Wednesday, 11 February 2015

Pacarilah Seorang Pendaki Gunung

Pendaki Adalah Seseorang yang Istimewa

Banyak orang bilang pendaki gunung itu tidak mempunyai tujuan jelas, kurang kerjaan, senang keluyuran, hidupnya berantakan, tidak memikirkan masa depan, suka mabuk-mabukkan dan segudang hal negatif lainnya.




Saya tidak membantah soal hal itu. Memang ada banyak orang yang mengaku pendaki tapi kelakuannya seperti itu. Tapi percayalah itu hanyalah segelintir oknum saja. Bukan bermaksud membela, tapi memang tidak semua pendaki gunung seperti itu. Itu tadi adalah sebagian kecil mereka yang menganggap sebagai pendaki gunung. Padahal dalam kenyataannya jauh lebih banyak pendaki yang hidupnya benar dan memiliki karakter keren dan spesial, sehingga layak dijadikan calon pacar dan pasangan hidup idaman.

Kemarin saya pernah iseng ngetwit di akun @infopendaki dan tanya kenapa cewek-cewek atau cowok-cowok mau pacaran sama pendaki gunung. Yang jawab banyak banget dan taukah jika 80% dari mereka bilang kalau pendaki gunung itu SETIA!

Terus juga banyak yang menjawab pendaki gunung itu romantis, keren, mandiri, bisa diandalkan, apa adanya dan bertanggung jawab. Dengerin itu para kaum pria! Pria dengan karakter seperti itu adalah sosok yang paling banyak dicari oleh cewek. hehe...

Bercumbu dengan alam bebas yang cuacanya bisa berubah sewaktu-waktu, bertaruh dengan kehidupan, serta melakukan aktivitas yang berat bahkan cenderung ekstrim dan membahayakan nyawa. Tapi dari situ akan mampu menghasilkan mental yang tangguh dan karakter yang kuat. Jadi jangan melihat pendaki gunung itu hanya dari penampilan yang berantakan dan muka jelek atau kulit hitam.

Seorang pendaki gunung beneran (bukan hanya yang suka naik gunung buat gaya-gayaan atau efek nonton film 5 CM) pasti telah memiliki mental yang terbentuk. Alam akan menempa mereka dengan keras sehingga mereka belajar banyak tentang kehidupan, kedisiplinan, kemandirian, penguasaan diri, kesabaran, kerja sama, kepedulian dan masih banyak lagi yang bisa didapat dari mendaki.

Karena itu juga seorang Henry Dunnat pernah berkata "Sebuah negara tidak akan pernah kehilangan pemimpinnya yang berwibawa jika pemudanya masih suka menjelajah hutan dan mendaki gunung".

Lantas ada jawaban lain yang bikin saya senyum-senyum, katanya mas-mas pendaki itu auranya beda, lebih berkharisma, serta pria banget dach...Jelas lah, sejauh ini sih saya belum pernah ketemu mas pendaki yang kemayu atau gendong ransel warna pink elektrik gitu hhihhihihii..


Yang sering saya jumpai adalah mereka berambut gondrong digelung dengan celana belel, kaos, kemeja flanel, sepatu atau sendal gunung, serta ransel lengkap dengan segala atributnya. Itu sungguh sangat menggoda iman dan pacarable banger sodara sodara.. hahaha...

Saya tak pernah sepakat dengan mitos-mitos yang mengatakan bahwa pendaki gunung itu adalah orang yang kurang kerjaan dan tidak punya tujuan. Bagi saya mereka justru orang yang sudah memantapkan tujuan dengan jelas, yakni Puncak Gunung!. Tidak akan ada istilah "mengalir sajalah ikuti arus".

Bagi mereka menjejak di puncak adalah tujuan pasti dari sebuah perjalanan. Jika belum bisa menjejak itu akan dianggap sebagai hutang yang harus dilunasi entah kapan waktunya. Dan goal-goal ini juga akan berlaku dalam kehidupan sehari-hari mereka. Ada puncak-puncak kehidupan yang harus mereka gapai, dan mereka takkan mudah menyerah untuk menggapainya.

Untuk mencapai posisi puncak juga memerlukan proses yang panjang dan kerja keras. Tidak bisa ujung-ujung nangkring di puncak dan menikmati sunrise yang aduhai itu. Karena itu mereka akan menjadi sosok yang sabar dan menghargai proses. Selain itu juga membentuk mental kuat menjadi pribadi yang tidak lembek dan mudah menyerah ketika menghadapi masalah.

Pacaran dengan pendaki gunung juga akan mengajarkan arti kesabaran, kesetiaan menunggu, serta tidak posesif buat si cewek. Ditinggal naik gunung berhari-hari selalu membuat khawatir dan dag dig dug. Hati baru bisa lega saat menerima sms atau telepon bahwa mereka telah kembali ke basecamp dengan selamat.
Sedangkan bonusnya adalah bisa senyam-senyum kegirangan saat menerima sms sok romantis dari ketinggian sekian ribu mdpl. Dan yang paling menyenangkan saat bisa naik gunung bareng. Nah itu yang gue tunggu tunggu.. hehehe

Yang perlu diingat juga bahwa pendaki gunung itu adalah seorang yang mempertaruhkan nyawanya dalam sebuah proses yang teramat berat demi mencapai sebuah tujuan, dan itu juga akan berarti dalam hubungannya, bahwa dia akan menjagamu dengan mempertaruhkan nyawanya juga.

Jadi carilah pacar pendaki gunung yaa ;)





sebagian dikutip dari https://ranselhitam.wordpress.com/2014/01/09/pacarilah-pendaki-gunung-nduk/

Baca selengkapnya

Mendaki Gunung Gede Pangarango via Cibodas

Mendaki si Kubah dari Jawa Barat

Gunung Gede adalah sebuah gunung yang berada di Jawa Barat. Gunung ini terletak di tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Gunung Gede berada dalam kawasan Taman Nasional Gede Pangrango yang merupakan salah satu dari lima taman nasional yang pertama kali diumumkan di Indonesia tahun 1980. Gunung Gede bisa dikatakan gunung terfavorit di Jawa Barat. Hampir setiap pekan baik dari kalangan pecinta alam ataupun pendaki pemula melakukan pendakian di gunung yang memiliki ketinggian 2958 Mdpl ini. Ada beberapa jalur untuk mendaki Gunung Gede, namun yang cukup terkenal adalah Jalur Cibodas. Selama perjalanan Anda akan melewti tempat-tempat yang menarik seperti air terjun, sumber air panas, telaga hingga padan Edelweis.

Di samping Gunung Gede berdiri sebuah gunung yang bernama Gunung Pangrango. Keduanya masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jika dilihat dari kejauhan Gunung Gede tampak seperti kubah, sedangkan Gunung Pangrango nampak seperti segitiga runcing. Gunung Gede merupakan salah satu gunung di Indonesia yang memiliki kekayaan flora. Untuk mendaki Gunung Gede sebenarnya ada 3 jalur yaitu Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri dan Jalur Salabintana. Dari ketiganya memang jalur Cibodas adalah jalur yang populer dikalangan para pendaki.

Untuk mendaki Gunung Gede dan Gunung Pangrango diberlakukan sistem booking 3 sampai 30 hari sebelum pendakian. Jadi Anda perlu booking terlebih dahulu dikarenakan jumlah pendaki dibatasai hanya 600 permalam, 300 melalui Jalur Cibodas, 200 Jalur Gunung Putri dan 100 Jalur Selabintana.

Transportasi

Jalur Pendakian via Cibodas
Cibodas dapat ditempuh dengan kendaraan umum jurusan Jakarta - Bandung. Turun di pertigaan Cibodas disambung naik angkutan kecil ke Kebun Raya Cibodas. Di sekitar kebun raya terdapat parkir yang luas dan banyak terdapat penjual makanan dan oleh-oleh. Ada juga lokasi berkemah di dekat kantor Taman Nasional.

Jalur Pendakian via Gunung Putri
Untuk menuju Gunung Putri dari Jakarta naik bus jurusan Banding/Cianjur turun di Pasar Cipanas. Dari belakang pasar yang merangkap terminal kita naik mobil angkot ke Gunung Putri. Sebelum melakukan pendakian kita harus booking dahulu 3-30 hari sebelum pendakian di Kantor Pusat Taman Nasional yang terletak di Cibodas.

Jalur Pendakian via Selabintana
Selabintana adalah kawasan wisata yang sangat menarik. Hotel, penginapan, tempat bermain, air terjun dan bumi perkemahan menjadikan kawasan ini ramai dikunjungi. Jalur pendakian selabintana kurang diminati oleh para pendaki karena membutuhkan waktu lebih lama dalam pendakian. Selain itu juga akses kendaraan yang sulit dan jauh serta jalur pendakiannya yang berat berlumpur dan banyak pacet.



Jalur Cibodas

Untuk menuju basecamp pendakian Gunung Gede di jalur Cibodas dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan umum dari arah ke Bandung dan turun di pertigaan Cibodas. Dari sini perjalanan dilanjutkan menuju Kebun Raya Cibodas dan kemudian menuju basecamp pendakian Gunung Gede. Di pintu gerbang masuk basecamp Cibodas pendaki wajib lapor dan menunjukkan surat perizinan dan akan dilakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan. Untuk barang yang dilarang seperti : pisau, radio, sabun, odol dll akan diminta oleh petugas dan pada saat keluar akan dilakukan pemeriksaan kembali serta wajib memperlihatkan sampah yang dibawa turun. Di setiap pintu taman ada tempat untuk membuang sampah. Dari jalur Cibodas tersedia beberapa pos tempat peristirahatan yang berupa bangunan beratap yang sangat bermanfaat untuk berteduh dan menghangatkan badan.

Awal pendakian dimulai dengan melewati jalan berbatu melintasi hutan tropis. Selama perjalanan tak jarang para pendaki akan menemukan beberapa ekor monyet yang berkeliaran bebas. Setelah melakukan perjalanan sejauh 1,5 km Anda akan sampai di sebuah rawa yang bernama Telaga Biru. Telaga ini berubah warna dikarenakan tanaman ganggang di dalamnya dan mempunyai ketinggian 1500 Mdpl.



Selanjutnya akan melewati sebuah jembatan yang terbuat dari kayu hingga sampai di Rawa Gayang Agung. Pos Gayang Agng terletak di ketinggian 1600 Mdpl atau 100 meter di atas Telaga Biru. Jalur jembatan kayu ini sudah mulai rusak, banyak kayu-kayu yang terlepas sehinga pendaki bila kurang hati-hati bisa terperosok jatuh.

Setelah berjalan di atas jembatan kayu sejauh sekitar 1 km, jalur kembali menapak jalan berbatu hingga sampai di Pos Panyacangan Kuda. Pos ini berada diketinggian 1.628 Mdpl dan terdapat bangunan beratap yang dapat digunakan untuk beristirahat sambil berteduh. Di lokasi ini terdapat persimpangan berupa pertigaan. Jika kita ke kanan maka ke arah Air Terjun Ciberem, jika terus ke arah Puncak ambil jalan lurus. Bila ingin mampir ke air terjun maka tas dan bawaan lainnya bisa ditinggal di pos ini dan salah satu teman bergantian untuk menunggu.

Berjalan sekitar 30 menit dengan lintasan berbatu yang sedikit menurun dan dibeberapa tempat digenangi air maka kita akan sampai di Air Terjun Ciberem yang berada diketinggian 1.675 Mdpl.
Air Terjun Ciberem ini terdiri dari tiga buah yaitu : curug Cidendeng, curug Cikundul dan curug Ciwalen.


Dari pertigaan jalur pendakian mulai menanjak dan berliku-liku melewati jalan setapak dari bebatuan yang terjal. Gemuruh air terjun yang berada jauh di bawah terdengat dengan jelas. Suara satwa sering terdengar terutama di sore dan pagi hari. Sejenak bisa beristirahat di Pos Batu Kukus (1.820 Mdpl). Di tempat ini terdapat bangunan untuk duduk-duduk sambil beristirahat.

Lintasan kembali menanjak melewati jalan setapak berbatu yang mulai berganti dengan jalan tanah yang lebih alami.Selanjutnya jalur mulai landai dan bonus turunan akan mempercepat kita sampai di Pos Pondok Pemandangan (2.150 mdpl). Pada musim pendakian karena ramainya pengunjung maka kita bisa beristirahat di pos ini sambil menunggu antrian melewati air panas. Perlu perhatian jika kita melewati sumber air panas sangat diperlukan kehati-hatian dan kewaspadaan karena medan yang sempit dan licin. Jika sampai terpeleset maka akan fatal akibatnya, karena suhu airnya bisa mencapai 70 C.
Batuan di air panas akan terasa panas jika disentuh, namun banyak pendaki yang berhenti untuk menghangatkan tubuh. Sebaiknya tidak berhenti disini karena akan mengganggu pendaki lainnya yang mau melintas. Selain itu sebaiknya menggunakan sepatu karena panasnya air sangat terasa jika kita memakai sendal.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Pos Kandang Batu dengan ketinggian 2.220 mdpl. Untuk menuju pos berikutnya diperlukan waktu sekitar 1 jam yakni Pos Kandang Badak. Saat mendekati pos Kandang Badak kita akan mendengar suara deru air terjun yang cukup mearik di bawah jalur pendakian. Kita bisa memandang ke bawah menyaksikan air terjun tersebut. Kita juga bisa turun ke bawah untuk mandi bila air tidak terlalu dingin. Di sekitar air terjun ini lintasan terjal dan sempit sehingga harus menunggu antrian untuk melewatinya. Setelah itu jalur mulai landai dan sedikir menurun hingga sampai di Pos Kandang Badak (2.395 mdpl).

Bagi pendaki sebaiknya mengisi persediaan airnya di Pos Kandang Badak ini karena perjalanan selanjutnya akan susah memperoleh air. Setelah Pos Kandang Badak perjalanan menuju puncak sangat menanjak dan melelahkan. Udara disitu sangat dingin sekali. Disini juga terdapat simpangan jalan, ke kiri untuk menuju Puncak Gunung Gede, namun jangan salah jalan menuju Kawah, sedangkan jika ambil arah kanan akan menuju Puncak Gunung Pangrango. Persiapan fisik dan peralatan serta perbekalan harus diperhitungkan. Sebaiknya beristirahat dulu di pos ini sebelum melanjutkan perjalanan sembari melihat kondisi cuaca,

Menuju Puncak Gunung Gede diperlukan waktu sekitar 2 jam dan untuk sampai di Puncak Gunung Pangrango sekitar 3 jam.
Untuk menuju puncak Gunung Pangrango waktu yang duperlukan seitar 3 jam dengan jarak sekitar 3 km dengan melintasi kawasan hutan lebat yang sangat terjal. Dari puncak Gunung Pangrango pendaki tidak bisa menikmati pemandangan sekitar karena masih banyak pepohonan. Tapi sedikit turun ke arah barat maka akan menemukan area yang terbuka yang cukup luas, dimana di area tersebut ditumbuhi banyak tanaman bunga Edelweis. Tempat ini sering disebut dengan nama Alun-alun Mandalawangi.

Sedangkan untuk menuju puncak Gunung Gede sendiri, kita menyusuri punggungan yang terjal dan disini terdapat sebuah tempat yang disebut Tanjakan Setan. Tempat ini sangat terjal dan dilengkapi dengan tali baja untuk berpegangan. Dari atas tanjakan ini kita bisa memandang puncak Gunung Pangrango yang sangat indah. Hempasan angin kencang sangat terasa di tempat ini. Apabila musim hujan akan terasa semakin dingin karena hembusan angin yang bercampur dengan angin. Pendaki yang belum makan biasanya akan mudah sakit ketika tiba di tempat ini. Bahkan bisa terkena kram bila tidak menggunakan pakaian yang hangat dan tebal. Hingga puncak angin terus berhembus dengan kencang.

Puncak Gunung Gede terlihat memanjang berbeda dengan puncak Gunung Pangrango yang runcing sempurna. Pendaki biasanya menikmati pemandangan Kawah Gunung Gede yang sangat indah. Di puncak akan tercium aroma belerang yang kadang kala sangat menyengat hidung. Kawah Gunung Gede terdiri dari Kawah Ratu dan Kawah Wadon.

Puncak Gunung Gede sangat indah namun perlu hati-hati karena kita berdiri di lereng yang sangat curam. Di bawah lereng ditumbuhi bunga Edelweis yang begitu indah dan mengundang minat untuk memetiknya. Hal ini dilarang dan sangat berbahaya bagi kelestariaanya.

Dari puncak Gunung Gede kita kebawah menuju Alun-alun Suryakencana dengan latar belakang Gunung Gumuruh. Terdapat mata air yang jernih dan tempat yang sangat luas untuk mendirikan tenda.

Bila berkemah di Alun-alun Suryakencana di pagi hari sekitar jam 5 pagi pendaki akan dibangunkan dengan para pedagang yang menawarkan nasi uduk dan rokok. Dari sini kita berbelok kiri bila ingin melewati jalur Gunung Putri dan untuk melewati jalur Selabintana kita berbelok kanan.









Baca selengkapnya

Monday, 9 February 2015

Jalur Pendakian Gunung Rinjani

Gunung Rinjani Surga di Pulau Lombok

Gunung Rinjani adalah salah satu gunung berapi di Indonesia yang terletak di Pulau Lombok, NTB. Gunung ini berada di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Gunung Rinjani merupakan gunung tertinggi ketiga di Indonesia setelah Jayawijaya di Irian dan Gunung Kerinci di Pulau Sumatera atau gunung berapi tertinggi kedua setelah Gunung Kerinci. Gunung Rinjani memiliki ketinggian 3.726 Mdpl. Gunung ini merupakan bagian dari cincin api yang terkenal dan memegang peranan penting dalam aspek kehidupan spiritual masyarakat. Gunung Rinjani sendiri sangat terkenal dan familiar di kalangan pendaki baik nasional maupun asing.

Jalur Pendakian Gunung Rinjani via Sembalun

Jalur Sembalun sendiri merupakan jalur yang ramai dikunjungi oleh pengunjung terutama oleh para pendaki. Jalur atau rute yang dilalui adalah Gerbang Sembalun Lawang - Pelawangan Sembalun - Puncak Rinjani. Jalur ini sangat dramatis dan mengesankan, karena melewati padang savana dan punggungan gunung yang berliku-liku dengan jurang di sebelah kiri dan kanannya.

Dibandingkan dengan jalur Senaru, jalur pendakian ini tidak terlalu curam, namun karena di dominasi oleh padang savana menjadikan perjalanan kita bermandikan peluh oleh teriknya sinar matahari yang menyengat, namun semua itu akan hilang saat dibuat terpana oleh indahnya pemandangan padang savana dan hutan yang luas sepanjang lembah-lembah nanhijau di sebelah timur Gunung Rinjani. Bahkan mata kita akan dimanjakan oleh indahnya selat Alas dan Pulau Sumbawa dari kejauhan.
Setelah tiba di puncak Rinjai kita bisa langsung beristirahat sejenak sembari menikmati panorama alam dan berbangga hati karena telah menginjakkan kaki disalah satu gunung yang menjadi kaki langit di Indonesia. Tentunya kita akan kagum dengan ciptaan Tuhan yang maha megahnya.

Sembalun Lawang - Pos 1
 



Pendakian dimulai dari Desa Sembalun Lawang yang berada pada ketingian 1156 Mdpl. Saat sampai di Sembalun Anda akan disuguhkan suasana eksotis yang belum pernah Anda rasakan sebelumnuya. Sembalun merupakan daerah pertanian dan wisata bersuhu sejuk. Sebelum mendaki kita harus melapor di Pos Taman Nasional. Disini juga terdapat beberapa penginapan untuk beristirahat. Dari jalan raya gerbang pendakian akan segera terlihat dan di samping gerbang ada patung bawang yang besar. Ini dikarenakan daerah ini adalah penghasil bawang di Lombok. Sepanjang jalur ini kita hanya melewati padang rumput atau savana yang menanjak dan menurun dan sesekali menyeberangi sungai yang kering serta beberapa cemara gunung (casuarina junghuhniana). Normal jarak tempuh pada jalur Sembalun ke pos 1 adalah sekitar 2 jam. Bagi para pendaki tenang saja, karena sejak tahun 2014 sudah terdapat revitalisasi Pos Pendakian di Gunung Rinjani.


Pos 1 - Pos 2


Pos 1 atau disebut pos pemantauan merupakan sebuah pondok tanpa lantai yang terletak di tengah jalur di daerah padang rumput atau savana. Pos ini berada diketinggian 1300 Mdpl dan disini tidak ada sumber air. Jalur menuju pos 2 masih sedikit menanjak melewati padang rumput yang terbuka dan juga melewati beberapa aliran lahar serta sungai-sungai yang kering. Jalan setapaknya sendiri kadang menurun cukup curam. Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk sampai di Pos 2 adalah sekitar 1 jam dari Pos 1.


Pos 2 - Pos 3


Pos 2 atau Pos Tengengean terletak di sebelah kiri jalan agak menjorok kedalam dengan ketinggian 1500 Mdpl. Di depan pos ini terdapat sebuah sungai kering serta jembatan di atasnya yang merupakan jalur pada rute ini. Di pos ini kita bisa menemukan sumber air. Waktu yang diperlukan untuk sampai di Pos 3 dari sini adalah sekitar 1 jam.


Pos 3 - Plawangan Sembalun (Plawangan 1)


Pos 3 (Pos Pada Balong) terletak persis di pinggir aliran lahar atau sungai kering. Pos ini terletak di ketinggian 2000 Mdpl. Sebelum mencapai pos ini kita akan bertemu sebuah persimpangan jalan yang memisahkan jalur ke Bukit Penyesalan (kanan) dan ke arah Jalur Penderitaan (kiri). Saat ini jalur yang sering dipakai adalah jalur penderitaan, sedangkan jalur bukit penyesalan sendiri jembatannya sudah runtuh dan jalan setapaknya sudah tidak begitu jelas.

Kondisi pos 3 ini masih sangat bagus dibandingkan dua pos sebelumnya. Dari pos ini menuju Pelawangan kita akan dihadapkan dengan tanjakan bukit sembilan. Karena kita memang melewati sembilan bukit sebelum sampai di gigiran punggungan yang kemudian berbelok kiri menuju Pelawangan. Jarak tempuh normal 3,5 jam. Pada jalur ini dibutuhkan daya tahan tubuh dan mental yang prima, karena jalur pendakian cukup berat dan jarak tempuh sudah cukup jauh, sehingga jika pendaki memutuskan untuk kembali maka akan menjadi pilihan yang berat dan sulit.


Plawangan Sembalun - Puncak Rinjani


Di sini kita akan disuguhi dengan panorama luar biasa dan bisa dikatakan jika berhasil sampai di Pelawangan Sembalun maka inilah hadiah pertama buat kita, karena disini kita dapat melihat Puncak, Sembalun dan Danau sekaligus. Plawangan Sembalun sendiri merupakan sebuah dataran yang cukup luas untuk beberapa tenda yang terletak di atas gigiran punggungan yang menyatukan dengan punggungan menuju puncak serta berada pada ketinggian 2.639 Mdpl. Dari sini terlihat jelas Segara Anakan dan Gunung Baru. Di sini juga terdapat sebuah toilet dan juga sebuah sumber air berupa pancuran. Puncak Rinjani terlihat jelas dari sini. Hati-hati terhadap monyet di daerah ini, karena mereka sangat agresif untuk merebut setiap makanan yang di bawa oleh pendaki yang lengah. Dari Plawangan menuju Puncak Rinjani diperlukan waktu tempuh sekitar 3 jam.


Puncak Rinjani

Perjalanan dari Plawagan Sembalun ke Puncak Rinjani akan dihadapkan dengan medan yang berat berupa tanjakan-tanjakan yang curam dan berdebu sampai pada batas gigiran puncak dengan jarak tempuh sekitar 4 jam. Biasanya para pendaki memulai perjalanan ke puncak pada pukul 2 pagi/petang agar bisa sampai di puncak pada saat matahari terbit. Perlu diperhatikan juga ketika meninggalkan tenda agar membawa barang-barang yang berharga dan sangat dianjurkan untuk dijaga saat tenda ditinggalkan di Plawangan Sembalun.

Setelah sampai di Punggungan Puncak kemudian berbelok ke kiri mengikuti gigiran puncak yang berpasir lembut membuat langkah kaki sulit untuk melangkah. Pada jalur ini dibutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Jika cuaca kurang baik maka Anda disarankan untuk melanjutkan pendakian ke puncak pada hari berikutnya menunggu cuaca kembali baik lagi. Jika melewati jalur ini maka Anda perlu ekstra hati-hati karena melewati tebing yang curam dengan hembusan angin begitu kencang. Saat mendekati puncak, tanjakan cukup terjal dan berpasir halus. Ketika kita sudah sampai di Puncak Rinjani, tentunya kita akan disuguhkan dengan pemandangan alam yang sangat indah, apalagi melihat segara anakan yang berwarna dan terbias oleh matahari pagi. Setelah puas berada di puncak, maka Anda juga perlu memerhatikan untuk segera turun atau kembali ke Plawangan pada pukul 8 atau 9 pagi.


Plawangan Sembalun - Danau Segara Anak

Setelah sampai di Plawangan maka tidak lengkap rasanya jika tidak mampir ke Danau Segara Anak. Jalur ini didominasi oleh padang savana karena itu jalurnya agak terasa panas oleh paparan sinar matahari di padang terbuka. Meski begitu jalur ini tetap menyuguhkan pemandangan alam yang indah dan cukup curam dengan batuan lepas di lereng jalur. Melalui jalur ini kita disarankan untuk mengenakan sunblock untuk menghindari kulit terbakar. Selain itu jangan terburu-buru menuruni lerengan tebing dan sempatkan untuk beristirahat jika lelah.

Kegiatan yang sering dilakukan salah satunya adalah bermalam di sekitar danau sambil beristirahat mengumpulkan tenaga untuk perjalanan turun dan pulang. Jangan lupa mengabadikan keindahan dan pesona yang hanya dapat dinikmati mereka yang pemberani dan suka tantangan yaitu mendaki Gunung Rinjani. Birunya air danau yang kaya akan ikan, pepohonan pinus yang hijau dan pemandangan eksotis Gunung Baru Jari yang disebut-sebut sebagai pusar Gunung Rinjani dan terletak di tengah danau. Selain itu pemandangan bentang alam di sekitar gunung adalah perpaduan keindahan alam pegunungan yang takkan didapatkan di tempat lain.

Mengingat danau ini kaya ikan air tawar seperti nila, mas, dan mujair, kegiatan memancing adalah keasyikan lain yang ditawarkan danau segara anak ini. Ikan-ikan bebas dimanfaatkan oleh pendaki dan masyarakat sekitar atau lokal. Kabarnya ikan-ikan itu memang sengaja dikembangbiakkan di sana oleh pemerintah dan masyarakat setempat sebagai penambah daya tarik danau. Karenanya membawa alat pancing dan umpan tak boleh dilupakan bagi Anda yang berminat memancing disini.

Kebutuhan alat pancing dan umpan juga dapat ditemukan dan disewa di Desa Senaru dan Desa Sembalun. Namun begitu kabarnya ikan-ikan di danau ini mudah didapatkan meski tanpa alat pancing. Bisa saja memakai atau menangkap ikan ala suku Sasak yaitu dengan menggunakan kayu atau bambu runcing untuk menombak ikan yang ukurannya relatif besar. Setelahnya ikan yang kita dapatkan dapat dibakar sendiri sebagai menu utama di daerah pegunungan. Tentunya ini adalah pengalaman tidak biasa ketika berada di gunung.

Selain kegiatan tersebut, berenang di danau adalah kegiatan yang menyenangkan dan menyegarkan. Meski air danau sedikit berbau belerang, hal ini tidak menyurutkan keinginan pendaki untuk menceburkan di dinginnya air danau. Apalagi konon air tawar dan belerang di danau ini dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Selain itu di dekat Gunung Baru Jari yang merupakan anak Gunung Rinjani terdapt beberapa sumber air panas yang juga berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit seperti penyakit kulit. Di beberapa titik suhu airnya berbeda-beda kadar kepanasannya.

Di sekitar danau juga terdapat beberapa gua dan juga air terjun. Di beberapa gua tersebut terdapat mata air belerang yang biasanya digunakan penduduk lokal untuk mencuci pusakanya saat Upacara Pakelem. Salah satu guanya adalah Gua Susu. Gua ini dapat ditempuh dengan melakukan trekking sejauh 1 km dari danau. Dinamakan Gua Susu  karena gua ini memiliki stalagtit yang berwarna putih seperti susu. Konon gua ini sering dijadikan tempat semede. Tapi tidak sembarang orang dapat bersembunyi di sini apabila yang bersemedi memiliki niat jahat. Dia dapat saja meninggal seketika di dalam gua yang suhunya panas sebab memiliki sumber air panas.

Selain mempesona, Danau Segara Anak juga dipercaya sebagai kawasan bertuah dan sakral. Konon kawasan sekitar danau dipercaya sebagai tempat bermukimnya para jin penghuni Gunung Rinjani. Pada tanggal-tanggal tertentu masyarakat lokal menggelar rangkaian upacara seperti misalnya ritual suci Wettu Telu oleh orang Sasak. Ritual Wettu Telu merupakan sejenis upacara yang dilakukan berdasar sebagai kepercayaan sinkretisme antara Islam dan Hindu. Untuk menghormati Dewi Enjeni, yakni dewi yang dipercaya sebagai penunggu kawasan ini. Masyarakat lokal juga melaksanakan upacara khusus salah satu ritualnya adalah dengan melepaskan emas tipis berbentuk ikan kecil ke Danau Segara Anak. Selain itu ada pula upacara menyucikan pusaka yang dikenal dengan nama Upacara Pekelem yang biasanya diadakan setahun sekali. Oleh karena itu selain wisata alam, bagi pendaki yang beruntung pada saat diadakannya upacara tersebut juga dapat menikmati wisata religi atau budaya di danau atas gunung yang indah dan megah.

Untuk sampai ke Danau Segara Anak dari Plawangan Sembalun membutuhkan waktu sekitar 2-3 jam berjalan.

Semoga artikel ini bermanfaat dan SALAM LESTARI!!


Baca selengkapnya

Sunday, 8 February 2015

Mendaki Gunung Cikuray si Kerucut Raksasa

Jalur Pendakian Gunung Cikuray 

Gunung Cikuray adalah sebuah gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Gunung Cikuray memiliki ketinggian 2.821 mdpl dan merupakan gunung tertinggi keempat di Jawa Barat setelah Gunung Gede. Gunung Cikuray berada di perbatasan Kecamatan Bayongbong, Cikajang, dan Dayeuh Manggung.

Bagi pendaki yang ingin mendaki Gunung Cikuray, untuk mencapainya dapat ditempuh dengan naik kendaraan umum dari Bandung atau dari terminal tasikmalaya menuju terminal Guntur. Dari sana diteruskan dengan angkutan kota menuju jalur pendakian (Cikajang, Bayongbong atau Dayeuh Manggung). Ketiga jalur tersebut menawarkan medan yang sangat menarik dengan karakteristik masing-masing. Jalur Bayongbong adalah jalur yang paling terjal, tapi dapat cepat sampai di puncak. 
Jika Anda pergi atau mendaki ke Gunung Cikuray, maka sekalian satu paket ke Gunung Papandayan dan Gunung Guntur.

Pendakian Gunung Cikuray via Cilawu

Transportasi
Pendakian Gunung Cikuray via Cilawu dapat dicapai dari Garut. Perjalanan dari jalan raya untuk menuju ttuk awal pendakian yaitu stasiun pemancar TV dapat memakan waktu sekitar 2 jam dengan 3 jam berjalan kaki atau dapat menggunakan jasa ojek hanya sekitar 40 menit. Untuk trek jalan dari jalan raya menuju stasiun pemancar TV dapat dilalui dari Desa Babakan Loak - Desa Cisumur - Desa Mekarsari - Stasiun Pemancar Tv.

Keadaan jalan menuju stasiun cukup lebar dimana dapat dilalui mobil namun jalan tersebut hanya tersusun dari bebatuan. Jika hendak menuju Kecamatan CIlawu ini dengan kendaraan umum dapat mengambil jurusan Garut yang akan berhenti di Terminal Garut (Guntur), kemudian dilanjutkan dengan angkot menuju Cilawu dapat turun di Sukamulya atau Cigarungsang di tengah jalan kita ketemu Pos perkebunan di situ kita disuruh ngisi buku tamu dan kena biaya 2000/orang. Lalu dapat dilanjutkan dengan jasa ojek untuk menuju Stasiun Pemancar Rp 30.000/orang.


Jalur Pendakian
Dari stasiun pemancar pendakian melalui kebun teh dengan punggungan yang terlihat jelas. Dari sana juga dapat terlihat bentuk punggungan yang akan di daki hingga menuju puncak Gunung Cikuray jika cuaca cerah tanpa kabut. Perjalanan melewati kebun teh hanya singkat, sekitar 30 menit dengan keadaan jalur yang fersang dan berdebu. Setelah itu baru memasuki hutan yang teduh. Di luar musim hujan kondisi tanah masih terlihat gersang dan berdebu bila ditapaki.

Stasiun Pemancar TV

Jarak pos 1 dari stasiun pemancar tv dapat ditempuh sekitar 45 menit. Kemudian dari pos 1 menuju pos 2 ditempuh sekitar 50 menit. Disini jalur pendakiannya sudah mulai ditutupi pepohonan yang tinggi sehingga cahaya matahari tertutup dan hanya sedikit yang menembus rimbunnya pepohonan. Perjalanan dari pos 1 menuju pos 2 sudah lumayan terjal dengan kondisi jalur yang bertangga dan banyak akar pepohonan. Kondisi jalur yang sedemikian akan dilali sepanjang perjalanan sampai ke puncak. 

Dari pos 2 menuju pos 3 membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan denari pos 1 ke pos 2 karena medannya yang semakin curam dengan kontur yang rapat. Pos 1. pos 2, pos 3 hanya mampu menampung satu sampai dua tenda. Sementar di Pos 4 terdapat tempat yang lebih luas yang dapat menampung tiga tenda.

Sebelum memulai pendakian sebaiknya mengisi perbekalan air di stasiun pemancar tv. Dalam musim kemarau panjang pendaki tidak dapat mengisis air di stasiun pemancar tv karena para pekerja di stasiun pemancar tv juga harus bolak balik ke desa untuk mengisi ulang air yang mereka butuhkan. Maka untuk lebih pastinya sebaiknya diisi sebelum menuju stasiun pemancar, tepatnya di desa terakhir.

Pos 4 perjalanan dilanjutkan terus mendaki. Dari Pos 4 ke pos 5 membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan kemiringan yang lebih terjal seperti pos 3 menuju pos 4 yang kemudian dapat dilanjutkan ke Pos Puncak Bayangan yang memiliki lahan yang lebih luas dari lima pos sebelumnya dan dengan keadaan lebih datar tanpa adanya semak belukar.

Perjalanan setelah Pos Puncak Bayangan dapat dilakukan menuju Pos yang luasnya hampir sama dengan pos puncak bayangan yang mampu menampung sekitar 3 sampai 4 tenda. Dari Pos 6 ini pepohonan tinggi sudah tidak terlalu rapat namun masih dapat menghalangi dari hantaman angin langsung dan sudah sangat dekat dengan Puncak Gunung Cikuray. Pos 6 ini dapat menjadi tempat yang paling santai untuk menunggu moment matahari terbit atau tenggelam. Hanya tinggal menanjak ke puncak kurang 15 menit dengan membawa perbekalan secukupnya lalu balik lagi ke Pos 6 sekitar 10 menit.

Puncak Gunung Cikuray dengan panorama kota dan pegunungan di wilayah Garut. Di arah barat tampak berjajar pegunungan sampai ke arah utara, mulai dari Gunung Papandayan sampai Gunung Guntur.

Di puncak Gunung Cikuray terdapat bangunan berupa pos seluas 2,5 x 2,5 meter. Jadi hanya mampu menampung 1 tenda. Menempati pos di puncak ini merupakan pilihan yang beresiko apalagi saat musim hujan selain karena kondisi puncak yang gersang dan tidak dikelilingi pepohonan, pos tersebut juga menjadi incaran para pendaki yang langsung menuju puncak untuk mendirikan tenda.




Info Tambahan :
1. Bawa pakaian hangat atau jaket karena di puncak sangat dingin
2. Sedia air yang banyak karena setelah stasiun pemancar tv tidak ada sumber air lagi.
3. Yang dari Bekasi bis arah Garut jam 10 malam itu yang terakhir.
4. Buat ke stasiun pemancar tv kalau mau carter Elf mending yang sudah kenal sama daerah situ atau sudah kenal sama tukang carternya.
5. Kalau bisa pakai sepatu karena jalurnya banyak akar.




Baca selengkapnya

Mendaki Gunung Papandayan

Pendakian Gunung Papandayan

Gunung Papandayan adalah gunung api strato yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di Kecamatan Cisurupan. Gunung Papandayang memiliki ketinggian 2665 mdpl. Gunung ini terletak sekitar 70 km sebelah tenggara Kota Bandung.

Pada Gunung Papandayan terdapat beberapa kawah yang terkenal diantaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uapk dari sisi dalamnya. Gunung Papandayan merupakan komplek gunung berapi yang masih aktif seluas 10 Ha. Pada kawah terdapat lubang-lubang magma yang besar maupun kecil. Dari lubang tersebut keluar asap/uap air hingga menimbulkan berbagai macam suara yang unik.

Untuk menuju Gunung Papandayan dari Kota Garut kita menuju arah Cijulang dan dipertigaan Cisurupan ambil jalan yang lurus jangan berbelok ke kiri, Sebagai patokan di pertigaan Cisurupan ini ada Plang selamat datang di Gunung Papandayan.


Perizinan
Bagi para pendaki yang ingin mendaki Gunung Papandayan tidak perlu susah untuk mengurus perizinan. Untuk memasuki kawasan Gunung Papandayan dikenakan retribusi Rp 3000 perorang. Untuk kendaraan jika membawa kendaraan dan menginap bisa memberikan uang jasa menjaga kendaraan pada tukang parkirnya.

Jalur Pendakian ke Puncak Gunung Papandayan 

Parkiran - Alun-alun Pondok Salada
Dari parkiran menuju menuju Pondok Salada jalur dimulai dengan jalan setapak mendekati kawah dan kemudian membelah kawah. Hati-hati saat melintasi kawah karena dibeberapa tempat terdapat bagian yang gembur dengan suhu yang cukup panas dan kaki bisa terperosok. Kemudian jalur setapak membelok ke kanan dan saat keluar dari komplek kawah ini jalan setapak terus mendatar hingga sampai di sebuah warung dan disini terdapat sebuah lapangan yang cukup untuk menampung lebih dari 30 tenda. Setelah itu jalur setapak menuju Pondok Salada bisa ditemukan di depan warung ini dan sekitar 5 menit berjalan dari warung ini kita akan sampai di Pondok Salada. Di Pondok Salada ada sungai kecil berair jernih hanya saja mengandung belerang.

Pondok Salada - Alun-alun Tegal Alur
Dari Pondok Salada jalur setapak melewati sebuah punggungan yang ada di depan Pondok Salada. Keadaan jalur setapaknya sedikit hancur banyak batu batu besar seperti aliran sungai kering. Setelah menyelesaikan etape tanjakan yang cukup curam ini jalan setapak menjadi datar dan kemudian berbelok ke kiri dan kemudian menyusuri punggungan. Hati-hati saat menyusuri punggungan ini karena di sebelah kiri jurang dalam yang berjarak hanya setengah meter dari jalan setapak. Tak lama setelah keluar kawasan hutan yang tidak begitu lebat kita akan sampai di sebuah alun-alun yang cukup besar. Alun-alun ini dikenal dengan nama Alun-alun Tegal Alur. Di bagian ujung alun-alun ini (dihitung dari tempat kita muncul) ada sebuah sungai kecil yang mengalir jernih. Sebelum mencapai alun-alun ini terlebih dahulu kita akan melewati sebuah lapangan mirip kawah mati.


Tegal Alur - Puncak
Dari Tegal Alur jalan setapak menuju arah puncak berada di seberang sungai kecil. Jalan setapak yang tidak begitu jelas ini kemudian berbelok ke arah kanan memasuki hutan. Hati-hati saat melintasi kawasan ini karena jalur ini jarang ditempuh sehingga terkadang jalur setapaknya tiba-tiba menghilang tapi jika jeli kita akan banyak menemukan string line atau ikatan tali rafia berwarna merah atau biru yang diikatkan di ranting pohon sebagai penanda jalan. Di kawasan puncak Gunung Papandayan tidak banyak yang bisa dinikmati selain pemandangan kawah. Di puncak ini tidak ada tiang trianggulasinya atau tiang penunjuk ketinggian. Tidak ada tanda selain saat sampai di puncak gunung, jalan setapaknya seterusnya menurun. Jika membawa altimeter atau GPS maka akan mudah menentukan puncaknya. Puncak gunung ini hanya berupa pelataran kecil saja dan tersamar dengan jalan setapak yang membelahnya.


Tempat-Tempat Menari di Gunung Papandayan
Di kawasan Gunung Papandayan ini ada beberapa tempat menarik yang bisa dikunjungi yaitu :

Kawasan Kawah
Kawasan kawah ini cukup menarik untuk dikunjungi, namun Anda harus berhati-hati karena dibeberapa tempat ada Lumpur belerang yang sangat baik untuk penyakit kulit.

Alun-alun Pondok Salada
Di alun-akun ini dulunya sebelum letusan tahun 2002 banyak terdapat bunga edelweis tapi setelah letusan bunga tersebut hingga saat ini belum tumbuh lagi. Tapi jagan khawatir karena suasana di kawasan ini dan bentangan alamnya sangat menarik untuk dinikmati.

Alun-alun Tegal Alur
Tegal Alur sebuah alun-alun yang cukup besar dari sisni kita bisa mengarahkan pandangan ke arah kawah dan puncak terlihat jelas juga dari sini.


Info Tambahan 
1. Jangan memulai pendakian sore hari karena berkabut dan asap dari bawah volumenya sangat banyak, serta membahayakan bagi pernafasan.
2. Kalau pendakian tanpa membangun tenda, bawa saja minuman dan makanan secukupnya selebihnya tinggalkan di pos informasi dan ketika sampai puncak langsung turun kembali.
3. Kalau mau bermalam ada baiknya di Pondok Salada, jadi menuju puncak tidak perlu membawa banyak barang. 
4. Kendaraan dari terminal Guntur menuju desa Cisurupan ada setiap waktu, namun sangat direkomendasikan sampai Garut sebelum sore hari lantaran harga murah.



Baca selengkapnya

Saturday, 7 February 2015

Bekal dan Makanan Untuk Mendaki Gunung

Menyiapkan Bekal Makanan Untuk Mendaki Gunung


Untuk mendaki gunung tentunya kita perlu melakukan banyak persiapan terhadap apa saja yang nantinya kita butuhkan saat perjalanan mendaki. Salah satu hal yang sangat penting dalam pendakian adalah menyiapkan bekal atau makanan. Tentu saja kita perlu mempertimbangkan makanan apa yang kiranya baik dan cocok dibawa atau dijadikan bekal saat mendaki. Hal yang perlu kita pertimbangkan dalam menyiapkan bekal untuk mendaki adalah sebagai berikut :

  • Tingkta Energi : Kebutuhan energi bisa meningkat hingga 50% daru kondisi normal ketika kita melakukan pendakian gunung, jadi pertimbangkan makanan yang kandungan energinya tinggi. Pilihlah makanan yang berbobot kecil tapi dengan kepadatan energi yang besar seperti cokelat, kacang-kacangan, biskuit dll.
  • Mudah disiapkan : Jika kita memasak dan hanya punya sedikit waktu serta memiliki bahan bakar maupun peralatan dapur yang terbatas, kita perlu membawa bahan makanan yang mudah diolah.
  • Bobot Ringan : Penting tentunya bagi para pendaki untuk selalu membawa makanan kita sendiri. Jika memungkinkan pilih tipe makanan kering atau dry food yang tentunya akan meringankan bawaan Anda.
  • Mudah disimpan : Jangan lupa kita untuk memilih makanan yang mudah dikemas dan memiliki masa kadaluarsa yang lama tau tidak cepat basi. Simpan makanan dalam kemasan yang rapi dan ringkas. 
  • Bervariasi : Pilihlah makanan berdasarkan selera Anda atau rekan satu tim. Bagaimanapun makanan yang kita pilih tak akan mempunyai nilai tinggi sebelum bisa masuk ke mulut kita. Oleh karena itu pilihlah makanan yang bervariasi hingga kita tidak mengalami kebosanan saat melakukan pendakian.
  • Sesuaikan isi kantong : Ingat janga lebih besar pasak dari pada tiang. Sesuaikan makanan yang akan Anda bawa dengan anggaran. 
  • Nutrisi seimbang : Pasokan nutrisi yang seimbang akan mempertahankan performa di lapangan, baik secara fisik maupun mental. Dalam perjalanan panjang pertimbangkan untuk menggunakan multivitamin dan suplemen mineral.

Berikut ini ada daftar makanan yang bisa kita bawa jadi bekal pendakian :

1. Roti Selai Kacang
 Roti Selai Kacang adalah makanan terbaik untuk dibawa saat mendaki gunung. Selain ringan dan simpel untuk dibawa, selai kacangnya juga mengandung protein yang menjaga otot agar tetap kuat dan bekerja baik, sehingga pendaki tetap kuat untuk mencapai puncak gunung.

2. Buncis dan Nasi
 Bagi penyuka kacang-kacangan, Buncis merupakan sumber protein tinggi. Buncis bisa dimasak, ditumis dan disatukan ke dalam kotak bekal bersama nasi. Menurut beberapa penelitian kapasitas antioksidan buncis secara keseluruhan lebih besar dibandingkan makanan serupa dalam keluarga kacang-kacangan seperti kacang polong atau kacang panjang.

3. Mie Instan
 Mie Instan adalah salah satu makanan paling favorit saat backpacket kemanapun dan dimanapun termasuk naik gunung. Simpel dan praktis adalah alasan mengapa mie instan sangat berguna bagi para pendaki gunung. Selain itu kuah hangatnya dapat mengurangi hawa dingin gunung yang menusuk.

4. Cokelat
 Hal yang juga penting untuk sampai ke puncak gunung adalah semangat yang harus dipacu. Jika mulai lelah dan putus asa, ternyata cokelat dapat memulihkan energi kita kembali seperti semula. Rasa manis pada cokelat dapat mengalahkan lelah dengan cepat, kefein pada kakao mengangkat semangat kembali dan lemak pada kakao adalah bahan bakat untuk mereka yang aktif naik gunung.

5. Buah
 Bawalah buah-buahan yang praktis dimasukkan dalam ransel seperti apel atau pir. Kurangi buah seperti pisang yang kulitnya dapat menambah beban sampah saat mendaki. Duduk di tebing indah sambil makan keju dan biskuti dengan irisan apel adalah cara sempurna untuk menghabiskan sore.

6. Permen
 Jika Anda gemar hikking di tempat yang beriklim sedang (negara-negara Eropa), permen adalah makanan yang dapat bertahan hidup di jalan.

7. Keju
 Keju merupakan makanan bergizi, lezat dan serbaguna. Namun Anda perlu mencari informasi tentang jenis keju apa yang tahan pada cuaca yang akan dihadapi ketikan mendaki. Keju juga sangat praktis dibawa sehingga kita dapat menyimpan keju yang banyak untuk cadangan makanan beberapa hari kedepan.

8. Biskuit
 Biskuit juga dapat kita jadikan bekal untuk mendaki, karena biskuit selain ringan dibawa dan tahan lama juga mengandung banyak karbohidrat untuk menambah energi saat berjalan.

Baca selengkapnya

Thursday, 5 February 2015

Daftar Gunung yang Mudah Didaki untuk Pemula

Gunung-gunung yang ramah untuk didaki pendaki pemula


Buat kamu yang suka mendaki gunung tapi belum pernah sama sekali mendaki. Gak ada salahnya kamu mencoba gunung-gunung berikut ini sebelum kamu mendaki gunung yang memang terkenal ekstrim.
Berikut adalah gunung-gunung yang mudah didaki buat kalangan pendaki pemula :

1. Gunung Nglanggeran, Yogyakarta (700 mdpl)


Kalau kamu sedang berlibur di Yogyakarta jangan lupa untuk mengunjungi Gunung Nglanggeran yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, DIY. Gunung ini merupakan gunung api purba yang terbentuk dari susunan karst yang menjadi ciri daerah Gunung Kidul. Untuk mencapai desa Nglanggeran kamu cukup menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam menggunakan kendaraan bermotor.
Gunung ini pas banget buat kamu yang baru pertama kali mendaki gunung. Dengan ketinggian yang cuma 700 mdpl dan medan yang landai, cuma dibutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di puncak. Puncak di sisi selatan cocok buat dijadikan tempat camping.

2. Gunung Andong, Jawa Tengah (1.762 mdpl)


Gak jauh dari Yogyakarta, tepatnya di Magelang, Jawa Tengah ada juga gunung yang cocok buat belajar mendaki pertama kali yakni bernama Gunung Andong. Gunung ini tingginya 1.762 mdpl, tapi menawarkan pemandangan yang menawan dengan view gunung merbabu yang paling dekat. Kamu gak usah khawatir tersesat di sini, bahkan jika kamu mendaki hanya seorang diri karena jalurnya mudah dan jelas dilengkapi sejumlah papan penunjuk.

Dari basecamp sampai ke puncak cuma butuh waktu sekitar 1,5 jam berjalan kaki. Di atas kamu bisa menemukan puncak menyerupai punuk sapi. Untuk bisa mencapai puncak punuk sapi tersebut, kamu harus cukup bernyali karena harus melewati jalan setapak yang sempit dengan jurang di kiri kanannya.

3. Gunung Papandayan, Jawa Barat (2.265 mdpl)


Gunung yang terletak di Garut, Jawa Barat ini mempunyai pesona sendiri. Dalam perjalanan menuju puncak kamu akan disuguhkan pemandangan beberapa kawah belerang seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak dan Kawah Manuk. Ada pula padang Edelweis luas yang bernama Tegal Alun, sebelum kamu akhirnya mencapai puncak dan menemukan Kawah Papandayan. Kamu juga akan menemukan pemandangan keren sekaligus mistis di hutan mati.

Meski katanya cocok buat pemula, tetap gak boleh merehkan gunung ini. Butuh waktu sekitar 4 jam untuk mencapai puncak Gunung Papandayan yang terletak di ketinggian 2.265 mdpl melalui trekking yang landai. Tetapi tetap siapkan stamina dan perbekalanmu sebelum mendaki.

4. Gunung Gede, Jawa Barat (2.958 mdpl)


Gunung Gede yang menjadi bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Jawa Barat adalah salah satu gunung favorit para pendaki baik yang pemula maupun yang sudah berpengalaman. Di perjalanan kamu bisa menemukan berbagai lokasi menarik seperti air terjun Cibeureum, sumber air panas, telaga maupun padang edelweis.

Untuk sampai ke puncak Gunung Gede yang tingginya 2.958 mdpl kamu yang masih pemula disarankan mengambil jalur Cibodas yang treknya cukup landai dengan waktu tempuh sekitar 6 jam. Jangan lupa bawa peralatan yang diperlukan karena perlengkapanmu akan dicek petugas sebelum kamu mulai mendaki.

5. Gunung Prau, Jawa Tengah (2.565 mdpl)


Gunung Prau adalah salah satu gunung dengan puncak terluas di Indonesia sehingga tempat ini menjadi tempat favorit pendaki atau pecinta alam untuk camping sambil menanti matahari terbit. dari puncaknya kamu bisa melihat pemandangan puncak Gunung Sindoro, Sumbing, serta Merapi dan Merbabu dari kejauhan.

Jalur trekking tersingkat bisa kamu lewati dari basecamp Desa Patak Banteng, Dieng Wonosobo. Cukup dengan melibas medan yang agak curam selama kurang lebih 2 jam kamu bisa menginjakkan kaki di puncak yang tingginya 2.565 mdpl.

6. Gunung Ungaran, Jawa Tengah (2.050 mdp)


Gunung Ungaran terletak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, sekitar 40 km dari kota Semarang. Gunung ini memiliki tiga puncak yaitu : Gendol, Botak dan puncak tertingginya Ungaran yang tingginya 2.050 mdpl. Untuk sampai di puncaknya kamu perlu trekking selama 4 jam melalui jalur Jimbaran. Jalurnya landai, tapi akan semakin curam ketika kamu hampir sampai di puncak.

Sepanjang perjalanan kamu akan disuguhi pemandangan hutan serta kebun teh. Selain itu waspadailah cuaca buruk jangan memaksa ke puncak gunung kalau memang kondisinya gak memungkinkan.


7. Gunung Ijen, Jawa Timur (2.443 mdpl)


Ke ujung timur pulau Jawa tepatnya di kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur terdapat gunung yang cocok untuk didaki oleh pemula yaitu Gunung Ijen. Di sini kamu bisa menikmati indahnya pesona kawah ijen di ketinggian 2.443 mdpl. Gak hanya itu kamu juga bisa menikmati aktivitas penambang belerang. Di malam hari kamu juga bisa menikmati indahnya fenomena api biru kawah ijen.

Dari pos pendakian Paltuding kamu cuma butuh waktu sekitar 2 jam untuk sampai di puncaknya. Tapi hati-hati karena medannya berpasir dan lumayan curam pada beberapa titik di jalur pendakian.


8. Gunung Batur, Bali (1.717 mdpl)


Nah kali ini kita sedikit menyeberang ke timur pulau Jawa, yaitu di Pulau Bali, tepatnya di daerah Kintamani. Kamu bisa menjajal pendakian ke Gunung Batur dengan ketinggian 1.717 mdpl. Gunung Indah yang satu ini termasuk ramah buat pendaki pemula. Tapi keindahan jangan ditanya, pastilah bakal membuatmu terkagum-kagum.

Di puncak Gunung Batur kamu akan menemukan satu kaldera terindah di dunia dengan Danau Batur dengan pusatnya. Untuk sampai di atas hanya diperlukan waktu sekitar 2-3 jam dengan medan tidak terlalu sulit. Pastikan kamu memburu sunrise di puncak, karena akan sangat indah bila kamu bisa mendapatkan sunrise di puncaknya.


9. Gunung Lawu, Perbatasan Jawa Tengah - Jawa Timur (3.265 mdpl)


Jangan ciut dulu dengan sosok Gunung Lawu yang menjulang setinggi 3.265 mdpl. Gunung yang terletak di perbatasan Jateng dan Jatim ini cukup ramah bagi pendaki pemula. Kamu gak perlu cemas dengan medannya karena medannya relatif mudah dan aman. Selain itu sudah tersedia bangunan beratap di setiap pos, sehingga memungkinkan pendaki untuk berteduh dan beristirahat.

Ada tiga jalur pendakian yang bisa kita lalui yaitu : Jalur Cemoro Sewu, Cemoro Kandang, dan Candi Ceto. Buat pendaki pemula yang ingin muncak disarankan mengambil jalur cemoro sewu yang jarak tempuhnya lebih pendek. Yang unik di pos 5 sebelum puncak terdapat sebuah warung yang menjajakn makanan, jadi kamu gak perlu takut kelaparan. Saat turun barulah kamu mengambil jalur cemoro kandang karena treknya lebih aman buat lutut.

Baca selengkapnya