Thursday, 19 March 2015

Menentukan Teman dan Partner Perjalanan yang Baik

Mencari teman atau partner pendakian dan perjalanan bukanlah hal yang sepele.  Sebagian orang di Indonesia memang senang jalan-jalan bersama teman-teman atau berombongan, karena memang akan lebih ramai dan menyenangkan. Tapi tidak semuanya begitu, untuk mendapatkan kesenangan dari perjalanan kita juga harus mencari teman yang cocok, karena itu adalah hal yang sangat penting.




Fungsi seorang teman tentunya adalah untuk berbagi banyak hal selama perjalanan. Kita tidak akan bisa mendapatkan kesenangan jika teman perjalanan kita kurang cocok dan sulit diajak kompromi, perjalanan yang seharusnya menyenangkan bisa jadi akan berubah menjadi perjalanan yang menyedihkan dan menyebalkan.

Daripada kita kehilangan seorang teman hanya karena ketidak cocokan dan berselisih di perjalanan, Tentunya akan beresiko sekali jika kita berselisih di dalam pendakian, karena jika sampai kita pisah dengan teman hanya karena perselisihan, maka akibatnya pun akan besar. Bukan tidak mungkin kita akan kehilangan mereka atau bahkan kita sendiri yang akan tersesat atau terjadi sesuatu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan teman kita juga.

Jadi alangkah lebih baiknya kita bisa menjadikan diri kita sendiri sebagai teman yang baik dan menyenangkan buat mereka. Berikut ini tips-tips memilih teman yang baik untuk pendakian atau perjalanan Anda :


Pastikan Anda memiliki prinsip yang sama soal dana atau budget

Salah satu faktor yang bisa mengakibatkan perpecahan anatara rekan seperjalanan adalah perbedaan prinsip soal budget. Kalau Anda menyukai travelling ala backpacker yang seru dan penuh tantangan serta petualangan, bisa dipastikan kita akan selalu bertentangan jika bersama teman travelling yang menyukai kemewahan saat liburan. Lebih baik kita mencari teman perjalanan lain yang memiliki kegemaran dan budget yang sama dengan kita agar kita bisa menikmati perjalanan tanpa ada yang mengganjal di hati.
Sebelum berangkat kita harus memperhitungkan dengan cermat kira-kira berapa uang yang akan dibutuhkan untuk perjalanan. Pastikan membawa uang tunai yang cukup dan untuk kondisi darurat pastikan mempunyai cadangan di ATM


Persiapan yang baik

Persiapan sebuah perjalanan hendaknya tidak diserahkan kepada satu orang semata. Memang perlu ada satu orang yang bertindak sebagai koordinator atau pencari informasi, namun bila ada informasi atau koneksi yang Anda ketahui segeralah berbagi dengan sang koordinator. Disamping membantu proses persiapan menjadi cepat, fasilitas atau apapun yang dipilih akan sesuai dengan selera Anda. Jika tidak ambila bagian dalam persiapan, Anda harus menerima tanpa syarat apapun yang dipilih koordinator.

Aktivitas apa yang teman sukai saat berlibur?

Karena kita akan sering melakukan berbagai aktivitas bersama, tentu akan lebih baik jika kita punya teman yang punya kegemaran sama dan mirip  seperti kita. Jika kita senang petualangan, pastikan rekan kita juga senang melakukannya. Atau jika mempunyai minat yang berbeda pastikan teman kita tidak keberatan melakukan aktivitas favorit kita masing-masing.

Perlengkapan yang dibawa

Hal yang paling sering dan menjengkelkan teman adalah teman yang lupa membawa perlengkapan standar. Maka siapkan bawaan Anda dengan teliti, jangan sampai perlengkapan dasar seperti sabun, lotion, pasta gigi dll ketinggalan.
Bila ada yang tertinggal dan memungkinkan untuk dibeli seperti sabun mandi, lebih baik kita membelinya daripada selalu minta teman saat mau mandi. 

Toleransi

Jalan bersama orang lain berarti harus siap dengan sikap toleran yang cukup tinggi. Ketika melakukan perjalanan jauh dan membawa motor, ya patut kiranya kita menyumbang untuk membeli bensin.


Apa tujuan mereka dalam perjalanan itu?

Sebelum memutuskan berpergian dengan satu orang tertentu tanyakan kepada merekan, apa yang ingin didapatkan dari perjalanan tersebut. Apakah mereka ingin menyelami kebudayaan di tempat wisata atau mengunjungi dan menikmati kuliner? Apa hanya ingin melihat keindahan alamnya? Jadi pastikan rekan seperjalanan kita punya minat yang tidak terlalu berbeda supaya kita tida perlu berkompromi terlalu banyak.

Ajak dan pilih teman yang bisa diajak berbicara

Kita akan menghabiska hampir seluruh waktu libur bersama teman, jadi pastikan rekan seperjalanan kita adalah orang yang menyenangkan untuk diajak berbicara dan nyambung saat mengobrol. Kalau sejak awal kita sudah merasa terganggu dengan kehadiran orang itu, mungkin berpergian bersama bukan ide yang bagus.

Baca selengkapnya

Wednesday, 18 March 2015

Sumber Sirah Surga Bawah Air Gondanglegi

Sumber Sirah ? Tentunya masih banyak dari Anda semua yang belum mengetahui tentang Sumber Sirah, wisata apakah dan ada dimana?
Tentu saja banyak yang belum tahu karena memang Sumber Sirah merupakan sebuah destinasi baru bagi kalangan masyarakat khususnya Malang Selatan. Masyarakat sana pun juga masih banyak yang belum mengetahui atau bahkan mendengarnya. 
Sumber Sirah adalah sebuah wisata pemandian atau wisata air tawar yang sangat jernih. Sumber Sirah ini terletak di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Disana kita bisa berenang dan melihat surga bawah air yang ditawarkan. Memang bukanlah terumbu karang layaknya di dasar laut, tapi di Sumber Sirah kita dapat melihat pemandangan dasar air tawar yang tak kalah eksotis, meskipun hanya berupa rerumputan, tapi masih terjaga kelestariannya dan belum terusak.

Berikut ini foto yang saya dapat dari komunitas yang ada di Malang Selatan :



Sumber Sirah tak hanya memiliki pemandangan air yang indah, tapi disana kita juga bisa menikmati pemandangan di sekitar yang juga tak kalah indah dan masih sangat alami. Udara yang segar dan sejuk juga akan membuat kita merasa betah berada disana. 
Untuk menuju Sumber Sirah jalanannya akan sangat licin ketika musim hujan. Tetapi tentunya jika sudah sampai perjalanan Anda tidak akan sia-sia.
Yang lebih baik lagi apabila ingin kesana ke Sumber Sirah, kita semua tidak perlu membayar atau dipungut biaya sepersen pun. Tetapi jika ingin berenang, kita bisa menyewa pelampung dengan tarif Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak.
Jika Anda pergi ke daerah Malang Selatan, tepatnya Gondanglegi, jangan lupa untuk mampir kesana.



Baca selengkapnya

Tuesday, 17 March 2015

Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Sigedang

Gunung Sindoro? Tentu saja banyak diantara kalian yang sudah tahu atau mengenalnya atau bahkan justru sudah pernah mendaki kesana?

Gunung Sindara atau biasa disebut Sindoro atau juga Sundoro merupakan sebuah gunung vulkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, tepatnya di antara Temanggung dan Wonosobo. Gunung Sindoro terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing layaknya Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Keduanya berdiri kokoh di batas Temanggung sebelah barat dan sebelah timur kota Wonosobo. Gunung ini memiliki ketinggian 3.153 Mdpl.


Untuk mendaki Gunung Sindoro via Sigedang kita perlu menuju Wonosobo, Jawa Tengah. Untuk sampai kesana kita bisa naik bus jurusan Dieng dan turun di pertigaan Tambi. Setelah itu kita naik angkot atau ojek untuk sampai di Desa Sigedang. Sesampainya disana kita perlu melakukan perijinan pendakian. Jika membawa motor atau mobil kita bisa menitipkannya di rumah Pak Amin yang dianggap sebagai juru kunci Gunung Sindoro. 


Jalur Pendakian

Perjalanan dari basecamp menuju pintu masuk kebun teh Sikatok menyusuri jalan aspal, kita bisa naik ojek atau berjalan kaki. Perjalanan ini memerlukan waktu sekitar 20 menit dan kita akan sampai di pertigaan kebun teh Sikatok yang merupakan pintu masuk jalur pendakian ke Puncak Sindoro. 
Dari pertigaan menuju Pos 1 dapat ditempuh dengan waktu sekitar 20 menit dengan menyusuri jalan setapak melintasi tengah kebun teh. 
Pos 1 merupakan pondok teh yang terletak di tepi jalan makadam.

Dari Pos 1 menuju Pos 2 (Gardu Pandang) dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit berjalan melalui jalan setapak yang masih di tengah-tengah kebun teh. Setelah sampai di Pos 2kita dapat melanjutkan menuju Pos 3.
Pos 3 merupakan batas akhir dari perkebunan teh dan ilalang. Dari sini jalur pendakian melalui medan yang terbuka dan cenderung menanjak selama 3 jam, kemudia kita akan tiba di Tebing Jeblugan Alit atau yang lebih dikenal dengan Watu Susu.

Dari Watu Susu ke Alun-alun atau Sabana dapat ditempuh dengan waktu sekitar 1,5 jam. Alun-alun merupakan padang rumput luas yang biasaya dipakai sebagai tempat camp bagi para pendaki. Perjalanan selanjutnya dari sabana menuju Pasar Setan ditempuh dengan waktu 10 menit saja. Tidak jauh dari Pasar Setan terdapat makam Jogo Negoro.

Dari Pasar Setan sendiri, untuk menuju Puncak Gunung Sindoro memerlukan waktu sekitar 20 menit dengan melalui jalan berbatu dan menanjak. Disini terhampar luas dataran yang terdiri dari sabana. Dari kejauhan kita dapat melihat beberapa gunung seperti Gunung Sumbing yang memang letaknya berdampingan dengan Gunung Sindoro. Kita juga bisa melihat Gunung Merapi dan Merbabu, serta samar-samar terlihat Gunung Slamet.



Perjalan dari Sigedang sampai di Puncak Sindoro dibutuhkan waktu sekitar 6-7 jam dan waktu turun 3-4 jam. Bagi Anda yang tak terbiasa naik gunung pastikan membawa perlengkapan standar pendakian seperti jaket hangat, karena suhu udara pada pagi hari bisa mencapai 2 C. Sementara itu sepanjang perjalanan kita tidak akan menemukan sumber mata air, jadi sangat disarankan untuk membawa persediaan air secukupnya dari bawah. 
Baca selengkapnya

Monday, 16 March 2015

Jalur Pendakian Gunung Sindoro via Kledung

Gunung Sindara atau biasa disebut Sindoro atau juga Sundoro merupakan sebuah gunung vulkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, tepatnya di antara Temanggung dan Wonosobo. Gunung Sindoro terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing layaknya Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Keduanya berdiri kokoh di batas Temanggung sebelah barat dan sebelah timur kota Wonosobo.

Gunung Sindoro memiliki ketinggian 3.153 Mdpl dan mempunyai kawah disertai dengan jurang yang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung dan terbesar disebut Kembang. 

Untuk mendaki gunung ini sebenarnya terdapat beberapa jalur yakni :
- Jalur Kledung (Temanggung)
- Jalur Sigedang/Sikatok (Wonosobo)
- Jalur Sibajak (Temanggung)
- Jalur Jlumprit (Dusun Katekan)

Diantara jalur di atas hanya 2 jalur populer yang sering dilewati pendaki yakni jalur Kledung dan jalur Sigedang (jalur tercepat). 

Untuk sampai di basecamp pendakian via Kledung, apabila datang dari arah barat akses yang paling cepat naik bus jurusan Wonosobo, kemudian naik bus kecil jurusan Magelang dan turun di Desa Kledung. Desa ini berada di sebelah kiri jalan saat menuju arah kota Magelang dengan waktu tempuh sekitar 30 - 40 menit. 
Jika dari arah timur sebaiknya dari Magelang dan kemudian menaiki bus kecil jurusan Wonosobo dan turun di Desa Kledung.



Jalur Pendakian

Dari basecamp Kledung menuju pos 1 menghabiskan waktu sekitar 1 jam perjalanan dengan melalui jalan makadam atau batu, selanjutnya kita akan menjumpai pos bayangan yang biasanya merupakan pangkalan ojek yang menawarkan jasanya pada para pendaki. Namun sebenarnya dari basecamp sampai pangkalan ojek ini juga dapat ditempuh dengan ojek untuk mempersingkat waktu pendakian. Pos 1 sendiri tidak jauh darisini, hanya naik sedikit maka kita akan sampai di Pos 1.



Pos 1 adalah sebuah bangunan yang juga berfungsi sebagai warung penduduk. Dari pos ini dilanjutkan dengan melintasi jalan setapak sedikit menanjak. Jalan setapak jelas sekali sepanjang jalur pendakian dengan ditumbuhi oleh pohon-pohon penghijauan salah satunya pohon lamtoro. Waktu yang diperlukan dari pos 1 menuju pos 2 adalah sekitar 1-1,5 jam.

Pos 2 terdapat sebuah pondok tanpa dinding yang berada persis di pinggir jalan tepat setelah kita berjalan naik. Pos ini hanya berupa tempat peristirahatan sementara dan tidak ada sumber airnya. Biasanya juga ada pendaki yang ngecamp di tempat ini.

Dari Pos 2 menuju Pos 3 jalur pendakian mulai terbuka dan juga semakin menanjak jalannya. Jalan setapaknya mulai didominasi dengan batu. Dari sini kita dapat melihat view Gunung Sumbing dengan jelas yang berdiri kokoh di samping Gunung Sindoro. Waktu yang diperlukan dari Pos 2 menuju Pos 3 adalah sekitar 2-3 jam.



Pos 3 sendiri merupakan sebuah dataran yang cukup luas persis berada di atas punggungan bukit. Lokasi ini sering dijadikan sebagai tempat camp para pendaki. Di pos ini juga tidak terdapat sumber mata air. Selain itu Pos 3 juga sering digunakan untuk lokasi warung para penduduk pada musim-musim ramai pendakian. Trek pendakian dari Pos 3 ke Pos 4 cukup curam dan terkadang tanjakannya sedikit susah untuk dilalui.

Selepas Pos 3 jalur pendakian mulai memasuki kawasan yang lumayan rimbun oleh pohon lamtoro tetapi tidak berlangsung lama kita akan kembali pada trek yang terbuka lagi. Disini banyak ditumbuhi alang-alang dan jalan setapaknya dipenuhi oleh bebatuan. Dari sini kita juga sudah bisa menikmati pemandangan yang begitu indah. Dari Pos 3 menuju Pos 4 butuh waktu sekitar 2 jam.

Pos 4 atau Pos Batu Tatah tidak begitu jelas karena tidak terdapat bangunan dan ciri-ciri khusus. Pos ini hanya berupa sebuah dataran dimana terdapat batu-batu di tumpuk. Di sekitarnya ada beberapa dataran lagi namun cukup berjauhan letaknya. 

Di pos 4 kita disarankan untuk tidak mendirikan tenda disini karena angin akan mudah menerjang tenda selain itu juga rawan oleh petir.  Dari pos ini perjalanan kembali dilanjutkan dan kita akan melewati hutan lamtoro. Di Gunung Sindoro sendiri memang sangat banyak dijumpai hutan lamtoro.

Setelah melewati hutan lamtoro kita akan sampai di Padang Edelweis. Disini banyak sekali bunga Edelweis yang tumbuh. Dari padang Edelweis ke kawasan puncak diperlukan waktu sekitar 1 jam lagi.


Di kawasan puncak Gunung Sindoro ada sebuah kawah. Apabila musim hujan pada dasar salah satu kawahnya terdapat genangan air hujan yang bisa dijadikan sumber air untuk memasak. Memang rasanya sedikit asam tapi lumayan untuk dipakai masak. Tapi kita tidak disarankan untuk turun ke kawah karena rawan sekali gas beracun.









Baca selengkapnya

Coban Sewu Destinasi Air Terjun Eksotis

Coba Sewu ?  Mungkin ada yang belum pernah tahu atau bahkan ada yang belum pernah mendengarnya. Coban Sewu atau bisa disebut Air Terjun Tumpak Sewu adalah sebuah destinasi wisata baru yang terletak di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang. Karena masih baru sehingga masih sedikit info-info mengenai wisata air terjun ini dan belum banyak terdengar di kalangan wisatawan.



Kini Coban Sewu mulai menjadi perbincangan dan menjadi destinasi kunjungan wisatawan lokal. Awalnya memang oleh warga sekitar disembunyikan dikarenakan takut atau khawatir tidak terawat oleh pemerintah seperti Goa Tetes.
Warga sekitar baru mulai percaya setelah pemerintah mulai memperhatikan tempat wisata alam seperti B-29. Warga berharap pemerintah dengan adanya objek wisata baru segera melakukan pengembangan.

Untuk menuju Coban Sewu kita perlu menuju Lumajang kemudian setelah di tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang sekitar 100 meter sebelum tugu tersebut ada gang turun pada kiri jalan jika kita dari arah Lumajang. Kemudian kita lurus saja sampai sungai, lalu motor diletakkan di gubuk penambang pasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sekitar 200 meter, baru setelah itu kita akan menemukan air terjun ini.

Tempat ini disebut Coba Sewu karena dari segi bahasa coban berarti air terjun dan sewu berarti seribu. Mengapa seribu karena air terjun ini aliran air dari atas sangatlah banyak sepanjang tebing. Air terjun ini sangat tinggi sampai-sampai terasa seram mengambil foto dari atas tebing.



Rute yang telah disebutkan tadi adalah untuk melihat air terjun dari atas. Tapi jika kita ingin melihat air terjun dari bawah maka kita dapat turun melalui Goa Tetes yang kemudian dilanjutkan dengan berjalan menyusuri sungai melawan arus.
Coban Sewu berbeda dengan wisata air terjun lainnya, karena tergolong wisata yang ekstrim yang identik dengan petualangan. Kita harus menyusuri sungai, naik turun di tebing yang licin penuh lumut. Harus ekstra hati-hati untuk melewatinya, oleh karena itu wisata ini juga bisa dibilang wisata yang ekstrim.

Tapi tenang saja, pengorbanan dan perjalanan kita tidak akan sia-sia, karena jika sudah sampai kita akan disuguhi pemandangan yang begitu eksotis. Kejernihan airnya dan tempat yang masih terjaga keasriaannya. Air terjun ini sangatlah cocok untuk mereka yang hobi dengan fotografi dan petualangan.

Makanya jangan lupa jika ke Lumajang mampir ke tempat ini, dijamin gak bakalan rugi. Kita bisa mengunjungi dua air terjun sekaligus yakni satunya adalah goa tetes yang tak kalah indah dengan coban sewu. Letaknya pun juga berdekatan karena satu jalur.





Tips Menuju Coban Sewu :

Berikut ini sedikit tips dan saran yang bisa digunakan sebagai bekal sebelum menuju Coban Sewu. Semoga nantinya dapat membantu. Yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut :
  1. Bawalah Sendal atau sepatu outdoor
    Sangat disarankan untuk memakai sepatu atau sendal dengan gerigi atau standar outdoor karena akan sangan berguna untuk menuruni tebing-tebing yang curam serta medan batuan cadas berlumut yang amat licin.
  2. Disarankan memakai jasa guide
    Jangan pernah mencoba untuk mencari jalan sendiri. Jalannya sulit diprediksi dan sebenarnya memang tidak ada. Hanya warga sekitar yang biasa mencari rumput yang menerobos jalan dan membuatnya dapat dilewati wisatawan.

  3. Simpan dan amankan Alat Elektronik
    Bungkus alat elektronik dengan plastik dan masukkan dalam tas. Hal ini dikarenakan kita menyusuri sungai dan desiran angin yang membawa butiran-butiran air menerpa kita. Jadi agar tidak basah terkena air.

  4. Membawa tali akan sangat membantu
    Kalau rombongan patut kiranya untuk membawa tali karena lebih aman.

  5. Makanan dan minuman
    Bawalah camilan dan air mineral, karena dipastikan tidak ada penjual disana, karena ini masih alam liar. Jadi jangan bayangkan ada penjual cilok atau makanan lainnya disana.

  6. Matangkan persiapan
    Sebagai referensi saja :
    - Dari Tempeh - Goa Tetes (60 menit)
    - Turun sngai via Goa Tetes (30 menit)
    - Menyusuri sungai - Coban Sewu (20 menit)
    - Naik sungai - Goa Tetes (45 menit)

  7. Perhatikan cuaca
    Pastikan Anda memperhatikan cuaca sebelum kesana, karena tidak mungkinkan jika cuaca lagi mendung dan berada disana ketika hujan? Terus perhatikan timing waktu, jangan sampai turun sudah terlalu sore, karena akan berbahaya jika hari sudah gelap.


Baca selengkapnya

Hamparan Gulma Ungu Indah di Istana Para Dewa (Semeru)

Gunung Semeru, tentu saja semuanya pada tahu. Gunung yang terkenal dengan pesona puncak Mahameru dan keindahan Ranu Kumbolo ini ternyata mempunyai sisi lain yang jarang terekspose. Sisi lain itu yakni adalah hamparan bunga ungu yang terbentang luas di Oro-oro Ombo. 




Banyak yang menyebutnya "Lavender", tapi ternyata si Ungu ini bukanlah Lavender. Si Ungu ini mempunyai nama latin yakni "Verbena Brasilliensis" yang berasal dari Amerika Latin. Si Ungu ini berasal dari keluarga Verbenaceacce yang merupakan tumbuhan semak tahunan atau berumur pendek. Tanaman ini tumbuh tegak setinggi antara 1,5 sampai 2 meter dengan batang segi empat seperti keluarga Verbenaceace lainnya serta berbulu kasar. Cabang atas panjangnya 4-9 cm berpasangan dan naik. Daun berpasangan (composit) berbentuk bulat memanjang sederhana dan bergerigi (serate) dengan panjang 4 - 10 cm dan lebar antara 0,8 - 2,5 cm. Perbungaan silinder pada ujung cabang umumnya 3 silinder yang berukuran 0,5 - 7 cm dan berdiameter 0,5 - 0,7 cm. 
Bunga berwarna ungu yang muncul dari silinder kadang-kadang tiga kuntum bersamaan. Verbena Brasilliensis memproduksi diri secara seksual dengan memproduksi benih. Tanaman ini mulai tumbuh hingga mengering sepanjang Januari-Agustus.

Si Ungu ini banyak sekali berada di Oro-oro Ombo. Hampir padang rumput atau savana seluas itu kini dipenuhi oleh si Ungu tersebut. Jika kita mau menuju puncak maka selepas Ranu Kumbolo dan Tanjakan Cinta atau saat perjalanan dari puncak setelah Cemoro Kandang maka Anda akan menemukannya atau sampai di tempat yang bernama Oro-oro Ombo. Memang jika dilihat begitu indah dan menarik layaknya padang bunga di negeri dongeng. Tapi yang perlu Anda ketahui tanaman ini sebenarnya adalah tanaman invasif yakni bersifat merusak. 

Tanaman ini kini menguasai lahan seluas 20 an hektar oro-oro Ombo yang sebelumnya hanya berupa padang rumput. Meskipun sangat indah karena kombinasi warna hijau dan ungu yang membentuk landskap mirip dengan taman bunga di Eropa seperti Belanda dan Perancis tapi itu tak berarti baik bagi Semeru. Ada ancaman ekologis di balik keindahannya itu. Tanaman ini bisa menjadi masalah serius seperti halnya Salvina Molesta (kiambang atau kayapu) yang sempat menutupi permukaan air Ranu Pane atau serangan akasia berduri (Acacia Nilotica) di Taman nasional Baluran yang sampai sekarang belum sepenuhnya teratasi.

Meski tampak indah kehadiran si Ungu ini justru mencemaskan. Tanaman asing ini jika dibiarkan bisa mendominasi dan menguasai habitat sehingga menggusur spesies tanaman asli TNBTS seperti sabana di Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Jambangan, Kalimati. Jika itu terjadi ekosistempun akan terganggu.

Banyak yang menduga tanaman ini masuk ke kawasan TNBTS pada masa kolonialisme. Berdasarkan buku Flora Pegunungan Jawa karya Van Steenis. 

Kini Verbena Brasilliensis menyebar hampir merata di wilayah Semeru bagian barat di tepi jalan dari Coban Trisula hingga Ranu Pane, Padang rumput dan riparian Ranu Regulo, zona riparian Ranu Pane, Ranu Kumbolo, sepanjang jalur pendakian Ranu Pane - Cemoro Kandang, selain itu tanaman ini juga sudah memenuhi sabana di Gunung Bromo.

Untuk mengatasi atau memusnahkan tanaman ini yakni dengan cara pembabatan atau dengan mencabut secara berkala sebelum musim berbunga. Pemusnahan dengan cara menggunakan herbisida dan pembakaran sangat dilarang. Namun hingga sampai saat ini belum ada upaya penanggulangan yang benar-benar dilakukan.





Baca selengkapnya

Saturday, 14 March 2015

Watak Pendaki Berdasarkan Shio

Shio kebanyakan orang sangat mempercayai dengan ramalan-ramalan menurut tanggal lahir, bulan, zodiak, bahkan shio. ya bintang cina ini adalah salah satu ramalan yang paling ramai penggemarnya hihihi (kayak pasar ya pakek ramai segala).


Maybe untuk sebagian orang hal-hal seperti ini di anggap tahayul, tetapi beda orang beda pendapat dong guys pastinya, okeh? 
masalah shio tidak hanya dihubungkan dengan keberuntungan, pekerjaan, future dll hihi, tetapi shio juga bisa digunakan untuk menentukan watak seorang pendaki, saat mendaki gunung. what? pasti kedengarnya aneh tapi ini seirus hehehe...
Gak usah lama-lama lagi deh langsung saya paparkan aja deh di bawah ini watak-watak pendaki saat melakukan pendakian, berdasarkan SHIO :

1. Rat/Tikus/Ratte/चूहा/αρουραίος (1924,1936,1948,1960,1972,1984,1996,2008)
Pendaki yang lahir di tahun-tahun di atas yang memiliki shio ini saat mendaki cenderung suka berimajinatif, suka bercerita sepanjang perjalanan pendakian, suka membantuk yang lain (apalagi kalau sama pacar-nya), sangat dikenal dengan orang yang opportunis, ceria, ogk baik semua iya emang gitu cuma pendaki bershio ini suka marah-marah bila rencana yang sudah disusun tidak sesuai dengan kenyataan, dan sering terlalu banyak pertimbangan dalam berbagai hal saat melakukan pendakian, mendaki dengan orang yang memiliki shio ini akan seru dan rasa capek bakalan hilang terus mendengar ocehan-nya yang kebanyakan tiada henti hihi

2. Ox/kerbau/Büffel/बफेलो/βουβάλι (1925, 1937, 1949, 1961, 1973, 1985, 1997, 2009)
Pendaki yang memiliki shio ini sangat cocok di jadikan pemimpin regu dalam pendakian karena memiliki jiwa pemimpin yang bagus, serta bisa menjadi pusat inspirasi agar tidak mudah menyerah di dalam pendakian, wah ini shio keren ya? bisa gantiin bapak Mario Teguh ini hihi
di samping itu pendaki yang bershio ini cenderung luwes dengan berbagai keadaan di alam, dan dia akan selalu berharap bahwa apapun yang dia inginkan dia akan dapatkan, nah mendaki dengan shio ini walau sering mengeluh, tetapi tidak mudah untuk menyerah.


3. Tiger/Macan/टाइगर/τίγρη (1926, 1938, 1950, 1962, 1974, 1986, 1998, 2010)
Pendaki ber-shio Tiger ini cenderung sensitif terhadap apa yang dibicarakan teman se-regu saat pendakian, sering merasa paling benar sendiri, dan merasa bahwa dirinya-lah yang paling cocok untuk menjadi pimpinan regu, dan cenderung keras kepala terhadap pendapat teman lain-nya, dia lebih suka memaksakan kehendak dari pada kepentingan regu ihh... ngeri ya kalau mendaki dengan pendaki bershio ini, eits tapi jangan khawatir di balik sifatnya yang lebih cenderung kurang baik ternyata dia memiliki cinta regu dan kawan pendakian yang tinggi, dia tidak segan-segan mengorbankan apa yang dia punya demi teman-teman nya saat pendakian.


4. Rabbit/Kelinci/kaninchen/खरगोश/κουνέλι (1927, 1939, 1951, 1963, 1975, 1987, 1999, 2011)
Pendaki bershio ini orang nya sangat baik, sangat patuh dengan ketua regu, serta menyenangkan karena shio ini pada dasarnya dapat membangun suasana yang seru, mengasikan, dan mengisi kekosongan suasana saat pendakian berlangsung, tetapi disamping itu pendaki bershio ini sering sentimen terhadap kawan-kawan nya, lebih cenderung konseratif, dan lebih berhati-hati saat melakukan pendakian, setiap langkahnya melambangkan perhitungan-nya yang matang, so kalau kamu mau mendaki dengan pertimbangan keamanan yang baik dan lebih berhati-hati orang bershio ini cocok banget jadi temen pendakian mu.


5. Dragon/Naga/Drachen/अजगर/δράκων (1916, 1928, 1940, 1952, 1964, 1976, 1988, 2000)
Dia adalah pendaki yang sangat antusias saat melakukan pendakian, dia sering memperbanyak ilmu-nya tentang gunung yang akan dia daki, pendaki ini sering suka mempopulerkan diri baik saat melakukan pendakian ataupun saat sudah turun, tetapi pendaki ini juga sering suka sesumbar dengan mulut besarnya dan suka ngoceh kayak burung hehehe, sangat pandai mengatur, energi, packing, dll adalah keahlian pendaki bershio Dragon ini, selain itu dia akan sering merasa dirinya perfeksionis ketimbang pendaki lain-nya, dia tidak mudah menyerah, dan kompeten dalam setiap langkah nya, dia mudah lelah tetapi tidak mudah untuk mengatakan tidak untuk summit, keren kan?


6. Snake/Ular/Schlange/नाग/φίδι (1917, 1929, 1941, 1953, 1965, 1977, 1989, 2001)
Pendaki bershio snake ini sangat bijak dalam menjadi seorang ketua regu, dan ramah dengan pendaki lain adalah salah satu ciri khas pendaki bershio yang satu ini, tipe pendaki yang sangat romantis bila disaat mendaki dia bersama pasangannya, tetapi dia cenderung rakus terhadap apapun yang baik dia miliki sendiri, ataupun milik teman sesama pendaki, wah ini payah masak punya temen di embat juga, kasihan tuh temen-nya nanti gak kebagian kan kasihan hihi, disamping itu biasanya dia suka bercerita yang lucu-lucu tentang dirinya sepanjang perjalan dan ditenda, pendaki ini cenderung lebih suka menyerah dalam pendakian meskipun dia sangat bijak dalam setiap tindakan-nya.


7. Horse/Kuda/Pferd/घोडा/άλογο (1918, 1930, 1942, 1954, 1966, 1978, 1990, 2002, 2014)
Tekadnya tidak bisa diragukan lagi saat melakukan pendaki dia bermental seribu kali lebih keras dari baja, widih keren plus ngeri dengernya ya? selalu pandai dalam bersikap saat mendaki, pandai mengatur persedian bahan-bahan makanan, air, rokok, roti adalah kelebihan-nya saat mendaki, menyapa pendaki lain alias ramah adalah salah satu hobinya, tetapi pendaki bershio ini cenderung keras kepala dan tidak suka memikirkan teman lain yang kecapek'an saat mendaki, egois yang tinggi adalah salah satu cirinya yang tak bisa dia tutupi saat melakukan pendakian, apalagi kalau sudah hampir summit, dia akan lebih suka berjalan sendiri tanpa memikirkan kawan-kawan nya.


8. Goat/Kambing/Ziege/बकरी/κατσίκα (1919, 1931, 1943, 1955, 1967, 1979, 1991, 2003)
Ini shio orangnya sangat menyenangkan bisa menjadi penghibur saat istirahat dalam pendakian, sangat elegan, cool, tetapi akan sering complain saat terjadi hal-hal yang tidak ia inginkan disamping itu dia akan sering melontarkan kata-kata yang menyinggung teman-teman pendakinya, pendaki bershio ini sering bersifat pesimisme dan suka menyerah, serta takut kalau-kalau dia tidak mendapatkan kenyamanan saat melakukan pendakian-nya, dia lebih suka membawa daypack saat mendaki dan menitipkan carrier nya terhadap teman-nya ini lah sifat buruk dari shio ini, selain itu dia sangat merasa perfeksionis saat melakukan pendakian.


9. Monkey/Monyet/Affe/बंदर/μαϊμού (1920, 1932, 1944, 1956, 1968, 1980, 1992, 2004)
Pendaki berhio ini cenderung pintar dalam mengatur berbagai hal termaksud waktu dalam pendakian, on time menjadi salah satu ciri khas nya, dia sangat luar biasa, dengan personalitas yang menarik, pendaki bershio ini banyak disukai baik oleh teman satu regunya ataupun teman baru yang bertemu saat mendaki, dia suka membantu, dan menemani pendaki lain yang tertinggal oleh rombongan-nya, tetapi adalah lo buruknya dari shio ini, pendaki bershio ini sering tidak dipercaya oleh teman-teman nya untuk menjadi anggota regu.


10. Rooster/Ayam/Monye/मुर्गा/κοτόπουλο (1921, 1933, 1945, 1957, 1969, 1981, 1993, 2005)
Dia adalah pendaki yang pantang menyerah, dan tidak mudah putus asa, dia adalah orang yang tegas saat menentukan langkah apa yang akan dia ambil jika plan yang sudah ada tidak dapat dijalankan sebagaimana mestinya, tetapi dia cenderung diam dan tidak suka mengutarakan pendapatnya saat pendakian berlangsung, selain itu pendaki bershio ini cenderung eksklusif dalam segala hal mulai dari pakaian, carrier, bahkan sampai hal kecil seperti tissu.


11. Dog/Anjing/Hund/कुत्ता/σκύλος (1922, 1934, 1946, 1958, 1970, 1982, 1994, 2006)
Pendaki bershio Dog ini sangat bisa diandakan dalam berbagai hal saat mendaki dan pilihan-nya tidak akan pernah membuat teman-teman nya merasa kecewa, disamping itu dia sangat jujur dan sangat setia terhadap pasangan dan teman-teman pendakinya, tetapi dia cenderung khawatir terhadap beberapa hal saat mendaki seperti persediaan air, makanan, dan cuaca, disamping itu bila plan yang sudah disiapkan tidak berjalan semestinya, dia akan lebih suka mencari kambing hitam saat pendakian berlangsung, dia tidak mudah menyerah dan sangat peduli terhadap teman-teman nya.


12. Pig/Babi/Schwein/सुअर/γουρούνι (1923, 1935, 1947, 1959, 1971, 1983, 1995, 2007)
Baik dan pintar menjadi ciri khas pendaki bershio ini, tekad nya sangat kuat untuk mencapai puncak, walau kelelahan selalu mendera, dia sangat toleran terhadap teman-teman pendakinya tetapi di balik itu dia selalu mengharapkan balasan (naif), dia cenderung lebih suka diam dan berderita seperlunya saja kepada teman-teman pendakinya.


Nah itu dia pendaki-pendaki berdasarkan shio-nya, maybe sebagian sesuai dengan kondisi kamu, tetapi sebagian maybe juga tidak sesuai, so kembali ke diri kamu masing-masing.. bagaimanapun sulitnya pendakian, bagaimanapun miring nya tebing, tapi kalau hati udah seteguh karang dilautan, puncak manapun dapat kamu taklukan. 
karena mendaki sebenarnya adalah perjalanan hati, dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh tanggal lahir kamu, zodiakmu, bahkan shio mu :) tetap semangat explore alam kita dan jaga untuk anak cucu kita.
Baca selengkapnya