Monday, 2 January 2017

Daftar Wisata Baru Yang Lagi Hits di Malang Raya

Siapa yang tidak mengenal Malang, daerah yang penuh dengan keindahan akan wisatanya. Malang Raya terdiri dari Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Seperti yang kita ketahui Kota yang dikenal dengan Apel Malangnya ini merupakan salah satu daerah wisata terbaik di Indonesia, entah itu wisata alam atau wisata buatan. 

Wisata alam seperti coban atau air terjun, pantai, gunung, taman bunga, pemandian air panas dan masih banyak lagi. Sedangkan wisata buatan atau taman bermain seperti Jatim Park 1,2 dan sekarang sedang dalam proses Jatim Park 3. Ada Museum Angkut, Eco Green Park, Batu Night Spectacular (BNS), Selecta dan masih banyak lagi.

Nah baru-baru ini ada wisata baru yang sedang hits di Malang Raya. Inialah wisata-wisata tersebut :

1. Omah Kayu 


http://www.reresepan.com/omah-kayu-kota-batu-malang-sensasi-unik-menginap-di-rumah-pohon/

Omah Kayu terletak di dekat wisata paralayang yang ada di Gunung Banyak Jalan Songgokerto Kec. Batu. Sebagian pembaca mungkin sudah mengetahui objek wisata Paralayang, namun saat ini bukan hanya paralayang saja yang menjadi atraksi utama, tetapi ada spot asyik di dekat wisata paralayang yakni Omah Kayu.
Omah Kayu memiliki konsep rumah dengan bahan kayu yang kuat dan kualitas yang bagus. Didirikan di atas pohon pinus pada lereng bukit. Pemandangan indah dari masing-masing ruangan di Omah Kayu inilah yang menjadi daya tarik utama para tamu untuk menginap atau sekedar berfoto-foto.

2. Taman Kelinci, spot unik ala The Hobbit

http://ilovemalang.net/wisata-malang/wow-ternyata-ada-desa-hobbit-di-malang-raya/

Taman Kelinci terletak tidak jauh dari kawasan spot wisata paralayang dan Omah Kayu. Lokasinya berada di Jalan Paralayang Desa Pande Sari Kec. Pujon, Kab Malang. Taman Kelinci mengusung konsep taman alam film The Hobbit. Di sini kita bisa menjumpai spot menarik seperti : Taman Kelinci, Kamoeng Cafe, Wisata Petik Stroberi dan Pondok Susu Olahan. Untuk bisa menikmati kawasan kece ini kita cukup membayar tiket Rp 5000 per orang.

3. Peternakan Kuda Mega Star 

http://megaaningtyass.blogspot.co.id/2015/11/sunflower-garden-malang-jawa-timur.html

Peternakan ini berada di Jalan Langsep, Oro-oro Ombo, Kec. Batu. Di peternakan ini terdapat sekitar 50 ekor kuda yang sangat terawat kondisinya. Ada kuda besar dan ada pula yang berukuran sedang..
Harga tiket masuk peternakan ini adalah Rp. 25.000, tapi jika kita ingin naik kuda membayar lagi sekitar Rp 50.000. Jika hanya ingin foto-foto dengan kuda, tapi tidak naik maka kita tidak perlu membayar lagi.

Selain berfoto dengan kuda juga bisa berfoto di kebun bunga matahari. Jika Anda beruntung akan mendapati bunga matahari yang sedang mekar. 


4. Bukit Bulu


https://malangstrudel.com/bukit-bulu-coban-rais-keren-banget.html

Bukit Bole terletak di kawasan Coban Rais, tepatnya di Desa Oro-oro, Kota Batu dengan jarak tempuh sekitar 6,4 Km dari pusat Kota Batu atau memakan waktu sekitar 20 menit. Bukit Bulu menawarkan pemandangan alam dari ketinggian dengan spot utamanya yaitu gardu pandang. Untuk bisa menikmati kawasan ini kita cukup membayar tiket Rp 7.000/orang/

5. Spot Ayunan Bukit Bulu


https://www.facebook.com/dui.poenya

Kalu ke Bukit Bulu Coban Rais, jangan cuma foto-foto di spot gardu pandangnya saja, tapi cobalah foto di spot ayunannya juga. Spot yang satu ini cocok buat kamu yang suka wisata adrenaline. 

6. Spot Gardu Pandang Coban Rais

https://www.facebook.com/dui.poenya

Jika kamu ke Coban Rais jangan lupa foto di gardu pandangnya. Lokasinya tak jauh dari bukit bulu, yaitu di kawasan Coban Rais, Desa Oro-oro Kota Batu. Spot yang yang satu ini adalah spot favorit di Coban Rais.


7. Kampung Warna-warni Jodipan


www.umm.ac.id/

Di Kota Malang terdapat sebuah kampung yang dulu dianggap kumuh tapi sekarang berubah menjadi sebuah kampung yang disulap menjadi warna-warni. Di sini kita akan melihat Malang dari sudut pandang lain. Terdapat juga kampung 3D dengan lukisan-lukisan 3D di setiap dinding. Kalian yang berwisata ke Malang wajib mampir kesini.


Baca selengkapnya

Awas Bahaya Petir di Puncak Gunung!!

Mendaki gunung menjadi aktivitas yang sangat populer saat ini yang dilakukan semua elemen masyarakat, entah yang muda, remaja, dewasa ataupun yang tua. Mendaki bukanlah olahraga yang mudah dan aman, banyak sekali resiko dan bahaya yang sewaktu-waktu akan mengancam keselamatan kita, baik itu hipotermia, bahaya tersesat, ataupun hilang dan yang terparah meninggal dunia.


Baru-baru ini di akhir tahun 2016 banyak sekali korban dari aktivitas pendakian, yang paling tragis adalah bahaya petir. Perubahan musim dan cuaca yang tak menentu adalah salah satu penyebabnya. Sudah sekitar 4 orang menjadi korban dari cuaca yang tak menentu. Sebelumnya di gunung Arjuno satu orang meninggal dunia karena tersambar petir. Kemarin akhir desember 2016, 3 orang tersambar petir di Pos 7 Gunung Slamet dan dikabarkan 1 orang meninggal dan yang lain kritis.

Dari hal-hal di atas ada sedikit tips-tips untuk menghindari bahaya petir di gunung :

1. Jangan berada di padang rumput yang luas yang terbuka.
2. Jangan berada di puncak gunung atau punggungan bukit saat kondisi cuaca tidak memungkinkan. Sebisa mungkin jauhi atau jangan berdiam diri dari tempat-tempat di atas untuk mengurangi resiko tersambar.
3. Hindari pohon atau objek yang berdiri sendiri. Jika berdiri di dekatnya saat petir menyambar maka anda juga akan terkena arus listrik yang mengalir di tanah.
4. Jangan pakai aksesoris apapun yang menggunakan bahan metal karena merupakan penghantar listrik yang akan menangkap kilat.
5. Hindari penggunaan peralatan yang mengandung gelombang dan memantulkan radiasi elektromagnetik seperti HP atau GPS. Jika di tempat terbuka pastikan mematikan peralatan tersebut.
6. Jika memang terperangkap oleh petir di tempat terbuka, segeralah ambil posisi jongkok dengan kedua kaki dengan tumit bersentuhan. Tutup telinga dengan sikut yang menyentuh lutut. Setelah itu tundukkan kepala serendah-rendahnya tanpa menyentuh tanah. Dengan cara itu petir yang menyambar akan mengalir kedalam tubuh, namun apabila kedua tumit terbuka petir akan menloncat ke dalam tubuh.
7. Pakailah alas seperti matras, tikar atau bahan anti konduktor lain. Jangan sampai bersentuhan dengan tanah langsung.
8. Jika berada di dalam grup pendakian atau tempat camp yang ramai, pastikan mendirikan tenda tidak terlalu berdekatan. Buatlah sedikit jarak agar jika tersambar petir tidak langsung tersambar dan yang lain bisa memberikan pertolongan.
9. Di alam bebas tempat yang baik untuk menghindari sambaran petir adalah tempat yang tertutup dan banyak pohon, jadi carilah tempat yang ditumbuhi banyak pohon saat cuaca tidak memungkinkan.
10. Dari tips-tips di atas yang paling penting adalah selalu berdoa dan mengingat sang-Pencipta. Pasrahkan semua pada yang membuat kehidupan.

Itulah tips-tips yang bisa kami  berikan, semoga bermanfaat dan semoga selalu berada dilindungan-Nya saat melakukan aktivitas pendakian. Amiin.
Baca selengkapnya

Monday, 13 June 2016

Biarkanlah Ku Berhenti dan Cukup Mencintaimu Dalam Diam

Awalnya saya menganggap dan berpikiran bahwa semuanya akan berakhir seperti biasanya, tetap baik-baik saja. 
Namun nampaknya kali ini tidak. Semuanya nampak akan berakhir sekarang. Benar-benar berakhir.

Sebenarnya saya tidak ingin berhenti, bahkan sebenarnya memang saya takkan bisa berhenti. 

Tapi apa boleh buat, saya harus mencobanya.
Bukannya saya lelah, tapi semua ini nampak takkan ada hasil.
Saya tidak pernah lelah menyayangimu, tapi saya lelah ketika ini semua hanya berjalan seperti ini terus.

Ketika egomu dan egoku masih saja tidak pernah mau mengalah.

Masih memegang prinsip masing-masing.
Saya sadar, bahwa memang saya lah yang seharusnya mengalah. 
Dan semenjak itu saya mulai mencobanya. Tapi nampaknya itu sudah tak bisa, ternyata memang sudah terlambat.

Sepertinya memang sudah tidak bisa diperbaiki lagi.
Semua ini percuma saja, hanya bakalan berujung sia-sia.
Harus seberapa keras lagi saya berjuang memperbaikinya?
Atau memang sudah tertutup rapatkah, atau memang sudah tidak ada harapan lagi semuanya tuk kembali?

Sebenarnya kamu terlalu berarti. Kamu wanita pertama yang membuat saya merasa istimewa.
Kamu adalah wanita yang menggenggam hatiku begitu erat.
Kamu adalah wanita berbeda yang selalu saya cari dan saya impikan.
Kamu adalah motivasi buatku.


Ketika kamu mengatakan ini dan itu. Disitu saya merasa tertantang, disitu hari-hariku terbayang akan ucapanmu.

Saya harus bisa mewujudkannya.
Selalu terbesit dalam diriku bahwa saya harus bisa menjadi yang engkau selalu yakinkan padaku.
Saya begitu takut jika nanti saya tidak bisa menjadi apa-apa, apalagi menjadi yang seperti kamu inginkan.
Saya takut keyakinanmu tentangku lambat laun akan luntur dan kamu menyesal.
Saya tidak bisa menjanjikan apapun. Saya hanya bisa berusaha merubah dan menjalani hidup.
Terus mencari kesiapan supaya nanti benar-benar siap untuk memintamu.
Seperti yang pernah kamu bilangkan.

Yang bisa saya lakukan saat itu hanyalah sebatas hal sederhana yang mungkin orang lain sangat mudah untuk melakukannya juga.

Saya tak bisa melakukan hal yang luar biasa.

Benarkan itu tidak berarti apapun? Karena setiap apa yang pernah saya lakukan selalu tidak pernah ada nilainya dimatamu.



Entahlah, tapi kekuatan saya untuk bertahan juga akan habis, jika setiap kali tak ada hasil dari apa yang telah saya pertahankan.
Nampaknya kali ini saya harus benar-benar menerima kenyataan, merelakan apa yang saya sayangi pergi.

Ini yang terbaik!
Sesulit apapun saya akan mencoba. Tapi maaf jika saya harus menghindarimu, menghidari segalanya tentangmu. Karena mungkin pergi dari segala hal tentangmu adalah cara terbaik untuk terbiasa hidup tanpa bayangmu.

Bukannya saya tak mau menjadi teman, tapi sejenak ijinkan saya untuk pergi jauh darimu. Hingga semua bisa kembali seperti semula, ketika tak ada rasa sayang yang tumbuh.

Biarkanlah saat ini saya cukup menyayangimu dalam diam, tanpa berkata-kata lagi, karena memang ku tak sanggup berkata dihadapanmu.




"Sebuah artikel yang baru sempet terpostkan".
Baca selengkapnya

Friday, 10 June 2016

Semeru, Apakah Kau Benar - Benar Semarah Itu?




Masih baru kemarin semeru kembali dibuka pasca hilangnya dua pendaki asal Cirebon yakni Supriyadi dan Zirli Gita Ayu, kini semeru harus kembali tidak menerima tamu lagi dengan hilangnya seorang pendaki asal Swiss, Lionel Du Creaux (26).

Bukan yang pertama atau kedua kalinya, sebelumnya masih banyak lagi. Di tahun 2014, Achmad Fauzi mahasiswa S2 Teknik Elektro UGM dan di tahun selanjutnya 2015, Dania Agustina Rachman (19) harus menjadi korban hantaman longsoran batu di Gunung Semeru. 

Belum lagi pendaki yang tersesat atau hilang dan masuk jurang blank 75 seperti Daniel Saroha (31) dan yang terbaru kemarin Supriyadi dan Zirli.
Dari kejadian-kejadian tersebut banyak hal janggal yang tidak bisa dinalar. Korban bernama Daniel Saroha sendiri bercerita sewaktu dia terjatuh di jurang atau blank 75, dia kemudian pingsan dan tak sadarkan diri. Tapi sewaktu dia bangun, dia sudah berada di lokasi yang seperti hutan.
Korban sendiri dikabarkan melewati 3 curukan dan akhirnya bertemu dengan sumber air, tapi karena kondisi fisik lemah dan luka-luka serta sampai 3 hari tidak menemukan bantuan akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke lokasi sumber mata air. 
Setelah sore hari dia melihat 2 orang yang infonya bernama Gareng dan SOdiq warga desa Satriyan Kec Dampit-Malang.

Dari yang disampaikan kedua warga hendak mengajaknya ke desa Taman Satriyan, tapi karena terlalu jauh akhirnya mereka bermalam dan akan mengantarkan Daniel ke Kalimati keesokan harinya.
Ada yang aneh jika di logika, pasalnya korban Daniel ini jatuh di blank 75 yang dari posisinya saja berda di wilayah timur Semeru. Dan ketika ditemukan korban berada di sisi barat Semeru yang jika dilogikakan perjalanannya dari blank 75 ke wilayah barat dimana korban ditemukan membutuhkan waktu 12 jam berjalan cepat tanpa istirahat dan dalam kondisi masih sehat.

Itu adalah kisah dari Daniel Saroha, sementara kisah dari Supriyadi dan Zirli ini sebaliknya. Pihak TNBTS melacak terakhir kali mereka mengirim pesan kepada keluarga itu letaknya di wilayah barat Semeru. Setelah tim Sar melakukan penyisiran, korban malah ditemukan di wilayah timur Semeru, di dekat air terjun Boto,Tawonsongo, Pasrujambe, Lumajang.
Dari hal dan kejadian di atas terdapat hal hal aneh dan kejanggalan. Pihak TNBTS dan juga tim SAR pun juga tidak bisa melogikakan hal itu.

"Semeru sekarang semakin ramai, tapi juga semakin aneh dan berbahaya", menurut Saver Ranu Pane kemarin.



Dari segitu banyaknya mereka tentu tidak semuanya, atau malah hanya beberapa yang bisa menjadi tamu yang baik yang mengerti etika. 
Banyak dari mereka justru seperti raja yang seenaknya sendiri. Banyak yang tidak pernah permisi, banyak yang merusak dan mengotori. Banyak yang berbuat tidak baik, banyak yang berkata jorok, atau karena ketidaksolidaritasan mereka yang mengaku dirinya seorang pendaki?


Apakah Engkau lelah menerima sebegitu banyaknya orang yang mengunjungimu ? 
Apakah Engkau marah kepada mereka?

Semeru, Apa ini wujud kekesalanmu atas mereka yang pernah membakarmu, mengotorimu, mengganggu ketenanganmu, dan juga menyakitimu?


Hah? apa itu dirimu yang dulu dikenal baik dan ramah terhadap alam? Aku tanya padamu para orang-orang yang mengaku pendaki atau pecinta alam? 
Jawab aku!!
Inikah balasanmu atas semua perlakuan baikku terhadap kalian?

Aku izinkan kalian meminum airku, aku izinkan kalian berteduh dibawahku. Apalagi? Aku ajarkan kalian bagaima menjadi pribadi lebih bijaksana. Aku ajarkan kalian perjuangan dan perngorbanan, kesetiakawanan. Aku ajarkan kalian kederhanaan.

Lalu apa yang kalian dapat sekarang, kalian seperti tidak mendapat apa-apa. Rasa tanggung jawabmu masih saja tak ada. Keegoisan masih selalu menguasai dirimu. Rasa kepedulianmu masih saj n0l.
Tak ada rasa berterimakasih, yang ada hanyalah rasa kesombongan.

Aku ijinkan kalian menginjakiku, tapi kalian menginjakku dengan jumawah. Lalu apa lagi yang harus aku berikan pada kalian agar kalian sadar?

Kalian kehilangan teman kalian, tapi itu tidak pernah kalian gunakan untuk melihat dan berkaca diri. Bukannya kalian merasa berduka dan menunjukkan rasa kepedulian, kalian malah hanya mementingkan ego kalian sendiri.

"Kapan aku kembali menerima tamu?" Bukannya bagaimana keadaan mereka yang kalian tanyakan, justru malah pertanyaan seperti itu yang ramai kalian sampaikan.

Apa kalian tidak melihat bagaimana teman-teman kalian berjuang suka rela mencari teman kalian yang hilang?
Teman macam apa kalian, tak adakah sedikit rasa kepedulian atau rasa sadarkah? 

Sebernarnya akupun senang kalian mengunjungiku, tapi jadikan kunjungan kalian itu kunjungan untuk belajar memperbaiki diri, belajar peduli atas hal kecil disekitar kalian. Belajar untuk bijaksana dalam kehidupan.
Bukan hanya untuk seenaknya sendiri, bukan untuk bermewah-mewahan dan sebuah kepopuleran. 

Jadilah orang yang bertanggung jawab. Hargailah apa yang ada disekitar kalian. Jangan pernah merasa menjadi diri yang selalu di atas dan punya segala-galanya. Karena aku mengajarkan kalian naik agar kalian tau caranya turun kembali. 

Lalu lantas bagaimana jika kalian hanya bisa naik tapi tak tau caranya kembali turun seperti teman kalian?
Mungkin itu juga adalah jawaban Tuhan atas tingkah laku kalian agar kalian sadar.

Semoga kejadian-kejadian ini bisa menjadi peringatan untuk kalian.





Baca selengkapnya

Sunday, 1 May 2016

Mendaki Gunung Argopuro via Baderan - Bremi (Jalur Terpanjang Pulau Jawa)

Gunung Argopuro adalah gunug yang sudah tidak aktif lagi yang memiliki ketinggian 3.088 mdpl. Gunung Argopuro meruapakan gunung dengan jalur pendakian terpanjang pulau Jawa. Rata-rata pendaki menempuhnya dalam waktu 5 hari 4 malam dimulai naik via Desa Baderan, Sumbermalang, Situbondo, kemudian turun via Desa Krucil, Bremi, Probolinggo.

Untuk mendaki gunung argopuro via Baderan kita bisa naik bus menuju terminal Probolinggo, kemudian naik bus lagi menuju Besuki turun di Pasar atau terminal Besuki. Dari terminal Besuki kita naik ojek menuju basecamp di Desa Baderan dengan perjalanan sekitar 30 menitan.

Di basecamp kita langsung mengurus perijinan dengan biaya perhari 20 ribu/perorang dan 30 ribu/perorang jika hari libur. Berkas yang perlu kita siapkan adalah KTP. Setelah itu kita harus tanda tangan di atas materai sekaligus di foto di depan basecamp oleh bapaknya sebagai dokumen mungkin. 

Biasanya oleh bapak penjaga basecamp kita disarankan untuk berangkat pagi hari sebelum jam 12 siang, paling siang jam 10 an. Jika suda terlalu siang kita disarankan untuk menginap dan berangkat besok pagi. 
Beliau juga memberi saran untuk mendaki paling tidak 5 hari untuk normalnya.


Basecamp - Pos Mata Air 1 (4 - 6 jam)



Dari basecamp menuju Pos 1 atau Pos Mata Air 1 kita melewati jalan makadam yang awalnya cukup landai kemudian terus sedikit demi sedikit semakin naik dan mengitari bukit. Disini kita akan sering bertemu warga yang biasanya mencari rumput.




Sehabis jalan makadam, perjalanan cukup naik melewati rimbunan semak-semak atau rumput-rumput dengan jalan setapak dimana di tengah jalan terdapat seperti bekas ban sepeda motor. 
Jika musim hujan, jalan akan sangat licin dan juga akan terdapat banyak cacing tanah yang bertumpukan di tengah jalan.




Perjalanan akan terus naik sampai kita benar-benar sampai di atas bukit dan mulai memasuki hutan dimana pohon-pohon rimbun, dimana samping kanan kita jurang yang dipenuhi kabut. Di perjalanan kita juga akan sering mendengar suara gemericik air, mengingat argopuro banyak sekali sumber mata air di setiap bukitnya.




Tak lama setelah itu kita akan sampai di Pos Mata Air 1. Di Pos ini terdapat Sumber Mata Air yang sedikit turun kebawah. 


Pos Mata Air 1 - Pos Mata Air 2 (1 - 2 jam )

pos mata air 1

Di Pos Mata Air 1 kita bisa mendirikan tenda untuk bermalam. Tempatnya cukup luas dan datar serta terdapat sumber mata air.


Dari Pos Mata Air 1 ke Pos Mata Air 2 membutuhkan waktu sekitar 1 - 2 jam perjalanan dengan medan masih sama melewati atas pinggiran bukit. Sekitar 2 tanjakan kita akan sampai di pos mata air 2. 


Pos Mata Air 2 - Cikasur ( 4 - 6 jam )

pos mata air 2

Di pos mata air 2 ini saya kurang begitu tahu apakah ada sumber air atau tidak karena saya waktu itu tidak berhenti lama, tapi menurut beberapa sumber jika di musim kemarau sumber air kering.
Di tempat ini kurang ideal untuk mendirikan tenda karena tempatnya tidak luas.

Berjalan cukup landai dan kemudian setelah itu menuruni bukit kita akan sampai di sabana pertama. Tidak tahu apa nama sabana ini, tapi yang jelas ini bukanlah sabana Cikasur. 


sabana 1


Dari sabana ini medan kembali menanjak memasuki hutan lagi. Setelah itu kita akan keluar lagi dari hutan dan menjumpai sabana yang sangat luas. Tapi itu bukan sabana Cikasur. 


sabana 2



Setelah melewati sabana 2 kita masih harus kembali memasuki hutan sebelum akhirnya kita keluar lagi dan menjumpai sabana ketiga. Kita tidak sempat mengambil foto sabana 3 karena waktu itu sangat berkabut.

Dari sabana 3 perjalanan ke Cikasur sudah tinggal sebentar lagi dengan medan yang landai. Kita memasuki hutan lagi dan hingga akhirnya kita bertemu dengan sabana yang ke 4 yaitu Cikasur. 

Cikasur - Cisentor ( 3 - 4 jam )

sumber air cikasur

Ketika kita memasuki sabana Cikasur kita akan menemukan sumber air yang begitu jernih dan segar airnya. Di sepanjang aliran sungai terdapat banyak sekali selada air yang bisa kita gunakan untuk memasak.

Kita mungkin juga akan menemui warga yang sedang mencari selada air untuk dijual.

pohon ditengah cikasur yang biasa digunakan untuk tempat camp


Cikasur adalah padang rumput yang sangat luas yang dulu katanya adalah sebuah bekas bandara pada jaman Belanda. 
Di situ terdapat sebuah tanda atau petunjuk menuju Cisentor.

petunjuk arah menuju Cisentor

Untuk menuju Cisentor kita mengambil arah sesuai petunjuk dengan jalan awal mulai menanjak dan memasuki hutan atau pepohonan. 
Perjalanan akan seperti di awal, yakni keluar masuk hutan dan sabana dengan medan yang sedikit naik dan terkadang landai.

Setelah itu perjalanan akan mengitari pinggiran bukit dimana ditumbuhi pohon-pohon besar. Kemudian menuruni bukit dan melintasi sungai dimana di atas sungai itu terdapat sebuah pondok dan pondok itulah Pos Cisentor.




Perjalanan dari Cikasur menuju Cisentor membutuhkan waktu sekitar 3-4 jam.


Cisentor - Rawa Embik ( 2 jam)

Pos Cisentor ini adalah pertemuan jalur Bremi dengan Jalur Baderan. Namun saat ini kebanyakan pendaki sudah tidak melewati jalur ini jika lewat Bremi, karena jika lewat Bremi melewati Cisentor maka perjalanan akan sangat jauh dan mutar.

Di Pos Cisentor ini bisa kita gunakan untuk mendirikan tenda.

Dari Pos Cisentor menuju Rawa Embik kita membutuhkan waktu sekitar 2 jam dengan perjalanan sedikit menanjak menerobos semak-semak. Setelah itu cukup landai dan menyeberangi sungai kering, melewati sabana dan keluar masuk hutan lagi. Sebelum sampai Pos Rawa Embik kita memasuki hutan yang cukup menanjak kemudian setelah itu menurun dan kita sampai di Sabana seperti rawa yang dimana disitu terdapat sumber air di bawah pohon, yaitulah Pos Rawa Embik.


Rawa Embik - Sabana Lonceng ( 1 jam)

rawa embik 

Dari Rawa Embik menuju Sabana Lonceng membutuhkan waktu sekitar 1 jam dengan medan yang awalnya melintasi sabana, kemudia masuk hutan menembus semak-semak. Setelah itu melipir bukit dan kita bertemu seperti pertigaan. 

Kita ambil kiri dengan jalan agak menurun. Kemudian medan mulai naik dan terus naik melewati hutan dengan pohon-pohon besar. Setelah itu kita akan sampai dan menjumpai sabana yang disebut Sabana Lonceng.


Sabana Lonceng - Puncak Hyang ( 30 menit)

sabana lonceng

Lurus saja dari sabana lonceng, kemudian di ujung ada jalan ke kanan menaiki bukit. Nah dari situ kita menaiki bukit karena di atas bukit itu adalah Puncak Hyang.

puncak hyang

Puncak Hyang - Puncak Argopuro ( 10 menit )

Dari Puncak Hyang menuju Puncak Argopuro sekitar 10 menit saja. Kita lurus saja ke arah belakang. Sedikit turun kemudian naik lagi dan sampai di Puncak Argopuro. Hati-hati karena samping kanan kiri adalah jurang.


puncak argopuro


Sabana Lonceng - Puncak Rengganis ( 20 menit )


Untuk ke Puncak Rengganis di Sabana Lonceng  kita ambil arah kiri memasuki hutan yang cukup menanjak. Sampai di atas bukit jalur landai dan sudah kembali terbuka. Disitu kita akan mencium aroma belerang karena Puncak Rengganis terdapat kawah yang masih banyak belerangnya. Perjalanan sudah tak jauh lagi tinggal naik sedikit di batu bercampur belerang kemudian sampailah di Puncak Rengganis.

Disinilah makam Dewi Rengganis. Biasanya ada penduduk yang mengirim bunga disini.

Puncak - Danau Taman Hidup ( 4 - 6 jam )


Dari puncak menuju taman hidup membutuhkan waktu 4-6 jam. Itu jika kita lewat jalur turun dari puncak hyang. Tapi jika kita lewat cisentor maka perjalanan kita akan memutar dan sangat lama.

Jadi jika kita turun dari puncak hyang, ada pertigaan arah kiri jika kita ingin kembali ke sabana lonceng dan arah turun (kanan) jika kita ingin turun.


Danau Taman Hidup - Basecamp ( 3 - 4 jam)


Dari danau taman hidup menuju basecamp kita membutuhkan waktu sekitar 3 - 4 jam dengan medan berupa hutan yang rimbun dengan trek yang terus turun.
Hati-hati karena disini banyak sekali jalur cabang-cabang, mengingat sedikit sekali tanda, cukup ikuti jalur utama yang paling besar saja. Kebanyakan ada jalur alternatif memotong tapi ada juga jalur yang menyesatkan.

Tanda-tanda kita sudah dekat dengan basecamp adalah kita sudah keluar hutan dan masuk perkebunan dimana sudah terlihat rumah-rumah warga dari kejauhan.

Tak jauh dari perkebunan maka kita akan sampai di perumahan warga dan melewati gapura selamat datang di Taman Hidup.
Dari situ kita terus berjalan lurus sampai ke jalan raya. Di pertigaan kita belok kanan. Tak jauh dari situ kita akan sampai di basecamp bremi rumah Bapak Arifin.






Baca selengkapnya

Tuesday, 26 April 2016

Mendaki Gunung Merbabu Jalur Terindah via Suwanting

Gunung Merbabu adalah salah satu gunung yang sangat populer dikalangan para pendaki gunung di Indonesia. Gunung Merbabu  terletak di Jawa Tengah dengan ketinggian 3.142 Mdpl. Gunung ini memiliki medan pendakian yang tidak terlalu sulit namun mempunyai pemandangan yang sangat indah. Gunung Merbabu sendiri berdiri berdekatan dengan Gunung Merapi di sebelah selatannya. 

Untuk mendaki Gunung Merbabu ini dapat diakses melalui beberapa jalur diantaranya jalur yang populer seperi Jalur Selo dan Wekas. Namun kini ada telah dibuka jalur baru yang menjadi banyak perbincangan karena keindahannya, yakni Jalur Suwanting. Sekitar 1 tahun dibuka, jalur ini kini ramai menjadi pilihan para pendaki yang ingin mendaki gunung Merbabu.



Untuk menuju Suwanting, kita melewati jalan Magelang-Boyolali. Setelah itu di pertigaan menuju Ketep dan Boyolali, kita ambil kiri menuju Ketep. Kalau ambil kanan kita akan menuju Selo. Dari Ketep menuju Suwanting tidak terlalu jauh.

Jalur Suwanting ini bisa dibilang jalur paling dekat, tapi juga jalur paling ekstrim karena dari awal sampai puncak medan menanjak terus. Hanya sedikit sekali jalur landai. 






Basecamp - Pos 1




Sampai di basecamp kita mengisi daftar barang bawaan dan registrasi. Setelah itu kita akan di brifing atau diberi pengarahan oleh petugas sebelum kita berangkat naik.

Beberapa poin penting yang saya dapatkan bahwa terdapat beberapa kawasan dimana saat kita memasuki kawasan itu kita harus mengucap salam. Kawasan itu diantaranya adalah saat memasuki hutan pinus dan yang kedua saat kita memasuki Pos Lembah Manding. Di Pos Lembah Manding juga kita tidak boleh mengeluh, jika capek kita disarankan segera istirahat.

Dari Basecamp menuju Pos 1 sendiri hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit saja. Treak awal cukup landai sampai kita memasuki kawasan hutan pinus dan akhirnya sampai di Pos 1.

kawasan hutan pinus

Pos 1 - Pos 2


pos 1

Dari Pos 1 menuju Pos 2 kita akan melewati beberapa pos kecil dengan jarak tempuh tiap pos tidak terlalu jauh.

Untuk menuju Pos 2 sendiri kita membutuhkan waktu sekitar 1,5 - 2 jam perjalanan.

 Lembah Gosong

Di lembah Gosong sendiri medan masih berupa hutan pohon pinus dengan trek yang sedikit mulai menanjak.


 Lembah Cemoro

Keluar dari hutan pinus, kita menuju Lembah Cemoro. Sebelum Lembah Cemoro ini kita akan menemukan Pos Air di kanan jalan ada 2 tong warna biru.
Jalur yang kita lalui akan terus menanjak.


 Lembah Ngrijan

Selepas Lembah Ngrijan trek yang kita lalui terus menanjak lagi dan juga cukup licin. 

trek selepas Lembah Ngrijan


Dari lembah Ngrijan kita menuju Lembah Singo dengan medan masih menanjak dan disamping kanan kiri kita jurang dengan semak-semak.

Lembah Singo

Setelah Lembah Singo kita tidak begitu lama kita akan sampai di Pos 2. Saya tidak sempat mengambil gambar di pos 2 karena waktu itu banyak pendaki.

Tidak jauh dari Pos 2 sedikit naik lagi kita akan menemui Pos air lagi. Masih dengan 2 tong berwarna biru. Tapi kemarin waktu saya kesana Pos air ini mati dan belum diperbaiki.

Pos 2 - Pos 3

Dari Pos 2 menuju Pos 3 membutuhkan waktu yang cukup lama serta tenaga lebih mengingat dari sini adalah trek paling terjal dan menanjak. Perjalanan membutuhkan waktu sekitar 2,5 - 3 jam.

Selepas Pos 2 kita akan sampai di Lembah Manding. Ingat disini kita harus mengucap salam dan tidak boleh mengeluh.

Dari Lembah Manding inilah jalur yang berat akan kita lalui dan itulah yang biasanya membuat manusia sering mengeluh.

Lembah Manding

Dari sini kita bisa menikmati pemandangan sore hari ketika Sindoro-Sumbing terlihat jelas.

View Sindoro-Sumbing

Berjalan cukup lama dan menguras tenaga karena medan yang menanjak dan licin, kita akan sampai di Pos Air lagi. Tapi sayangnya pos air disini kemarin juga masih mati dan belum diperbaiki.

Pos Air

Seleas Pos Air ini kita akan mulai memasuki sabana yang menanjak. Dan tak begitu lama kita akan sampai di Pos 3.


 Pos 3 

View dari Pos 3

Di Pos 3 inilah kebanyakan pendaki mendirikan tenda untuk bermalam sebelum summit.

Pos 3 - Puncak

Dari Pos 3 menuju Puncak membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam dengan medan berupa hamparan sabana. Kita juga akan melewati bukit-bukit sabana dengan trek cukup menanjak.
Dibawah inilah gambaran menuju puncak dengan pemandangan yang indah dan keren.














Catatan :
jangan lupa ucap salam dan jangan mengeluh ya gan...
Baca selengkapnya