Tuesday, 10 March 2015

Gunung-gunung Tertinggi di Dunia

Dapat menyaksikan keajaiban dan keindahan alam dari atas gunung merupakan pengalaman menakjubkan bagi siapa saja. Terdapat banyak gunung di dunia ini yang memiliki sejuta pesona keindahan dan memiliki ketinggian hingga 8.848 Mdpl. Namun untuk sampai di puncaknya tetap saja gak semudah apa yang kita pikirkan. Tentu saja nyawa yang akan menjadi taruhannya untuk sampai di puncak-puncak tertingginya.
Berikut ini adalah beberapa pegunungan yang mempunyai puncak tertinggi di dunia :

  1. Gunung Everest I (8.848 Mdpl)



    Gunung Everest tidak diragukan lagi sebagai gunung tertinggi di dunia. Terletak di perbatasan Nepal dan China, Gunung Everest adalah bagian dari Mahalangur dari Himalaya. "Chomolungma" adalah nama yang diberikan kepada Tibet Everest, sedangkan "Sagarmatha" adalah apa yang orang Nepal menyebutnya. Everest juga dikenal sebagai Puncak XV setelah trigonometri Survey Britis India dilakukan pada tahun 1856 dan secara resmi menyatakan 8.848 sebagai ketinggian sebenarnya dari Everest. Edmund Hillary dan Tenzing Norgay Sherpa membuat pendakian pertama yang berhasil menaklukkan Everest dan sampai di puncaknya pada 26 Mei 1953. Ekspedisi terbesar untuk mendaki Everest adalah tim China pada tahun 1975 dengan 410 pendaki.

  2. Gunung K2 (Gunung Godwin Austen, 8.611 Mdpl)



    K2 adalah salah satu gunung paling mematikan di dunia dan telah lama dianggap mustahi untuk didaki. Dengan elevasi 8.611 Mdpl. K2 adalah gunung tertinggi kedua di dunia setelah Gunung Everest. Terletak di Karakoram Rentang di perbatasan Pakistan dan China, Gunung K2 dikenal sebagai Savage Gunung karena kesulitan dan keekstriman pendakian. Statistik mengatakan, untuk setiap empat orang yang telah sampai di puncak, satu orang meninggal dunia.
    Gunung K2 ada di posisi kedua seperti yang kita bicarakan tentang angka kematian tertinggi setelah Annapurna. Secara teknis sangat berbahaya jika naik melalui sisi Pakistan. Untuk pendaki Gunung, K2 adalah gunung yang dianggap paling banyak tantangannya oleh banyak pendaki. Terbukti upaya pada tahun 1902, 1909, 1934, 1938, 1939, dan 1953 semuanya gagal sampai di puncak. Hanya pada 31 Juli 1954 sebuah ekspedisi Italia yang dipimpin Ardito Desio yang berhasil sampai di puncak.

  3. Gunung Kanchenjunga (8.586 Mdpl)



    Gunung Kanchenjugan memiliki ketinggian 8.586 mdpl dan merupakan gunung tertinggi ketiga di planet ini. Gunung ini terletak di bagian Himalaya tepatnya diperbatasan antara Nepal dan negara bagian India Sikkim. Dua dari lima puncaknya berada di Nepal sedangkan tiga yang lainnya di perbatasan Sikkim Utara dan Nepal.
    Pendaki pertama kali yang sampai di puncak adalah Joe Brown dan George Band of British pada ekspedisi 25 Mei 1955.

  4. Lhotse (8.516 Mdpl)



    Lhotse berada diketinggian 8.516 Mdpl sehingga menjadi gunung tertinggi keempat di bumi ini. Lhotse terletak diperbatasan Nepal dan China dan memiliki puncak yang sangat tajam yang bahkan tidak ada tempat untuk duduk. Sebagai puncak yang terletak di dekat bagian selatan Gunung Everest, kadang-kadang beberapa orang keliru mengidentifikasi bahwa Lhotse adalah puncak selatan Everest.
    Pendaki yang pertama kali naik adalah Ernst Reiss dan Fritz Luchsinger dari Swiss pada tahun 1956. Ekspedisi Lhotse memiliki tiga puncak yaitu Lhotse Utama (8.516 mdpl), Lhotse Timur (8.413 mdpl) dan Lhotse Shar (8.383 mdpl).

  5. Gunung Makalu (8.481 Mdpl)



    Gunung ini adalah gunung tertinggi kelima di dunia. Dinamakan Makalu karena penampilannya gelap seperti merenung. Makalu secara harfiah berarti "The Great Black One". Terletak sekitar 20 km sebelah timur dari Mount Everest. Gunung ini juga berbatasan dengan China. Lionel Terry dan Jean Couzy adalah pendaki pdari Perancis yang sukses pertama kali mendaki Makalu pada 25 Mei 1955. Namun upaya pertama dilakukan oleh tim Amerika dipimpin oleh William Siri pada musim semi 1954.

  6. Cho Oyu (8.201 Mdpl)


    Gunung ini merupakan gunung tertinggi keenam di dunia. Cho Oyu adalah puncak utama barat di Khumbu Himalaya dan hanya 20 km sebelah barat Gunung Everest. Cho Oyu berdiri di perbatasan Nepal-Tibet. Cho Oyu berhasil pertama kali dicoba didaki oleh Edmund Hillary pada 1952. Sedangkan pendaki pertama yang berhasil ke puncak adalah Herbert Tichy, Sherpa Pasanag Dawa dan Joseph Jochler pada 19 Oktober 1954. Mendaki Cho Oyu dianggap sebagai praktek terbaik sebelum mencoba Everest karena merupakan salah satu yang terbaik untuk dicapai diantara gunung tertinggi lainnya.

  7. Gunung Dhaulagiri (8.167 Mdpl)



    Dhaulagiri secara harfiah berarti yang menyilaukan/ putih". Dhaulagiri adalah gunung tertinggi ketujuh di dunia yang terletak di barat utara dari Pokhara di Nepal barat.
     
  8. Gunung Manaslu (8.163 Mdpl)


    Gunung Manaslu adalah gunung tertinggi kedelapan di dunia. Gunung ini adalah gunung yang menakjubkan berbaring di tepi salah satu lembah Himalaya yang paling terpencil yakni : Lembah Sungai Gandaki Kali di tengah barat Nepal Himalaya. Pada tahun 1953 sebuah tim Jepang membuat upaya pendakian pertama kali tapi pendakian pertama yang berhasil pada tahun 1956.

  9. Nanga Parbat (8.126 Mdpl)


    Nanga Parbat (Naked Mountain) adalah gunung tertinggi kesembilan di dunia. Gunung ini dikenal sangat sulit untuk didaki. Hal itu dikarenakan ada beberapa lereng yang sangat curam yang kehilangan vegetasi dan salju. Nanga Parbat bukan puncak tunggal tetapi 20 km serangkaian panjang puncak dan pegunungan yang berpuncak di puncak es besar dengan ketinggian 8.126 Mdpl. Gunung ini adalah jangkar barat Himalaya dan barat dari delapan thousanders. Nanga Parbat terletak di wilayah Gilgit-Baltistan Pakistan.
    Pada awal dan pertengahan abad 20, terdapat banyak kematian di gunung ini,oleh sebab itu mendapat julukan Pembunuh Mountain. Pendakian pertama kali yang berhasil dilakukan oleh pendaki asal Austria Hermann Buhl pada 3 Juli 1953. Nanga Parbat selalu dikaitkan dengan tragedi dan penderitaan.

  10. Annapurna (8.091 Mdpl)

    Gunung tertinggi kesepuluh di dunia yang terletak di utara-tengah bagian dari Nepal Himalaya. Annapurna memang salah satu puncak yang paling indah di planet ini. Annapurna menawarkan beberapa trekking yang paling populer dan ekspedisi di dunia yang disebut-sebut sebagai salah satu tujuan wisata terbaik. Annapurna pertama kali berhasil didaki oleh Maurice Herzog dan Louis Lachenal pad 3 Juni 1950. Annapurna memiliki tingkat kematian tertinggi di dunia.



Baca selengkapnya

Monday, 9 March 2015

Fakta Menarik dan Misteri di Gunung Semeru

Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 Mdpl. Gunung ini menjadi salah atu destinasi menarik bagi kalangan pendaki gunung. Gunung Semeru juga merupakan gunung  berapi tertinggi ketiga di Indonesia setelah Gunung Kerinci dan Gunung Rinjani. 

Gunung Semeru sendiri semakin populer dikalangan masyarakat Indonesia semenjak adanya film 5 cm. Tidak heran jika sekarang begitu banyak kalangan berbondong-bondong mendaki gunung ini. Gunung Semeru  mempunyai pesona keindahan yang luar biasa dan sekaligus mempunyai begitu banyak misteri.  
Berikut ini merupakan fakta-fakta dan beberapa misteri Gunung Semeru yang seru untuk dibahas :

1. Salju di Ranu Kumbolo


Siapa yang tidak tahu Ranu Kumbolo? Tentunya sebagian besar semuanya sudah tahu dengan Ranu Kumbolo. Ranu Kumbolo merupakan danau di kawasan Gunung Semeru yang berada diketinggian 2.400 Mdpl. Danau ini sering dijadikan tempat camping para pendaki sebelum perjalanan menuju puncak atau setelah turun dari puncak dan sekaligus menikmati sunrise yang indah disini. Rasanya sayang untuk tidak melewatkan satu malam pun di Ranu Kumbolo karena lokasinya sangat keren dan indah.

Buat Anda yang beruntung akan menemukan kristal es (salju) yang mengeras di tenda ketika pagi hari. Keberadaan kristal es ini akan segera hilang begitu matahari semakin tinggi menyinari. 

2. Letusan Wedus Gembel Setiap 15 - 30 Menit


Gunung Semeru merupakan gunung berapi yang aktif. Tidak heran jika gunung ini sering mengeluarkan awan panas dari kawahnya yang kita kenal dengan nama Kawah Jonggring Saloka. Jika Anda mendaki Gunung Semeru jangan panik ketika wedus gembel atau awan panas muncul. Karena pergerakan awan panas tersebut tidak sampai ke Anda. Meskipun demikian tetap ikuti peraturan dan tetap waspada. Taman Nasional Gunung Semeru sendiri sebenarnya hanya membatasi pendakian hanya sama Kalimati sebagai batas pendakian terakhir. Namun jika ada pendaki yang nekad atau memutuskan untuk ke puncak, maka dianjurkan untuk turun sebelum jam 10 pagi. Hal ini dikarenakan untuk mengantisipasi adanya gas beracun yang ikut disemburkan saat wedus gembel terjadi.
Selain itu jangan pernah sekalipun nekad mendekati kawah Jonggring Saloka saat Anda berada di puncak. Ada tanda pembatas yang menginformasikan hal ini dan mohon utamakan keselamatan Anda sendiri, jangan pernah mengabaikan segala himbauan atau laranga.


3. Tumbuhan Mirip Lavender di Oro-oro Ombo



Ketika kita sampai di Oro-oro Ombo, kita akan menemukan banyak tanaman berwarna ungu memenuhi dataran ini. Banyak mereka yang menyebut tanaman itu adalah bunga lavender, padahal sebenarnya tanaman itu bukanlah lavender. 
Tanaman ini sebenarnya mempunyai nama ilmiah yakni Verbena Brasiliensis asal Amerika Selatan. Di balik keindahannya ternyata tanaman ini menimbulkan dampak cukup serius buat perkembangan ekologis di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Tanaman asing ini bersifat invasif, bila terus mendominasi dan menguasai habitat akan menggusur spesies tanaman asli, seperti sabana di Ranu Kumbolo, Oro-oro Ombo, Jambangan, dan Kalimati. Ekosistem pun menjadi terganggu.


4. Kejadian Tersesat dan Pendaki Hilang

Larangan dan himbauan yang tak henti-hentinya disampaikan ketika mendaki Gunung Semeru adalah dilarang berkata kotor dan berperilaku yang tidak baik seperti menebang atau merusak tanaman. Jika lengah dan melanggarnya bukan tidak mungkin Anda jadi akan dibuat seperti berputar-putar di tempat penuh misteri. Di Gunung Semeru kejadian seperti ini seringkali terjadi.

Selain itu banyak pendaki yang tersesat karena mereka selalu sendirian tertinggal dari rombongan atau meninggalkan rombongan.
Jadi janganlah merasa hebat apabila mendaki bersama rombongan. 

Hilangkanlah rasa egois dan rasa sombong ketika mendaki gunung. Konon puncak Mahameru diyakini sebagai tempat suci atau banyak yang menyebutnya sebagai tempat istana para dewa. Warga yang tinggal 


5. Misteri Arcopodo


Inilah misteri yang paling terkenal di Gunung Semeru. Selepas hutan ada sebuah lapang yang diyakini menyimpan misteri Arcopodo yang berarti arca kembar. Dalam legenda Mahameru, diceritakan bahwa di tempat tersebut terdapat dua arca yang berdiri kembar. Pendirinya adalah prajurit dari Kerajaan Majapahit.

Akan tetapi keberadaan arca tersebut tidak bisa dilihat oleh sembarang pendaki. Hanya orang yang memiliki kelebihan khusus yang bisa mengetahui dimana letak arca kembar tersebut. Dan yang melihatnyapun masing-masing memiliki beragam versi sendiri terkati wujud arca kembar tersebut.

Ada yang berkata bahwa arca tersebut sebesar anak kecil, namun juga ada yang mengatakan bahwa arca tersebut sangat besar seperti raksasa sehingga bisa terlihat dari jauh. Dataran Arcopodo ini adalah akhir pos pendakian sebelum Puncak Mahameru dan merupakan batas terakhir vegetasi.


6. Kesurupan di Kelik


Banyak kejadian kesurupan yang pernah terjadi di daerah Kelik. Daerah ini memang sering ada kejadian pendaki yang terjatuh, hilang atau bahkan tersesat.
Beberapa batu penanda in memoriam terpasang di sana. Ada pendaki yang kesurupan seperti binatang, ada pula yang mengaku makhluk penunggu tempat itu.


7. Hantu Wanita di Ranu Kumbolo


Ranu Kumbolo adalah danau tempat pendaki berkemah dan beristirahat. Para pendaki yang berkemah sering kali melihat sosok hantu wanita dari tengah danau.
Di malam bulan purnama sering muncul penampakan di tengah danau yang diyakini sebagai Dewi penunggu Ranu Kumbolo. Penampakan itu berupa gumpalan kabut tebal yang berputar-putar dan berubah menjadi seorang wanita.


8. Ikan Mas di Ranu Kumbolo


Di Ranu Kumbolo terdapat ikan mas yang tidak diketahui asalnya. Menurut penduduk setempat ikan-ikan itu adalah jelmaan Dewi Penunggu Ranu. Jangan sekali-kali menangkap ikan atau memancing ikan tersebut jika Anda tidak mau terjadi sesuatu yang aneh dan tidak diinginkan.

9. Mbah Dipo

Mbah Dipo, mirip dengan Mbah Maridjan juru kunci Gunung Merapi. Mbah Dipo tinggal di Dusun Kamar A, daerah yang sangat rawan saat Semeru benar-benar meletus dan mengeluarkan lahar panas. Hanya Mbah Dipo ini yang bisa menangkap tanda-tanda tersebut.

Namun sayang, tidak ada lagi juru kunci Semeru karena Mbah Dipo telah meninggal dunia beberapa tahun lalu. Seandainya Semeru benar-benar meletus, konon hanya satu pesan Mbah Dipo " Jangan pernah lari ke arah Desa Gunung Sawur tapi larilah ke arah sungai". Jelas belum ada yang mengerti maksud dari pesan Mbah Dipo. Tapi sekarang kita wajib bersyukur karena Semeru masih aman-aman saja.

Semua kembali ke kita sebagai manusia ber-Tuhan. Sebagai penambah pengetahuan atau sebagai acuan sebuah pendakian untuk lebih berhati-hati dan waspada kepada alam karena alam tak selamanya bersahabat.

10. Soe Hok Gie Menghembuskan Nafas Terakhir 


Meninggalnya Soe Hok Gie seorang aktivis Indonesia Tionghoa yang menentang kediktaktoran Soekarno dan Soeharto. Perjalanan Soe Hok Gie berujung duka ketika petaka pada 16 Desember 1969. Ketika itu Soe Hok Gie setelah summit attack dan akhirnya menghirup gas beracun. Setelah itu Soe Hok Gie kejang-kejang sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke 27 tahun.

Soe Hok Gie meninggal di puncak Semeru, tetapi semangatnya selalu menjadi inspirasi para pendaki yang mendaki Gunung Semeru.
 


Baca selengkapnya

Sunday, 8 March 2015

Curhatan Seorang Pendaki Akan Wanita Spesial

Dia Adalah Seorang Pendaki, atau Mungkin Justru Malah Seseorang yang Selalu Menentangku


Riani adalah sosok peran wanita yang ada di film 5 cm. Dari situlah sebutan Riani untuk cewek special dihidupku muncul.

Riani, dia adalah sosok seorang wanita yang suka mendaki gunung dan berpetualang menjelajah alam.

Riani yang aku cari tak hanya dia seorang cewek yang suka mendaki gunung, tapi mungkin justru dia yang selalu menentangku untuk mendaki gunung atau hanya sekedar berbaur dengan alam.

Dia selalu marah atau bawel ketika membahas segala hal yang berhubungan dengan aku mau naik gunung atau sepulang dari gunung. Apalagi kalau ketahuan terjadi sesuatu  setelah itu.

Dia selalu bilang “terus-terusin aja kalo ndaki, trus aja abaikan kesehatan dan keselamatanmu”. Mungkin dia sering galak tapi disisi lain kegalakannya adalah sebuah kekhawatiran dan kepeduliaannya.

Riani yang aku cari sebenarnya sudah kutemukan, dia ada di dekatku tapi jauh. Dalam arti dia jauh karena aku ngrasa dia adalah seseorang yang terlalu baik dan terlalu sulit atau bahkan tidak mungkin aku dapatkan.

Kemanapun aku mencari Riani, sebenarnya dia tetaplah disana, hanya saja aku selalu berusaha untuk mengabaikan rasaku terhadapnya. Dengan mendaki gunung dan menyatu dengan alam aku bisa menemukan ketenangan, sekaligus berusaha melupakan apa yang kurasakan terhadapnya.

Riani, dia adalah sosok yang kuat dan selalu tegar. Dialah yang kuharapkan nantinya bisa menjadi teman di dalam hidupku. Seorang teman yang selalu mengulurkan tangannya ketika ku terjatuh. Seorang teman yang takkan meninggalkanku ketika aku dalam keadaan yang menyedihkan. Riani adalah seorang teman yang akan selalu ada disaat aku membutuhkannya entah sedih ataupun dalam keadaan bahagia.

Dia adalah sosok yang sederhana, namun dari kesederhanaannya itulah aku merasa bahwa dia itu istimewa. Dia belum mengerti dan takkan mengerti bahwa dia adalah sosok Riani yang aku cari. Kemanapun aku cari mencarinya, tetap saja takkan pernah ketemu karena dia tetap berada disana, di tempat yang jauh dan takkan pernah ku raih. Bayangnya selalu menemani diri dimanapun diri ini berada. Entah saat di rumah atau di atas sana.

Dia selalu ada di dalam hati ini, terlukis indah dan selalu terkenang. Dari atas awan aku selalu berharap dia bisa berada di sampingku menikmati indahnya lukisan alam bersama. Menikmati matahari pertama kali muncul bersama dan tentunya berjalan bersama entah itu naik atau turun.

Pesanku terhadapnya hanya tetaplah menjadi sosok sederhana yang mencintai alam dan negeri ini, tetaplah menjadi Riani yang aku kenal. Dimanapun kamu berada aku selalu menunggumu disini di atas awan sambil berharap ada kesempatan kamu bisa berada di sampingku menikmati alam bersama.




Baca selengkapnya

Saturday, 7 March 2015

Tipe dan Sifat Pendaki Berdasarkan Zodiak

Berikut ini hanyalah sekedar artikel mengenai kepribadian dan tipe pendaki berdasarkan zodiak atau bintangnya. Tentu Anda tidak wajib mempercayainya, karena ini hanyalah sebuah opini yang belum tentu benar juga.



Di bawah ini adalah tipe kepribadian seorang pendaki gunung berdasarkan zodiaknya :

Aquarius  ( 20 Januari - 18 Februari )

Para pendaki Aquarius memiliki sifat dasar impulsif. Dia suka tiba-tiba melakukan apa yang dia mau tanpa berpikir niatnya bagaimana. Jadi kalau tiba-tiba mau naik gunung ya dia akan jalan pada saat itu juga. Sifat ini didukung sama wataknya yang cuek dan aneh. Biasanya pendaki jenis ini akan tidak peduli meskipun tiba-tiba ada hantu lewat depan mukanya. Tapi dia itu melindungi sama teman-temannya. Dia bisa jadi defender yang paling diandalkan dirombongannya. Beri dia ruang di belakang dan semua akan aman serta tenang.

Pisces  ( 19 Februari - 20 Maret )

Pendaki yang punya zodiak Pisces memiliki sifat dasar yang paling menonjol yaitu Drama. Jika ada apa-apa sedikit akan heboh sendiri. Mungkin diam tapi diamnya saja bisa membuat heboh. Misalnya dia melihat Ranu Kumbolo yang begitu indah, bisa saja dia tiba-tiba menangis lalu membuat puisi dan dibaca di depan rombongannya. Asyiknya kalau sudah kenal dengan pendaki Pisces ini bisa jadi orang yang paling bawel yang kadang suka iseng tapi pendakian jadi tidak sepi, meskipun sifatnya agak tertutup.

Aries ( 21 Maret -  19 April )

Sifat asli dari pendaki Aries adalah Jail. Lumayan jadi anak yang bisa menghidupkan suasana ketika mendaki gunung. Tapi dia juga cocok buat dijadikan leader, karena selain tak takut sama apapun, dia juga tipikal seorang pemimpin yang baik dan memang pintar. Tentunya dia bisa mencari jalan dengan sangat baik dan paling tidak pengetahuaannya bisa membantu.

Taurus ( 20 April - 20 Mei )

Pendaki Taurus adalah pendaki yang malas. Tapi sifat pemalasnya ini diiringi dengan sifat persistent. Jadi meskipun malas tapi kalau dia sudah memutuskan untuk berangkat ya berangkat, tak peduli apapun meskipun ada sesuatu yang menghalangi dia akan sampai di puncak. Percayalah dengan didukung sifat keras kepalanya yang luar biasa dan kesabarannya juga mendukung persistensinya. Bagusnya hal ini secara tak langsung akan memotivasi orang di rombongannya yang sepertinya sudah mau menyerah menjadi masih mau berusaha lagi.

Gemini ( 21 Mei - 20 Juni )

Para pendaki yang berzodiak Gemini mempunya energi yang melimpah. Bisa jadi saat kita semua lagi drop kelelahan dia masih pecicilan entah kemana dan jadi penghibur rombongan. Sifatnya yang unpredictable dan curiosity-nya yang tinggi membuat dia kadang-kadang bisa membuat kita shock sama apa yang dia lakukan. Bisa jadi sangat membantu, bisa jadi sangat membahayakan diri sendiri. Selain itu pandai bergaul dan beradaptasi sama lingkungan sekitar. Gemini juga adalah pendaki yang senang memanfaatkan moment untuk narsis-narsisan. 

Cancer ( 21 Juni - 22 Juli )

Pendaki Cancer memiliki sifat yang bagus yang akan sangat membantu teman-temannya dalam rombongan. Dia akan menjadi orang yang paling setia menunggu teman-temannya meskipun jalannya lambat, suka mengeluh, maupun suka narsis. Tapi pendaki Cancer paling cuma akan menjadi pendengar setia curhatan Anda. Dia agak susah terbuka dan tak bisa memaksakan terbuka meskipun Anda memaksa. Anda harus hati-hati kalau bercanda sama dia karena mudah sakit hati.

Leo ( 23 Juli - 22 Agustus )

Satu lagi jenis pendaki yang bisa jadi leader menurut zodiak yakni pendaki Leo. Sebagai natural born leader sifat berani yang tertanam di dalam dirinya inilah yang pantas kita andalkan. Mungkin dia agak tak percaya diri sama kemampuannya memimpin rombongan, tapi pelan-pelan semua akan sadar kalau dia mempunyai tanggung jawab yang tinggi, punya rasa ingin melindungi teman-teman di rombongannya dan juga loyal.

Virgo ( 23 Agustus - 22 September )

Suka mengatur, perfeksionis, cerdas, planner luar biasa dan juga observer adalah sifat dan ciri dasar dari pendaki Virgo. Kalau virgo dijadikan pemimpin dalam rombongan waktu pendakian, jam makan, waktu istirahat dan keselamatan rombongan bisa dibilang akan dijamin sesuai rencana awal. Kalaupun sedikit kepleset tak akan jauh-jauh dari rencana awal. Dia sangat bisa diandalkan.

Tapi sifat perfeksionisnya akan lumayan menghambat kalau misalnya ada hal yang tiba-tiba tak sesuai. Nah sifat-sifat tadi kalau disatukan jadinya malah akan semakin repot. Dia jago berpikir, menganalisa dan mengobservasi sekitar. Dia bakal bikin rombongannya merasa lebih aman dan bisa diandalkan pendaki dalam naungan virgo. Tapi musti hati-hati, sesekali dia ill-feel, Anda akan diblack list dari next pendakian dengan dia.

Libra ( 23 September - 22 Oktober )

Mau minta jajanan selama mendaki? Minta saja sama pendaki Libra ini. Dia super tidak pelit, boros, dan memang kebanyakan kaya raya. Kalau boleh membawa logistik se toko, mungkin dia akan bawa. Tapi para tetua pendaki musti menjaga jangan sampai dia jalan sendiri, karena pelupanya itu akan sangat berbahaya jika dibiarkan sendiri. Bercanda sama pendaki Libra juga asyik, selain santai dan tak mudah tersinggung, rata-rata pendaki jenis ini suka bercanda.
 

Scorpio ( 23 Oktober - 21 November )

Jangan sekali-kali membuat Pendaki Scorpio marah, karena akan sangat berbahaya. Namanya saja kalajengking, selain emosional, mulutnya juga berbisa. Pokoknya jangan buat dia marah. Bisa jadi Anda digantung di puncak gunung. hehee. Tapi kontradiksinya Pendaki Scorpio itu justru adalah pendaki yang humoris yang akan buat banyak ketawa di gunung ya dia.
Tapi pendaki scorpio juga loyal, dia akan rela menunggu dan menjaga teman-temannya yang sudah kelelahan, bahkan dia rela mati juga buat nolong temannya (dekatnya).

Sagitarius ( 22 November - 21 Desember )

Independen, extrovet, tukang ingin tahu, tapi empati dan super baik hati, ya itulah Pendaki Sagitarius. Dia sangat bisa menempatkan dirinya di posisi orang lain dan membuat hatinya sangat lembut untuk menghadapi orang sekeras apapun. Butuh orang buat memotivasi pendaki yang sudah kepayahan? dialah orang yang tepat. Overall, dia bisa diandalkan, asyik dan lembut hatinya.

Capricorn ( 22 Desember - 19 Januari ) 

Ambisius dan skeptis. Mau punya motivator buat mencapai puncak atau ingin pulang sesegera mungkin wak di pendakian? Dekat-dekat saja sama pendaki ini. Sifat ambisiusnya bakalan membius Anda dan menekan tombol trigger dalam diri Anda. Sifat ambisius ini juga didukung sama sifat keras kepalanya.
Sifat ini cocok menjadikan pendaki Capricorn buat pemimpin rombongan atau sweeper juga cocok. Meskipun di belakang dia akan menyemangati rombongan biar tetap semangat menggapai puncak yang diidam-idamkan.


Nah di atas adalah beberapa tipe pendaki menurut zodiaknya, tentu saja ada yang merasa pas dan juga ada yang merasa salah dan tak sesuai dengan dirinya. Tapi ini semua hanyalah sebatas pendapat atau ramalan.





//Dikutip dari beberapa sumber
Baca selengkapnya

Gejala Hipotermia dan Cara Mencegahnya


Siapa yang belum mendengar nama Hipotermia? Tentunya semua pendaki gunung pada umumnya telah familiar dengan kata itu. Namun ada juga pendaki gunung yang tidak mengetahui apa itu hipotermia. Hipotermia adalah salah satu musuh besar bagi para pendaki gunung atau pecinta alam bersuhu ektrim. 

Desember tahun 2014 lalu ada peristiwa yang menelan korban jiwa. Wanita yang bernama Shizuko Rizmadhani ditemukan tak lagi bernyawa akbiat terserang hipotermia saat mendaki Gunung Gede. Dari peristiwa itu bisa kita jadikan pelajaran penting akan bahaya hipotermia.

Hipotermia memang menjadi ancaman besar bila kita mendaki gunung. Oleh karena itu disini kita akan membahas tentang apa itu Hipotermia dan bagaimana mencegah atau mengatasinya.


Apa sih Hipotermia itu?

Hipotermia adalah ketidakmampuan tubuh untuk mempertahankan panas tubuh atau menyesuaikan suhu dengan cuaca dingin.  Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 C. Ketika dipegang tubuhnya tetap hangat tetapi suhu tubuhnya menurun. Oleh karena itu banya yang menganggap sepele dengan gejala hipotermia dan mengira korban sedang kesurupan padahal itu terkena hipotermia.

Hipotermia. di gunung bisa terjadi saat pendakian maupun pada saat beristirahat atau berkemah. Namun dari kebanyakan kasus hipotermia yang terjadi adalah pada saat sedang beristirahat dimana tubuh sedang tidak melakukan aktivitas sehingga tubuh kurang menghasilkan panas ditambahi hal-hal lain yang mendukung terjadinya hipotermia seperti pakaian basah, hujan, perut dalam keadaan kosong dll.

Gejala Hipotermia

Hipotermia Ringan
- Penderita berbicara ngelantur dan tidak jelas
- Kulit menjadi sedikit berwarna abu-abu
- Detak jantung melemah
- Tekanan darah menurun
- Terjadi kontraksi otot karena tubuh berusaha untuk menghasilkan panas
- Merinding hebat pelan-pelan semakin sering

Hipotermia Sedang
- Detak jantung melemah
- Pernafasan melemah (3-4 kali bernafas dalam 1 menit)
- Mulai sulit melakukan gerakan tubuh yang rumit seperti mencengkeram atau memanjat meskipun masih bisa berjalan secara normal

Hipotermia Berat
-  Merinding makin hebat dan datang bergelombang dan tiba-tiba berhenti. Makin lama fase berhenti merinding semakin panjang hingga akhirnya benar-benar berhenti. Hal ini disebabkan glikogen yang dibakar di dalam otot sudah tidak mencukupi untuk melawan suhu tubuh yang terus menurun. Akibatnya tubuh berhenti merinding untuk menjaga glukosa.
- Korban jatuh dan tak bisa berjalan/melangkah, kemudian meringkuk.
- Otot mulai kaku. Ini terjadi karena aliran darah ke permukaan berkurang dan disebabkan oleh pembentukan asam laktat dan karbondioksida di dalam otot.
- Kulit terlihat semakin pucat.
- Bola mata tampak membesar
- Denyut nadi menurun
- Pada suhu 30 C kondisi tubuh masuk ke dalam fase penghentian metabolisme. Korban tampak seperti mati padahal sebetulnya masih hidup. 
- Pada suhu internal 32 C, tubuh berusaha memasuki fase hibernasi untuk menghentikan seluruh aliran darah permukaan dan mengurangi aktivitas jantung.



Cara Mencegah Hipotermia

- Pendaki sebaiknya menghindari kontak air secara langsung, gunakan rain coat pada saat melakukan pendakian di kala hujan.
- Jangan terlalu lama mengenakan pakaian basah. Ganti segera bila pakaian yang dikenakan basah oleh keringat atau air hujan.
- Gunakan pakaian yang tebal, kering dan hangat apabila sedang tidak berjalan atau tengah beristirahat agar menjaga suhu tubuh tetap dalam keadaan hangat.
- Jangan menggunakan celana jeans ketika mendaki gunung, karena akan sulit menyerap keringat dan sulit kering ketika basah.
- Bila beristirahat usahakan jangan hanya berdiam diri, usahakan melakukan kegiatan-kegiatan kecil asal tubuh tetap bergerak.
- Sebelum tidur pakailah semua perlengkapan seperti jaket, kaos kaki, sarung tangan dan sleeping bag.
- Gunakanlah perlengkapan mendaki gunung sesuai prosedur pendakian dan jangan pernah sekalipun menyepelekannya.

Cara Mengatasi Saat Terserang Hipotermia

- Pastikan penderita memakai pakaian yang kering. Bila basah segera diganti dengan yang kering.
- Berikan minuman hangat dan manis seperti teh hangat atau cokelat hangat agar suhu tubuh cepat meningkat. 
- Jika memungkinkan sebaiknya penderita diminta melakukan gerakan-gerakan tubuh ringan untuk menghangatkan tubuh seperti menggerakkan jari-jari tangan dan kaki, namun ingat jangan sampai penderita kembali berkeringat.
- Untuk mempercepat penderita kembali menjadi hangat, buatlah api unggun.
- Jangan sampai penderita tidak sadarkan diri, sebisa mungkin penderita dalam keadaan sadar kalau perlu pukul-pukul wajahnya tentunya pelan-pelan saja.
- Segera dirikan tenda dan suruh penderita masuk ke dalam tenda agar terhindar dari angin dan suhu dingin.


Baca selengkapnya

Friday, 6 March 2015

Mendaki Gunung Membangun Karakater Hebat

Semua orang tahu tentang resiko mendaki gunung. Banyak orang berpandangan miring dan memiliki kesan buruk jika dikaitkan dengan masalah mendaki gunung. Mendaki gunung kerap kali diidentikan dengan kegiatan "heroik" dan dianggap sebagai olahraga yang membahayakan keselamatan.

Memang semua itu benar adanya, tertutama jika dilakukan dengan pengetahuan yang cukup dan persiapan yang matang dan tak lupa pengalamanpun diperlukan, karena bukan apa-apa, mendaki gunung adalah aktivitas yang jelas-jelas melibatkan kegiatan fisik yang berat di tengah alam bebas yang sulit ditebak kondisinya.



Pendidikan karakter terbaik
"Now I see the secret of making best person :
it is to grow in the open air,
and to eat and sleep with the earth." (Walt Whitman).

Seperti kegiatan di alam bebas lainnya, sejatinya mendaki gunung bagaikan sedang menjalani kehidupan tapi bedanya hanya di alam bebas. Aktivitas pendakian gunung memiliki banyak bahan pengajaran pendidikan karakter yang pastinya dibutuhkan seseorang jika ingin sukses dan bahagia dalam hidupnya.

Kata "karakter" disini maksudnya bagaimana seseorang menampilkan kebiasaan positif dalam menyikapi segala kejadian yang dihadapinya dalam kehidupan. Kebiasaan positif itu tentunya dapat dipelajari dan perlu dibangun serta dibina. Melalui kegiatan seperti mendaki gunung inilah seseorang dapat membangun karakter dirinya secara alamiah.

Mendaki gunung bukanlah sebuah kegiatan yang impulsif karena kegiatan ini mengharuskan seseorag melakukan persiapan dengan baik. Maka seseorang yang hendak melakukan aktivitas ini sebenarnya telah belajar banyak hal positif, bahkan sejak persiapan awal dilakukan. Persiapan itu diantaranya meliputi penentuan tujuan, merancang target perjalanan, mencari tahu support sistem yang ada misalnya seperti pengetahuan tentang letak rumah sakit terdekat, mempelajari tips dan penanganan darurat ketika menghadapi kondisi darurat atau membuat daftar peralatan dan perbekalan yang dibutuhkan untuk mendaki gunung.

Secara sadar tentu saja melakukan persiapan perjalanan pendakian akan melatih seseorang terbiasa untuk tidak gegabah dan selalu penuh perhitungan di setiap langkahnya. Dua hal ini pasti dibutuhkan dalam menjalani petualangan kehiduapn sehari-hari. Dengan melakukan perencanaan seseorang juga belajar bertanggung jawab atas segala aktivitas yang akan dilakukannya.

Kedua soal cinta alam dan lingkungan sekitarnya. Rasa cinta alam tidak dapat tumbuh hanya dengan melihat poster, brosur perjalanan wisata atau hanya sekedar menonton di TV.
Soe Hok Gie pernah menuliskan bahwa, "Patriotisme tidak mungkin tumbuh dari hipokrisi dan slogan-slogan. Seseorang hanya dapat mencintai sesuatu secara sehat kalau dia mengenal objeknya. Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat".

Dalam perjalanan mendaki gunung seseorang disuguhkan pada keindahan dan kemegahan alam pegunungan. Dengan hadir secara langsung, semua panca indra terlibat untuk membuktikan alam begitu indahnya sehingga kita bertanggung jawab untuk selalu memeliharanya.

Seseorang akan dilatih untuk menjadi seseorang yang penuh cinta pada lingkungannya. Seseorang akan terasa untuk bertanggung jawab pada dunia, paling tidak pada lingkungan di sekitarnya. Tidak membuang sampah sembarangan atau merusak ekosistem yang ada menjadi pelajaran paling sederhana namun sangat penting yang bisa didapat melalu aktivitas mendaki gunung.


Sementara itu pelajaran ketiga yang bisa diambil dari mendaki gunung adalah pelajaran tentang disiplin, tanggung jawab, tidak mudah putus asam serta berani mengambil keputusan dengan tepat. Karena ketika melakukan pendakian seseorang dihadapkan dengan banyak tantangan.

Tentu saja, medan perjalanan sudah pasti menanjak, tidak rata dan pastinya menguras tenaga. Jalur pendakian kerap tidak begitu jelas dan banyak kali ditemukan persimpangan. Sering kali jurang terbentang di kiri dan kanan jalan setapak. Dan hal itu juga yang sering menghentikan rencana perjalanan.

Belum lagi ketika udara dingin yang menggigit sementara oksigen yang kian menipis membuat napas menjadi berat dan tersengal. Untuk itulah seseorang yang mendaki gunung diharuskan membawa perlengkapan maksimal dalam sebuah tas besar di punggungnya. Artinya butuh perjuangan keras untuk melakukan pendakian dengan beban yang dipikulnya untuk mencapai tujuan yaitu Puncak Gunung.



Mungkin beberapa orang melihat semua hal di atas adalah masalah sehingga menghindar atau bahkan tidak mau tahu tentang kegiatan ini. Mendaki gunung adalah hobi atau olahraga yang melelahkan.

Namun dalam menyikapi hal itu seseorang memiliki kesempatan untuk belajar melihat, mengamati, menganalisa, menyiasati, mengantisipasi, mengambil keputusan atas situasi dan kondisi yang sulit. Seseorang dilatih untuk tidak cepat berkeluh kesah dan berjuang untuk mencapai tujuan lebih besar. Seseorang bisa belajar disiplin dan mengelola rasa malas dan lelah demi mencapai tujuan yang diinginkan. Seseorang belajar untuk berlaku berani, namun dengan prinsip berhati-hati.

Salah satu contoh latihan disiplin adalah ketika beristirahat, sangat dianjurkan seseorang untuk mengambil jaket untuk memelihara panas tubuh yang ada. Sebab sering kali panas tubuh perlahan menghilang berganti dengan rasa dingin menggigit. Rasa lelah sering kali membuat seseorang malas untuk bergerak membuka tas untuk mengambil dan kemudian mengenakan jaket. Nah, disinilah seseorang belajar untuk disiplin mengelola rasa malas dan bergerak meraih ranselnya untuk mengeluarkan jaket dan mengenakannya. Sebab dengan mengabaikan disiplin tujuan tak akan didapat dan sesuatu yang tidak diharapkan akan terjadi.

Dalam kehidupan keseharian, banyak kejadian tidak mengenakkan terjadi hanya karena kita tidak berhasil disiplin. Kita kerap enggan mengalahkan rasa malas yang ada. Bahkan seseorang sering kali memiliki banyak ketakutan ataupun kekhawatiran dalam dirinya sebelum melakukan sesuatu yang menjadi tujuannya.

Dari sini bisa disimpulkan bahwa aktivitas mendaki gunung memungkinkan seseorang mengalami rasa takut dan cemas akan kondisi yang timbul di lapangan. Namun pengalaman mendaki lambat laun memberikan kesempatan pada seseorang untuk mengelola rasa takut dan kekhawatiran yang timbul dengan melakukan tindakan yang diperlukan.

Selain itu pelajaran penting lainnya, mendaki gunung merupakan olahraga yang melibatkan individu lain. Maka dalam melakukan perjalanan mendaki sering kali kita dihadapkan pada kondisi medan yang sulit, sementara itu tidak semua teman seperjalanan memiliki kemampuan fisik yang merata. Dalam perjalanannya, seseorang mungkin akan kedinginan, terpeleset, jatuh, ataupun merasa lelah. Peserta pendakian masing-masing berkesempatan memberikan bantuan, dukungan ataupun perhatian satu sama lain. Di sinilah mendaki gunung itu melatih seseorang untuk peka akan kondisi yang ada. Karakter suka menolong bisa terasah melalui kondisi seperti ini.

Ketika mendaki sesama rekan pendaki bisa berbeda pendapat dalam menentukan jalur yang dilewati atau target yang hendak dicapai. Melalui mendaki gunung seseorang dilatih untuk mengenal kepribadian dan karakter berbagai individu. Seseorang berlatih untuk mengembangkan kemampuan interpersonal, termasuk di dalamnya melatih menyikapi setiap karakter, kemampuan dan kecakapan berbeda yang dimiliki oleh masing-masing anggota tum pendakian.

Rasanya disinilah seseorang bisa belajar untuk menjadi rendah hati dan mau mendengarkan pendapat orang lain dengan penuh perhatian, mengemukakan pendapat dan bernegosiasi, bijak terhadap kondisi sulit, tegasm tapi juga memiliki sikap toleransi sekaligus mementingkan kepentingan kebanyakan orang dan tidak egois. Saya sendiri mempercayai, banyak dari teman-teman mendaki gunung saya adalah teman-teman terbaik.


Pengalaman Meditasi

Lebih dalam lagi selain dapat menjadi kegiatan sosial, aktivitas mendaki gunung bagi saya merupakan kegiatan mediatif. Dikatakan pengalaman meditasi karena pada saat mendaki gunung saya seperti seseorang yang sedang melakukan meditasi, belajar fokus pada apa yang sedang saya lakukan pada saat itu saja.

Ya, saya hanya akan berfokus pada mengatur nafas dan memperhatikan setiap langkah. Saya belajar untuk tidak mengkhawatirkan masa lalu maupun apa yang akan terjadi dikemudian hari. Saya belajar untuk hadir secara sadar pada setiap detik. Ini suatu skill yang penting dalam menjalani kehidupan sehari-hari, yaitu hadir secara penuh dalam setiap detik untuk fokus melakukan yang terbaik.

Tentu saja, pembentukan karakter tidak lahir sekonyong-konyong, namun membutuhkan latihan panjang dan dimulai sedini mungkin. Mempercayai bahwa aktivitas mendaki gunung adalah sarana pendidikan karakter yang alami, oleh karena itu saya menjadikan perjalanan mendaki gunung adalah perjalanan yang akan membentuk saya menjadi pribadi yang baik, dan saya memutuskan akan menjadikan mendaki gunung sebagai bagian dari hidup saya.

Jadi marilah sekarang kita cintai dan mengenal alam kita, sekaligus membentuk karakter diri yang lebih baik lagi.





Dikutip dari Head of special education sekolah cita buana


Baca selengkapnya

Gunung Argopuro Pendakian Terpanjang Pulau Jawa

Gunung Argapura atau yang kita kenal dengan Gunung Argopuro merupakan bekas gunung berapi yang sudah tidak aktif lagi. Gunung Argopuro termasuk bagian pegunungan Iyang yang terletak di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Gunung Argopuro sendiri memiliki ketinggian 3.088 mdpl, dimana terdapat dua puncak yang terkenal yaitu Puncak Rengganis dan yang tertinggi adalah Puncak Argopuro. Kedua puncak ini terpisah sekitar 200 meter. Gunung Argopuro terkenal dengan jalur pendakian terpanjang di Pulau Jawa.

Gunung Argopuro juga terkenal sangat angker dengan menyimpan banyak misteri di dalamnya. Salah satunya adalah Legenda Dewi Rengganis yang hilang bersama enam dayangnya. Konon pendaki yang suka usil dan mengusik kalau tidak kesurupan bisa jadi akan kesasar tidak karuan. Konon juga terdapat sebuah taman gaib yaitu Taman Rengganis. Tidak semua pendaki dapat melihat taman ini. Beberapa pendaki yang pernah melihat taman ini merasa memasuki sebuah taman yang sangat indah penuh dengan bunga dan buah. Pendaki yang mengambil atau memetik tanaman tidak akan dapat keluar taman ini. Ia hanya akan berputar-putar di tempat tersebut.

Untuk mendaki Gunung Argopuro terdapat dua jalur yang terkenal yaitu Jalur Bremi (Probolinggo) dan Jalur Banderan (Situbondo).



Jalur Pendakian via Bremi 

- Tranportasi
Untuk menuju Bremi kita bisa naik bus turun di terminal Probolinggo kemudian dilanjutkan dengan naik bus Akas kecil jurusan Bremi. Kalau naik kereta dari stasiun Malang naik kereta jurusan Probolinggo.

-Basecamp
Basecamp khusus untuk pendakian Gunung Argopuro bisa dilakukan di Polsek Bremi (Krucil) dan sekaligus melakukan pendaftaran terlebih dahulu.

Perjalanan dimulai dari Kantor Polisi turun menuju pertigaan menuju arah perkebunan Ayer Dingin. Dengan melewati perkebunan penduduk yang kebanyakan ditanami padi dan jagung selanjutnya akan memasuki kawasan perkebunan kopi dan sengon. Setelah berjalan sekitar 2 jam kita akan memasuki batas hutan suaka.
Dari batas suaka alam, hutan semakin lebat dan jalur semakin terjal. Kita perlu waspada di kawasan ini banyak dihuni oleh babi hutan. Perhatika semak-semak yang bergerak dan suara khas babi yang sering muncul di sekitar jalur pendakian. Bila kita sudah sampai di puncak bukit maka kita akan menemukan persimpangan jalur dan ambil lurus jika ingin menuju puncak namun bila ingin menuju Danau Taman Hidup harus berbelok ke kanan.


Danau Taman Hidup adalah lokasi berkemah yang cukup luas. Di sekitar tempat ini kadang muncul babi hutan, kancil, dan kijang. Terdapat sebuah danau yang luas dan banyak ikannya. Kita bisa memancing atau hanya sekedar mengambil air bersih.
Tepian danau ini sangat berbahaya karena berupa rawa berlumpur sehingga untuk mengambil air kita harus melewati jembatan dermaga kayu. Dari dermaga itu pendaki sering kali mandi dan berenang ke dalam danau. Namun perlu diperhatikan bila air sangat dingin berbahaya sekali untuk berenang.

Ketika pagi hari kabut tebal menyelimuti danau sehingga berbahaya bila ingin mengambil air karena dapat terjebak di rawa tepian danau. Untuk itu persiapkan air ketika cuaca cerah.

Meninggalkan Danau Taman Hidup kita harus berjalan ke arah semula menuju persimpangan dan belok kanan ke arah puncak. Jalur agak landai namun suasana hutan semakin lebat. Setelah berjalan sekitar 30 menit kita akan berjumpa dengan sungai kecil yang kering. Jalur selanjutnya akan semakin menanjak dan di pagi hari di sepanjang jalur akan sering kita temukan jejak babi hutan.

Selanjutnya kita akan memasuki kawasan hutan yang semakin gelap dan lembab. Begitu dekatnya jarak antara pohon sehingga sulit bagi sinar matahari untuk menembusnya. Kawasan ini disebut dengan Hutan Lumut karena semua pohon di area ini ditutupi oleh lumut. Kesan angker dan menyeramkan sangat terasa ketika melewati daerah ini. Jejak kancil, menjangan, babi hutan dapat ditemukan di jalur ini.

Sekitar 1 jam berjalan melintasi hutan lumut kita akan memasuki hutan yang jarak pohonnya tidak terlalu rapat sehingga kelihatan agak terang. Tumbuhan herbal dan rumput pun tumbuh hijau dan subur. Jalur ini menyusuri lereng bukit dengan sisi kiri berupa jurang. Rumput kadang yang tumbuh kadang begitu tingginya sehingga menutupi jalur. Sesekali terdengar kicauan aneka jenis burung.

Sekitar 30 menit berjalan selanjutnya kita akan tiba di lereng yang banyak batuan besar. Setelah itu kita harus melintasi 3 sungai kering dengan cara turun jurang dan naik lagi ke atas bukit. Bukit di depan kita banyak di tumbuhi oleh rumput-rumput. Sesekali kancil atau menjangan berlarian, sementara belasan lutung bergantungan di atas pohon.

Sekitar 1 jam berikutnya kita akan sampai di lereng bukit yang banyak ditumbuhi rumput yang tinggi-tinggi. Rumput-rumput ini seringkali menutupi jalan sehingga sangat mengganggu. Di antara rerumputan terdapat bunga Edelweis yang tumbuh.
Selanjutnya dengan menempuh perjalanan sekitar 30 menit kita akan melintasi rerumputan yang mengelilingi bukit dan setelah itu kita akan tiba di sungai kecil yang airnya mengalir lancar. Pendaki dapat mendirikan tenda di kawasan Kali Putih.

Berikutnya kita akan melintasi hutan cemara yang banyak ditumbuhi rumput tinggi dan 1 jam selanjutnya kita akan tiba di padang rumput gimbal. Rumput disini berbentuk keriting dan tumbuh secara bergerombol. Perjalanan yang kita lalui memutar mengelilingi puncak gunung dengan menyusuri padang rumput kemudian kita akan tiba di Cisentor.

Cisentor adalah tempat pertemuan antara jalur Baderan dan jalur Bremi yang bersatu menuju puncak. Di tempat ini kita dapat mendirikan tenda untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke puncak. Di Sicentor terdapat sebuah bangunan kayu yang dapat kita gunakan untuk berlindung dari angin dan hujan.
Dari Sicentor kita berjalan mendaki bukit melintasi padang rumput dan padang Edelweis. Sekitar 1 jam berjalan kita akan berjumpa sungai kering lagi. Setelah menyeberangi dua buah sungai kering, kita kembali melintasi padang rumput dan Edelweis baru setelah 1 jam berjalan kita akan sampai di Rawa Embik.

Untuk menuju puncak kita belok ke kiri, namun jika ingin beristirahat sejenak kita bisa mendirikan tenda disini. Di tempat ini terdapat sungai kecil yang selalu berair di musim kemarau. Rawa Embik merupakan sebuah lapangan terbuka sehingga angin akan berhembus sangat kencang disini.

Dari Rawa Embik kembali berbelok ke arah kiri melintasi padang rumput. Untuk menuju ke puncak membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan. Dari padang rumput setelah itu kita belok ke kanan mendaki lereng terjal yang berdebu dan banyak pohon tumbang sisa kebakaran. Bila angin bertiup kencang pohon-pohon ini rawan tumbang sehingga harus berhati-hati ketika melintasinya. Selain itu tanah gembur yang berdebu juga rawan longsor.
Selanjutnya jalan sedikit menurun dan kita akan melintasi sebuah sungai kering dan berbatu. Setelah itu kembali mendaki bukit yang terjal dan baru setelah itu kita akan berjumpa dengan padang rumput dan padang Edelweis yang indah. Di depan kita akan nampak puncak Rengganis yang berwarna keputihan karena terdiri dari batu kapur dan belerang.

Puncak Gunung Argopuro adalah bekas kawah yang sudah mati dan masih berbau belerang. Puncak ini berbentuk punden berundak semacam tempat pemujaan. Punden paling bawah selebar lapangan bola dan disini terdapat banyak batu berserakan.
Ke atas lagi selebar 10 x 10 meter dan ke atas lagi semakin kecil. Selanjutnya kita akan melintasi bekas kawah yang terdapat batu kapur berwarna putih dan bau belerang. Pada puncak tertinggi terdapat susunan batu yang diyakini sebagai petilasan Dewi Rengganis.

Puncak Rengganis

Puncak Argopuro
Info Penting
Perjalanan mendaki Gunung Argopuro adalah pendakian dengan jalur terpanjang di Pulau Jawa. Biasanya pendakian melalui satu jalur panjang dengan titik berangkat dan pulang berbeda. Jika memilih jalur Bremi maka biasanya dengan jalur pulang ke Baderan begitupun sebaliknya jika dari Baderan maka pulangnya lewat jalur Bremi.

Tips Pendakian
1. Pilihlah hari yang bagus, usahakan jangan pada musim hujan.
2. Setidaknya sebelum melakukan pendakian, hendaknya seminggu sebelum berangkat latihan fisik atau olahraga sedikit-sedikit.
3. Persiapkan tim dan perlengkapan yang akan dibawa.
4. Jangan mendaki sedikit orang, ya paling tidak min 3 orang.
5. Jangan pernah mengabaikan keselamatan dirimu sendiri.
6. Jika ada teman yang tidak kuat melanjutkan perjalanan hendaknya ditemani dan jangan sampai terpisah.

Baca selengkapnya