Showing posts with label tips. Show all posts
Showing posts with label tips. Show all posts

Monday, 6 March 2017

Pentingnya Aklimatisasi Pendakian!!

Kita semua tahu bahwa mendaki gunung atau beraktifitas di alam bebas terutama di ketinggian memiliki resiko yang sangat tinggi, entah tersesat, hilang, cedera atau hipotermia. Jangan meremehkan setiap hal kecil dikala kita sedang melakukan pendakian di gunung. Karena setiap hal kecil akan berdampak dan beresiko besar bagi keselamatan diri kita sendiri.

Salah satu hal yang penting untuk kita tahu adalah Aklimatisasi.



sumber gbr :http://blog.cozmeed.com

Apa itu Aklimatisasi?

Mungkin banyak yang belum mengetahui apa sih itu aklimatisasi dalam pendakian. Oleh karena itu marilah kita bersama-sama memahami apa sebenarnya aklimatisasi.

Aklimatisasi merupakan suatu upaya penyesuaian organisme terhadap suatu lingkungan baru yang akan dimasukinya. Hal ini didasarkan pada kemampuan organisme untuk dapat mengatur morfologi, perilaku, dan jalur metabolisme biokimia di dalam tubuh untuk menyesuaikan dengan lingkungannya.

Beberapa kondisi yang pada umumnya disesuaikan adalah suhu lingkungan dan juga kadar oksigen. 
Suhu udara di gunung akan membuat tubuh kita kaget jika kita tidak melakukan penyesuaian. Jika kaget yang terjadi maka selanjutnya tubuh kita akan terus menerus merasakan kedinginan.

Apabila kita berencana melakukan pendakian gunung yang memiliki ketinggian di atas 2.500 mdpl, tidak ada salahnya kita mengetahui informasi berikut ini yang termasuk dalam kegiatan aklimatisasi.

- Hal pertama yang bisa kita lakukan adalah menambah ketinggian secara bertahap. 

Aklimatisasi sederhana yang bisa dilakukan oleh pendaki pemula adalah melakukan peregangan sebelum pendakian, mendaki secara perlahan, jangan paksakan diri, tarik nafas panjang secara perlahan dan hembuskan, biarkan tubuh melakukan proses penyesuaian. 

Aklimatisasi untuk pendaki profesional di atas 3600 mdpl adalah dengan naik ke ketinggian pada siang hari, kemudian tidur di ketinggian lebih rendah di malam hari. Misalkan naik di ketinggian 3.600 mdpl pada siang hari lalu turun ke ketinggian 3.300 mdpl untuk tidur pada malam hari.


- Yang kedua perbanyaklah minum air mineral dalam artian secukupnya. Hindarilah minum minuman beralkohol, merokok atau konsumsi obat tidur saat melakukan pendakian.


- Ketiga, hindari  aktifitas yang berlebihan yang menguras banyak tenaga.


- Keempat, jangan melakukan perjalanan sendirian saat mendaki gunung karena kita akan kesulitan mendapat pertolongan saat terjadi sesuatu pada diri kita.


- Kelima, jangan pernah meninggalkan seseorang sendirian jika seseorang tersebut dalam keadaan kurang sehat. 


- Keenam, gunakanlah baju hangat agar tidak terserang hipotermia saat berada di ketinggian.


- Yang terakhir adalah jangan memaksakan untuk mendaki lebih tinggi lagi saat kita sudah terkena gejala penyakit. Dengan memaksakan diri malah akan membuat sakit yang kita derita justru lebih parah dan membuat orang lain semakin susah mengirim bantuan.


Dari semua tips di atas, yang berperan besar adalah diri kita sendiri, karena yang tahu keadaan tubuh kita hanyalah kita bukan orang lain. Oleh karena itu cobalah untuk memahami diri kita sendiri, jangan selalu memaksakan atau acuh terhadap segala kondisi tubuh.



Baca selengkapnya

Monday, 2 January 2017

Awas Bahaya Petir di Puncak Gunung!!

Mendaki gunung menjadi aktivitas yang sangat populer saat ini yang dilakukan semua elemen masyarakat, entah yang muda, remaja, dewasa ataupun yang tua. Mendaki bukanlah olahraga yang mudah dan aman, banyak sekali resiko dan bahaya yang sewaktu-waktu akan mengancam keselamatan kita, baik itu hipotermia, bahaya tersesat, ataupun hilang dan yang terparah meninggal dunia.


Baru-baru ini di akhir tahun 2016 banyak sekali korban dari aktivitas pendakian, yang paling tragis adalah bahaya petir. Perubahan musim dan cuaca yang tak menentu adalah salah satu penyebabnya. Sudah sekitar 4 orang menjadi korban dari cuaca yang tak menentu. Sebelumnya di gunung Arjuno satu orang meninggal dunia karena tersambar petir. Kemarin akhir desember 2016, 3 orang tersambar petir di Pos 7 Gunung Slamet dan dikabarkan 1 orang meninggal dan yang lain kritis.

Dari hal-hal di atas ada sedikit tips-tips untuk menghindari bahaya petir di gunung :

1. Jangan berada di padang rumput yang luas yang terbuka.
2. Jangan berada di puncak gunung atau punggungan bukit saat kondisi cuaca tidak memungkinkan. Sebisa mungkin jauhi atau jangan berdiam diri dari tempat-tempat di atas untuk mengurangi resiko tersambar.
3. Hindari pohon atau objek yang berdiri sendiri. Jika berdiri di dekatnya saat petir menyambar maka anda juga akan terkena arus listrik yang mengalir di tanah.
4. Jangan pakai aksesoris apapun yang menggunakan bahan metal karena merupakan penghantar listrik yang akan menangkap kilat.
5. Hindari penggunaan peralatan yang mengandung gelombang dan memantulkan radiasi elektromagnetik seperti HP atau GPS. Jika di tempat terbuka pastikan mematikan peralatan tersebut.
6. Jika memang terperangkap oleh petir di tempat terbuka, segeralah ambil posisi jongkok dengan kedua kaki dengan tumit bersentuhan. Tutup telinga dengan sikut yang menyentuh lutut. Setelah itu tundukkan kepala serendah-rendahnya tanpa menyentuh tanah. Dengan cara itu petir yang menyambar akan mengalir kedalam tubuh, namun apabila kedua tumit terbuka petir akan menloncat ke dalam tubuh.
7. Pakailah alas seperti matras, tikar atau bahan anti konduktor lain. Jangan sampai bersentuhan dengan tanah langsung.
8. Jika berada di dalam grup pendakian atau tempat camp yang ramai, pastikan mendirikan tenda tidak terlalu berdekatan. Buatlah sedikit jarak agar jika tersambar petir tidak langsung tersambar dan yang lain bisa memberikan pertolongan.
9. Di alam bebas tempat yang baik untuk menghindari sambaran petir adalah tempat yang tertutup dan banyak pohon, jadi carilah tempat yang ditumbuhi banyak pohon saat cuaca tidak memungkinkan.
10. Dari tips-tips di atas yang paling penting adalah selalu berdoa dan mengingat sang-Pencipta. Pasrahkan semua pada yang membuat kehidupan.

Itulah tips-tips yang bisa kami  berikan, semoga bermanfaat dan semoga selalu berada dilindungan-Nya saat melakukan aktivitas pendakian. Amiin.
Baca selengkapnya

Monday, 8 February 2016

Hipotermia Pembunuh No Satu di Gunung

Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefiniskan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 derajat celcius. Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona terminetral yaitu antara 36,5 - 37,5 derajat celcius. Di luar suhu tersebut respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh.

Gejala hipotermia ringan ditandai seperti penderita berbicara melantur, kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu, detak jantung melemah, tekanan darah menurun dan terjadi kontraksi otot atau menggigil sebagai usaha tubuh menghasilkan panas.




Para penderita hipotermia moderat , detak jantung dan respirasi melemah mencapai hanya 3-4 kali bernafas dalam satu menit. 
Pada penderita parah pasien bisa tidak sadarkan diri, badan menjadi sangat kaku, pupil mengalami dilatasi, terjadi hipotensi akut dan pernafasan sangat lambat hingga tidak kentara.

Hipotermia terjadi bila penurunan suhu inti tubuh di bawah 35 derajat celcius. Pada suhu ini mekanisme kompensasi fisiologis tubuh gagal untuk menjaga panas tubuh.



Klasifikasi :

Berdasarkan sumber paparan yaitu :
- Hipotermia Primer : terjadi akibat paparan langsung individu yang sehat terhadap dingin.
- Hipotermia Sekunder : mortalitas banyak terjadi pada fase ini dimana terjadi kelainan secara sistematik.

Berdasarkan temperature :
- Hipotermia Ringan (34-36 C)
Kebanyakan orang bila berada di suhu ini akan menggigil secara hebat, terutama di seluruh ekstremitas. Bila suhu tubuh lebih menurun lagi pasien mungkin akan mengalami amnesia dan disatria (susah bicara dengan jelas). Peningkatan kecepatan nafas juga mungkin terjadi.

- Hipotermia Sedang (30-34 C)
Terjadi penurunan konsumsi oksige oleh sistem saraf secara besar yang mengakibarkan terjadinya hiporefleks atau reflek lemah, hipoventilasi (kurang tarikan nafas), dan penurunan aliran darah ke ginjal. Bila suhu tubuh semakin menurun  kesadaran pasien bisa menjadi stupor atau berkurangnya sensitivitas terhadap rangsang, hanya bereaksi oleh rangsang dasar seperti nyeri, tubuh kehilangan kemampuan untuk menjaga suhu tubuh dan adanya resiko timbul aritmia (gangguan irama jantung)

- Hipotermia Berat =<30
Penderita rentan mengalami fibrilasi ventrikular (kontraksi otot jantung pada ventrikel/bilik jantung yang tidak terkendali dapat menyebabkan henti jantung dan penurunan kontraksi miokardium (otot jantung). Penderita juga rentan untuk menjadi koma, denyut nadi sulit ditemukan, tidak ada reflex, apnea (henti nafas) dan oligouria (pengeluaran urine lebih dari 100 ml/hari namun kurang dari 400 ml/hari. Ini menandakan adanya gangguan ginjal dan disfungsi organ dalam (multiple organ dysfunction). Pada fase ini juga akan terjadi Paradoxal Sense Of Warm dimana korban akan merasakan panas yang luar biasa sehingga merasa gerah padahal suhu tubuh korban terus menurun. Dalam keadaan kesadaran terganggu, korban akan melepaskan pakaiannya karena merasa gerah kepanasan. Namun ini adalah fase kritis dimana selanjutnya suhu tubuh korban akan menurun drastis dan selanjutnya mengantuk, tertidur dan tewas.

Banyak kasus korban ditemukan meninggal di gunung dalam keadaan hanya mengenakan pakaian dalam, ini adalah tanda khas kematian yang disebabkan oleh Hipotermia.


PERTOLONGAN
Pada fase hipotermia ringan, penderita dapat dibantu menghangatkan dirinya dengan panas tubuh sendiri yaitu dengan dilepaskan semua pakaian yang basah dan diganti dengan pakaian yang kering, kemudian dibungkus dengan selimut thermal darurat dan dimasukkan ke dalam sleeping bag. Cara ini disebut penghangatan pasif (Passive Rewarming).

Pada fase hipotermia sedang jika nampak gejalanya segera hangatkan korban dengan api unggun, selimut thermal darurat atau dengan air hangat dalam kemasan atau hydration bag (cramel bag) yang ditempelkan ke tubuh penderita. Panas tubuh orang lain juga bisa digunakan dengan cara dibungkus bersama dalam selimut thermal dan dimasukkan ke dalam sleeping bag. Cara ini disebut penghangatan aktif  (Active  Rewarming)

Pada hipotermia berat sebisa mungkin hangatkan tubuh korban dan segera mungkin mendapatkan penanganan medis. Jika terjadi henti jantung segera lakukan Resusitasi Jantung Paru (Cardio Pulmonary Resusiatation/CPR) sesuai standar.
Jurus paling jitu mengatasi hipotermia adalah mencegahnya terjadi dengan cara hindari mengenakan pakaian basah, selalu membawa pakaian penahan dingin yang cukup dan saling memperhatikan gejala-gejala hipotermia yang terjadi pada diri anda sendiri ataupun reka seperjalanan.

Emergency Thermal Blanket / Selimut penahan panas tubuh darurat adalah alat sederhana murah, ringkas namun merupakan pertolongan pertama yang dapat menyelamatkan nyawa dalam kasus hipotermia.
Terbuat dari Polyetilene yang dilapis dengan material Mylar. Selain dapat menahan 90% panas tubuh, juga dapat dijadikan Signalling Mirror/ Cermin Sinyal. Selalu bawa emergency thermal blanket dalam survival kit anda.




Semoga bermanfaat.
Dikutip dari beberapa sumber.
Baca selengkapnya

Tuesday, 3 November 2015

Mengetahui Karakter Pasangan Ketika Mendaki Gunung

Perlu diingat bahwa artikel ini dibuat untuk hibura semata :D

Kalian yang hobi mendaki gunung, sudah pernahkan Kamu mendaki bersama pasangan? atau selama ini hanya mendaki seorang diri? haha 
Jika kalian ingin mengetahui karakter dan kepribadian asli dari pasangan kamu, maka ajaklah sekali-kali dia untuk mendaki gunung bersama. Ketika mendaki gunung karakter asli dari manusia akan terlihat.



Berikut ini saya paparkan karakter seorang pasangan ketika di gunung.

- Jika pasanganmu banyak mengeluh dan mengajak pulang, berarti dia adalah orang yang manja dan anak mama haha. Ketauankan kalau tidak mau susah dan bekerja keras.

- Jika pasanganmu tidak mau membantu mendirikan tenda atau memasak, berarti dia adalah seorang yang pemalas. Kalau dimintai bantuan pasti menolak dan beralas-alasan terus.

- Jika pasanganmu menghabiskan makanan dan minuman sendirian, itu berarti dia adalah orang yang pelit dan egois. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri tanpa memikirkan yang lainnya. Baginya yang penting dia kenyang, entah yang lain kelaparan atau tidak dia tidak peduli.

- Jika pasanganmu meninggalkan sampah di gunung, berarti dia adalah orang yang tidak bertanggung jawab, berarti dia adalah orang yang seenaknya sendiri.

- Jika pasanganmu menunggu disampingmu dan selalu membawakan minum atau air ketika kamu lelah dan haus, berarti dia adalah orang yang setia dan peduli terhadapmu.

- Jika pasanganmu membawakan semua barang bawaanmu, berarti dia adalah seorang PORTER wkwkwk. Maaf bercanda, berarti dia adalah orang yang mau berkorban buat dirimu, dia tidak mau melihat pasangannya keberatan membawa barang yang berat.

- Jika pasanganmu membawakan bunga Edelweiss untukmu,berarti dia adalah orang yang tidak peduli pada alam dan perusak alam, dia lebih mementingkan benda dibandingkan pasangannya sendiri.

- Jika pasanganmu ketika kamu pamit mau mendaki gunung bilang gini "Aku gak mau dibawain apa-apa, cukup kamu bisa pulang dengan selamat aja aku udah seneng". Itu berarti pacarmu memang benar-benar sayang dan tulus kepadamu, karena dia lebih mementingkan dirimu dibanding dengan kenangan-kenangan yang didapat dengan cara merusak, atau membahayakan nyawa.


Baca selengkapnya

Wednesday, 5 August 2015

Tips Sholat Ketika Mendaki Gunung

Bagi seorang muslin sholat adalah hal yang wajib dilakukan dimanapun berada dan dalam kondisi apapun. Ketika melakukan perjalanan seperti mendaki gunung tentu saja kita akan kesulitan untuk melakukan sholat lima waktu. Hal ini dikarenakan perjalanan seperti mendaki gunung selalu membutuhkan tenaga dan menyita waktu. Oleh karena itu islam memberi solusi dengan aturan-aturan yang sangat mempermudah kita sebagai pendaki dan penggiat alam yang tentunya banyak menghabiskan waktu di alam terbuka.



Berikut ini adalah beberapa panduan atau tips sholat ketika dalam perjalanan seperti mendaki gunung :


Sholat di Kendaraan

Ketika kita sedang berada di perjalanan menuju lokasi pendakian, tentunya juga membutuhkan banyak waktu belum lagi kalau gunung yang kita tuju jauh dari tempat kita. Pastinya juga akan menghabiskan waktu yang tidak sebentar. Nah otomatis kita akan melewati beberapa kali waktu sholat. Ada beberapa cara melakukan sholat ketika di dalam kendaraan seperti pesawat, kereta atau bus.


- Tayammum sebagai pengganti wudhu

Media yang bisa kita gunakan untuk tayammum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih baik itu berupa pasir, tanah entah lembab atau kering.

Tata Cara Tayammum :

- Membaca niat "Nawaitut-tayammuma li istibaahatish-shaalati fardhal lillahi ta'aalaa"
- Meletakkan kedua telapak tangan pada benda atau tempat yang berdebu bersih
- Kemudian kedua telapak tangan ditiup atau ditepukkan kemudian mengusapkan punggung telapak tangan kanan dengan tangan kiri begitupun sebaliknya.
- Kemudian menyapu atau mengusap wajah dengan kedua telapak tangan.
- Semua usapan dilakukan sekali.
- Bagian tangan yang diusap hanya sampai pergelangan tangan saja.

- Sholat Menghadap Arah Duduk
Jika di atas kendaraan tentunya kita kesulitan untuk sholat menghadap kiblat, oleh karena itu kita bisa melakukan sholat menghadap sesuai kendaraan, namun jika memungkinkan dan bisa menghadap kiblat, maka sholatlah menghadap kiblat.

Beberapa pendapat mengatakan selain melakukan sholat ketika di kendaraan kita juga bisa mengqadha sholat kita.


Sholat di Gunung

Ketika dalam pendakian beberapa kondisi akan terjadi pada diri kita seperti udara dingin, mengejar waktu, disorientasi arah, dan tentunya persediaan air yang terbatas. Untuk menghadapi hal-hal seperti itu Islam telah memberikan solusi agar kita tetap bisa menjalankan sholat.

- Dalam berwudhu kita bisa hanya membasuh muka, kedua tangan, sebagian kepala dan kaki saja karena yang diwajibkan. Masing-masing bisa dibasuh sekali saja tanpa harus tiga kali. Bila kondisi tidak memungkinkan bisa melakukan tayammum.
Berwudhu juga bisa dilakukan ketika masih menggunakan sepatu. Hal seperti ini juga memang telah diajarkan oleh Rasulullah dahulu.

Caranya sama saja dengan wudhu, tapi cukup membasuh bagian atas sepatu daru bagian terus ke belakang sebagai ganti cuci kaki. Namun perlu diingat sepatu yang digunakan haruslah menutup mata kaki dan bukan terbuat dari bahan yang tipis dan tembus air. Selain itu juga tidak boleh ada bagian yang bolong dan robek.


Sholat Menghadap Kiblat

Ketika hari masih terang tentu kita akan mudah menentukan arah kiblat. Namun akan sangat menyulitkan ketika malam hari atau ketika kondisi tertutup kabut tebal yang menutup sinar matahari.


Beberapa cara menentukan arah kiblat :

- Cara termudah adalah dengan menggunakan kompas
- Rasi bintang Orion (Bintang Waluku/Bajak/Belantik) untuk arah barat. Ini adalah rasi yang paling mudah dikenali. Ciri khasnya adalah tiga buah bintang yang terang, saling berdekatan dan dalam satu garis lurus. Tiga bintang tersebut disebut sabuk Orion. Satu garis yang menghubungkan tiga bintang itu bisa dijadikan petunjuk arah kiblat.


Sholat Menggunakan Sepatu Trekking

Seorang yang sholat boleh dalam kondisi sedang mengenakan sepatu. Jadi memakai sepatu dalam sholat itu tidak dipermasalahkan.


Sholat Jama' dan Qasar

Sholat fardhu boleh dijamak bila kita dalam kondisi safar atau melakkukan perjalanan jauh. Mendaki gunun termasuk salah satu bentuk perjalanan yang bisa dijadikan dasar daru menjamak sholat. Sholat yang boleh dijama' adalah sholat dzuhur dengan sholat ashar dan sholat maghrib dengan sholat isya'.
Ada pula yang disebut mengqasar sholat yakni dengan cara meringkas jumlah rakaat, misalnya sholat dzuhur, ashar dan isya' yang tadinya 4 rakaat di qasar menjadi 2 rakaat.


Buang Air Besar

Bagi sebagian pendaki buang hajat terkadang menjadi kendala ketika naik gunung. Mungkin karena tidak terbuasa jadi terpaksa mencari lokasi yang sekiranya nyaman untuk buang hajat. Yang menjadi masalah adalah bagaimana kita untuk ceboknya mengingat kondisi air yang terbatas.
Islam memberikan solusi bukan dengan air tapi dengan benda seperti batu, kayu, daun kering. Pendaki sekarang biasanya suka membawa tissue basah untuk keperluan jika sewaktu-waktu ingin buang air di gunung.


Mimpi Basah

Yang namanya mimpi basah tentunya tidak kenal waktu dan tempat serta tidak bisa dicegah. Bisa saja ketika di gunung kita kedatangan rejeki. Lantas bagaimana mandi wajibnya?
Dalam kondisi di gunung dengan udara yang sangat dingin sehingga untuk menyentuh air pun akan terasa beku, maka kita bisa melakukan tayammum sebagai penggantinya. Tayammum sendiri juga bisa menghilangkan hadats kecil dan hadats besar. Jadi tidak perlu mandi wajib di gunung jika nantinya hanya bisa membuat sakit.


Hal-hal yang dijelaskan di atas merupakan beberapa panduan sholat ketika kita mendaki gunung. Semoga bermanfaat.





Baca selengkapnya

Monday, 13 July 2015

Tips Perawatan Wajah di Gunung

Menjaga penampilan tidak hanya di rumah atau saat mau bepergian saja, tapi juga patut diperhatikan ketika mendaki gunung. Yah meskipun mendaki itu identik dengan alam dan kotor-kotoran, tapi patut kiranya kita menjaga penampilan agar lebih enak dipandang. Seorang yang kumel, pakaian yang awut-awutan, rambut gimbal, bau dan jarang mandi. Hal itulah yang selama ini menjadi citra seorang penggiat alam. 
Mendaki memanglah tidak untuk bergaya-gayaan, tapi tidak salah juga jika kita menjaga penampilan dan kebersihan diri. Asalkan semua itu tidak berlebih-lebihan dan sesuai dengan keadaan dan dimana kita berada. Bedakan antara pergi main dengan mendaki gunung.



Hal yang sering dirasakan sewaktu atau sesudah mendaki gunung salah satunya adalah kulit kering dan mengelupas. Berikut ini adalah sedikit tips untuk merawat wajah sewaktu atau sesudah mendaki gunung :


Basuh Muka Dengan Air Hangat

Saat kita mendaki gunung sulit kemungkinan kita untuk bisa mandi, yah paling tidak kita hanya bisa mencuci muka atau gosok gigi saja, mengingat kita harus menghemat air. 
Jika kita akan mencuci muka, sebaiknya kita menghangatkannya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar kulit kita tidak terlalu kaget dengan suhu air yang sangat rendah namun akhirnya justru menjadikan muka panas. Dengan air hangat suhu yang diterima kulit wajah akan lebih stabil.



Hindari Make Up Berlebihan


Setelah mencuci muka kita dengan air hangat, gunakanlah pelembab atau sunblock. Hindari penggunaan alas bedak atau peralatan make up lainnya. Hal itu hanya akan membuat pori-pori kulit tertutup dan akan membuat kulit menjadi iritasi.


Jangan Terlalu Sering Menyentuh Wajah

Saat mendaki tentu kita akan mengeluarkan banyak sekali keringat. Usahakan kita tidak mengelapnya langsung menggunakan tangan. 
Hal ini untuk menghindari tumpukan kuman di wajah karena mengingat tangan kita yang kotor dan banyak kuman. Gunakanlah tissue untuk membersihkan kulit wajah.


Setelah Mendaki Jangan Basuh Dengan Air Dingin


Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi pada perubahan suhu. Untuk itu setelah kita mendaki gunung hindari langsung mencuci muka dengan air dingin. Kompreslah wajah dengan air hangat dan handuk yang bersih. Ini akan memberikan sensasi nyaman di kulit dan membuatnya terasa lebih dingin sesudahnya.

Hindari juga penggunaan facial foam yang mengandung banyak bahan kimia. Jadi cukup bersihkan dengan handuk yang dibasahi air hangat saja.


Gunakan Baby Cream


Setelah kita mengompres kulit dengan air hangat, kulit wajah kita masih merasa sedikit panas. Untuk mengurangi rasa panas dan kemungkinan pengelupasan kulit, oleskanlah sedikit baby cream.

Penggunaan baby cream dimaksudkan karena baby cream dibuat untuk kulit bayi yang masih sensitif, tentu juga bahan yang digunakan tidak seperti kosmetik orang dewasa. Untuk itu lebih aman menggunakan baby cream.


Lakukan Facial


Setelah kulit benar-benar kembali normal, kita bisa melakukan facial, tapi mintalah agar tidak terlalu over dalam melakukan facial.
Facial bertujuan untuk menyegarkan dan membersihkan kembali kulit wajah dari kotoran yang menempel dan tertimbun.


Nah berikut adalah beberapa tips yang saya kutip dari beberapa sumber, semoga bisa bermanfaat buat Anda para penggiat alam. Perlu diingat tips diatas bukanlah jaminan bahwa kulit akan terhindar dari yang namanya kering atau mengelupas, tapi setidaknya bisa mengurangi. 
Yang perlu ditekankan dari hal ini juga adalah bahwa kita mendaki gunung untuk menyatu dengan alam, dan di alam kita didik untuk menjadi seorang yang sederhana dan mampu hidup dari keterbatasan. Jadi seharusnya kita bisa membedakan antara pergi bersenang-senang dengan mendaki gunung.  
Baca selengkapnya

Monday, 22 June 2015

Tips Mendaki Gunung Ketika Berpuasa

Mendaki Gunung disaat bulan puasa atau saat kita sedang berpuasa bukanlah hal yang tak mungkin untuk dilakukan. Sudah banyak dijumpai orang-orang yang mendaki gunung meskipun sedang berpuasa. Meskipun itu tidak mustahil atau bisa dilakukan, tapi bagaimanapun harus memerlukan persiapan yang lebih matang, baik entah itu persiapan fisik, mental, perlengkapan dan peralatan. Semuanya harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai kita tidak menyiapkannya dengan baik, karena hanya akan sia-sia jika kita gagal mendaki dan turun di perjalanan serta puasapun jadi tidak kuat dan akhirnya membatalkannya.



Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan untuk mendaki gunung saat sedang berpuasa :

- Asupan Nutrisi yang tepat
Mendaki gunung memerlukan energi yang besar dan akan sangat menguras tenaga. Dari hal tersebut maka diperlukan asupan nutrisi yang besar. Hal itu bsia didapat dari makanan yang sehat dan tepat. Dengan makanan yang sehat bisa menjaga stamina saat mendaki gunung. Waktu sahur adalah waktu yang tepat untuk memberikan asupan makanan yang dibutuhkan. Beberapa makanan itu seperti : sayur-sayuran, buah, susu, madu dll. Konsumsi daging juga sangat direkomendasikan karena dagin lebih lama bertahan lama dalam lambung sehingga bisa memberikan rasa kenyang yang lebih lama.

- Tentukan gunung yang tepat
Semakin berat medang yang harus ditempuh maka tenaga yang dibutuhkanpun juga lebih besar. Maka dari itu tentukan gunung mana yang kiranya tepat dijadikan lokasi pendakian saat kita sedang berpuasa.
Gunung yang bisa kita pilih bisa juga adalah gunung yang memiliki banyak hutan karena dengan banyak hutan otomatis bisa melindungi diri dari panasnya sinar matahari yang bisa menyebabkan tubuh menjadi cepat haus. Bisa juga adalah gunung yang memiliki trek dan medan yang tidak terlalu terjal dan terbilang landai serta yang membutuhkan waktu sedikit untuk sampai di puncaknya.


- Gunakan Topi atau tutup kepala
Saat mendaki gunakanlah tutup kepala karena paparan sinar matahari secara langsung memungkinkan terjadi dehidrasi yang lebih cepat apalagi saat kita sedang berpuasa. Setidaknya dengan memakai topi bisa cukup membantu untuk menjaga daya tahan tubuh.

- Efektivitas perlengkapan
Pastikan ketika mendaki gunung persiapkan alat dan perlengkapan dengan baik. Bawalah sesuatu yang kiranya penting saja, dan jangan bawa sesuatu yang tidak dibutuhkan karena hanya akan menambah beban bawaan. 
Untuk pakaian, gunakanlah pakaian yang cocok untuk mendaki. Pastikan yang bisa cepat meresap keringat dan cepat kering serta mudah dibuat bergerak. Jangan sekalipun memakai jeans.

- Jalur yang benar dan tepat
Pastikan Anda memilih jalur pendakian yang paling mudah dan paling pendek. Dengan begitu kita bisa menghemat tenaga saat sedang berpuasa.

- Atur waktu istirahat 
Saat mendaki usahakan Anda mengatur dan menjaga keseimbangan antara istirahat dan berjalan. Usahakan juga istirahat tidak terlalu lama. Setidaknya cukup untuk membuat nafas kembali normal dan sejenak mengistirahatkan tubuh. Jika istirahat terlalu lama maka kondisi tubuh akan kembali turun dan perlu menyesuaikan lagi untuk kembali bekerja keras.

- Mengatur waktu pendakian
Waktu pendakian sangatlah penting sebagai pertimbangan ketika mendaki saat sedang berpuasa. Jika tidak ingin mendaki dengan berpuasa paling tidak kita bisa mendaki di saat malam hari dan pagi harinya kita sudah sampai di puncak.

- Teman yang cocok
Puasa tak hanya menahan lapar dan haus, tapi juga menahan emosi. Saat tubuh lelah maka kita akan lebih mudah emosi, terlebih lagi jika ada hal yang menjengkelkan dari teman seperjalanan yang tidak sepaham dengan kita. Usahakan mencari teman yang sudah saling memahami dan tau kekurangan masing-masing.

- Aturlah tempo
Dalam mendaki usahakan mengatur irama atau tempo perjalanan. Jangaan mendaki cepat-cepat karena hanya akan membuat Anda lebih cepat lelah. Nikmatilah perjalanan Anda, pelan tapi pasti lebih baik daripada terburu-buru.

- Jangan memaksakan diri
Ketika kita benar-benar lelah dan dirasa sudah tidak kuat lagi, maka sebaiknya Anda tidak melanjutkan untuk berpuasa. Jangan memaksakan diri untuk tetap berpuasa jika memang benar-benar sudah tidak kuat lagi. Yang perlu diingat bahwa pendakian yang sukses adalah yang berhasil sampai di rumah dengan selamat. Oleh karena itu lebih baik Anda tidak melanjutkan puasa dan nanti masih bisa diganti di lain hari puasanya.

Dalam setiap pendakian tentunya diperlukan kesiapan fisik, mental dan perlengkapan. Apalagi saat kita dalam kondisi berpuasa. Dengan niat dan tekad yang kuat InsyaAllah kita bisa kuat menjalani dan melakukan pendakian dalam kondisi berpuasa.


Nahh itulah beberapa tips jika kita ingin mendaki gunung di bulan puasa atau sedang berpuasa. Semoga bisa bermanfaat.

Baca selengkapnya

Menghadapi Rasa Lelah Ketika Mendaki Gunung

Mendaki gunung adalah olahraga yang sangat menguras tenaga dan pikiran. Banyak orang merasa takut mendaki gunung dikarenakan takut kalau tidak kuat. Banyak orang juga yang tidak suka mendaki gunung karena menurutnya mendaki itu melelahkan dan hanya membuang-buang tenaga dan waktu.

Mendaki memang memerlukan perjuangan fisik dan hati. Untuk menggapai puncak tertinggi harus melewati banyak rintangan dan medan yang terjal. Oleh karena itu rasa lelah dan letih adalah hal yang wajar untuk manusia yang sedang mendaki gunung. 



Jika Anda merasa lelah saat naik gunung, Anda tak perlu khawatir. Di bawah ini ada beberapa cara dan tips menghadapi rasa lelah saat kita mendaki gunung. Banyak hal untuk menyiasatinya, Nah berikut ini tips-tipsnya :

- Istirahat Sejenak
Istirahat dan berhentilah sejenak, itulah hal pertama yang perlu kita lakukan saat merasa kelelahan. Jangan paksakan untuk tetap berjalan jika memang sudah tidak kuat lagi. Segera cari tempat yang datar dan rindang untuk sejenak mengisi tenaga dan mengistirahatkan tubuh. Tunggu hingga nafas kembali normal dan sudah tidak ngos-ngosan.

- Minumlah Secukupnya
Tentunya dari awal kita sudah menyiapkan perbekalan untuk dibawa. Nah minumlah air yang sudah Anda bawa secukupnya saja. Jangan terlalu banyak juga karena justru malah tidak enak pada perut sewaktu berjalan. Minumlah secukupnya untuk sekedar mengusir rasa haus dan membasahi tenggorokan. Perlu di ingat bahwa Anda harus memperhatikan persediaan air juga.

- Menjaga Ritme
Pastikan Anda menjaga ritme saat mendaki gunung. Jangan istirahat terlalu lama karena itu akan membuat kondisi tubuh kembali dingin. Tubuh yang kembali dingin perlu menyesuaikan lagi jika dibuat untuk bekerja keras. Usahakan seimbang antara istirahat dan kembali berjalan agar kondisi tubuh tetap terjaga dan seimbang. 
Atur juga langkah kaki ketika melangkah, jangan terlalu lebar karena bisa membuat Anda kelelahan. Pelan-pelan tapi pasti itu lebih baik dibanding cepat malah akan membuat semakin cepat letih dan perlu diingat perjalanan masih jauh.

- Jangan Pikirkan Jarak
Banyak dari kita sewaktu mendaki sangat terburu-buru ingin cepat sampai puncak. Dari awal kita sudah memikirkan jarak yang harus ditempuh seberapa jauh. Usahakan nikmatilah perjalanan Anda sewaktu mendaki, jangan terburu-buru . Tak perlu terlalu mengkhawatirkan berapa lama waktu yang dbutuhkan untuk sampai ke puncak, cukup nikmati saja. Dengan pemandangan alam yang indah dan Anda bisa menikmatinya, saya rasa perjalanan akan terasa cepat.

- Istirahat Bersama
Jika Anda merasa lelah dan ingin istirahat. mintalah sedikitnya 1 orang teman untuk menemani atau semua suruh berhenti untuk istirahat. Jangan sampai istirahat seorang diri di belakang. Karena resiko terlepas dari rombongan dan tersesat akan semakian besar. Usahakan kalau bisa istirahat bersama-sama, tidak ada saling tinggal-tinggalan.

- Dirikan Tenda Jika Dirasa Perlu
Jika merasa tubuh memang sudah tidak kuat lagi jangan sekalipun memaksakan untuk tetap berjalan. Bicaralah kepada teman Anda, saya rasa teman Anda akan mengerti. Batas kemampuan setiap manusia berbeda-beda, dan demi kebersamaan dan keselamatan lebih baik menunda sejenak daripada harus menanggung resiko yang besar. Dirikanlah tenda dan istirahatlah. Karena mendaki bukan semata-mata kita bisa sampai di puncak, tapi bagaimana kita bisa pulang ke rumah dengan selamat.



Baiklah sobat, di atas adalah beberapa tips menghadapi rasa lelah ketika mendaki gunung. Semuanya tergantung pada hati kita. Karena kekuatan hati menentukan segalanya. Kekuatan hati mengalahkan kekuatan fisik. Semoga Bermanfaat.
Baca selengkapnya

Sunday, 21 June 2015

Tips Merawat Tenda

Mendaki gunung tentu saja identik dengan bermalam di alam, nah tentunya disitu kita membutuhkan perangkat yang bisa dibilang utama ketika mendaki gunung. Perangkat itu adalah tenda. Tenda adalah komponen penting yang harus kita bawa saat kita bermalam di alam liar. Tenda berfungsi untuk melindungi diri kita dari dingin, hujan dan terpaan sinar matahari. 




Bagi Anda yang suka sekali naik gunung atau berkemah di alam dan tentunya sering memakai tenda. Di bawah ini saya berbagi sedikit tips untuk merawat tenda :

1. Pastikan setiap habis pemakaian untuk selalu membersihkan tenda dari kotoran-kotoran yang melekat. Jika dirasa tidak terlalu kotor cukup gunakan spons basah dan sabun untuk membersihkannya. Tidak perlu dengan menyikat tenda atau dengan menggunakan mesin cuci serta mesin pengering.

2. Sehabis membersihkan atau mencuci tenda, pastikan setelah itu jemur tenda agar kering. Jangan pernah menyimpan tenda dalam keadaan basah.

3. Pastikan juga selalu membersihkan dan memeriksa frame atau tiang tenda. Kita bisa membersihkannya dengan air supaya lempengan besi yang ada tidak korosi sehingga dapat mengurangi tingkat kelenturan pada frame. 

4. Tidak hanya itu, periksa juga resleting tenda. Pastikan membersihkannya agar tetap normal.

5. Perlu juga disadari sewaktu mengeringkan tenda usahakan jangan sampai terkena sinar matahari secara langsung. Hal ini dikarenakan sinar Ultraviolet dapat mengakibatkan kerusakan pada tenda. Dalam mengeringkan usahakan cukup diangin-anginkan di tempat terbuka tetapi tidak terkena sinar matahari secara langsng.

6. Simpan tenda di tempat yang kering dan sejuk. Jangan menyimpannya di tempat yang panas dan juga tempat yang basah. Hal itu dapat memicu kerusakan pada lapisan tenda.

7. Jangan sekali-kali menggunakan tenda untuk alas tidur atau selimut jika tidak digunakan. Hal ini untuk mengurangi gesekan-gesekan antara tenda dengan alas.

8. Perlu diwaspadai ketika Anda sedang bermalam di alam dan membuat api unggun. Usahakan cukup jauh dari tenda. Karena bahan tenda sangat mudah terbakar, jadi usahakan jauhkan dari api.  Sama halnya dengan rokok, usahakan tidak merokok di dalam tenda.


Itulah sedikit tips dalam merawat tenda agar bisa lebih awet dan tidak mudah terjadi kersakan seperti apa yang tidak kita harapkan. Semoga bermanfaat dan Salam Lestari.



Baca selengkapnya

Thursday, 9 April 2015

Tips Untuk Pendaki Yang Suka Ngebul Alias Merokok

Merokok disepanjang perjalanan pendakian adalah hal yg lumrah untuk sebagian pendaki, mereka menganggap merokok adalah tuntutan wajib bagi mereka yang sudah kecanduan, tetapi tidak dapat dipungkiri bahwa merokok juga memberikan efek negatif pada kemampuan fisik serta stamina si pendaki.
Pendaki yang suka mengkonsumsi rokok sepanjang track pendakian cenderung lebih sulit mengatur nafasnya dikarenakan zat-zat yang terkandung dalam rokok seperti nicotine, sangat mempengaruhi daripada kerja paru-paru sebagai terminal oksigen yang masuk ke pembulu darah serta jantung yang berfungsi memompa aliran darah keseluruh tubuh, dengan merokok kebanyakan perokok menganggap bahwa merokok dapat meningkatkan mood mereka sehingga tidak merasakan letih yang berrlebihan serta merasa lebih bersemangat ini tentu opini karena sepengetahuan penulis, merokok terlalu sering selama pendakian dapat memberikan efek yang besar bila kita sudah berada di ketinggian lebih dari 1500 mdpl, dikarenakan kadar oksigen yang semakin rendah serta meningkatnya aktifitas dapat memberikan pengaruh konkrit pada kerja paru-paru dan jantung, contoh sederhana nya adalah sesak nafas, apalagi untuk mendaki gunung yang memiliki simpanan berlerang dengan kadar yang lumayan tinggi ini dapat membuat sipendaki merasakan sesak nafas yang hebat yang sangat sulit antisipasi nya.

Pendaki gunung yang merupakan smooker lebih cenderung sering capek, ini adalah faktanya kok bisa gitu? Ya karena disaat kita berjalan bersamaan dengan merokok itu dapat memberikan tekanan lebih terhadap paru-paru dimana disisi yang satu paru-paru memompa oksigen agar bisa masuk kedalam darah, disisi lain paru-paru harus menahan atau menyaring kadar karbodioksida dan zat-zat berbahaya lain yang turut masuk kedalam paru-paru melalui asap rokok tadi, kegiatan penyaringan atau pemisahan antara oksigen dan zat-zat lain yang dilakukan di paru" ini tidak akan selalu sempurna karena ada kalanya zat-zat berbahaya yang terkandung itu juga turut masuk kedalam aliran darah kita. Itu lah yang memicu tersumbatnya aliran darah yang menimbulkan rasa lelah pada tubuh kita.

Selain itu pada saat kita melakukan pendakian pada musim kemarau, rokok yang kita hisab cenderung berbahaya dikarenakan bara api yang ditimbulkan oleh tembakau bila jatuh dan mengenai ranting-ranting dan semak-semak kering dapat mengakibatkan kebakaran hutan, ini adalah resiko yang sangat besar jika kita merokok sepanjang pendakian pada musim kemarau.

So, solusi jitu nya apa dong???

Oke... Di bawah ini ada beberapa solusi buat kamu-kamu yang merupakan pendaki perokok kelas kakap :D hehehe

1. Merokok lah pada saat istirahat dikarenakan merokok pada waktu ini dapat mengurangi tekanan yang terjadi pada paru-paru kita ini dapat menghindarkan kita dari sesak nafas.

2. Ketinggian maksimum dimana kita sudah tidak boleh merokok lagi dikarenakan semakin tipis nya oksigen adalah 2700 mdpl, bila diatas ketinggian tersebut dianjurkan agar tidak merokok karena kandungan oksigen yang semakin rendah dan suhu yang semakin rendah.

3. Bila anda ingin merokok pada saat mendaki dan waktu itu adalah musim kemarau, anda dapat merokok dengan cara menggali tanah sedalam 3-5 cm dan usahakan terhindar dari ranting-ranting serta semak" kering, dan buanglah kuntum serta abu rokok anda ke dalam lubang yang sudah anda buat tadi, kegiatan ini dapat menekan angka kemungkinan kebakaran hutan dan tentunya anda harus menutup kembali lubang tadi dengan tanah galian-nya.

4. Merokoklah ditempat yang agak jauh dari tempat yang sering ada angin, anda dapat merokok di balik batu besar, dibelakang pohon, dan sebagainya kegiatan ini dapat menghindari abu rokok yang mengandung bara api berterbangan dari tempat anda, bila hal ini (bara api) sampai berterbangan bukan tidak mungkin dapat menyebabkan kebakaran hutan. Karena sifat bara api yang cenderung akan lebih membara jika terkena angin.

Nah, itu dia sekilas info untuk para pendaki yang suka merokok sepanjang pendakian, merokok adalah kegiatan positif plus negatif, jdi ambil positif nya saja, tetap jaga alam kita agar tetap lestari untuk anak cucu kita.
Preserve our mountain, flora and fauna
Salam ransel. :)

Baca selengkapnya

Saturday, 28 March 2015

Kesalahan Seorang Pendaki Gunung

Mendaki gunung adalah sebuah olahraga atau kegiatan untuk bercengkrama dengan alam yang bisa dibilang ekstrim dan cukup berbahaya bagi yang tidak mempunyai pengalaman. Mendaki gunung tentunya dengan tujuan bisa menikmati keindahan alam dan bersenang-senang. Tapi jika sesuatu masalah ketika pendakian tentunya akan mengganggu perjalanan kita yang seharusnya dapat kita nikmati malah membuat kita tidak nyaman dan menderita. Ketidak pahaman atau kurangnya pengalaman mendaki gunung sering mengakibatkan terjadinya kecelakaan atau kejadian buruk di gunung. Oleh karena itu untuk mengurangi resiko agar perjalanan Anda bisa lebih berkesan dan Anda bisa lebih menikmatinya, maka di bawah ini faktor-faktor atau kesalahan yang sering dilakukan pendaki gunung.


1. Barang bawaan terlalu banyak

Hal ini merupakan satu kesalahan yang sering dilakukan para pendaki gunung. Alih-alih takut kekurangan sesuatu di gunung, mereka membawa barang terlalu banyak dan berlebihan. Baik makanan atau minuman cobalah mempertimbangkan lebih baik lagi. Mana barang yang penting dan berguna saat mendaki dan mana barang yang hanya akan menambah berat tas Anda. Usahakan tidak membawa 2 barang bawaan dengan fungsi yang sama misalnya membawa 2 pasang sepatu atau sendal. Efisiensi dan nilai praktis menjadi acuan yang sangat penting bagi barang bawaan Anda. Dengan barang bawaan yang berat dan medan yang berat pula maka otomatis akan menghambat laju perjalanan Anda.

2. Kurang makan dan minum

Ini adalah hal yang sering diabaikan oleh pendaki gunung, kebanyakan mereka mentang-mentang dirinya tidak lapar dan tidak haus atau dengan sengaja ingin menghemat perbekalan mereka rela tidak makan dan minum. Biasanya mereka juga setiba di lokasi camp dan mendirikan tenda, mereka langsung tidur dan terlalu malas untuk memasak dikarenakan lelah. Padahal makan dan minum setelah perjalanan panjang dan melelahkan adalah satu hal yang sangat penting untuk dilakukan mengingat tubuh kita perlu banyak asupan nutrisi setelah energi kita terkuras habis dalam perjalanan pendakian. Jika Anda ingin menjaga kesehatan dan tetap ingin dalam kondisi prima selama pendakian, maka sebaiknya Anda tidak mengabaikan hal ini. Makan dan minumlah yang cukup dalam arti juga tidak berlebihan.

3. Tidak memperhitungkan cuaca dengan baik

Cuaca adalah salah satu faktor penting lancar atau tidaknya pendakian Anda. Karena cuaca semua rencana yang sudah dipersiapkan da dipikirkan matang-matang akhirnya harus terhambat atau bahkan tak sesuai dengan rencana awal. Oleh karena itu untuk mempersiapkan pendakian secara tepat dan matang, kita juga harus mempertimbangkan kondisi cuaca. Ketika musim hujan jangan lupa membawa mantel atau jas hujan serta cover bag untuk menutupi tas Anda agar tidak basah. Di kondisi hujan, medan pun juga akan semakin berat dan licin.

4. Pakaian yang  kurang tepat

Satu kesalahan yang besar ketika mendaki gunung biasanya adalah pakaian yang kita gunakan. Banyak dari pendaki apalagi pendaki pemula yang tidak paham akan  pakaian yang harusnya kita kenakan di gunung. Misalnya saja banyak diantara mereka yang mendaki menggunakan celana jeans. Tentu saja itu adalah kesalahan besar yang selalu diabaikan. Kita mendaki gunung bukan untuk fashion atau berpenampilan keren. Menggunakan celana jeans ke gunung akan menghambat kita dalam melangkah, kita tidak bebas bergerak dan disilain celana jeans terlalu berat apalagi jika terkena air atau basah, maka akan semakin berat dan terlalu lama keringnya. Oleh karena itu marilah sekarang kita pertimbangkan manakah pakaian yang kiranya tepat untuk mendaki gunung.

5. Lupa membawa barang yang penting

Jas hujan, alat makan, alat penerangan dan tissue toilet, itu adalah beberapa komponen penting yang sering terlupakan ketika mendaki gunung. Sekecil apapun itu, barang-barang itu mempunyai peranan  dan fungsi yang penting. Misalkan kita tidak membawa jas hujan mentang-mentang bukan musim hujan. Padahal kan gak pernah tahu kapan akan turun hujan. Sebelum berangkat sebaiknya Anda cek dengan teliti lagi barang bawaan Anda, jangan sampai barang sekecil apapun tertinggal atau barang yang sudah disiapkan tak terbawa.

6. Meninggalkan sampah di gunung

Ini yang perlu para pendaki ingat dan sadari. Alam adalah sesuatu yang seharusnya untuk kita jaga. Alam adalah perananan dan kompoen penting dalam kehidupan untuk menjaga keseimbangan. Alam bukanlah tempat kita untuk membuang sampah. Sudah saatnya kita para pendaki, bukan para pendaki saja, tapi kita semua menjaga kelestarian alam di bumi ini. Alam adalah tempat kita tinggal dan tempat kita mencari makan dan airnya untuk kita minum sehari-hari. Jika alam kita tercemar dan rusak, tentunya keseimbangan ekosistem pun akan terganggu, itu pun akan berdampak buruk pada kita. Tempat yang awalnya indah dan nyaman untuk kita tinggali menjadi tidak nyaman lagi. Air yang awalnya bersih dan bisa kita buat minum, kini harus tercemar. 

Marilah kita sadar dan peduli dengan alam tempat kita tinggal. Buanglah sampah di tempatnya, dan ketika di gunung bawalah sampah kita turun, jangan tinggalkan sampah kita di atas.


7. Tidak melakukan olahraga ringan sebelum mendaki

Sebelum melakukan pendakian pastikan kita melakukan olahraga ringan dan pemansan untuk menjaga otot-otot kaki kita agar tidak kaget dan kram sewaktu di perjalanan. Hal ini memang sepele tapi sangatlah penting untuk dilakukan. Berjalan di gunung tentu saja beda dengan berjalan di jalanan kota atau desa, tentu saja medan di gunung sangat berat dan menanjak. Disitu juga diperlukan kondisi tubuh yang prima. Oleh karena itu jangan abaikan hal-hal kecil seperti melakukan pemanasan sebelum melakukan kegiatan yang berat.
Baca selengkapnya

Thursday, 19 March 2015

Menentukan Teman dan Partner Perjalanan yang Baik

Mencari teman atau partner pendakian dan perjalanan bukanlah hal yang sepele.  Sebagian orang di Indonesia memang senang jalan-jalan bersama teman-teman atau berombongan, karena memang akan lebih ramai dan menyenangkan. Tapi tidak semuanya begitu, untuk mendapatkan kesenangan dari perjalanan kita juga harus mencari teman yang cocok, karena itu adalah hal yang sangat penting.




Fungsi seorang teman tentunya adalah untuk berbagi banyak hal selama perjalanan. Kita tidak akan bisa mendapatkan kesenangan jika teman perjalanan kita kurang cocok dan sulit diajak kompromi, perjalanan yang seharusnya menyenangkan bisa jadi akan berubah menjadi perjalanan yang menyedihkan dan menyebalkan.

Daripada kita kehilangan seorang teman hanya karena ketidak cocokan dan berselisih di perjalanan, Tentunya akan beresiko sekali jika kita berselisih di dalam pendakian, karena jika sampai kita pisah dengan teman hanya karena perselisihan, maka akibatnya pun akan besar. Bukan tidak mungkin kita akan kehilangan mereka atau bahkan kita sendiri yang akan tersesat atau terjadi sesuatu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi dengan teman kita juga.

Jadi alangkah lebih baiknya kita bisa menjadikan diri kita sendiri sebagai teman yang baik dan menyenangkan buat mereka. Berikut ini tips-tips memilih teman yang baik untuk pendakian atau perjalanan Anda :


Pastikan Anda memiliki prinsip yang sama soal dana atau budget

Salah satu faktor yang bisa mengakibatkan perpecahan anatara rekan seperjalanan adalah perbedaan prinsip soal budget. Kalau Anda menyukai travelling ala backpacker yang seru dan penuh tantangan serta petualangan, bisa dipastikan kita akan selalu bertentangan jika bersama teman travelling yang menyukai kemewahan saat liburan. Lebih baik kita mencari teman perjalanan lain yang memiliki kegemaran dan budget yang sama dengan kita agar kita bisa menikmati perjalanan tanpa ada yang mengganjal di hati.
Sebelum berangkat kita harus memperhitungkan dengan cermat kira-kira berapa uang yang akan dibutuhkan untuk perjalanan. Pastikan membawa uang tunai yang cukup dan untuk kondisi darurat pastikan mempunyai cadangan di ATM


Persiapan yang baik

Persiapan sebuah perjalanan hendaknya tidak diserahkan kepada satu orang semata. Memang perlu ada satu orang yang bertindak sebagai koordinator atau pencari informasi, namun bila ada informasi atau koneksi yang Anda ketahui segeralah berbagi dengan sang koordinator. Disamping membantu proses persiapan menjadi cepat, fasilitas atau apapun yang dipilih akan sesuai dengan selera Anda. Jika tidak ambila bagian dalam persiapan, Anda harus menerima tanpa syarat apapun yang dipilih koordinator.

Aktivitas apa yang teman sukai saat berlibur?

Karena kita akan sering melakukan berbagai aktivitas bersama, tentu akan lebih baik jika kita punya teman yang punya kegemaran sama dan mirip  seperti kita. Jika kita senang petualangan, pastikan rekan kita juga senang melakukannya. Atau jika mempunyai minat yang berbeda pastikan teman kita tidak keberatan melakukan aktivitas favorit kita masing-masing.

Perlengkapan yang dibawa

Hal yang paling sering dan menjengkelkan teman adalah teman yang lupa membawa perlengkapan standar. Maka siapkan bawaan Anda dengan teliti, jangan sampai perlengkapan dasar seperti sabun, lotion, pasta gigi dll ketinggalan.
Bila ada yang tertinggal dan memungkinkan untuk dibeli seperti sabun mandi, lebih baik kita membelinya daripada selalu minta teman saat mau mandi. 

Toleransi

Jalan bersama orang lain berarti harus siap dengan sikap toleran yang cukup tinggi. Ketika melakukan perjalanan jauh dan membawa motor, ya patut kiranya kita menyumbang untuk membeli bensin.


Apa tujuan mereka dalam perjalanan itu?

Sebelum memutuskan berpergian dengan satu orang tertentu tanyakan kepada merekan, apa yang ingin didapatkan dari perjalanan tersebut. Apakah mereka ingin menyelami kebudayaan di tempat wisata atau mengunjungi dan menikmati kuliner? Apa hanya ingin melihat keindahan alamnya? Jadi pastikan rekan seperjalanan kita punya minat yang tidak terlalu berbeda supaya kita tida perlu berkompromi terlalu banyak.

Ajak dan pilih teman yang bisa diajak berbicara

Kita akan menghabiska hampir seluruh waktu libur bersama teman, jadi pastikan rekan seperjalanan kita adalah orang yang menyenangkan untuk diajak berbicara dan nyambung saat mengobrol. Kalau sejak awal kita sudah merasa terganggu dengan kehadiran orang itu, mungkin berpergian bersama bukan ide yang bagus.

Baca selengkapnya

Friday, 13 March 2015

Tips Aman Mendaki Gunung

Mendaki gunung atau hiking adalah suatu kegiatan yang menantang dan memang ekstrim. Banyak resiko dan bahaya yang akan mengancam keselamatan kita.


Saat ini mendaki gunung seperti olahraga, begitu banyak orang yang semula tak pernah mendaki jadi mendaki gunung. Banyak pendaki pemula tersebut yang kadang menyepelekan dan mengabaikan akan bahaya dan resiko mendaki gunung jika kita kurang berhati-hati.
Mendaki gunung sekarang menjadi sangat familiar di kalangan remaja-remaja, apalagi semenjak ada film 5 cm. Kebanyakan mereka menjadikan film tersebut sebagai tolak ukur, padahal tak semuanya di film itu benar. Mendaki tak semudah apa yang kita bayangkan dan tak serta merta sampai ke puncak. Tentunya bahaya akan terkilir, jatuh, patah tulang, luka memar, hyportemia, kelaparan, tersesat, hingga mati bisa saja terjadi. Oleh karena itu pentingnya pengalaman sangat diperlukan disini.

Berikut ini adalah tips aman saat mendaki gunung :

1. Kenali lokasi pendakian
Sebelum melakukan pendakian sebaiknya kita mengumpulkan informasi mengenai lokasi yang akan dijadikan kegiatan hiking, baik itu dengan membaca buku panduan atau sius online. Degan melakukan hal ini kita bisa menentukan perlengkapan dan peraltan apa saja yang harus dibawa sesuai kebutuhan. Misalnya dengan membawa pakaian yang sesuai dengan iklim daerah tersebut dan seberapa banyak air yang perlu dibawa.

2. Kenakan pakaian yang sesuai
Pastikan menggunakan pakaian yang sesuai, sepatu atau sendal yang sesuai dan bawalah jas huajan andaikan hujan tiba-tiba datang. Meskipun ramalan cuaca mengatakan cerah, tidak ada salahnya kita melakukan persiapan.
Mengenakan pakaian yang tidak cocok atau sesuai dapat meningkatkan resiko cedera atau bahkan yang lebih buruk dari itu

3. Izin kepada orang yang ditinggali di rumah khususnya orang tua
Ini adalah hal yang penting. Jangan pernah sekalipun mendaki tanpa memberitahukan terlebh dahulu kepada keluarga atau kerabat di rumah. Paling tidak tinggalkan pesan yang berisi jadwal kegiatan dan berapa lama kita mendaki gunung. Jangan sampai membuat orang tua atau keluarga khawatir dan mencari-cari kita.

4. Kenali diri dan batas kemampuan Anda
Hanya Anda yang tahu seberapa kuat diri Anda. Hanya Anda yang tahu kondisi dan kemampuan tubuh Anda ketika mendaki gunung. Hal terburuk yang bisa Anda lakukan adalah memaksakan diri Anda pada akhirnya justru membuat Anda kelelahan dan tidak bisa berbuat apa-apa. Jangan merasa minder dengan pendaki ataupun teman yang lainnya. Mendaki bukanlah lomba balap atau adu kecepatan. Ketika Anda merasa lelah berhentilah dan minumlah air secukupnya. Naik gunung adalah kegiatan yang seharusnya Anda nikmati, bukan menentukan siapa yang terlebih dahulu sampai di puncak.

5. Makan dan Minum dengan baik
Tergantung dari lokasi dan jarak pendakian, umumnya seorang pendaki akan kehilangan 2000 hingga 6000 kalori pada tubuhnya untuk sampai ke tujuan pendakian. Kalori yang hilang ini tentunya harus segera diisi lagi. Karena jika tidak Anda bisa merasa pusing, lesu dan lemas. Kegiatan mendaki gunung bukanlah waktu yang tepat untuk menerapkan diet Anda. Anda harus makan dan minum yang banyak selama berada di jalur pendakian. Baru setelah itu bisa melanjutkan diet lagi ketika Anda sudah pulang dan sampai di rumah.

6. Perhatikan keadaan cuaca
Dengan mengetahui keadaan cuaca, temperatur udara dan curah hujan, kita bisa menentukan pakaian apa yang cocok dengan situasi dan kondisi pendakian. Bukan itu saja, ramalan cuaca juga bisa membantu Anda dalam mengambil keputusan apakah akan tetap pergi mendaki atau tidak.

7. Jangan keluar dari jalur dan tetap ikuti petunjuk
Terus menerus berada pada jalur pendakian adalah hal yang harus selalu kita lakukan setiap saat, bukan hanya demi faktor keamanan semata, tetapi juga sebagai upaya untuk membantu dalam melestarikan alam.
Jangan sekali-kali memaksakan diri untuk keluar dari jalur pendakian yang telah ditentukan. Sudah banyak kasus dari para pendaki mulai dari cidera, jatuh, hilang dan tersesat. Hal itu disebabkan karena mengabaikan himbauan dan tetap ngotot untuk keluar dari jalur pendakian. Dengan tetap berada di jalur pendakian tentunya jika sewaktu-waktu terjadi sesuatu akan mudah mendapatkan pertolongan.

8. Hilangkan sifat egois, sombong serta meninggalkan rombongan
Di alam bebas apapun bisa terjadi, oleh karena itu kita harus tetap waspada dan berhati-hati. Banyak kejadian yang tidak kita inginkan tiba-tiba terjadi. Dari banyak kasus atau kejadian banyak di antara para pendaki yang hilang dan tersesat di gunung. Hal ini dikarenakan mereka merasa dirinya sudah sering kali mendaki dan menganggap dirinya sudah mempunyai banyak pengalaman dan akhirnya meninggalkan rombongan. Mentang-mentang dirinya masih kuat berjalan.
Yang namanya celaka memang tidak pernah tahu apakah akan terjadi, tapi setidaknya kita harus selalu hati-hati dan tidak meremehkan hal kecil sekalipun.

Baca selengkapnya

Thursday, 12 March 2015

Tips Menentukan Jumlah Air Untuk Mendaki Gunung

Mendaki gunung dan air adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan, karena disisi lain memang manusia membutuhkan air untuk mengisi cairan tubuh. Air adalah salah satu hal terpenting yang harus dibawa ketika kita melakukan pendakian. Memang air adalah salah satu barang terberat dalam ransel kita, oleh karena itu bagaimana kita bisa mengira-ngira atau menentukan jumlah air yang harus dibawa sewaktu pendakian agar efektif. 


Membawa air terlalu sedikit takutnya nanti di tengah perjalanan kehabisan dan akan menyebabkan dehidrasi dan tak bertenaga, perjalanan pun akan terasa sangat melelahkan dan tentunya akan mudah emosi. Tapi disisi lain membawa air terlalu banyak akan menambah beban yang kita bawa. Oleh karena itu pentingnya membawa air sesuai kebutuhan dan mencukupi, jadi tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Air sangatlah penting selain untuk minum, air juga digunakan untuk memasak di gunung.

Berikut ini adalah tips menentukan jumlah air yang harus dibawa ketika  mendaki gunung :

1. Perhatikanlah Jumlah Anggota

Saat mendaki gunung perhatikan jumlah anggota yang ikut. Disitu perkirakanlah berapa jumlah air yang harus dibawa oleh masing-masing individu. Jangan sampai ada individu yang tidak membawa air. 
Saat mendaki seorang diri akan lebih mudah menentukan jumlah air yang mesti dibawa, karena kita pasti tahu sebanyak apa biasanya air yang kita butuhkan dalam pendakian. Lain halnya jika mendaki dengan tim, tentunya setiap anggota memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda sesuai ketahanan tubuh dan seberapa kuat dia menahan haus. Biasanya setiap orang membutuhkan 2-3 liter air, nah dari situ kita tinggal mengalikan saja dengan jumlah anggota, kemudian tambahkanlah beberapa untuk memasak dan sebagai cadangan.


2. Perhatikan Waktu Perjalanan dan Cuaca

Panjang waktu perjalanan yang kita lakukan adalah salah satu faktor utama untuk menentukan jumlah air yang perlu kita bawa. Untuk perjalanan yang pendek, kita bisa mengurangi jumlah air yang harus dibawa. Namun jika waktu perjalanan panjang, maka kita perlu membawa persediaan air yang lebih banyak. 
Cuaca juga mempengaruhi, karena jika cuaca mendung atau hujan, tentunya kebutuhan airpun tidak akan banyak, tapi jika kondisi cuaca begitu panas dan terik, tentunya kebutuhan akan air akan bertambah, karena tubuh membutuhkan lebih banyak cairan guna menghindari dehidrasi.

3. Cari Tahu Informasi Mengenai Sumber Air

Sebelum mendaki gunung, carilah informasi mengenai gunung yang akan kita daki. Carilah informasi mengenai sumber air di gunung tersebut. Ini adalah salah satu hal yang tak kalah penting dan perlu diperhatikan.
Jika kita membawa persediaan air terlalu banyak padahal disana terdapat banyak sumber air, tentunya akan hanya membuat beban kita menjadi berat dan sia-sia, karena akan percuma dengan air yang kita bawa. Tapi jika kita mendaki membawa persediaan air yang sedikit tapi tak ada sumber air, disitu kita akan kekurangan air.
Oleh karena itu hal ini sangatlah penting untuk mengantisipasi seberapa bekal air yang harus kita bawa.

4. Cari Informasi Tentang Medan Pendakian

Carilah informasi tentang medan pendakian. Jika jalur atau medan pendakian panjang dan berat, tentunya kebutuhan air pun juga semakin banyak, tapi jika medan pendakian landai atau sedang-sedang saja, apalagi tidak terlalu jauh, tentunya kita tidak perlu membawa persediaan yang terlalu banyak. 
Meskipun andaikan medan yang kita lewati sangatlah berat dan jauh, tapi kita juga harus mengira-ngira seberapa besar kebutuhan air, dan juga tentunya kita juga harus lebih menghemat air. Kita sadar akan kebutuhan air yang banyak jika medan yang kita lalui begitu berat, tapi disisi lain kita juga akan kesulitan dan keberatan jika membawa air terlalu banyak di medan yang seperti itu.

5. Berapa Lama Anda di Gunung

Berikutnya juga hal penting, kita harus memperhatikan berapa lama rencananya kita ngecamp di gunung? Semakin lama atau berhari-hari tentunya juga kebutuhan semakin bertambah, tapi jika hanya satu hari atau dua hari tentunya kita juga tidak perlu membawa persediaan air yang banyak.


Baca selengkapnya

Saturday, 7 March 2015

Gejala Hipotermia dan Cara Mencegahnya


Siapa yang belum mendengar nama Hipotermia? Tentunya semua pendaki gunung pada umumnya telah familiar dengan kata itu. Namun ada juga pendaki gunung yang tidak mengetahui apa itu hipotermia. Hipotermia adalah salah satu musuh besar bagi para pendaki gunung atau pecinta alam bersuhu ektrim. 

Desember tahun 2014 lalu ada peristiwa yang menelan korban jiwa. Wanita yang bernama Shizuko Rizmadhani ditemukan tak lagi bernyawa akbiat terserang hipotermia saat mendaki Gunung Gede. Dari peristiwa itu bisa kita jadikan pelajaran penting akan bahaya hipotermia.

Hipotermia memang menjadi ancaman besar bila kita mendaki gunung. Oleh karena itu disini kita akan membahas tentang apa itu Hipotermia dan bagaimana mencegah atau mengatasinya.


Apa sih Hipotermia itu?

Hipotermia adalah ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan panas tubuh atau menyesuaikan suhu dengan cuaca dingin.  Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 C. Ketika dipegang tubuhnya tetap hangat tetapi suhu tubuhnya menurun. Oleh karena itu banya yang menganggap sepele dengan gejala hipotermia dan mengira korban sedang kesurupan padahal itu terkena hipotermia.

Hipotermia. di gunung bisa terjadi saat pendakian maupun pada saat beristirahat atau berkemah. Namun dari kebanyakan kasus hipotermia yang terjadi adalah pada saat sedang beristirahat dimana tubuh sedang tidak melakukan aktivitas sehingga tubuh kurang menghasilkan panas ditambahi hal-hal lain yang mendukung terjadinya hipotermia seperti pakaian basah, hujan, perut dalam keadaan kosong dll.

Gejala Hipotermia

Hipotermia Ringan
- Penderita berbicara ngelantur dan tidak jelas
- Kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu
- Detak jantung melemah
- Tekanan darah menurun
- Terjadi kontraksi otot karena tubuh berusaha untuk menghasilkan panas
- Merinding hebat pelan-pelan semakin sering

Hipotermia Sedang
- Detak jantung melemah
- Pernafasan melemah (3-4 kali bernafas dalam 1 menit)
- Mulai sulit melakukan gerakan tubuh yang rumit seperti mencengkeram atau memanjat meskipun masih bisa berjalan secara normal

Hipotermia Berat
-  Merinding makin hebat dan datang bergelombang dan tiba-tiba berhenti. Makin lama fase berhenti merinding semakin panjang hingga akhirnya benar-benar berhenti. Hal ini disebabkan glikogen yang dibakar di dalam otot sudah tidak mencukupi untuk melawan suhu tubuh yang terus menurun. Akibatnya tubuh berhenti merinding untuk menjaga glukosa.
- Korban jatuh dan tak bisa berjalan/melangkah, kemudian meringkuk.
- Otot mulai kaku. Ini terjadi karena aliran darah ke permukaan berkurang dan disebabkan oleh pembentukan asam laktat dan karbondioksida di dalam otot.
- Kulit terlihat semakin pucat.
- Bola mata tampak membesar
- Denyut nadi menurun
- Pada suhu 30 C kondisi tubuh masuk ke dalam fase penghentian metabolisme. Korban tampak seperti mati padahal sebetulnya masih hidup. 
- Pada suhu internal 32 C, tubuh berusaha memasuki fase hibernasi untuk menghentikan seluruh aliran darah permukaan dan mengurangi aktivitas jantung.



Cara Mencegah Hipotermia

- Pendaki sebaiknya menghindari kontak air secara langsung, gunakan rain coat pada saat melakukan pendakian di kala hujan.
- Jangan terlalu lama mengenakan pakaian basah. Ganti segera bila pakaian yang dikenakan basah oleh keringat atau air hujan.
- Gunakan pakaian yang tebal, kering dan hangat apabila sedang tidak berjalan atau tengah beristirahat agar menjaga suhu tubuh tetap dalam keadaan hangat.
- Jangan menggunakan celana jeans ketika mendaki gunung, karena akan sulit menyerap keringat dan sulit kering ketika basah.
- Bila beristirahat usahakan jangan hanya berdiam diri, usahakan melakukan kegiatan-kegiatan kecil asal tubuh tetap bergerak.
- Sebelum tidur pakailah semua perlengkapan seperti jaket, kaos kaki, sarung tangan dan sleeping bag.
- Gunakanlah perlengkapan mendaki gunung sesuai prosedur pendakian dan jangan pernah sekalipun menyepelekannya.

Cara Mengatasi Saat Terserang Hipotermia

- Pastikan penderita memakai pakaian yang kering. Bila basah segera diganti dengan yang kering.
- Berikan minuman hangat dan manis seperti teh hangat atau cokelat hangat agar suhu tubuh cepat meningkat. 
- Jika memungkinkan sebaiknya penderita diminta melakukan gerakan-gerakan tubuh ringan untuk menghangatkan tubuh seperti menggerakkan jari-jari tangan dan kaki, namun ingat jangan sampai penderita kembali berkeringat.
- Untuk mempercepat penderita kembali menjadi hangat, buatlah api unggun.
- Jangan sampai penderita tidak sadarkan diri, sebisa mungkin penderita dalam keadaan sadar kalau perlu pukul-pukul wajahnya tentunya pelan-pelan saja.
- Segera dirikan tenda dan suruh penderita masuk ke dalam tenda agar terhindar dari angin dan suhu dingin.


Baca selengkapnya