg merdu :D

Aku lega karena kamu telah menemukan jalan,
Kamu telah menemukan jejak kaki yg benar untuk kau ikuti
Rindumu juga sudah benar untuk orang yg bisa membalasnya

Ijinkan aku meminta maaf kepadamu,
atas hati yg patah yg pernah membuatmu tersesat,
dan aku tak bisa membuatmu menemukan jalan yg tepat,
dan aku berterimakasih pada pria yg telah menemukanmu
dan membawamu kembali lagi 
pada keadaan yg membuatmu benar-benar bisa tersenyum kembali

Sekarang bersenang-senanglah
dengan dia, 
pria yg bisa kau ajak menikmati senjamu
Karena dari awal aku tau bahwa senjaku dan senjamu berbeda
Dan takkan pernah sama, meskipun terbit di langit yg sama..



:)

Baca selengkapnya

Sunday, 17 September 2017

Tentang Sore Hari Ini

Sudah tramat gelap, namun kamu tak kunjung terlihat
Ku titipkan pesan terhadap malam, 
bahwa ia tak lagi menakutkan semenjak ada kamu



Inikah rindu?
Rasanya menyesakkan dada,
Apakah rinduku dan rindumu memang tak bisa menemui titik temu?

Jangan biarkan aku terlalu asyik dengan duniaku sendiri,
karena itu akan membuatku mudah melupakanmu

Jangan membuatku terus mengejarmu,
Itu dapat membuatku bosan dan lelah
karena aku juga butuh diperlakukan
tak hanya memperlakukan
meskipun kadang aku juga tak suka terus diperlakukan 

Kamu yang belum terlalu mengenalku,
Jika kamu hanya membuatku terjatuh saja,
maka itu tak cukup
karena aku sudah pandai caranya bangkit
aku sudah tau caranya bangun
jika kamu tak mengikatku dengan kuat
tak memegangku dengan erat
maka sama saja kamu melepaskanku pergi begitu saja

bukan hanya berarti aku akan jatuh,
justru inilah yang membuatku merasa terbang
mengikuti alir-alir kehidupan tanpa beban
seperti layang-layang yang kini mulai menghiasi langit soreku
kamu tampak lebih manis dari biasanya
dipenuhi oleh tawa-tawa mereka
menggantung-gantung ditepian cakrawala
sadarkah bawa senyum dan harapan mereka selalu melintasimu
namun juga ada yang tertahan ditempatmu

kamu bisa membaca setiap harapan orang-orang
tapi apakah kamu tidak melihat ada satu layang-layang
yang beda dari yang lainnya
bahwa ada satu layang-layang yang ingin selalu bertahan untuk terbang
ada satu harapan yang terus ingin bersamamu
yang rela menggantung dan tertahan di tempatmu
yakni aku..

aku seperti layang-layang itu
layang-layang kecil dari seorang anak penuh kesederhanaan
diterbangkan dengan penuh harapan dan keceriaan
tetap ingin tertahan di langit 
terbawa angin kesana kemari tanpa pernah merasa lelah dan bosan
menghiasi hari-hari mu
apalagi soremu
disaat kamu mulai meninggalkanku,
tapi aku masih bertahan dan menunggu esoknya lagi
hingga pada musimya 
kau akan sulit ku temui
hadirmu tertutupi oleh awan gelap 
disertai riuh menggelegar
suara tangisan dari harapan
hingga akhirnya harapan-harapan itu berjatuhan
karena terlalu memaksa dan tak sampai pada tujuan
tapi kemudian Tuhan memberikan pelangi untuk menghibur mereka
tapi tak cukup untuk menghiburku
yang terus menunggumu muncul lagi di atap-atap langit soreku


Apakah aku terlihat lelah?
kurasa nampaknya tidak,
aku tidak akan lelah untuk sekedar menunggu
meskipun terkadang yang kutunggu juga tak jelas
Aku hanya bosan dengan rasa yang sama yang kurasa setiap harinya
Melakukan sesuatu yang monoton termasuk mencintaimu

apakah tak ada kerjaan lain selain mencintaimu dengan cara tak biasa?
memikirkanmu dengan cara yang tak seharusnya,
dan melakukan sesuatu diluar batasnya
aku tak suka melakukan sesuatu di luar nalar
mencintaimu diluar kendali
hingga ku seperti tak punya kehidupan lagi 

saat ini aku hanya bisa mencintaimu dalam diam
menyayangimu dalam keheningan
dan mengagumimu dari kejauhan

aku tak ingin terbawa rasa yang menggebu,
terjebak dalam suasana yang nyaman
membuatku terlalu cepat menyimpulkan akan rasa
sampai akhirnya aku tersesat pada jalan yang salah

biarkan jarak membubuhi rindu
membuatnya kian terasa sesaknya
sampai pada akhirnya tertuah pecah
dalam haru tawa kebersamaan
atau malah sedu tangis kekecewaan

aku harap kamu bisa melihatku dari sisi berbeda
menilaiku dari sisi yang tak terlihat saja

dan aku ingin kamu percaya
bahwa aku akan setia
bertahan melewati masa
dengan hanya satu rasa
untuk mu...senja

sekali lagi percayalah
bahwa aku akan tetap menyukai langit sore
meskipun nanti menenggelamkanku
bersama gelap dan pekat
hingga semua tak terlihat 

jangan pernah berpikir akan ada yang lain,
selama aku sudah memilihmu
dan selama kamu tetap pada rasamu
tetap pada jalan yang sama yang kita tempuh berdua

hanya ada satu langit di tengah jutaan ribu layang-layang
hanya ada satu tempat di antara beribu-ribu harapan tertahan
tapi percayalah hanya ada satu cinta pada satu tempat yang bernama kalbu
cinta untukmu gadis berambut panjang
dengan banyak senyum tertahan
dan tatap sayu penuh rasa malu dan kerinduan

semoga ada kelanjutan
cerita tentang aku dan kamu langit sore
yang kusebut Senja..






Baca selengkapnya

Sunday, 10 September 2017

Kepada Senja

Apa kabar Senja?
Apakah kamu masih jingga?
Setelah sekian lama kau tak lagi nampak di pembatas cakrawala

Diantara rimbunnya rindu,
ku cari sisa hangatmu,
meski itu terasa hambar dan semu

Aku selalu menantimu hingga langit tak terlihat biru
Merindumu di ujung bumi, terdiam, termenung dan terpaku
Masih tetap sama dibalik jendela itu
Menelusuk jauh
Bertanya, apakah kamu masih ada disana menantiku..


Aku tak peduli seberapa cepat kamu pergi..
yang terpenting kamu selalu hadir setiap hari di ujung langit sore itu.
Menghiasi langit-langitku,
Menenggelamkan kisah-kisah yang telah lalu, 
Menggantinya dengan kisah hari ini bersamamu 
Meskipun hanya sebatas pertemuan singkat dengan penuh rasa malu

Senja..
Sampai kapanpun aku takkan bisa menyentuhmu
Bila terbang saja aku sudah tak mampu
Apalagi sejak engkau mematahkan sayap-sayapku
Bersama dengan rindu yang semakin menggebu
Bersama dengan harapan-harapan yang mulai ragu

Akan hadirnya senyumanmu
Yang semakin tak kunjung jelas
Di sisa-sisa langit malam itu.


Mulutku seakan membisu
Senyap ketika melihatmu
Sudah tak ada kata lagi yang bisa kuucap
untuk melukiskan perasaanku
Terlebih lagi saat kau panggil namaku
Saat ku berjalan membelakangimu

Kini aku telah berada di tengah persimpangan jalan
Antara harus maju ataukah kembali

Mungkin aku terlalu masuk kedalam ruang hatimu,
Sampai aku tak tau caranya keluar lagi
Aku sudah terjebak dalam cintamu
Dalam bayang-bayang khayal yang membelenggu
Dengan sajak-sajak tanpa irama namun memabukkan

Dan aku masih ingin tau siapakah Senja yang kamu maksud itu..
Apakah dia ada di dekatku?
Apakah aku mengenalnya?
Apakah dia itu adalah tambatan hatimu?
Pertanyaan ini yang selalu memenuhi isi kepalaku
Maaf karena mungkin terlalu mencampuri urusanmu

Aku selalu iri pada langit sore yang kau tempati
Pada bumi yang setiap hari kau sinari
Aku iri pada air laut yang bisa menangkap sinarmu
Membiaskan keindahanmu 
Tuk menjelaskan betapa semua orang menantikanmu
Termasuk aku 
Yang tiada henti merindukanmu
Tiada henti menunggu kabar balasan darimu
Tapi nampaknya kamu masih bisu
Bahkan untuk bilang tidak

Kau rebut pagiku,
Dimana seharusnya ku dapat kehangatan dari sisa pelukmu,
Tapi harus ku awali dengan rindu yang belum berbalas sejak malam kelabu

Kau rebut soreku,
Dimana seharusnya kunikmati bait terakhir dalam perjalanan hidup hari ini,
Tapi kamu menitipkan rindu lagi dengan perpisahan yang tak kusukai
Disaat dimana rinduku sedang memuncak-muncaknya

Kau rebut malamku,
Dimana seharusnya aku bisa tertidur lelap melupakan bayang-bayangmu,
namun kau justru hadir menghiasi mimpi-mimpi ku
Memenuhi segala hariku
Hingga aku sudah tak punya ruang sembunyi
Karena hadirmu selalu menemukanku


Aku menunggu di pagi, di sore dan di malam yang ku benci
Aku menunggumu ribuan sore hingga kau terus datang kembali
Lalu pergi tanpa pernah permisi
Menyisakan ingatan yang membekas di hati 

Pikirku gelisah menantimu setiap hari
Menantikan kabar darimu
Namun kau selalu malu
Tuk menunjukkan diri dari balik awan
Diam tanpa ada jawaban


Dan malam hari semakin menenggelamkan rinduku yang jatuh bersama kabut
serta menghilangkan rasa khayal yang belum bisa aku rindukan.
Aku ingin membenamkannya bersama tenggelamnya dirimu,
Ketika langit mulai menghitam
Dan sinarmu mulai padam

Sampai kapan rinduku tertahan?
Karena aku sudah tak kuat lagi menjadi tumpuhan
Terlebih lagi jika tak ada ujungnya
Bukankah rindu itu sama seperti sepasang sepatu yang punya pasangannya,
Meskipun terpisah tapi selalu jalan bersama
Beriringan tanpa pernah meninggalkan

Jika rindu ini masih tidak ada balasnya
Biarkanlah memudar secara perlahan
Hingga benar-benar bisa terlupakan
Atau bahkan tak bisa tertahankan.

Andai ku bisa memintamu untuk bertahan
Ku mohon jangan pernah pergi meninggalkan
Daratan yang kosong hampa tak berkehidupan
Ruang gelap yang perlu sinar terangmu
Dingin yang perlu hangat dekapmu
Dan aku yang butuh hadirmu
Sampai kapanpun, kamu adalah senja terbaik di langit soreku



Aku merindumu Senja,
tramat sangat merindukanmu,

 "Dari aku seorang pemuja senja 
yang sudah terlanjur jatuh menyayangimu"





Baca selengkapnya

Friday, 18 August 2017

Teruntuk kamu yang berada di ujung rindu

Hai..
Begitulah kata pertama yg kuucapkan padamu,
bukan dari sebuah pertemuan tapi hanya lewat pesan yg terpaksa kuberanikan..

ada sesuatu yang perlu kamu tau dari hadirnya rindu,
bahwa terkadang dia datang tanpa ku pernah meminta,
dan dia tak pernah pergi meski ku selalu menyuruhnya kembali..

kamu dan aku terpisah kan jarak dan waktu
bukan jarak tempat kamu dan aku berada
tapi mungkin jarak tentang perbedaan yang sulit disatukan
dan anehnya rindu ini bisa datang begitu saja dengan mudahnya
tanpa berpikir tentang aku dan dirimu yang belum mengenal sama sekali.

kamu yg akhir-akhir ini jarang terlihat..
ku tunggu kamu dibalik jendela pintu warna biru
namun kamu tak juga kunjung datang
membawa kabar yg sedang kunanti-nantikan

dan akhirnya aku berkata pada angan
"wahai angan janganlah engkau terlalu cepat untuk menyimpulkan,
bahwa hati hanyalah dia yang merasa, jangan terlalu mudah melabuhkan rasa pada hati, karena kamu takkan pernah merasa lelahnya"

aku masih seorang anak kecil
yang suka bermain keluar masuk hutan
dan pulang dengan pakaian yang kotor dan muka yang lusuh
aku juga bukan seorang anak yang bisa membawamu pergi dengan kemewahan
karena aku hanya bisa menjanjikan senja yg setiap hari juga kamu lihat
tapi dengan rasa yang berbeda dan takkan pernah kamu lupa

aku juga bukan orang yang pandai merawat diri,
aku tak takut berdiri dibawah terik panas matahari,
aku suka berselimut dengan dinginnya kabut pagi,
sampai terkadang membuatku tak mengenali diriku sendiri.. hahaha


aku tak suka merasakan senang sendiri,
aku lebih suka merasakan pahit tapi bersamamu
dan kamu harus tau bahwaku kan selalu menjagamu
percaya saja bahwa hati menyimpan beban yang paling berat dari apa yang pernah tubuh rasakan, yaitu rasa terhadapmu

dan kini diujung pagi tak bersinar kutemani sisa malam dengan tetesan air yang menggelinang bersama derasnya rindu yang menghujam

ku terbuai angin yang menghembus syahdu
lewat pesonamu kuterpanah diam
bahkan dari diammu
apalagi dari senyum manismu
yg semakin terbayang-bayang
menelusuk relung hati yg kian menyiksa


jika ada satu anugerah yang diberikan Tuhan, 
maka anugerah itu adalah kamu
sosok yang hadir membawakan rindu 
meluluhkan hati yang bahkan tak bisa meleleh karena panasnya api

dan saat ini aku sedang memilih hati untuk melabuhkan rasa yang benar-benar telah lelah.
dan ku harap kamu adalah dermaga terakhir itu,
tempat dimana aku harus sudah berhenti mengakhiri perjalanan yang melelahkan ini,
semoga kamu bukanlah seperti yang kemarin-kemarin 
yang hanya datang sebentar dengan main-main

aku tak suka lagi berlari,
karena hidup memang bukanlah sebuah pelarian,
aku hanya perlu berjalan,
pelan-pelan agar tak melewatkanmu,
dan mungkin jika aku salah jalan,
maka aku hanya perlu merubah arah,
bukan kembali tersesat sampai akhirnya terjatuh lagi,

aku butuh senyum manis mempesona itu,
meski dari jauh,
bahkan dari tirai di balik jendela di seberang ruanganmu,
saat pagi hingga tenggelamnya matahari,
dan setiap saat disisa-sisa nafas yang mulai terkikis,
dan takkan pernah kulewatkan bahkan sekedip saja,
sampai engkau benar-benar datang meski sekejab saja

kepada seseorang yang berada di ujung rindu ini,
aku mungkin tak bisa membuatmu berpaling menatapku,
tapi jika kamu mencariku,
aku masih tetap berada di balik pintu warna biru itu,
masih seperti kemarin menunggumu, 
menunggu hadirmu dengan tanpa lelahnya,
tuk membawakan senyum pengobat rindu




"aku merindumu senja"
dari seseorang yg ingin tau lebih dalam tentangmu



Baca selengkapnya

Saturday, 5 August 2017

Sesaat Saja..


aku harap kamu selalu mengingatkan ku akan luka itu
luka yg merajam hatiku begitu perih
aku harap selalu teringat dengan pengkhianatan rasa yang menjatuhkan sepihak

buanglah rasa yang tak terkehendaki
buanglah sayang yang menyakiti
buanglah harapan yang menjatuhkan

aku takkan pernah pergi untuk kembali
aku takkan pernah kembali untuk meminta

meskipun ku kira kedatanganmu kali ini untuk bertahan
untuk berubah dari ketidakyakinanku selama ini
tapi ternyata tidak,
kamu masih mempertahankannya
bahkan teramat sulit mengakuinya

dan aku masih menunggu datangnya senja
meskipun dia tramat cepat berangsur pergi
aku kira kamu akan datang untuk memperbaiki
untuk menjelaskan tentang semua yang tidak akan kembali terulangi
aku kira kamu akan datang untuk berjanji
bahwa kali ini kamu akan memutuskan
dimana kamu akan mengakiri perjalanan dan berhenti dengan pilihan sehidup semati

kedatanganmu kali ini tidak lebih seperti kemarin
masih tetap sama,
masih seperti senja di sore itu..




Baca selengkapnya

Monday, 6 March 2017

Pentingnya Aklimatisasi Pendakian!!

Kita semua tahu bahwa mendaki gunung atau beraktifitas di alam bebas terutama di ketinggian memiliki resiko yang sangat tinggi, entah tersesat, hilang, cedera atau hipotermia. Jangan meremehkan setiap hal kecil dikala kita sedang melakukan pendakian di gunung. Karena setiap hal kecil akan berdampak dan beresiko besar bagi keselamatan diri kita sendiri.

Salah satu hal yang penting untuk kita tahu adalah Aklimatisasi.



sumber gbr :http://blog.cozmeed.com

Apa itu Aklimatisasi?

Mungkin banyak yang belum mengetahui apa sih itu aklimatisasi dalam pendakian. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama memahami apa sebenarnya aklimatisasi.

Aklimatisasi merupakan suatu upaya penyesuaian organisme terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasukinya. Hal ini didasarkan pada kemampuan organisme untuk dapat mengatur morfologi, perilaku, dan jalur metabolisme biokimia di dalam tubuh untuk menyesuaikan dengan lingkungannya.

Beberapa kondisi yang pada umumnya disesuaikan adalah suhu lingkungan dan juga kadar oksigen. 
Suhu udara di gunung akan membuat tubuh kita kaget jika kita tidak melakukan penyesuaian. Jika kaget yang terjadi maka selanjutnya tubuh kita akan terus menerus merasakan kedinginan.

Apabila kita berencana melakukan pendakian gunung yang memiliki ketinggian di atas 2.500 mdpl, tidak ada salahnya kita mengetahui informasi berikut ini yang termasuk dalam kegiatan aklimatisasi.

- Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah menambah ketinggian secara bertahap. 

Aklimatisasi sederhana yang bisa dilakukan oleh pendaki pemula adalah melakukan peregangan sebelum pendakian, mendaki secara perlahan, jangan paksakan diri, tarik nafas panjang secara perlahan dan hembuskan, biarkan tubuh melakukan proses penyesuaian. 

Aklimatisasi untuk pendaki profesional di atas 3600 mdpl adalah dengan naik ke ketinggian pada siang hari, kemudian tidur di ketinggian lebih rendah di malam hari. Misalkan naik di ketinggian 3.600 mdpl pada siang hari lalu turun ke ketinggian 3.300 mdpl untuk tidur pada malam hari.


- Yang kedua perbanyaklah minum air mineral dalam artian secukupnya. Hindarilah minum minuman beralkohol, merokok atau konsumsi obat tidur saat melakukan pendakian.


- Ketiga, hindari  aktifitas yang berlebihan yang menguras banyak tenaga.


- Keempat, jangan melakukan perjalanan sendirian saat mendaki gunung karena kita akan kesulitan mendapat pertolongan saat terjadi sesuatu pada diri kita.


- Kelima, jangan pernah meninggalkan seseorang sendirian jika seseorang tersebut dalam keadaan kurang sehat. 


- Keenam, gunakanlah baju hangat agar tidak terserang hipotermia saat berada di ketinggian.


- Yang terakhir adalah jangan memaksakan untuk mendaki lebih tinggi lagi saat kita sudah terkena gejala penyakit. Dengan memaksakan diri malah akan membuat sakit yang kita derita justru lebih parah dan membuat orang lain semakin susah mengirim bantuan.


Dari semua tips di atas, yang berperan besar adalah diri kita sendiri, karena yang tahu keadaan tubuh kita hanyalah kita bukan orang lain. Oleh karena itu cobalah untuk memahami diri kita sendiri, jangan selalu memaksakan atau acuh terhadap segala kondisi tubuh.



Baca selengkapnya