Monday, 16 March 2015

Hamparan Gulma Ungu Indah di Istana Para Dewa (Semeru)

Gunung Semeru, tentu saja semuanya pada tahu. Gunung yang terkenal dengan pesona puncak Mahameru dan keindahan Ranu Kumbolo ini ternyata mempunyai sisi lain yang jarang terekspose. Sisi lain itu yakni adalah hamparan bunga ungu yang terbentang luas di Oro-oro Ombo. 




Banyak yang menyebutnya "Lavender", tapi ternyata si Ungu ini bukanlah Lavender. Si Ungu ini mempunyai nama latin yakni "Verbena Brasilliensis" yang berasal dari Amerika Latin. Si Ungu ini berasal dari keluarga Verbenaceacce yang merupakan tumbuhan semak tahunan atau berumur pendek. Tanaman ini tumbuh tegak setinggi antara 1,5 sampai 2 meter dengan batang segi empat seperti keluarga Verbenaceace lainnya serta berbulu kasar. Cabang atas panjangnya 4-9 cm berpasangan dan naik. Daun berpasangan (composit) berbentuk bulat memanjang sederhana dan bergerigi (serate) dengan panjang 4 - 10 cm dan lebar antara 0,8 - 2,5 cm. Perbungaan silinder pada ujung cabang umumnya 3 silinder yang berukuran 0,5 - 7 cm dan berdiameter 0,5 - 0,7 cm. 
Bunga berwarna ungu yang muncul dari silinder kadang-kadang tiga kuntum bersamaan. Verbena Brasilliensis memproduksi diri secara seksual dengan memproduksi benih. Tanaman ini mulai tumbuh hingga mengering sepanjang Januari-Agustus.

Si Ungu ini banyak sekali berada di Oro-oro Ombo. Hampir padang rumput atau savana seluas itu kini dipenuhi oleh si Ungu tersebut. Jika kita mau menuju puncak maka selepas Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta atau saat perjalanan dari puncak setelah Cemoro Kandang maka Anda akan menemukannya atau sampai di tempat yang bernama Oro-oro Ombo. Memang jika dilihat begitu indah dan menarik layaknya padang bunga di negeri dongeng. Tapi yang perlu Anda ketahui tanaman ini sebenarnya adalah tanaman invasif yakni bersifat merusak. 

Tanaman ini kini menguasai lahan seluas 20 an hektar oro-oro Ombo yang sebelumnya hanya berupa padang rumput. Meskipun sangat indah karena kombinasi warna hijau dan ungu yang membentuk landskap mirip dengan taman bunga di Eropa seperti Belanda dan Perancis tapi itu tak berarti baik bagi Semeru. Ada ancaman ekologis di balik keindahannya itu. Tanaman ini bisa menjadi masalah serius seperti halnya Salvina Molesta (kiambang atau kayapu) yang sempat menutupi permukaan air Ranu Pane atau serangan akasia berduri (Acacia Nilotica) di Taman nasional Baluran yang sampai sekarang belum sepenuhnya teratasi.

Meski tampak indah kehadiran si Ungu ini justru mencemaskan. Tanaman asing ini jika dibiarkan bisa mendominasi dan menguasai habitat sehingga menggusur spesies tanaman asli TNBTS seperti sabana di Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Jambangan, Kalimati. Jika itu terjadi ekosistempun akan terganggu.

Banyak yang menduga tanaman ini masuk ke kawasan TNBTS pada masa kolonialisme. Berdasarkan buku Flora Pegunungan Jawa karya Van Steenis. 

Kini Verbena Brasilliensis menyebar hampir merata di wilayah Semeru bagian barat di tepi jalan dari Coban Trisula hingga Ranu Pane, Padang rumput dan riparian Ranu Regulo, zona riparian Ranu Pane, Ranu Kumbolo, sepanjang jalur pendakian Ranu Pane - Cemoro Kandang, selain itu tanaman ini juga sudah memenuhi sabana di Gunung Bromo.

Untuk mengatasi atau memusnahkan tanaman ini yakni dengan cara pembabatan atau dengan mencabut secara berkala sebelum musim berbunga. Pemusnahan dengan cara menggunakan herbisida dan pembakaran sangat dilarang. Namun hingga sampai saat ini belum ada upaya penanggulangan yang benar-benar dilakukan.





Baca selengkapnya

Saturday, 14 March 2015

Watak Pendaki Berdasarkan Shio

Shio kebanyakan orang sangat mempercayai dengan ramalan-ramalan menurut tanggal lahir, bulan, zodiak, bahkan shio. ya bintang cina ini adalah salah satu ramalan yang paling ramai penggemarnya hihihi (kayak pasar ya pakek ramai segala).


Maybe untuk sebagian orang hal-hal seperti ini di anggap tahayul, tetapi beda orang beda pendapat dong guys pastinya, okeh? 
masalah shio tidak hanya dihubungkan dengan keberuntungan, pekerjaan, future dll hihi, tetapi shio juga bisa digunakan untuk menentukan watak seorang pendaki, saat mendaki gunung. what? pasti kedengarnya aneh tapi ini seirus hehehe...
Gak usah lama-lama lagi deh langsung saya paparkan aja deh di bawah ini watak-watak pendaki saat melakukan pendakian, berdasarkan SHIO :

1. Rat/Tikus/Ratte/चूहा/αρουραίος (1924,1936,1948,1960,1972,1984,1996,2008)
Pendaki yang lahir di tahun-tahun di atas yang memiliki shio ini saat mendaki cenderung suka berimajinatif, suka bercerita sepanjang perjalanan pendakian, suka membantuk yang lain (apalagi kalau sama pacar-nya), sangat dikenal dengan orang yang opportunis, ceria, ogk baik semua iya emang gitu cuma pendaki bershio ini suka marah-marah bila rencana yang sudah disusun tidak sesuai dengan kenyataan, dan sering terlalu banyak pertimbangan dalam berbagai hal saat melakukan pendakian, mendaki dengan orang yang memiliki shio ini akan seru dan rasa capek bakalan hilang terus mendengar ocehan-nya yang kebanyakan tiada henti hihi

2. Ox/kerbau/Büffel/बफेलो/βουβάλι (1925, 1937, 1949, 1961, 1973, 1985, 1997, 2009)
Pendaki yang memiliki shio ini sangat cocok di jadikan pemimpin regu dalam pendakian karena memiliki jiwa pemimpin yang bagus, serta bisa menjadi pusat inspirasi agar tidak mudah menyerah di dalam pendakian, wah ini shio keren ya? bisa gantiin bapak Mario Teguh ini hihi
di samping itu pendaki yang bershio ini cenderung luwes dengan berbagai keadaan di alam, dan dia akan selalu berharap bahwa apapun yang dia inginkan dia akan dapatkan, nah mendaki dengan shio ini walau sering mengeluh, tetapi tidak mudah untuk menyerah.


3. Tiger/Macan/टाइगर/τίγρη (1926, 1938, 1950, 1962, 1974, 1986, 1998, 2010)
Pendaki ber-shio Tiger ini cenderung sensitif terhadap apa yang dibicarakan teman se-regu saat pendakian, sering merasa paling benar sendiri, dan merasa bahwa dirinya-lah yang paling cocok untuk menjadi pimpinan regu, dan cenderung keras kepala terhadap pendapat teman lain-nya, dia lebih suka memaksakan kehendak dari pada kepentingan regu ihh... ngeri ya kalau mendaki dengan pendaki bershio ini, eits tapi jangan khawatir di balik sifatnya yang lebih cenderung kurang baik ternyata dia memiliki cinta regu dan kawan pendakian yang tinggi, dia tidak segan-segan mengorbankan apa yang dia punya demi teman-teman nya saat pendakian.


4. Rabbit/Kelinci/kaninchen/खरगोश/κουνέλι (1927, 1939, 1951, 1963, 1975, 1987, 1999, 2011)
Pendaki bershio ini orang nya sangat baik, sangat patuh dengan ketua regu, serta menyenangkan karena shio ini pada dasarnya dapat membangun suasana yang seru, mengasikan, dan mengisi kekosongan suasana saat pendakian berlangsung, tetapi disamping itu pendaki bershio ini sering sentimen terhadap kawan-kawan nya, lebih cenderung konseratif, dan lebih berhati-hati saat melakukan pendakian, setiap langkahnya melambangkan perhitungan-nya yang matang, so kalau kamu mau mendaki dengan pertimbangan keamanan yang baik dan lebih berhati-hati orang bershio ini cocok banget jadi temen pendakian mu.


5. Dragon/Naga/Drachen/अजगर/δράκων (1916, 1928, 1940, 1952, 1964, 1976, 1988, 2000)
Dia adalah pendaki yang sangat antusias saat melakukan pendakian, dia sering memperbanyak ilmu-nya tentang gunung yang akan dia daki, pendaki ini sering suka mempopulerkan diri baik saat melakukan pendakian ataupun saat sudah turun, tetapi pendaki ini juga sering suka sesumbar dengan mulut besarnya dan suka ngoceh kayak burung hehehe, sangat pandai mengatur, energi, packing, dll adalah keahlian pendaki bershio Dragon ini, selain itu dia akan sering merasa dirinya perfeksionis ketimbang pendaki lain-nya, dia tidak mudah menyerah, dan kompeten dalam setiap langkah nya, dia mudah lelah tetapi tidak mudah untuk mengatakan tidak untuk summit, keren kan?


6. Snake/Ular/Schlange/नाग/φίδι (1917, 1929, 1941, 1953, 1965, 1977, 1989, 2001)
Pendaki bershio snake ini sangat bijak dalam menjadi seorang ketua regu, dan ramah dengan pendaki lain adalah salah satu ciri khas pendaki bershio yang satu ini, tipe pendaki yang sangat romantis bila disaat mendaki dia bersama pasangannya, tetapi dia cenderung rakus terhadap apapun yang baik dia miliki sendiri, ataupun milik teman sesama pendaki, wah ini payah masak punya temen di embat juga, kasihan tuh temen-nya nanti gak kebagian kan kasihan hihi, disamping itu biasanya dia suka bercerita yang lucu-lucu tentang dirinya sepanjang perjalan dan ditenda, pendaki ini cenderung lebih suka menyerah dalam pendakian meskipun dia sangat bijak dalam setiap tindakan-nya.


7. Horse/Kuda/Pferd/घोडा/άλογο (1918, 1930, 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, 2014)
Tekadnya tidak bisa diragukan lagi saat melakukan pendaki dia bermental seribu kali lebih keras dari baja, widih keren plus ngeri dengernya ya? selalu pandai dalam bersikap saat mendaki, pandai mengatur persedian bahan-bahan makanan, air, rokok, roti adalah kelebihan-nya saat mendaki, menyapa pendaki lain alias ramah adalah salah satu hobinya, tetapi pendaki bershio ini cenderung keras kepala dan tidak suka memikirkan teman lain yang kecapek'an saat mendaki, egois yang tinggi adalah salah satu cirinya yang tak bisa dia tutupi saat melakukan pendakian, apalagi kalau sudah hampir summit, dia akan lebih suka berjalan sendiri tanpa memikirkan kawan-kawan nya.


8. Goat/Kambing/Ziege/बकरी/κατσίκα (1919, 1931, 1943, 1955, 1967, 1979, 1991, 2003)
Ini shio orangnya sangat menyenangkan bisa menjadi penghibur saat istirahat dalam pendakian, sangat elegan, cool, tetapi akan sering complain saat terjadi hal-hal yang tidak ia inginkan disamping itu dia akan sering melontarkan kata-kata yang menyinggung teman-teman pendakinya, pendaki bershio ini sering bersifat pesimisme dan suka menyerah, serta takut kalau-kalau dia tidak mendapatkan kenyamanan saat melakukan pendakian-nya, dia lebih suka membawa daypack saat mendaki dan menitipkan carrier nya terhadap teman-nya ini lah sifat buruk dari shio ini, selain itu dia sangat merasa perfeksionis saat melakukan pendakian.


9. Monkey/Monyet/Affe/बंदर/μαϊμού (1920, 1932, 1944, 1956, 1968, 1980, 1992, 2004)
Pendaki berhio ini cenderung pintar dalam mengatur berbagai hal termaksud waktu dalam pendakian, on time menjadi salah satu ciri khas nya, dia sangat luar biasa, dengan personalitas yang menarik, pendaki bershio ini banyak disukai baik oleh teman satu regunya ataupun teman baru yang bertemu saat mendaki, dia suka membantu, dan menemani pendaki lain yang tertinggal oleh rombongan-nya, tetapi adalah lo buruknya dari shio ini, pendaki bershio ini sering tidak dipercaya oleh teman-teman nya untuk menjadi anggota regu.


10. Rooster/Ayam/Monye/मुर्गा/κοτόπουλο (1921, 1933, 1945, 1957, 1969, 1981, 1993, 2005)
Dia adalah pendaki yang pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa, dia adalah orang yang tegas saat menentukan langkah apa yang akan dia ambil jika plan yang sudah ada tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya, tetapi dia cenderung diam dan tidak suka mengutarakan pendapatnya saat pendakian berlangsung, selain itu pendaki bershio ini cenderung eksklusif dalam segala hal mulai dari pakaian, carrier, bahkan sampai hal kecil seperti tissu.


11. Dog/Anjing/Hund/कुत्ता/σκύλος (1922, 1934, 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006)
Pendaki bershio Dog ini sangat bisa diandakan dalam berbagai hal saat mendaki dan pilihan-nya tidak akan pernah membuat teman-teman nya merasa kecewa, disamping itu dia sangat jujur dan sangat setia terhadap pasangan dan teman-teman pendakinya, tetapi dia cenderung khawatir terhadap beberapa hal saat mendaki seperti persediaan air, makanan, dan cuaca, disamping itu bila plan yang sudah disiapkan tidak berjalan semestinya, dia akan lebih suka mencari kambing hitam saat pendakian berlangsung, dia tidak mudah menyerah dan sangat peduli terhadap teman-teman nya.


12. Pig/Babi/Schwein/सुअर/γουρούνι (1923, 1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007)
Baik dan pintar menjadi ciri khas pendaki bershio ini, tekad nya sangat kuat untuk mencapai puncak, walau kelelahan selalu mendera, dia sangat toleran terhadap teman-teman pendakinya tetapi di balik itu dia selalu mengharapkan balasan (naif), dia cenderung lebih suka diam dan berderita seperlunya saja kepada teman-teman pendakinya.


Nah itu dia pendaki-pendaki berdasarkan shio-nya, maybe sebagian sesuai dengan kondisi kamu, tetapi sebagian maybe juga tidak sesuai, so kembali ke diri kamu masing-masing.. bagaimanapun sulitnya pendakian, bagaimanapun miring nya tebing, tapi kalau hati udah seteguh karang dilautan, puncak manapun dapat kamu taklukan. 
karena mendaki sebenarnya adalah perjalanan hati, dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh tanggal lahir kamu, zodiakmu, bahkan shio mu :) tetap semangat explore alam kita dan jaga untuk anak cucu kita.
Baca selengkapnya

Friday, 13 March 2015

Pendaki Gunung dan Pecinta Alam

Selama ini darii sejauh ini banyak angapan bahwa seorang pecinta alam adalah juga pendai gunung juga demikian juga sebaliknya pendaki gunung pastilah pecinta lam. Untuk lebih mengetahui lebih jauh lagi ada baiknya kita kaji kedua istilah tersebut sehingga pemahaman yang keliru tidak mudah menjebak kita.


Seorang pendaki gunung dapat dikatakan sebagai orang yang gemar atau memiliki hobi melakukan kegiatan mendaki gunung. Para pendaki tidak memiliki motivasi lain selain hanya sekedar melakukan kesenangannya sendiri yakni mendaki gunung mencari ketenangan, udara segar, kebersamaan atau menikmati keindahan alam, baik secara individu maupun secara berkelompok. 

Sedangkan seorang pecinta alam adalah orang yang hidupnya benar-benar tidak bisa lepas dari alam, cirinya orang ini tidak akan berah untuk berlama-lama tinggal di keramaian kota yang padat, bising dan penuh polusi, mereka serasa tak bisa hidup bahagia jika tidak bercengkraman dengan alam dan jangan coba mengekang mereka karena memiliki jiwa yang bebas, pemberontak dan sulit dipahami. Namun mereka memiliki kepribadian yang sangat luar biasa, tidak sombong, supel, ramah dan tak pernah putus asa sebagai buah dari didikan alam.

Antara pecinta alam dan pendaki gunung sebenarnya memiliki kesamaan yakni sama-sama orang yang mencintai alam. Namun kadar mencintai alamnya itulah yang membedakan diantara keduanya. Seorang pendaki gunung mencintai alam hanya pada bagian luarnya saja, mereka sudah cukup puas jika bisa melihat, mendengarkan atau merasakan suasana alam dan tidak memiliki semangat untuk menjaga kelestariannya. Tapi hal itu juga tidak seluruhnya benar karena banyak pendaki gunung juga sangat mencintai alamnya. Mereka adalah orang yang bertanggung jawab dan peduli dengan alam. Mereka juga kadang rela mendaki gunung sambil membawa sampah dari atas.

Pecinta alam mencintai alam secara total baik unsur luarnya maupun unsur dalamnya, seperti halnya apabila mencintai seseorang, tentu ada yang mencintai hanya karena hatinya atau bisa karena keduanya. Nah para pecinta alam ini adalah orang yang mencintai alam baik karena fisik maupun hatinya.

Bagaimana kita bisa mencintai hati sang alam? Yakni dengan mencintai sifat-sifat alam seperti sifat alam yang sulit ditebak karena terkadang bisa menjadi sahabat dan ada kalanya bisa menjadi musuh yang sangat kejam, namun sesungguhnya alam hanyalah makhluk Tuhan yang sama seperti kita, tapi alam pendiam dan sangat rapuh, tergantung bagaimana perlakuan kita terhadapnya.

Para pecinta alam adalah orang yang mencintai alam disaat sedang bersahabat ataupun disaat sedang rapuh dan tak bersahabat. Dari penjelasan tersebut sebenarnya pecinta alam dan pendaki gunung memiliki perbedaan meskipun juga banyak kesamaan.

Apabila di sebuah gunung telah terjadi tanah longsor, pembukaan lahan, penggundulan atau kebakaran hutan yang menyebabkan gunung menjadi gersang dan panas serta tak tampak indah lagi. Maka para pendaki gunung tidak akan atau kurang tertarik lagi untuk datang dan mendaki gunung tersebut.
Namun bagi para pecinta alam keadaan gunung yang seperti itu membuat mereka resah dan merasa bahwa gunung tersebut sedang terluka parah dan secepatnya harus diobati dengan segera melakukan penghijauan kembali, itulah salah satu contoh orang yang mencintai alam secara total.

Pada saat sama-sama melakukan pendakian gunung, para pendaki gunung hanya memiliki satu tujuan yakni mendaki gunung sampai meraih puncak, tapi ada banyak mereka yang mengaku pendaki tapi hanya bisa membuang sampah di alam. 

Sedangkan pecinta lam yang sedang mendaki gunung, puncak bukanlah satu-satunya tujuan karena tujuan utama mereka adalah perjalanan itu sendiri. Para pecinta alam tidak akan membuang sampah sembarangan dan mereka tak akan segan untuk mengumpulkan setiap sampah yang ditemuinya karena paham betul akan bahaya sampah bagi kelestarian alam.

Pendaki gunung dan pecinta alam adalah orang yang memiliki kepribadian berbeda karena tujuan mereka juga berbeda. Tidak perlu menilai siapa yang lebih baik diantara keduanya, karena jauh lebih baik jika kita menjadi pendaki yang mencintai alam.

Dari pernyataan di atas, memang tak semuanya benar seperti itu. Ada beberapa anggapan di atas yang sekarang sudah berubah, mereka yang mengaku seorang pendaki gunung dan tak bisa menjaga alam serta hanya mau menikmati keindahannya saja sebenarnya mereka bukanlah pendaki gunung. Mereka hanya pantas disebut pengunjung yang hanya mau menikmati alam tanpa mau mempedulikan alam. Mereka adalah orang yang hanya bertujuan bersenang-senang saja. Sejatinya memang sekarang mereka yang mendaki gunung adalah juga mereka yang mencintai alam. Mungkin perbedaan yang mendasar hanya saja jika pendaki gunung, tujuannya yang utama hanyalah gunung dan gunung, sedangkan pecinta alam seluruh yang berhubungan dengan alam. Pendaki bukan tidak suka dengan yang lainnya, tapi mereka menganggap bahwa gunung adalah suatu tempat yang penuh tantangan dan yang akan mengajarkan banyak hal tentang kehidupan.


*Dikutip dari beberapa sumber
Baca selengkapnya

Indahnya Fenomena Blue Fire Kawah Ijen

Gunung Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 Mdpl dan telah empat kali meletus pada tahun 1796, 1817, 1913 dan 1936. 
Kawah Ijen adalah sebuah danau kawah yang bersifat asam yang berada di Puncak Gunung Ijen dan memiliki ketinggian 2.368 mdpl dengan luas kawah mencapai 5466 hektar dan kedalaman 200 meter. Kawah Ijen berada dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen. 


Untuk menuju kawah ijen kita berangkat menuju Banyuwangi, kemudian menuju Kecamatan Licin  dan setelah itu ke Paltuding.

Di kawasan gunung berapi ini terdapat pertambangan belerang dimana mengindikasikan bahawa gunung ini masik aktif dan beraktivitas. Saat berada di kawah ijen para pendaki atau pengunjung dapat menyaksikan aktivitas para penambang belerang yang simpang siur membawa tumpukan belerang dengan cara dipikul untuk dibawa turun.

Kawah Ijen merupakan pusat danau terbesar di dunia yang bisa memproduksi 36 juta kubik belerang dan hidrogen klorida. Kawah yang berbahaya ini memiliki keindahan panorama yang sangat luar biasa dengan danau belerang berwarna hijau toska dengan sentuhan dramatis dan begitu elok.
Danau Ijen memiliki kadar keasaman nol dan sangat kuat karena dapat melarutkan pakaian dan jari manusia.

Untuk sampai di puncak atau di kawah, pengunjung harus berjalan 3 km dari Paltuding dengan medan awal cukup landai baru setelah itu nanjak. Saat sudah dekat medan kembali landai lagi sampai puncak atau kawah. Untuk menuju kawah kita perlu turun lagi, tapi hal itu tidak dianjurkan karena bahaya dan mengganggu aktivitas penambang yang sedang bekerja.

Di kawah ijen kita bisa menikmati pesona indahnya api biru atau blue fire di dasar kawahnya. Biasanya para pengunjung memulai pendakian pukul 2 pagi agar bisa kebagian menikmati blue fire, karena blue fire sendiri tidak akan terlihat ketika sudah jam 5 pagi. Oleh karena itu jika ingin menikmati blue fire perlu berangkat tengah malam atau dini hari agar sampai di puncak atau di kawah masih kebagian blue fire.


Baca selengkapnya

Tips Aman Mendaki Gunung

Mendaki gunung atau hiking adalah suatu kegiatan yang menantang dan memang ekstrim. Banyak resiko dan bahaya yang akan mengancam keselamatan kita.


Saat ini mendaki gunung seperti olahraga, begitu banyak orang yang semula tak pernah mendaki jadi mendaki gunung. Banyak pendaki pemula tersebut yang kadang menyepelekan dan mengabaikan akan bahaya dan resiko mendaki gunung jika kita kurang berhati-hati.
Mendaki gunung sekarang menjadi sangat familiar di kalangan remaja-remaja, apalagi semenjak ada film 5 cm. Kebanyakan mereka menjadikan film tersebut sebagai tolak ukur, padahal tak semuanya di film itu benar. Mendaki tak semudah apa yang kita bayangkan dan tak serta merta sampai ke puncak. Tentunya bahaya akan terkilir, jatuh, patah tulang, luka memar, hyportemia, kelaparan, tersesat, hingga mati bisa saja terjadi. Oleh karena itu pentingnya pengalaman sangat diperlukan disini.

Berikut ini adalah tips aman saat mendaki gunung :

1. Kenali lokasi pendakian
Sebelum melakukan pendakian sebaiknya kita mengumpulkan informasi mengenai lokasi yang akan dijadikan kegiatan hiking, baik itu dengan membaca buku panduan atau sius online. Degan melakukan hal ini kita bisa menentukan perlengkapan dan peraltan apa saja yang harus dibawa sesuai kebutuhan. Misalnya dengan membawa pakaian yang sesuai dengan iklim daerah tersebut dan seberapa banyak air yang perlu dibawa.

2. Kenakan pakaian yang sesuai
Pastikan menggunakan pakaian yang sesuai, sepatu atau sendal yang sesuai dan bawalah jas huajan andaikan hujan tiba-tiba datang. Meskipun ramalan cuaca mengatakan cerah, tidak ada salahnya kita melakukan persiapan.
Mengenakan pakaian yang tidak cocok atau sesuai dapat meningkatkan resiko cedera atau bahkan yang lebih buruk dari itu

3. Izin kepada orang yang ditinggali di rumah khususnya orang tua
Ini adalah hal yang penting. Jangan pernah sekalipun mendaki tanpa memberitahukan terlebh dahulu kepada keluarga atau kerabat di rumah. Paling tidak tinggalkan pesan yang berisi jadwal kegiatan dan berapa lama kita mendaki gunung. Jangan sampai membuat orang tua atau keluarga khawatir dan mencari-cari kita.

4. Kenali diri dan batas kemampuan Anda
Hanya Anda yang tahu seberapa kuat diri Anda. Hanya Anda yang tahu kondisi dan kemampuan tubuh Anda ketika mendaki gunung. Hal terburuk yang bisa Anda lakukan adalah memaksakan diri Anda pada akhirnya justru membuat Anda kelelahan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Jangan merasa minder dengan pendaki ataupun teman yang lainnya. Mendaki bukanlah lomba balap atau adu kecepatan. Ketika Anda merasa lelah berhentilah dan minumlah air secukupnya. Naik gunung adalah kegiatan yang seharusnya Anda nikmati, bukan menentukan siapa yang terlebih dahulu sampai di puncak.

5. Makan dan Minum dengan baik
Tergantung dari lokasi dan jarak pendakian, umumnya seorang pendaki akan kehilangan 2000 hingga 6000 kalori pada tubuhnya untuk sampai ke tujuan pendakian. Kalori yang hilang ini tentunya harus segera diisi lagi. Karena jika tidak Anda bisa merasa pusing, lesu dan lemas. Kegiatan mendaki gunung bukanlah waktu yang tepat untuk menerapkan diet Anda. Anda harus makan dan minum yang banyak selama berada di jalur pendakian. Baru setelah itu bisa melanjutkan diet lagi ketika Anda sudah pulang dan sampai di rumah.

6. Perhatikan keadaan cuaca
Dengan mengetahui keadaan cuaca, temperatur udara dan curah hujan, kita bisa menentukan pakaian apa yang cocok dengan situasi dan kondisi pendakian. Bukan itu saja, ramalan cuaca juga bisa membantu Anda dalam mengambil keputusan apakah akan tetap pergi mendaki atau tidak.

7. Jangan keluar dari jalur dan tetap ikuti petunjuk
Terus menerus berada pada jalur pendakian adalah hal yang harus selalu kita lakukan setiap saat, bukan hanya demi faktor keamanan semata, tetapi juga sebagai upaya untuk membantu dalam melestarikan alam.
Jangan sekali-kali memaksakan diri untuk keluar dari jalur pendakian yang telah ditentukan. Sudah banyak kasus dari para pendaki mulai dari cidera, jatuh, hilang dan tersesat. Hal itu disebabkan karena mengabaikan himbauan dan tetap ngotot untuk keluar dari jalur pendakian. Dengan tetap berada di jalur pendakian tentunya jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu akan mudah mendapatkan pertolongan.

8. Hilangkan sifat egois, sombong serta meninggalkan rombongan
Di alam bebas apapun bisa terjadi, oleh karena itu kita harus tetap waspada dan berhati-hati. Banyak kejadian yang tidak kita inginkan tiba-tiba terjadi. Dari banyak kasus atau kejadian banyak di antara para pendaki yang hilang dan tersesat di gunung. Hal ini dikarenakan mereka merasa dirinya sudah sering kali mendaki dan menganggap dirinya sudah mempunyai banyak pengalaman dan akhirnya meninggalkan rombongan. Mentang-mentang dirinya masih kuat berjalan.
Yang namanya celaka memang tidak pernah tahu apakah akan terjadi, tapi setidaknya kita harus selalu hati-hati dan tidak meremehkan hal kecil sekalipun.

Baca selengkapnya

Thursday, 12 March 2015

Tips Menentukan Jumlah Air Untuk Mendaki Gunung

Mendaki gunung dan air adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, karena disisi lain memang manusia membutuhkan air untuk mengisi cairan tubuh. Air adalah salah satu hal terpenting yang harus dibawa ketika kita melakukan pendakian. Memang air adalah salah satu barang terberat dalam ransel kita, oleh karena itu bagaimana kita bisa mengira-ngira atau menentukan jumlah air yang harus dibawa sewaktu pendakian agar efektif. 


Membawa air terlalu sedikit takutnya nanti di tengah perjalanan kehabisan dan akan menyebabkan dehidrasi dan tak bertenaga, perjalanan pun akan terasa sangat melelahkan dan tentunya akan mudah emosi. Tapi disisi lain membawa air terlalu banyak akan menambah beban yang kita bawa. Oleh karena itu pentingnya membawa air sesuai kebutuhan dan mencukupi, jadi tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Air sangatlah penting selain untuk minum, air juga digunakan untuk memasak di gunung.

Berikut ini adalah tips menentukan jumlah air yang harus dibawa ketika  mendaki gunung :

1. Perhatikanlah Jumlah Anggota

Saat mendaki gunung perhatikan jumlah anggota yang ikut. Disitu perkirakanlah berapa jumlah air yang harus dibawa oleh masing-masing individu. Jangan sampai ada individu yang tidak membawa air. 
Saat mendaki seorang diri akan lebih mudah menentukan jumlah air yang mesti dibawa, karena kita pasti tahu sebanyak apa biasanya air yang kita butuhkan dalam pendakian. Lain halnya jika mendaki dengan tim, tentunya setiap anggota memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda sesuai ketahanan tubuh dan seberapa kuat dia menahan haus. Biasanya setiap orang membutuhkan 2-3 liter air, nah dari situ kita tinggal mengalikan saja dengan jumlah anggota, kemudian tambahkanlah beberapa untuk memasak dan sebagai cadangan.


2. Perhatikan Waktu Perjalanan dan Cuaca

Panjang waktu perjalanan yang kita lakukan adalah salah satu faktor utama untuk menentukan jumlah air yang perlu kita bawa. Untuk perjalanan yang pendek, kita bisa mengurangi jumlah air yang harus dibawa. Namun jika waktu perjalanan panjang, maka kita perlu membawa persediaan air yang lebih banyak. 
Cuaca juga mempengaruhi, karena jika cuaca mendung atau hujan, tentunya kebutuhan airpun tidak akan banyak, tapi jika kondisi cuaca begitu panas dan terik, tentunya kebutuhan akan air akan bertambah, karena tubuh membutuhkan lebih banyak cairan guna menghindari dehidrasi.

3. Cari Tahu Informasi Mengenai Sumber Air

Sebelum mendaki gunung, carilah informasi mengenai gunung yang akan kita daki. Carilah informasi mengenai sumber air di gunung tersebut. Ini adalah salah satu hal yang tak kalah penting dan perlu diperhatikan.
Jika kita membawa persediaan air terlalu banyak padahal disana terdapat banyak sumber air, tentunya akan hanya membuat beban kita menjadi berat dan sia-sia, karena akan percuma dengan air yang kita bawa. Tapi jika kita mendaki membawa persediaan air yang sedikit tapi tak ada sumber air, disitu kita akan kekurangan air.
Oleh karena itu hal ini sangatlah penting untuk mengantisipasi seberapa bekal air yang harus kita bawa.

4. Cari Informasi Tentang Medan Pendakian

Carilah informasi tentang medan pendakian. Jika jalur atau medan pendakian panjang dan berat, tentunya kebutuhan air pun juga semakin banyak, tapi jika medan pendakian landai atau sedang-sedang saja, apalagi tidak terlalu jauh, tentunya kita tidak perlu membawa persediaan yang terlalu banyak. 
Meskipun andaikan medan yang kita lewati sangatlah berat dan jauh, tapi kita juga harus mengira-ngira seberapa besar kebutuhan air, dan juga tentunya kita juga harus lebih menghemat air. Kita sadar akan kebutuhan air yang banyak jika medan yang kita lalui begitu berat, tapi disisi lain kita juga akan kesulitan dan keberatan jika membawa air terlalu banyak di medan yang seperti itu.

5. Berapa Lama Anda di Gunung

Berikutnya juga hal penting, kita harus memperhatikan berapa lama rencananya kita ngecamp di gunung? Semakin lama atau berhari-hari tentunya juga kebutuhan semakin bertambah, tapi jika hanya satu hari atau dua hari tentunya kita juga tidak perlu membawa persediaan air yang banyak.


Baca selengkapnya

Mendaki Gunung Sumbing via Garung

Gunung Sumbing adalah gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah setelah Gunung Slamet. Gunung Sumbing tegak berdiri di ketinggian 3.371 Mdpl dan terletak di tiga kabupaten yakni Magelang, Temanggung dan Wonosobo. Gunung Sumbing berdampingan dengan Gunung Sindoro layaknya Gunung Merapi dan Merbabu. Gunung Sumbing terkenal dengan medan atau jalur pendakian yang full menanjak dan sangat jarang dijumpai trek bonus atau landai. Gunung ini memang merupakan gunung dengan trek terberat diantara gunung lainnya yang ada di Jawa Tengah.

Sebenarnya terdapat beberapa jalur untuk menuju Gunung Sumbing, telah dibuka jalur baru yakni jalur kaliangkrik dan jalur sipetung.

Dari jalur-jalur di atas yang paling sering dilewati oleh pendaki adalah jalur Garung. Garung adalah sebuah nama desa di kaki Gunung Sumbing bagian utara. Untuk sampai di desa Garung kita hanya perlu menuju arah Wonosobo, Jawa Tengah.
Dari Desa Garung sendiri terdapat dua jalur pendakian yakni jalur lama dan jalur baru, namun banyak pendaki yang memilih jalur lama karena dengan alasan lebih cepat. Dari pos 1 kita ambil arah kiri untuk jalur garung lama dan kanan untuk jalur garung baru.



Jalur Pendakian via Garung Lama

Basecamp - Pos1 (Malim)
Dari basecamp jalur pendakian ke pos 1 berupa jalan aspal menuju ke area ladang penduduk. Sampai di area ladang penduduk yang ditanami tembakau, jalur berubah jadi makadam atau batu yang tersusun rapi dengan trek yang cukup landai. Waktu tempuh dari basecamp menuju pos 1 sekitar 2,5 - 3 jam dengan berjalan kaki.
Untuk menghemat tenaga ada alternatif lain yakni dengan naik ojek dari basecamp dengan ongkos sekitar 30 ribu. Hal ini dimaksudkan untuk menghemat tenaga karena trek selepas pos 1 akan semakin terjal dan sulit.




Pos 1 - Pos 2 (Genus)

Dari Pos 1 menuju Pos 2 jalur pendakian didominasi berupa tanah padat yang cukup nyaman meskipun jalurnya agak sedikit nanjak tapi masih dalam taraf yang biasa dan sedang. Terdapat banyak percabangan di kawasan ini namun tetap menjadi satu jalur.
Diperlukan waktu tempuh sekitar 50 menit dari pos 1 untuk sampai di pos 2. Pos 2 berupa tanah yang cukup lapang yang bisa menampung sekitar 3 buah tenda.


Pos 2 - Pos 3 (Seduplak Roto)


Selepas pos 2, jalur pendakian semakin menanjak dan masih berupa tanah merah padat yang apabila hujan akan sangat licin. Belum lagi tingkat kecuramannya yang cukup tinggi. Dari pos 2 ke pos 3 hampir tidak ada trek yang landai. 
Dari pos 2 diperlukan waktu sekitar 1 jam untuk sampai di pos 3. Di pos 3 kita juga bisa mendirikan tenda sekitar 5-6 tenda bila memang tenaga dan cuaca sudah tidak mendukung lagi untuk melanjutkan perjalanan.

Pos 3 - Pestan

Dari pos 3 menuju pestan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Pos 3 sendiri berupa tanah datar yang cukup luas yang bisa menampung puluhan tenda, namun sangat tidak disarankan untuk mendirikan tenda disini karena rawan badai dan kondisi lokasi yang tanpa pelindung papun seperti pepohonan dan batu besar.

Pestan - Pasar Watu


Dari pestan menuju pasar watu jalur pendakian berubah menjadi trek dengan batu-batu besar. Jalurnya pun semakin menanjak. Dibutuhkan tenaga ekstra untuk melewati trek selepas pesta. Jalur pendakiaanya cukup jelas jadi tak usah khawatir tersesat atau hilang selama masih mengikuti petunjuk yang ada.
Diperlukan waktu tempuh sekitar 1,5 jam dari pestan menuju pasar watu. Tapi disitu kita akan merasa bahwa pendakian akan sangat lama karena medan yang berat. Di pasar watu ada sedikit tanah datar yang bisa untuk mendirikan 1-2 buah tenda. Pos pasar watu ditandai dengan ada banyak batu-batu raksasa yang berserakan di tempat tersebut.





Pasar Watu - Watu Kotak


"Penderitaan" itulah satu kata yang patut dalam pendakian menuju pos ini. Tak hanya sampai di Pasar Watu, menuju pos selanjutnya pun jalur pendakian masih sangat berat, menanjak dan semakin menjadi-jadi. Tanjakannya membuat lutut dan wajah selalu bertemu. 
Jalur pendakiannya masih berupa batu-batu besar dengan tanjakan sangat terjal.
Dibutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk sampai di Watu Kotak. Biasanya para pendaki mendirikan camp di pos terkahir sebelum puncak dan summit attack pada dini hari. Namun perlu diketahui bahwa untuk ngecamp di watu kotak sangat terbatas, jadi jangan sampai tidak kebagian tempat.

Watu Kotak - Puncak Buntu - Puncak Kawah


Dari Watu Kotak jalur pendakian masih didominasi oleh bebatuan besar dengan tanjakan tanpa ampun. Masih 1 jam lagi untuk sampai ke Puncak Buntu Gunung Sumbing. Sebelum Puncak Buntu pendaki akan menemui sebuah pertigaan dimana kalu lurus menuju Puncak Buntu dan bila belok ke kiri menuju Puncak Kawah.
Sebagian pendaki sering mengambil jalur lurus ke Puncak Buntu, namun sebenarnya Puncak Kawah adalah puncak tertinggi di Gunung Sumbing.


Jalur Pendakian via Garung Baru

Basecamp - Pos 1 (Malim)
Dari basecamp kiat berjalan melewati pemukiman warga kemudian akan masuk ke perkebunan. Jalur yang kita lewati adalah jalur makadam atau batu yang sudah tersusun rapi. Diperlukan waktu yang cukup lama jika berjalan kaki, tapi jika naik ojek hanya diperlukan sekitar 15 menit. 

Pos 1 - Pos 2 Gatakan
Dari pos 1 menuju pos 2 Gatakan diperlukan waktu sekitar 2-3 jam karena jalur memang cukup panjang. Kita akan berjalan melewati hutan dan treknya lumayan naik. Di pos 2 kita bisa mendirikan tenda namun lokasinya terbatas, hanya untuk beberapa tenda saja karena memang areanya tidak cukup luas. Dari pos 2 kita sudah bisa melihat pemandangan apik dari Gunung Sindoro. Dari sini untuk menuju pos selanjutnya yakni pos Gatakan kita ambil arah kanan untuk lewat jalur baru.

Pos 2 - Pestan
Dari pos Gatakan menuju Pestan hanya diperlukan waktu 15 menit saja karena jarak memang cukup dekat. Pestan adalah jalur bertemunya jalur Garung lama dengan jalur baru.

-Pestan sampai Puncak selepasnya jalur sama dengan jalur pendakian lama

Baca selengkapnya