Showing posts with label legenda. Show all posts
Showing posts with label legenda. Show all posts

Monday, 9 March 2015

Fakta Menarik dan Misteri di Gunung Semeru

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 Mdpl. Gunung ini menjadi salah atu destinasi menarik bagi kalangan pendaki gunung. Gunung Semeru juga merupakan gunung  berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci dan Gunung Rinjani. 

Gunung Semeru sendiri semakin populer dikalangan masyarakat Indonesia semenjak adanya film 5 cm. Tidak heran jika sekarang begitu banyak kalangan berbondong-bondong mendaki gunung ini. Gunung Semeru  mempunyai pesona keindahan yang luar biasa dan sekaligus mempunyai begitu banyak misteri.  
Berikut ini merupakan fakta-fakta dan beberapa misteri Gunung Semeru yang seru untuk dibahas :

1. Salju di Ranu Kumbolo


Siapa yang tidak tahu Ranu Kumbolo? Tentunya sebagian besar semuanya sudah tahu dengan Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan danau di kawasan Gunung Semeru yang berada diketinggian 2.400 Mdpl. Danau ini sering dijadikan tempat camping para pendaki sebelum perjalanan menuju puncak atau setelah turun dari puncak dan sekaligus menikmati sunrise yang indah disini. Rasanya sayang untuk tidak melewatkan satu malam pun di Ranu Kumbolo karena lokasinya sangat keren dan indah.

Buat Anda yang beruntung akan menemukan kristal es (salju) yang mengeras di tenda ketika pagi hari. Keberadaan kristal es ini akan segera hilang begitu matahari semakin tinggi menyinari. 

2. Letusan Wedus Gembel Setiap 15 - 30 Menit


Gunung Semeru merupakan gunung berapi yang aktif. Tidak heran jika gunung ini sering mengeluarkan awan panas dari kawahnya yang kita kenal dengan nama Kawah Jonggring Saloka. Jika Anda mendaki Gunung Semeru jangan panik ketika wedus gembel atau awan panas muncul. Karena pergerakan awan panas tersebut tidak sampai ke Anda. Meskipun demikian tetap ikuti peraturan dan tetap waspada. Taman Nasional Gunung Semeru sendiri sebenarnya hanya membatasi pendakian hanya sama Kalimati sebagai batas pendakian terakhir. Namun jika ada pendaki yang nekad atau memutuskan untuk ke puncak, maka dianjurkan untuk turun sebelum jam 10 pagi. Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi adanya gas beracun yang ikut disemburkan saat wedus gembel terjadi.
Selain itu jangan pernah sekalipun nekad mendekati kawah Jonggring Saloka saat Anda berada di puncak. Ada tanda pembatas yang menginformasikan hal ini dan mohon utamakan keselamatan Anda sendiri, jangan pernah mengabaikan segala himbauan atau laranga.


3. Tumbuhan Mirip Lavender di Oro-oro Ombo



Ketika kita sampai di Oro-oro Ombo, kita akan menemukan banyak tanaman berwarna ungu memenuhi dataran ini. Banyak mereka yang menyebut tanaman itu adalah bunga lavender, padahal sebenarnya tanaman itu bukanlah lavender. 
Tanaman ini sebenarnya mempunyai nama ilmiah yakni Verbena Brasiliensis asal Amerika Selatan. Di balik keindahannya ternyata tanaman ini menimbulkan dampak cukup serius buat perkembangan ekologis di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tanaman asing ini bersifat invasif, bila terus mendominasi dan menguasai habitat akan menggusur spesies tanaman asli, seperti sabana di Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Jambangan, dan Kalimati. Ekosistem pun menjadi terganggu.


4. Kejadian Tersesat dan Pendaki Hilang

Larangan dan himbauan yang tak henti-hentinya disampaikan ketika mendaki Gunung Semeru adalah dilarang berkata kotor dan berperilaku yang tidak baik seperti menebang atau merusak tanaman. Jika lengah dan melanggarnya bukan tidak mungkin Anda jadi akan dibuat seperti berputar-putar di tempat penuh misteri. Di Gunung Semeru kejadian seperti ini seringkali terjadi.

Selain itu banyak pendaki yang tersesat karena mereka selalu sendirian tertinggal dari rombongan atau meninggalkan rombongan.
Jadi janganlah merasa hebat apabila mendaki bersama rombongan. 

Hilangkanlah rasa egois dan rasa sombong ketika mendaki gunung. Konon puncak Mahameru diyakini sebagai tempat suci atau banyak yang menyebutnya sebagai tempat istana para dewa. Warga yang tinggal 


5. Misteri Arcopodo


Inilah misteri yang paling terkenal di Gunung Semeru. Selepas hutan ada sebuah lapang yang diyakini menyimpan misteri Arcopodo yang berarti arca kembar. Dalam legenda Mahameru, diceritakan bahwa di tempat tersebut terdapat dua arca yang berdiri kembar. Pendirinya adalah prajurit dari Kerajaan Majapahit.

Akan tetapi keberadaan arca tersebut tidak bisa dilihat oleh sembarang pendaki. Hanya orang yang memiliki kelebihan khusus yang bisa mengetahui dimana letak arca kembar tersebut. Dan yang melihatnyapun masing-masing memiliki beragam versi sendiri terkati wujud arca kembar tersebut.

Ada yang berkata bahwa arca tersebut sebesar anak kecil, namun juga ada yang mengatakan bahwa arca tersebut sangat besar seperti raksasa sehingga bisa terlihat dari jauh. Dataran Arcopodo ini adalah akhir pos pendakian sebelum Puncak Mahameru dan merupakan batas terakhir vegetasi.


6. Kesurupan di Kelik


Banyak kejadian kesurupan yang pernah terjadi di daerah Kelik. Daerah ini memang sering ada kejadian pendaki yang terjatuh, hilang atau bahkan tersesat.
Beberapa batu penanda in memoriam terpasang di sana. Ada pendaki yang kesurupan seperti binatang, ada pula yang mengaku makhluk penunggu tempat itu.


7. Hantu Wanita di Ranu Kumbolo


Ranu Kumbolo adalah danau tempat pendaki berkemah dan beristirahat. Para pendaki yang berkemah sering kali melihat sosok hantu wanita dari tengah danau.
Di malam bulan purnama sering muncul penampakan di tengah danau yang diyakini sebagai Dewi penunggu Ranu Kumbolo. Penampakan itu berupa gumpalan kabut tebal yang berputar-putar dan berubah menjadi seorang wanita.


8. Ikan Mas di Ranu Kumbolo


Di Ranu Kumbolo terdapat ikan mas yang tidak diketahui asalnya. Menurut penduduk setempat ikan-ikan itu adalah jelmaan Dewi Penunggu Ranu. Jangan sekali-kali menangkap ikan atau memancing ikan tersebut jika Anda tidak mau terjadi sesuatu yang aneh dan tidak diinginkan.

9. Mbah Dipo

Mbah Dipo, mirip dengan Mbah Maridjan juru kunci Gunung Merapi. Mbah Dipo tinggal di Dusun Kamar A, daerah yang sangat rawan saat Semeru benar-benar meletus dan mengeluarkan lahar panas. Hanya Mbah Dipo ini yang bisa menangkap tanda-tanda tersebut.

Namun sayang, tidak ada lagi juru kunci Semeru karena Mbah Dipo telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Seandainya Semeru benar-benar meletus, konon hanya satu pesan Mbah Dipo " Jangan pernah lari ke arah Desa Gunung Sawur tapi larilah ke arah sungai". Jelas belum ada yang mengerti maksud dari pesan Mbah Dipo. Tapi sekarang kita wajib bersyukur karena Semeru masih aman-aman saja.

Semua kembali ke kita sebagai manusia ber-Tuhan. Sebagai penambah pengetahuan atau sebagai acuan sebuah pendakian untuk lebih berhati-hati dan waspada kepada alam karena alam tak selamanya bersahabat.

10. Soe Hok Gie Menghembuskan Nafas Terakhir 


Meninggalnya Soe Hok Gie seorang aktivis Indonesia Tionghoa yang menentang kediktaktoran Soekarno dan Soeharto. Perjalanan Soe Hok Gie berujung duka ketika petaka pada 16 Desember 1969. Ketika itu Soe Hok Gie setelah summit attack dan akhirnya menghirup gas beracun. Setelah itu Soe Hok Gie kejang-kejang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 27 tahun.

Soe Hok Gie meninggal di puncak Semeru, tetapi semangatnya selalu menjadi inspirasi para pendaki yang mendaki Gunung Semeru.
 


Baca selengkapnya

Saturday, 21 February 2015

Misteri Gunung Geger (Pagak, Malang)


Gunung geger merupakan gunung yang ada di daerah pagak, Malang, jawa timur dengan ketinggian tidak lebih dari 300 Mdpl, walau gunung ini hanya berbentuk bukit, tetapi gunung ini menyimpan seribu cerita mistis, gunung yang berada di patahan antara gunung kunci dan gugusan gunung brambang ini merupakan jalur utama yang menghubungkan antara dua kecamatan yaitu antara kecamatan kepanjen, dan kecamatan pagak, di gunung ini terdapat jalan buatan belanda jaman dulu, gunung ini menyimpan sejarah keras nya kerja paksa pada jaman itu, selain itu tepat di bawah gunung ini terdapat gua yang gelap sekali menghadap kearah timur, di mana konon menurut kepercayaan masyarakat setempat gua itu di gunakan sebagai tempat harimau untuk bertapa, dan mengambil mayat-mayat yang menjadi bagian mereka, ogk ada mayat di ambil harimau?? Iya karena di daerah ini yang notaben-nya orang Madura, mempercayai bawasannya jika ada orang meninggal (yang meninggal itu adalah orang yang lahir dari perzinahan) akan di ambil harimau dalam jangka satu sampai tujuh harinya atau bahkan sampai empat puluh harinya, banyak masyarakat yang bekerja di daerah pemakaman desa setempat pernah mendengar desas-an harimau yang sedang menggali kubur dari kejauhan, mungkin bagi masyarakat modern mistis seperti ini sudah tidak masuk akal lagi, tetapi inilah mitos, banyak orang mepercayai dan pernah mengalaminya.
Di gunung ini terdapat kepercayaan bahwa setiap pasangan muda-mudi yang lewat di tempat ini, akan saling marah-marah, merasa tidak cocok, dan kesal. Menurut para warga sekitar tahun 1995-1998 di tempat ini sering terjadi hal tersebut, walau mungkin kebenaranya tidak dapat dibuktikan secara langsung, tapi percaya atau tidak kebanyakan mereka (muda-mudi yang berpacaran) kalau lewat sini akan ada saja ketidak cocok-an di antara mereka.

Kecelakaan juga sering terjadi di tempat ini, kecelakaan seperti mobil masuk ke dalam jurang adalah wacana umum, daerah gunung geger yang terkenal memiliki penunggu yang kuat menurut beberapa petua-petua daerah tersebut gunung geger memiliki penunggu ular yang besar yang terbentang dari gunung brambang di sebelah utara gugusan gunung, sampai di pucuk kunci yang berada di selatan, disamping itu pernah di ceritakan oleh seorang supir truk tebu yang mau berangkat ke kebon agung (pabrik gula pakisaji malang) , pada sekitar jam 01.00 dinihari beliau berangkat dari daerah pagak selatan, dan waktu sampai di daerah gunung geger beliau dikagetkan dengan sosok perempuan cantik nan rupawan yang berdiri di pinggir pas gunung geger, serta melambaikan tangan, tanpa pikir panjang si supir mempersilahkan si perempuan cantik tadi masuk ke dalam truck nya, tetapi si perempuan tidak berkata-kata sepatah katapun, si supir merasa tenang saja, tetapi pada waktu truk sudah sampai di daerah sumber air pdam daerah sumberejo, si perempuan mengucapkan terima kasih dan menghilang tanpa jejak, padahal truk tersebut tidak berhenti. Jika di logika mana ada perempuan yang berani loncat dari truk pada saat truk nya masih berjalan, ini menjadi salah satu kisah yang paling mengerikan di daerah gunung geger, di balik kisah mistis yang menyelimuti gunung ini, keindahan pemandangan di daerah ini dapat dikatakan sangat bagus, karena bisa melihat  malang raya dari arah barat daya, selain itu pemandangan sunrise muncul dari belakang semeru adalah tawaran wisata yang gratis di daerah ini, yang sangat keren tentunya.
http://www.panoramio.com/user/4983556/tags/gunung%20geger

Baca selengkapnya

Thursday, 12 February 2015

Mitos Pantai Ngliyep Malang

liburan ke pantai, adalah hobi sebagian orang, percaya apa egak masyarakat dunia banyak yang jauh-jauh datang ke indonesia buat nikmati gunung yang kita punya, dan berjemur di berbagai pantai di sudut negeri ini, kamu-kamu pastinya udah pernah ke pantai mana aja, di pulau mana aja :D hehe
oke, kali ini kita akan bahas masalah pantai ngeliyep yang ada di kab.malang sekitar 30 km dari kota malang, wih jauh ya..:D iya jauh banget kalau kamu jalan kaki, tapi kalau kamu pakek motor ni pantai deket ogk gak sampek 120 menit OTW (on the way) kalian bisa sampai di pantai yang luas nang mistis ini :D
wihh!!! pasti tambah penasaran ya mistis apa'an sih yang ada di pantai ngeliyep ini
pernah denger... NYI RORO KIDUL gak? kalau kamu masyarakat indonesia apalagi jawa, kamu pasti tau itu misteri
ya Nyi Roro Kidul adalah sosok mistis yang sudah melenggenda banget lo,.. bahkan ni tokoh lebih terkenal dari pahlawan nasional sekaligus :D
kalau kamu gak percaya cobak aja tanya sama nenek mu semua pasti, mereka pernah denger nama nyi roro kidul
menurut kepercayaan jawa, nyi roro kidul adalah ratu yang menjaga pantai selatan, selatan sebelah mana??? ya yang selatan pokok nya :D intinya nyi roro kidul ini si ratu nya samudra hindia, pasti di otakmu timbul pertanyaan lalu ratu samudra atlantik, sama samudra pasifik siapa dong? ya aku gak bisa jawab kan aku gak tinggal di daerah hawai gitu loh :D

di pantai yang menjadi kebanggaan masyarakat donomulyo ini, sering di gembar gembor kan dengan si ratu pantai selatan, di daerah pantai ini terdapat sebuah gunung yang bernama gunung kumbang yang menjadi tempat favorit si ratu untuk datang ke pantai ini, bahkan sebagian besar masyarakat percaya bahwa tempat ini menjadi tempat si ratu bertapa/ semedi/ menyendiri (berdoa) sebelum menjadi ratu pantai selatan, wih keren kan... jadi kalau kamu jadi ratu mending semedi dlu deh disana biar kyk si ratu :D

tetapi di daerah ini terdapat daerah-daerah yang mana emang udah jadi tempat-tempat yang agak di sakralkan...
contoh, sebelum kamu sampai ke pantai ngeliyep, sesudah gerbang masuk, kamu akan menemukan sebuah gapura/candi kecil di sebelah kanan kamu, mungkin sebagian orang tidak pernah memperhatikan arca kecil ini karenan maybe mereka keasikan ngobrol, sampek hal kecil gak diperhatikan kali ya :D
selain itu di pantai ini dilarang keras berenang,, og gtu padahal pantai ngeliyep ini memiliki ombak yang lumayan gede dan indah lo, kalau kamu udah kesana dan nemuin tuh ombak yang gede banget kalau posisi kamu deket dengan bibir pantai, pasti kamu akan ngerasaain gimana dahsyat nya aura mistis dengan obak besar nya mendebur ....

di pantai ini pula sering di adakan labuhan, sebuah ritual yang dilakukan masyarakat setempat untuk menyerahkan sesaji menurut kepercayaan jawa untuk si ratu.

selain itu penampakan pantai yang menipu ini, ogk menipu? iya karena di balik keindahan yang luar binasa :D ini pantai menyimpan ombak bawah laut yang biasanya bikin tuh orang-orang sial terbawa sampai menghilang ke tengah laut, hihhh serem ya.. ya makanya kalau ke maen kesana gak usah aneh" lah, mau renang, menyelam, atau berselancar ria, sebelum nyawa anda ikut beselancar juga :)


Baca selengkapnya

Saturday, 10 January 2015

Mengungkap Hal Mistis di Gunung Lawu

Cerita Misteri Gunung Lawu


Gunung Lawu terletak di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Status Gunung Lawu sendiri adalah gunung berapi tidak aktif atau sudah lama tertidur. Gunung Lawu memiliki ketinggian 3.265 Mdpl. Gunung Lawu adalah salah satu gunung di Indonesia yang juga banyak diminati kalangan pendaki. Di balik itu ternyata Gunung Lawu juga menyimpan banyak cerita dan hal mistis.

Gunung Lawu bersosok angker dan menyimpan misteri dengan tiga puncak utamanya yakni Harga Dalem, Harga Dumilah, dan Harga Dumiling. Ketiga puncak itu dimitoskan sebagai tempat sacral di Tanah Jawa. Harga Dalem diyakini masyarakat setempat sebagai tempat pemasoksan Prabu Bhrawijaya Pamungkas. Harga Dumiling diyakini sebagai tempat pamoksan Ki Sabdopalon dan Harga Dumilah merupakan tempat misterius yang sering dipergunakan sebagai ajang kemampuan olah batin dan meditasi.

Konon katanya Gunung Lawu merupakan pusat kegiatan spiritual di Tanah Jawa dan berhubungan erat dengan tradisi dan budaya keratin, misalnya upacara labuhan setiap bulan Suro (muharam) yang dilakukan oleh Keraton Yogyakarta.

Siapapun yang hendak pergi ke puncak, maka harus berbekal pengetahuan perihal wewaler atau peraturan yang tertulis yakni larangan tertentu untuk tidak melakukan sesuatu baik bersifat perbuatan maupun perkataan. Bila pantangan ini dilanggar maka pelaku bakal bernasib naas.


Tempat-tempat lain yang diyakini misterius oleh penduduk setempat selain tiga puncak tersebut yakni : Sendang Inten, Sendang Drajat, Sendang Panguripan, Sumur Jalatunda, Kawah Candradimuka, Repat Kepanasan (Cakrasurya), dan Pringgadani. Bagaimana situasi Majapahit sepeninggal Sang Prabu Bhrawijaya? Konon sebagai pengganti tugas kerajaan adalah pangeran Katong. Figur ini dimitoskan sebagai seorang sakti yang muksa di Ponorogo, suatu wilayah Gunung Lawu di lereng tenggara.
Baca selengkapnya

Mengungkap Misteri Gunung Kelud

Cerita Mistis di Gunung Kelud


Gunung Kelud merupakan salah satu gunung berapi yang ada di Indonesia, tepatnya berada di provinsi Jawa Timur. Gunung Kelud berdiri di Kabupaten Blitar, Malang dan Kediri.
Nama Gunung Kelud sendiri berasal dari jarwadhasak yakni dari kata “ke” (kebak=penuh) dan “lud”(ludira=darah). Hal ini berarti bila murka, Gunung Kelud bisa merengut banyak korban jiwa tak berdosa. Menuru kepercayaan penduduk sekitar kawah, Gunung Kelud dijaga sepasang buaya putih yang konon merupakan jelamaan bidadari.

Legenda menceritakan zaman dahulu ada dua bidadari sedang mandi di telaga, karena terlena dua bidadari tersebut melakukan perbuatan intim dengan sesame jenis. Perbuatan itu rupanya diketahui oleh dewa. Karena kesal sang dewapun mengutuk kedua bidadari itu menjadi buaya.
Sejak tahun 1000, Gunung Kelud telah meletus sebanyak 24 kali hingga yang terakhir pada tahun 2014 kemarin. Interval letusannya rata-rata berlangsung setiap 15 tahun sekali. Paling pendek 3 tahunan berlangsung pada tahun 1848. Tapi Gunung Kelud pernah bersikap manis selama 37 tahun yang berlangsung pada tahun 1864-1901.Entah apa yang membuat kelud selama 37 tahun tak pernah sakit-sakitan. Barangkali para penunggunya merasa nyaman karena warga sekitar rutin mengirim makanan kesehatan berupa aneka jenis sesaji seperti yang kerap dilakukan oleh warga desa Sugihwaras.
Menurut catatan sudah sebanyak 3 kali Gunung Kelud sempat mengamuk berat yakni pada tahun : 1919, 1951 dan 1966. Uniknya kalau direka-reka angka tahun meletusnya itu sangat menarik, yakni selalu mengiringi peristiwa besar di Tanah Jawa. Misalkan letusan 1951 yang menandai Pemberontakan Madiun. Kemudian ledakan 1966 yang terjadi setahun pasca G30S/PKI pada tiga ledakan itu material yang dimuntahkan meluncur ke bawah melalui Kali Badak, Kali Ngobo, Kali Putih, Kali Semut, dan Kali Ngoto.

Menurut sesepuh desa di sekitar Gunung Kelud para korban itu sedang dikersakke oleh dua bidadari penunggu kawah. Bila laki-laki diperlakukan sebagai suami dan kalau perempuan diangkat jadi saudara. Warga menengarai bila Gunung Kelud akan meletus biasanya ada dua sorot sinar terang masuk ke kawah atau banyak burung gagak berterbangan di pedesaan.
Baca selengkapnya

Thursday, 8 January 2015

Mengungkap Misteri Gunung Merapi

Kisah Mistis Gunung Merapi


Sejak zaman dahulu misteri Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah ini memang menarik perhatian dan sering dibicarakan masyarakat. Misteri ini tidak lepas dari segala hal ghaib yang terkadang menjadi ciri khas gunung ini. Gunung Merapi sendiri adalah salah satu gunung vulkanik teraktif di Indonesia.

Penunggu Gunung Merapi

Misteri Gunung Merapi tidak bisa lepas dari kepercayaan banyak orang bahwa di gunung itu hidup banyak makhluk halus yang sekaligus menjadi penguasanya. Menurut penduduk setempat, Eyang Merapi adalah raja makhluk halus di Gunung Merapi. Penduduk setempat mempercayai bahwa Eyang Sapu Jagad merupakan jin penguasa Merapi yang menentukan apakah gunung akan meletus atau tidak. Karenanya di zaman dahulu Raja Yogyakarta sering memberi sesaji agar Eyang Sapu Jagad tidak marah.

Sementara Eyang Megantara dipercayai sebagai pengendali cuaca di sekitar Gunung Merapi. Nyi gadung Melati dipercaya sebagai pimpinan para makhluk halus wanita dan bertugas untuk menjaga kesuburan tanaman di wilayah tersebut. 

Eyang Antaboga dipercaya sebagai penjaga keseimbangan Gunung Merapi di permukaan bumi. Mbah Petruk dipercaya sebagai pemuka jin yang akan memberi tanda tentang kapan Gunung Merapi akan meletus. Kyai Sapu Angin dipercaya menjaga ternak dan semua hewan di Gunung Merapi. Makhluk halus yang satu ini sangat akrab di telinga penduduk setempat karena jin ini sering mendatangi penduduk. 


Pasar Bubrah

Cerita gaib lainnya yang cukup membuat merinding adalah pasar makhluk halus. Cerita ini juga merupakan misteri Gunung Merapi yang cukup dikenal masyarakat luas. Menurut cerita almarhum Mbah Marijan, setiap malam Jumat akan ada pasar Bubrah yang merupakan pasar para makhluk halus. Setiap malam jumat akan terdengar kegaduhan mirip pasar seperti pasar pada umumnya. Suara alunan gamelan dan gending Jawa akan kedengar. Ada beberapa pendaki Gunung Merapi yang sudah membuktikan kebenaran mitos Pasar Bubrah ini.

Seperti daerah angker lainnya, Gunung Merapi terkadang meminta tumbal. Misteri Gunung Merapi ini memang sulit dipercaya bagi orang di luar kawasan Merapi. Namun realitasnya beberapa pendaki menjadi korban di Gunung Merapi. Penduduk percaya bahwa itu merupakan tanda bahwa penguasa Merapi sedang menginginkan tumbal. Penduduk setempat mempercayai bahwa tumbal yang akan diambil penguasa Merapi adalah orang yang bertabiat buruk maupun orang yang membuatnya marah.


Awan Mbah Petruk


Sebelum terjadi erupsi pada awal bulan November tahun 2010 lalu, masyarakat setempat digemparkan oleh penampakan awan Mbah Petruk yang berhasil tertangkap kamera oleh seorang warga Magelans bernama Suswanto. Terdapat cerita menarik yang sempat beredar di masyarakat tentang awan Mbah Petruk yang terlihat menoleh ke kanan. Petruk sendiri adalah salah satu tokoh pewayangan Jawa yang sering diibaratkan sebagai seorang rakyat. Saat dimainkan oleh dalang, wajah Petruk biasanya selalu menoleh ke kiri, tidak hanya itu awan Mbah Petruk yang mengarah ke selatan juga merupakan pertanda bahwa kemarahannya akan lebih difokuskan ke wilayah selatan Merapi.

Dan pada akhirnya pada 5 November 2010 sesuai kepercayaan masyarakat akan pertanda dari Mbah Petruk, terjadi erupsi Gunung Merapi dengan letusan yang begitu dahsyat dan menimbulkan banyak korban.


Baca selengkapnya

Wednesday, 7 January 2015

Misteri Gunung Arjuno

Tempat Mistis di Gunung Arjuno



Gunung Arjuno atau Arjuna terletak di Malang, Jawa Timur yang memiliki ketinggian 3339 Mdpl. Di Gunung Arjuno terdapat banyak ditemukan petilasan bekas kerajaan Majapahit dan berbagai objek wisata seperti air terjun.

Namun konon untuk mendaki Gunung Arjuno harus sangat berhati-hati karena menurut banyak orang dan cerita masyarakat sekitar bahwa banyak pendaki yang tersesat atau hilang dan tidak bisa pulang kembali. Berikut ini adalah tempat atau legenda mistis di Gunung Arjuno :

Arjuna

Konon Arjuna pernah melalukan pertapaan di sebuah gunung dengan sangat khusyuk selama berbulan-bulan lamanya. Kemudian tubuhnya mengeluarkan sinar dan memiliki kekuatan luar biasa hingga membuat seluruh Kahyangan kacau.

Kawah Condrodimuko menyemburkan laharnya, bumi berguncang, petir menggelegar di siang hari, hujan turun dan menimbulkan banjir dan gunung tempat Arjuna bertapa terangkat ke langit.

Para Dewa yang khawatir maka melakukan tindakan untuk menghentikan pertapaan dari Arjuna tersebut. Kemudian Batara Ismaya diturunkan ke bumi dengan menjelma menjadi semar. Dengan kesaktiaannya Semar memotong puncak gunung tempat Arjuna bertapa dan melemparkannya ke tempat lain.

Kemudian Arjuna terbangun dari pertapaannya dan mendapat nasehat dari Semar untuk tidak melakukan pertapaannya lagi. Kemudian tempat pertapaan tersebut disebut Gunung Arjuna dan potongannya disebut Gunung Wukir.


Acara Ngunduh Mantu

Cerita mistis di Gunung Arjuno memang kerap terdengar dan sudah menjadi bahan pembicaraan masyarakat sekitar, seperti tentang adanya lantunan musik Ngunduh Mantu. Para pendaki atau penambang belerang kadang pun mendengar Ngunduh Mantu yaitu suara gamelan Jawa untuk acara pernikahan.

Menurut masyarakat jika mendengar musik atau alunan Ngunduh Mantu sebaiknya tidak melanjutkan pendakian ke puncak Gunung Arjuno karena jika memaksakan meneruskan pendakian maka si pendaki biasanya akan tersesat dan hilang.


Alas Lali Jiwo

Sebelum mencapai puncak Gunung Arjuno, terdapat tempat yang disebut oleh masyarakat sebgai alas Lali Jiwo atau berarti Hutan Lupa Diri. Menurut kepercayaan masyarakat setempat orang yang mempunyai niat jahat atau buruk jika melewati hutan ini akan tersesat dan lupa diri.

Menurut ahli spiritual daerah tersebut memang banyak dihuni oleh para jin. Para pendaki kadang mendengar suara gamelan dan kemudian menghilang. Konon pendaki tersebut dibawa oleh para jin penunggu daerah tersebut.

Menurut mitos para pendaki juga tidak boleh melanggar beberapa larangan seperti pendaki tidak boleh berjumlah ganjil, tidak boleh memakai baju merah dan tidak boleh merusak situs-situs petilasan Kerajaan Majapahit yang tersebar di area pendakian Gunung Arjuno tersebut.


Pasar Dieng

Di wilayah pendakian menujun puncak Gunung Arjuno dipercaya terdapat Pasar Dieng atau disebut Pasar Hantu. Di area Pasar Dieng tersebut terdapat makam para pendaki yang pernah meninggal di tempat tersebut. Wilayahnya yang datar dan luas merupakan area yang cocok untuk dijadikan pasar.

Konon pernah ada pendaki yang membuka tenda di wilayah ini untuk bermalam sebelum menuju puncak. Pada malam hari ia dikejutkan dengan suasana ramai di luar tendanya dan ia melihat sebuah pasar yang sangat ramai. Pendaki tersebut dikabarkan berkeliling pasar dan membeli sebuah jaket.
Kemudian ia kembali ke tenda dan besok pagi ketika ia bangun sudah tidak ada apa-apa disekitar tendanya. Sudah tidak terlihat bekas-bekas pasar dan jaket yang dibelinya pun masih ada namun uang kembaliannya berubah menjadi daun.


Petilasan

Di Gunung Arjuno terdapat banyak situs-situs petilasan peninggalan kerajaan Majaphit dan Singasari. Beberapa petilasan tersebut yaitu : petilasan Eyang Antaboga, Eyang Abiyasa, Eyang Sekutrem, Eyang Sakri, Eyang Semar, Eyang Sri Makutharama dan petilasan Sepilar.

Menurut mitos petilasan-petilasan itu dijaga oleh Bambang Wisanggeni yang merupakan anak dari Arjuna dengan Bathari Dresnala.

Petilasan-petilasan tersebut digunakan orang pada zaman dahulu untuk melakukan pertapaan. Masyarakat percaya bahwa orang yang melakukan pertapaan tersebut muksa (menghilang dengan jasadnya). Orang-orang muksa tersebut dipercaya masih berada di tempat itu dan menjaga tempat itu hingga waktu yang tidak diketahui.

Jadi itulah misteri dan kisah yang ada di Gunung Arjuno.
Baca selengkapnya

Friday, 31 October 2014

Asal Usul Telaga Warna Dieng

Misteri Indahnya Telaga Warna


Telaga Warna dan Telaga Pengilon adalah objek wisata di Dieng yang paling diminati wisatawan ternyata menyimpan sebuah legenda yang secara turun-temurun diceritakan warga. Legenda Telaga Warna dan Telaga Pengilon adalah kisah yang sangat menarik untuk ditelusuri kisahnya.

Alkisah hidup seorang ratu yang terkenal di samudra luas sbg penguasa. Dia memiliki seorang putri nan cantik yg telah tumbuh dewasa. Kecantikannya sangat terkenal sampai suatu saat datang 2 ksatria muda berparas tampan yang bermaksud meminangnya.
Pada saat itu sang Ratu menjadi sangat bingun, dia harus memilih salah satu diantara kedua ksatria tampan untuk dipilih menjadi menantunya. Sampai akhirnya muncul sebuah ide untuk mengadakan sayembara membuat sebuah telaga. Siapa yang paling cepat dialah yang akan dipilih menjadi menantunya.

Pada waktu yang telah ditentukan dua ksatria itu berlomba membuat telaga. Ternyata ksatria pertama lebih cepat dalam membuat telaga Menjer daripada Ksatria kedua yang membuat telaga pengilon. Oleh karena itu ksatria pertama pun dinyatakan sebagai pemenang dan berhak menikahi sang Putri.

Belum berselang dua hari mereka menikah, ratu dan putrinya berwisata ke Dieng. Saat mereka tiba di kawasan yang sekarang menjadi cagar alam serta menikmati keindahan panorama dan kemilaunya telaga pengilon, maka saat pandangan sang Ratu tertuju ke telaga pengilon, ia begitu terkesan dan serta merta mencari siapa pembuat telaga itu. Seperti diceritakan si pembuat telaga itu tidak lain adalah ksatria kedua yang kalah dalam perlombaan.

Tak lama kemudian sang Ratu menyuruh pengawalnya untuk memanggil menantunya. Begitu menantunya datang menghadap, sang Ratu langsung bersabda "Kamu saya kutuk menjadi naga untuk menjaga samudra".
Posisi ksatria pertama sebagai menantu pun digantikan oleh ksatria kedua yang kalah dalam lomba.

Sang Ratu sadar ketika menikmati indahnya telaga Pengilon dia sangat terkesan dan membandingkan dengan telaga Menjer buatan ksatria pertama yang biarpun pembuatannya lebih cepat tapi buatannya kasar, airnya beriak dan bergelombang yang menandakan bahwa sifat pembuat kurang baik.
Sebaliknya telaga Pengilon buatan ksatria kedua airnya jernih, berkilau-kilau, tenang dan penuh kedamaian. Semua ini menandakan bahwa ksatria kedua memiliki sifat dan hati yang baik.

Karena terkesan lalu sang Ratu dan Putrinya mandi. Mereka menyangkutkan pakaiannya di pohon. Ditengah keasyikan mereka mandi, kemudian tiba-tiba datang angin kencang yang menerbangan pakaian sang ratu dan putrinya yang berwarna warni dan terjath di bagian telaga yang lain. Sesaat kemudian air telaga itu berubah warnanya lalu terciptalah telaga warna akibat jatuhnya pakaian tsb yang luntur ke air telaga.


Baca selengkapnya